Arga masih menahan tubuh Michelle di dalam pelukannya...sekali lagi dia berkata pada Michelle dengan suara yang bergetar ketika mata mereka masih saling memenjara.
''Aku menginginkanmu dengan begitu besar Michelle....aku..''
Michelle tertegun ketika bibir Arga hanya beberapa inci dari bibirnya..kedekatan ini begitu berbeda...ada sensasi lain yang Michelle rasakan, mereka bukan orang asing...kenangan akan kebersamaan mereka dulu juga tak bisa di lupakan begitu saja,..
''Aku harus bagaimana Arga...''mata Michelle berkaca-kaca, ia sungguh takut menghiatani Dimitri karna ia telah menghianati Dimi sekali dan tak akan pernah menghianatinya sekali lagi bukan...
''Kau tak perlu memikirkannya sayang, saatnya kau melepaskan semua yang menjadi bebanmu..kau tak perlu memikirnya sendiri karna ada aku...yang akan menjagamu dan anak kita...kau tidak perlu berjuang sendiri..''
Sambil berkata jemari Arga sudah menjalar naik dan menyentuh pengait gaun Michelle dan perlahan menurunkannya..
Michelle tertawa kecil, kesadarannya sudah menghilang entah mengapa, perasaan yang dia rasakan saat ini sangat indah dan rilex..seperti dia sedang bermimpi....
''Apa yang bisa kau lakukan Arga aku membencimu..''bisik Michelle dengan suara yang serak..
Arga merasa gemas dan tanpa di duga bibirnya melum** bibir Michelle dengan lembut dan memag**nya dengan lembut, lalu melepaskannya..
Mata Michelle berbinar...sedikit protes dengan tindakan Arga yang lancang menciumnya..
''Hei..kau menciumku..bagaimana kalau Dimi tau dia akan membunuhmu...''
Arga terkekeh....
''Kita sedang berada di dalam mimpi dan dia tak bisa masuk kesini tenang saja...Dimi tak akan tau apa yang akan terjadi...''bisik Arga kembali memberikan serangan ciuman kali ini pada leher dan mulai bergerak turun..
Michelle mengerang.....
''Jangan Arga....aku.....''
Terlambat bagi Michelle karna dalam sekejap gaunnya sudah terjatuh di lantai sebelum dia sempat menyadarinya..Arga menatapnya dengan penuh gairah.
''Aku mencintaimu Michelle....bercintalah denganku.....''pinta Arga dengan suara yang serak mndamba.
Hening....
''Kau bilang ini adalah mimpi...''
''Yah.....''
''Baiklah....aku menginjinkanmu Arga, tapi ketika kita bangun nanti...kau harus pergi dari mimpiku janji..''
''Ya.....aku berjanji..'' Arga mengecup jemari lentik Michelle dan sesaat kemudian, Arga mendorong tubuh Michelle hingga terhempas pelan ke atas ranjang dan pria itu tersenyum puas...
Michelle adalah miliknya........
Deg!!!!!
Skip yah.......
*********
Tengah malam,
Setelah percintaan panas itu Michelle masih tertidur lelap sementara Arga terjaga setelah percintaan, di pandanginya Michelle yang masih terlelap..Michelle masih sangat muda...dia cantik di lengkapi kulit yang mulus, dan dari semua yang paling utama adalah dia telah memberikan seorang Arga malaikat kecil yang begitu cantik yaitu Sherin, tentu saja Arga tak akan melepaskannya meski dengan sekuat tenaga Michelle mencoba lari dari kenyataan tapi semua sia-sia karna Arga tak akan menyerah..
Arga tersenyum menang.....ia telah meminta Tania menghitung masa subur Michelle sesuai dengan anjuran dokter, Arga tampak tak sabar ketika menunggu malam ini..semua sudah dia atur dengan baik, termasuk makan malam ini..
Arga mendekati tubuh Michelle dan menyingkapkan selimut wanita yang dia cintai itu...Arga tersenyum bangga ketika melihat ada banyak jejak percintaan yang telah terukir di tubuh Michelle karna dirinya..Arga menunduk sekali lagi dan mengecup pelan bibir Michelle...akhirnya setelah sekian lama ia bisa menyentuh Michelle walau harus membuat wanita itu mabuk...
ciuman Arga lalu semakin bergerak turun hingga sampai di atas permukaan perut Michelle yang ramping, dan dengan jemarinya dia mengusap perut Michelle dengan pelan...
Mata Arga berkaca-kaca seketika, perlahan bibirnya menyentuh perut Michelle dan menciumnya, pria itu berbisik..
''Bertumbuhlah dengan kuat di dalam sana anakku dan kita akan bertemu...aku ingin kau bertumbuh mulai dari sekarang agar Ayah bisa bersama ibumu..''desah Arga dengan suara bergetar..
Pria itu mengucap kata yang sama sampai beberapa kali, hanya ini jalan satu-satunya agar Michelle menyerah kepadanya karna Arga tak bisa memaksa Michelle seperti dulu dia ingin Michelle menyerah dengan sukarela dan Arga butuh bantuan anaknya...
Usai mencium permukaan perut Michelle, pria itu menutup kembali selimut lalu kembali berbaring di samping Michelle yang masih tak sadar...pria itu menarik tubuh polos Michelle untuk tenggelam dalam pelukannya...Arga memejamkan matanya..ini adalah malam paling bahagia yang pernah dia lalui dan malam ini adalah maam yang tak bisa terganti dengan malam yang lain..ini sangat berharga..bagi Arga.
*********
Bulu mata Michelle bergerak-gerak ketika ia merasakan sebuah cahaya menyilaukan...menembus matanya yang tertutup..
Michelle membuka mata perlahan dan yang dia rasakan pertama kalinya adalah rasa pusing di kepalanya yang menyerangnya tiba-tiba...
Dingin.....?
Tumben Michelle merasakan kedinginan, sementara tirai terbuka di depannya dan cahaya matahari masuk menyapa kulitnya..
masih memegang kepalanya Michelle mencoba bangkit dari ranjang sembari matanya berkeliling sekitar kamar, dan jantungnya berdebar ketika menyadari dia berada di kamar asing...?
Wajah Michelle begitu pucat ketika ia mendapati kenyataan, tubuhnya polos di bawah selimut dan ketika dia menoleh ke samping tampak sosok Arga masih terlelap disana dengan tubuh yang sama polos dengannya..
Apa yang terjadi, apakah semalam mereka berdua melakukannya...? wajah Michelle begitu pucat, jauh di dalam hatinya Michelle tak berhenti mengutuki kebodohannya karna terlalu banyak minum, semalam bukan mimpi namun semua adalah kenyataan yang sangat buruk baginya...bagaimana bisa dia terlena..?
Michelle merasa bodoh saat ini ia kehilangan kata dan merasa marah pada diri sendiri, mengapa dia ceroboh..?
sekarang apa yang yang akan dia lakukan..? Arga telah tidur dengannya dan pria itu akan semakin memaksanya untuk menikah..
Michelle..kau sangat ceroboh...arrgghh....saat ini dia harus pergi sebelum Arga terbangun dari tidurnya..batin Michelle masih mengutuk tindakan bodohnya, Michelle
Michelle hendak meraih pakaiannya yang berserahkan di lantai dan pergi dengan cepat, dia hanya ingin pergi dan menghindari Arga apapun caranya..
Namun ketika dia hendak turun dari ranjang, Michelle terkejut ketika tubuhnya di serang dari belakang..Arga menangkap tubuhnya dan menghempakannya kembali ke atas ranjang..pria itu terbangun dengan senyuman dingin di wajahnya..
''Arga.......''
''Apa kau sedang melarikan diri dariku setelah semalam kita melewati malam yang panas......'' bisik Arga dengan suara parau..
Deg!!!
Wajah Michelle merah padam, ia sangat malu di hadapan Arga, bagaimana mungkin dia menjadi tidak awas bahkan terlena dengan rayuan Arga.
''Aa..aa..aku harus pulang, Sherin pasti mencariku..''
Arga terkekeh..Michelle seperti seekor kelinci yang tengah di kepung oleh binatang buas..wajah manisnya di pagi hari membuat Arga candu, sudah lama dia tidak melihat Michelle dalam keadaan polos seperti ini..
''Tidak..kau tak bisa pulang, mengenai Sherin biarkan saja Tania dan Alya yang menjaganya..''
Michelle melirik tajam...
''Apakah kau sengaja melakukannya, kau sengaja menipuku..''ucap Michelle dengan suara bergetar...
''Berhentilah menyalahkan orang lain Michelle jelas sekali kalau semalam kita melakukannya itu artinya..kau telah menjadi milik seorang Arga Zain untuk selamanya..''
''Apa.......'' suara Michelle tercekat...
Tubuhnya bergetar seketika...De
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 32 Episodes
Comments
Maya Sari
kok skrg d skip si Thor part haredang nya 🤔
2022-12-04
1
Abih Yana
syukaaaa😙
2022-10-18
0
⚔️⃠🧸🍁𝐘𝐖❣️💋🅚🅙🅢👻ᴸᴷ🔱
Lanjutkan,Deee 👍🌹❤️🤗😘
2022-10-15
0