Malam harinya di kamarnya.
Yoru mengerjakan tugas dari sekolahnya. Dia mengerjakan matematika tentang rumus trigonometri dan fisika mengenai gaya. Yoru mengerjakan tugas dengan baik. Setelah semua selesai, seperti biasa Yoru bermain game di PC-nya setelah mengerjakan tugas sekolah.
Mami Yoru memanggil putra kesayangannya. Maminya segera naik ke kamar anaknya di lantai dua.
"Sayang, waktunya makan malam, sayangku," kata maminya sembari masuk ke kamar
Pada waktu maminya masuk, Yoru tidak mendengarkan karena telinganya ditutupi oleh headset, sehingga maminya mencoleknya.
"Yoru.." panggil sang mami
Yoru merespon dengan mendangak kepalanya.
"Mami?" ucapnya
"Ada apa Mami?" kata Yoru lagi.
"Waktunya makan malam, sayang. Mami dan papi sudah menunggu dirimu," ucap maminya dengan sabar
"Baiklah Mami,maafkan Yoru yang membuat papi dan Mami menunggu Yoru makan," ucapnya sambil melepaskan headset dan mengajak maminya makan.
"Ayuk Mami, kita makan bersama," ajak Yoru.
"Oke, Yoru," jawab sang mami
Mereka berdua keluar dari kamar Yoru dan turun menuju ruang makan. Terlihat papinya sedang menunggunya dan terlihat banyak sekali masakan yang sudah disiapkan dan dihidangkan di meja makan.
"Yoru, ayo segera makan," ajak papinya
"Oke Papi, Yoru segera ke sana," ucapnya sambil berlari kecil.
Yoru sampai di meja makan dengan sedikit ngos-ngosan karena berlari kecil. Maminya menyusul Yoru.
"Sayang, kamu jangan lari-lari begitudong, kamu nanti cepat capai," tegur maminya dengan lembut.
"Hehe, maafkan Yoru mami. Yoru ingin Mami dan Papi juga cepat makan," ucap Yoru riang.
"Papi, maafkan Yoru yang membuat Papi dan Mami menunggu Yoru," ucapnya dengan elegan
"Ya ampun, Yoru, kamu jadi terlihat tuan muda kecil," ejek papinya dengan senang
"Aku memang tuan muda kecil, Papi," ucap Yoru cemberut.
"Ya, memang Yoru tuan muda kecil keluarga kita," sahut maminya riang melihat tingkah laku anaknya yang masih manja
Mereka makan bersama dengan gembira. Para pelayan melihat keluarga kecil itu dengan bahagia. Mereka berbisik-bisik satu sama lain. Melihat tuan muda kecil mereka yang terlihat manja kepada kedua orangtuanya terlihat sangat menggemaskan. Pasalnya, Yoru merupakan anak keluarga kaya dan dia juga satu-satunya pewaris. Namun, sikap Yoru yang sekarang malah terlihat anak kecil yang merengek di mata para pelayan yang melayaninya dari kecil.
Sesudah keluarga kecil itu makan. Yoru meminta izin untuk kembali ke kamarnya.
"Papi,mami, Yoru mau kembali ke kamar dahulu ya," izin Yoru dengan sopan dan elegan.
"Jagoan Papi kok udah balik kamar?" tanya papinya
"Mau main game,Papi, hehehe," ucap Yoru jujur.
"Kalau begitu Sabtu - Minggu, waktu malamnya buat Papi Mami, ya, Yoru," jawab papinya.
"Iya, Yoru, Mami Papi mau menemanimu bermain," ucap maminya
"Benarkah,Papi, Mami?" tanya Yoru girang
"Iya, sayang," kata maminya lagi
"Hem, Yoru janji waktu malam Sabtu-Minggunya Yoru buat Mami Papi. Yoru akan menemani Mami Papi," ucapnya girang.
"Papi, Mami, Yoru senang kalau Mami sama Papi mau menemani Yoru main," ucapnya lagi dengan semangat dan manja.
Papi dan maminya hanya tersenyum kepada Yoru. Sebenarnya, mereka hanya ingin bersama dengan Yoru sebelum mereka pergi untuk menyembuhkan masalah kandungan maminya. Tadi sore papi Yoru mendapatkan telepon dari temannya bahwa kenalannya ada seorang dokter kandungan yang hebat. Namun, harus membuat janji dan dokter itu berasal dari negara C. Papi Yoru yang mendengar hal itu merasa bahagia dan segera memberitahukan kepada istrinya. Istrinya senang dan berharap agar dirinya bisa memenuhi keinginan putra sulungnya yang semata wayang. Sehingga mereka mengatur jadwal pengobatan dan itu harus meninggalkan Yoru sebulan di negara I. Mau tidak mau dengan berat hati mereka berdua merelakan demi bisa memberikan seorang adik kepada Yoru.
"Yoru, janji ya sama Mami Papi," ucap maminya
"Ya, Yoru janji akan menemani Papi Mami," ucapnya tanpa sadar kalau kami papinya akan meninggalkan dirinya selama sebulan.
"Kalau begitu Yoru bisa lanjutin main gamenya," kata papinya
"Sabtu besok Yoru ajak Papi main," kata Yoru
"Oke sayangnya Papi," ucap papinya mengiyakan permintaan Yoru
"Tumben Yoru, biasanya kan olahraga sepeda sama Papimu" ucap mami sedikit heran dengan permintaan putra semata wayangnya yang biasanya setiap Sabtu pasti bermain bersamanya.
"Yoru mau lomba sama Papi, Mami," ucapnya dengan girang
"Oow begitu," angguk maminya paham
Kedua orangtuanya mengetahui kalau anaknya sangat menyukai bermain game. Mereka mendukung keinginan Yoru, karena mengerti Yoru tidak pernah bermain sampai larut malam. Dan memang Yoru tidak pernah mengecewakan orang tuanya. Dia bermain hanya sampai jam 9 malam. Selanjutnya tidur. Dia memang jarang sekali mengulang kembali pelajarannya dan hanya mengerjakan tugas sekolahnya saja.
Karena mendapatkan izin, Yoru kembali ke kamarnya untuk bermain game.
Di kamarnya, Yoru kembali melanjutkan gamenya yang terhentikan. Dia bermain hingga jam 9 malam. Setelah alarm pengingat ya di PC mengatakan udah jam 9 malam, dirinya segera mematikan layar PC nya dan menuju kamar mandinya untuk sikat gigi dan berganti pakaian tidur. Lalu menuju kasurnya dan merebahkan tubuhnya. Dia tidak lupa mengucapkan selamat malam yang dituju kepada orangtuanya, walaupun dia tidak satu kamar dengan kedua orangtuanya. Setelah itu Yori jatuh terlelap.
Tanpa Yoru sadari bahwa kedua orangtuanya sesudah Yoru tidur, mereka masuk dan mengelus kepala putranya dengan penuh kasih sayang dan cinta. Tidak lupa papi dan maminya memberikan ciuman tidur yang selalu dilakukan oleh keduanya dari Yoru kecil. Namun, itu sering membuat Yoru terhindar dari mimpi buruk yang bisa membuat Yoru menangis. Setelah puas mengelus dan menciumi putra semata wayangnya, mami dan papi keluar dari kamarnya dan kembali ke kamar mereka.
Keesokan harinya....
Jam alarm Yoru berbunyi dan membangunkan Yoru untuk Yoru bersiap ke sekolah.
Dengan berat hati Yoru segera bangun dari mimpi indahnya dan mematikan alarmnya.
Sesudah bangun, dia selalu merapikan tempat tidurnya dan segera mandi. Pelayan sudah menyiapkan baju seragam tuan kecilnya dan meletakkan dalam kamar tuannya. Pelayannya selalu merasa bahwa tuan kecilnya sangat mandiri karena setiap pagi dirinya masuk kamar tuan kecilnya selalu rapi tidak ada satu kusut pun di tempat tidurnya. Setelah mandi, Yoru memakai seragam yang sudah disiapkan oleh pelayannya dan turun untuk sarapan bersama dengan keluarganya.
"Selamat pagi, Papi dan Mami," ucap Yoru dengan riang
"Jagoan Papi udah bangun dan semangat, ya," ucap papinga merentangkan tangannya untuk menyambut Yoru
Yoru merespon dan segera menghamburkan dirinya ke pelukan papinya. Dengan manjanya dia berceloteh tentang mimpi indahnya.
Maminya yang muncul dengan tangan memegang kotak bekal untuk anaknya hanya tersenyum mendengar melihat tingkah laku putranya.
"Yoru senang sangat, Pi," ucap Yoru bahagia dengan manja di pelukan ayahnya
"Papi juga senang mendengarnya jika Yoru tidak mimpi buruk," kata papinya
Yoru menikmati sarapannya di pelukan papinya. Terasa nyaman sehingga dirinya tidak mau melepaskan. Mami dan papi ya tertawa melihat anaknya melekat pada mereka. Dengan berat hati, akhirnya Yoru melepaskan dirinya karena waktu sudah menunjukkan pukul yang biasa dia berangkat ke sekolah. Yoru memberi salam kepada maminya dan masuk kedalam mobil dan papinya yang mengantar dirinya hingga tiba ke sekolah. Tanpa malu, Yoru segera memberi selamat tinggal dengan manja kepada papinya. Hingga aksinya sempat menjadi pembicaraan temannya yang sempat melihatnya. Dengan berat hati, dirinya turun supaya gosip itu tidak memanas atau dirinya tidak bisa hidup tenang di sekolah. Papinya yang melihatnya hanya tertawa dan melihatnya hingga anaknya masuk ke gedung sekolah baru pergi meninggalkan dan kembali ke rumahnya
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 62 Episodes
Comments