Sesampai dirumahnya, Yoru seperti biasa tidak biasanya dan langsung turun dan berlari masuk ke dalam. Setelah masuk ke dalam rumahnya, dirinya mencari sosok sang ayah. Karena tidak bertemu ayahnya, dia segera memanggil ayahnya dengan manja sekali
"Papi... Papi...,di mana dirimu?" teriak Yoru.
Papinya yang berada di ruang baca mendengar suara putra semata wayangnya yang manis itu segera keluar dan mencari anaknya. Papi Yoru segera turun dan melihat putranya menunggu dirinya di ruang tamu.
"Yoru," sahut papinya
"Papi.." ucap Yoru senang. Dirinya segera menghamburkan dirinya ke pelukan papinya
"Papi, kau tumben sekali tidak menyambutku dan mami?" ujarnya dengan nada cemberut yang lucu.
"Haha... maafkan Papi, ya, sayang," ucap papinya sambil mengelus kepala putra kesayangannya.
"Aku sedih loh Papi," ucapnya dengan cemburut yang belum hilang diwajahnya.
Sementara itu, maminya yang masuk ke rumah mereka dan mencari sang suami dan putra kesayangannya berkumpul.
"Aduh Yoru sayang, jangan tinggalkan Mami kamu dong," ucapnya dengan cemburu
"Kamu malah udah lupakan Mami kamu," jawab maminya lagi
"Hehe, Yoru pasti tidak pernah melupakan Mami kok," kata Yoru mendekati maminya untuk membuat maminya tidak cemburu lagi
"Maafkan Yoru, Mami, Yoru takut Papi hilang," ucap Yoru dengan nada manja dan imut
Melihat ekspresi manja dan mimik imut polos anaknya yang suka bergelayutan di pelukannya membuat maminya dengan mudah memaafkan Yoru
"Baiklah Yoru," ucap maminya pasrah
"Hehe, Mami kena bujukan maut Yoru," ucap Yoru
"Iya bujukan maut Yoru beneran ada hasilnya, ajarkan Papi dong, Yoru," ucap papinya dengan berharap
"No...no...,Papi, bujukan mautku khusus hanya untuk Mami. Papi tidak boleh menjiplak," ucapnya dengan nada polos yang manja.
Tawa kedua orangtuanya langsung saja terdengar renyah karena kelakuan putra semata wayangnya.
"Memangnya Yoru tadi mencari Papi ada apa?" tanya papinya penasaran
"Oh iya Yoru hampir lupa kalau Papi tidak memberi tahu Yoru," ucap Yoru tepuk jidatnya.
"Ini Papi, Yoru bungkus makanan kesukaan Yoru yang ada di kantin," ucap Yoru sambil menyerahkan bungkusan makanan kepada papinya.
"Yoru suka beli di kantin ya?" tanya papinya penasaran. Setahunya, anaknya tidak pernah pergi ke kantin karena alasannya adalah ramai. Selain itu, Yoru juga sangat mencintai masakan maminya. Jadi, dirinya kaget karena anaknya bisa menyukai masakan kantin.
"Hemh Yoru suka beli tetapi Yoru gak pernah ke kantin," ucapnya dengan polos
Jawaban tersebut membuat papinya tambah bingung.
"Maksudnya?" tanya papinya yang butuh penjelasan
"Jadi Yoru suruh Khun buat beli, hehehe," uca Yoru sambil tertawa manja.
"Oow begitu," ucap papinga manggut-manggut mengerti
"Enak Pi, coba saja, Mami suka kok. Kalau ada waktu kita bisa makan bersama," ucap Yoru dengan bahagia.
"Baiklah, Papi akan mencobanya," ucap papinya sambil menerima bungkusan makanan yang sudah dibungkus untuk dirinya.
"Memangnya restoran kali ya?" batin papinya ketika mendengar anaknya berceloteh riang.
Sama seperti maminya, Yoru bercerita kepada papinya mengenai kegiatannya di kelas dengan manja di pangkuan papinya. Yoru bercerita dengan riang sekali sambil menampilkan mimiknya yang lucu. Papinya dan maminya hanya bisa melihatnya dengan gemas karena sikap anaknya yang benar-benar manja. Akibatnya pipi Yoru menjadi korban cubitan papi dan maminya karena sudah tidak tahan melihat pipi chubby anaknya.
"Aaw.. Mami,Papi, pipiku sakit," ucap Yoru mengelap pipinya yang kesakitan akibat cubitan kecil yang dari mami dan papinya.
"Maafkan Mami sayang, Mami sudah tidak tahan dengan pipimu yang masih awet tembem," kata maminya
"Kalau Papi mengapa ikut-ikut?" tanya Yoru tidak terima papinya mencubit pipi tembemnya
"Papi juga sama, tidak tahan dengan pipimu. Tidak ada perubahannya," ucap papinya dengan nada bicara yang tidak serius.
"Sakit Papi, Mami, Yoru tidak mau dicubit, " kata Yoru
"Oh, iya, kapan kamu mau ke rumah temanmu, Papi antarkan ya?" tanya papinya.
"Jam 6 sore, Papi" ucap Yoru lagi
"Ooh oke, Papi mengerti," ucap papinya
"Yoru sayang kita makan siang yuk," ucap maminya
"Oh iya Yoru tidak sadar kalau udah jam makan siang. Habis seru sekali," kata Yoru
Akhirnya keluarga kecil menikmati makan siang mereka pada saat pembantu mereka sudah menyiapkan untuk majikannya. Setelah makan siang, Yoru seperti biasa tidur siang. Yoru tidur siang bersama maminya. Karena Yoru tidak bisa tidur siang jika tidak dikeloni oleh maminya. Setelah tertidur maminya keluar dari kamarnya dengan hati-hati agar Yoru tidak terbangun. Setelah keluar dari kamar Yoru, papinya sudah menunggu istrinya.
"Sayangku," panggil suaminya
"Bagaimana anak kita udah tertidur?" tanya suaminya kembali.
"Iya, sayang, Yoru sudah tertidur," ucap istrinya
"Dia manja sekali ya," kata suaminya sambil terkekeh.
"Lebih manja kamu ketimbang dia. Kan kalian satu cetakan," ucap istrinya sambil tertawa.
"Aku tidak menyangka bahwa Yoru akan menepati janjinya," ucap papinya
"Sama, anak kita memang menepati janjinya," ucap istrinya
Mereka pergi ke ruang baca suaminya untuk berdiskusi agar percakapan mereka tidak mengganggu tidur siang anak kesayangannya mereka.
Di ruang baca suaminya.
Sebelum memulai percakapan, suaminya segera memeluk pinggang kecil seksi istrinya dan mencium bibir lembut istrinya. Sang istri kaget melihat tingkah laku suaminya yang tiba-tiba.
"Uuhhmm..uuhhmm," suara istrinya yang bibirnya dicium dengan rakus oleh sang suami.
Mendengar suara seksi istrinya membuat suaminya makin menjadi. Tangan nakal suaminya mulai menyusup ke dalam bajunya dan mulai menjelajahi daerah yang sensitif. Agar istrinya tidak berbicara, ciumannya tidak dilepaskan olehnya.
Setelah puas berciuman dengan istrinya, suaminya memberi ***** di leher dan badan istrinya. Gigitan suaminya membuat sang istri berteriak.
"Uuhh...aahh..." jerit kecil istrinya
"Baby, tidak baik kau berteriak begitu," ucap suaminya
"Udah, sayang, jangan di sini," ucap istrinya dengan penolakan
"Berarti lanjut di kamar ya," ucap suaminya dengan nada menggoda
"Aish kamu ini, jangan mengganti kata-kataku," ucap istrinya.
Hingga akhirnya suaminya melepaskan dan kembali serius.
"Sayang, aku udah nemu dokter kandungan," ucap suaminya.
"Benarkah?" tanya istrinya dengan berharap
"Iya, dengan ini kita bisa memberi Yoru adik," ucap suaminya kegirangan
"Semoga keinginan Yoru terkabulkan, " kata istrinya dengan berharap
"Iya, aku harapnya begitu," kata suaminya sambil memeluk dirinya.
"Oh iya sayang, kapan kita berangkat atau dia yang ke sini," ucap istrinya.
"Iya kita yang berangkat ke sana. Soalnya praktik dokter itu ada di negara cina. Dan kita harus meninggalkan Yoru selama dua bulan. Itu estimasinya," ucap suaminya yang menjelaskan.
"Kalau begitu, Yoru sendirian ya?" ucap istrinya dengan nada tidak rela jika dia meninggalkan putra semata wayangnya
" Iya sih, sejujurnya aku juga tidak rela, tetapi bagaimana lagi, demi keinginan dia, mau tidak mau kita meninggalkannya," ucap suaminya.
"Bagaimana kalau kita berdiskusi dengannya?" tanya istrinya
"Alasannya?" ucap suaminya
"Kita ada urusan perusahaan," kata istrinya
"Bolehlah, nanti malam kita tanyakan setelah dia ke rumah temannya," jawab suaminya
Akhirnya suami istri tersebut setelah masalah utama selesai. Mereka melakukan kegiatan mereka.
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 62 Episodes
Comments
Mitt²🍒⃞⃟🦅
lanjutt 👍
2022-11-17
2