Sementara itu, Yoru yang menunggu papinya pulang hanya bisa menahan kantuknya di ruang tamu. Hingga akhirnya, dia jatuh tertidur. Ketika papinya sampai, dia diberi tahu oleh ibu Shibisu jika anaknnya ketiduran. Papa Yoru datang dan mengetok pagar rumah keluarga Shibisu dan mama Shibisu membukanya. Mama Shibisu mengijinkan papa Yoru masuk untuk mengangkat anaknya.
Papinya segera masuk dan melihat putra semata wayangnya yang tertidur dengan manis dan imut. Digendonglah anaknya dan mengucapkan terima kasih kepada ibu Shibisu.
"Maafkan saya Bu, membuat anak saya tertidur di tempat ibu," ucap papi Yoru sambil menggendong anaknya.
"Ah tidak apa, Pak, saya senang jika anak bapak menemani anak saya bermain," ucap mama Shibisu senang jika ada teman Shibisu yang datang ke rumah mereka.
"Saya pamit dahulu ya Bu. Terima kasih sudah menjaga anak saya," ucap papi Yoru memasukkan anaknya ke mobilnya.
Dibawa masuk kedalam mobilnya dan memakai sabuk pengaman kepada jagoannya dan mengecup kening anaknnya.
"Iya, Pak, sama-sama." ucap mama Shibisu ikut mengantarkan mereka dan kembali menutup pagarnya setelah melihat kedua tamunya masuk ke mobilnya.
"Maafkan Papi, ya sayang, membuatmu ketiduran di rumah orang," ucap papinya sambil mengelus lembut rambut halus sang putra kesayangannya.
Dirinya segera menyalakan mesin mobil dan menjalankan mobil tersebut agar Yoru bisa ditidurkan di kamarnya. Dan segera menjalankan mobilnya agar segera sampai ke kediamannya dan bisa segera menidurkan anaknya ke kasurnya yang lembut agar anaknya tetap bisa tidur dengan nyaman. Karena papinya melihat perubahan wajah anaknya ketika tahu posisi tidurnya tidak nyaman.
Yoru yang masih tertidur pulas tidak tahu jika dirinya sudah berada di mobil dan mobil tersebut berjalan ke rumah mereka. Dipandanginya wajah kalem dan imut anaknya itu yang dia duduki di kursi penumpang depan dan memakaikan selimut kesayangan Yoru yang sudah dia bawakan untuk Yoru yang ada di mobil. Papa Yoru pada saat lampu merah mengelus lembut pipi putranya dan menatap wajah malaikat anaknya yang sangat polos dan imut sekali. Sesekali memandang wajah tidur anak kesayangan yang damai.
Butuh perjalanan menuju kembali ke kediaman Yoru beberapa menit karena jaraknya cukup jauh dari rumah Shibisu. Hingga akhirnya mereka berdua sampai di kompleks yang mewah dan berhenti di salah satu rumah mewah yakni kediaman keluarga Yoru. Papa Yoru memasukkan mobilnya ke dalam bagasi setelah petugas keamanan rumahnya membukakan pintu pagar setelah melihat mobil tuannya sudah tiba. Setelah memarkirkan mobilnya, Yoru digendong oleh papanya dan dibawa masuk ke dalam kediamannya. Di ruang tamu, papa dan Yoru disambut oleh mami Yoru dan beberapa pelayan yang sudah disiapkan oleh kepala pelayan keluarga Yoru.
Ketika papa Yoru hendak masuk dalam kediamannya. Pelayan hendak menyambut mereka dengan formal. Tetapi sudah dihentikan oleh papa Yoru.
"Selamat data....." ucap pelayan serentak
"Shuutt.... diamlah tuan muda kalian sedang tidur," ucap papa Yoru dengan tegas dan wibawa.
"Baik tuan," ucap pelayan yang menyambut mereka sambil menunduk dengan hormat.
"Kalau begitu kalian boleh bubar," ucap papi Yoru berkata seperti itu agar tidak membangunkan anaknya yang masih tertidur pulas.
Papa Yoru membawa Yoru masuk yang masih berada dalam gendongannya. Dan mama Yoru menyambut kedatangan dua orang yang dia cintai.
"Sayang, apakah Yoru tertidur lelap?" tanya mami Yoru berdiri dan melihat papa Yoru melangkah menghampiri dirinya dan membawa putra mereka dalam gendongannya.
"Iya sayang, anak kita sedang tertidur," ucap papinya dengan nada kecil agar tidak membangunkan putra kesayangannya.
"Ini anak tidurnya mirip sangat pas dia masih bayi," bisik maminya dengan nada tertawa.
"Iya padahal ya badannya udah gede," ucap papinya juga heran dengan gaya tidur putranya itu.
Sementara itu para pelayan yang menyambut kedatangan tuan dan tuan kecilnya membubarkan diri setelah dibubarkan oleh kepala pelayan karena perintah dari tuannya setelah memberi tahu jika Yoru tertidur lelap. Sambil ke kerjaan masing-masing mereka membisikan jika wajah imut tuan kecilnya tidak berubah terlebih jika tuan kecilnya digendong oleh tuan, mirip seperti bayi yang tertidur pulas dalam gendongannya papinya dan keliatan sekali dalam tidurnya tuan kecilnya tersenyum manis dalam tidurnya.
Papa dan mama Yoru membawa Yoru ke kamarnya dan menidurkan putra mereka yang hanya Yoru sendiri saja. Papa menaruh Yoru ke atas ranjangnya dengan lembut dan sedangkan mamanya menyelimuti Yoru dengan selimut agar Yoru tidurnya nyenyak. Setelah menaruh di ranjang dan menyelimuti putra semata wayangnya yang imut dan lucu, papa dan mama Yoru mencium pipi tembam putranya bertubi-tubi karena gemes akan pipi chubby putranya yang belum menghilang dari pandangannya mereka. Pipi chubby Yoru masih bertahan walaupun Yoru sudah menginjak usia 13 tahun. Setelah mencium pipi, mereka beranjak mencium kening Yoru dan mengucapkan ucapan selamat tidur kepada putra kesayangan mereka. Sesudah selesai mereka keluar dan menutup pintu kamar Yoru dengan hati-hati dan pergi ke kamar utama tempat papa dan mama Yoru tidur. Setelah memastikan jika anak kesayangannya tidak terbangun akibat terkaget.
Sementara itu Yoru yang tidak mengetahui jika dirinya sudah tidur di kamarnya. Dia masih merasa dirinya bermain game. Dia bahkan tidak sadar jika dia sudah di alam mimpinya. Karena papanya dan mamanya menaruh dirinya dan menutup kamarnya dengan sangat berhati-hati karena putranya tertidur lelap. Selain itu dia sibuk bermimpi mengenai besoknya yang papinya membawanya ke taman bermain bersama dengan maminya. Di mimpinya dia bermain hingga puas bersama dengan papi dan maminya.
Sementara itu orangtuanya ke kamar mereka.Mami Yoru menganti bajunya dengan gaun tidurnya karena ingin langsung tidur karena tubuhnya masih remuk.
"Yang kok semuanya lin*rie sih. Apa gak ada baju tidur lainnya?" cemburut maminya Yoru melihat baju tidurnya yang tidak ada pilihannya.
"Tidak apa-apa yang, mau aku gantikan bajunya? lagi pula kau sangat cantik jika memakai baju itu. Aku juga sangat suka melihat kau pakai baju itu, seperti peri yang jatuh dari langit dan menjadi milikku," ucap suaminya menggoda istirnya.
"Tidak usah, jangan lihat," ucap maminya tolaknya karena dirinya tahu jika seperti itu maka tubuhnya akan remuk.
Tanpa jawaban dari istrinya, papinya mencium dan melumat bibir mungil sang istri karena tidak bisa menahan hasratnya.
"Uuhhh....ahhh....." ucap mami Yoru dengan suara indahnya yang membuat milik suaminya menegang.
Suara indah mami Yoru membuat miliknya tegak dan meminta untuk dimasukkan dengan segera sehingga papi Yoru mencegah istrinya menggunakan baju tidur yang haram yang istri hendak pakai dan menaruh istrinya dengan lembut. Suaminya hendak melakukan permainan nya namun sempat ditahan oleh istrinya karena dirinya sangat lelah akibat kemarin malam akibat ulah suaminya yang tidak mau berhenti.
......****************......
Beri semangat kepada Author ya mina-san. Selalu dukung ya karya Author. Mohon maaf jika karya Author banyak kekurangan di setiap episode. Arigatou gozaimasu dan sayonara di episode selanjutnya ya, mina-san. Dukung selalu ya agar Author bisa kontrak karya ini.
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 62 Episodes
Comments