Michelle menatap Arga yang tampak begitu tampan malam ini..ia memakai jas yang sungguh rapi sehingga perbandingan antara dirinya dan Mikha cukup jauh..Mikha datang dengan pakaian biasa sebuah gaun sederhana seperti memakai gaun tidur tanpa model sementara rambut panjangnya di biarkan tergerai dan hanya memakai bedak tipis dan lipglosh..penampilannya tak bisa di sandingkan dengan Arga yang total dalam penampilannya..entah mengapa Michelle merasa risih sendiri dengan pakaiannya..padahal dia sengaja memakai gaun biasa ini demi membuat Arga malu namun tanpa di duga dia sendiri yang malu..
''Kau cantik sekali Michelle..''
Michelle tau kalau Arga hanya terpaksa mengatakannya, jelas dia berpakaian jauh dari standar makan malam formal..penampilannya secara tidak langsung ingin mempermalukan Arga agar lain kali Arga tidak akan mengajaknya pergi..
''Cantik...apakah aku tidak salah dengar..''ucap Michelle dengan nada dingin..
Sementara Tomi yang berada di pusaran ketegangan keduanya memilih mundur teratur meninggalkan mantan suami istri itu saling berhadapan..
Kini tinggalah mereka berdua..Arga mendekat..mengabaikan ucapan ketus Michelle kepadanya..
''Aku tau benar kalau kau sengaja ingin mempermalukanku dengan mengenakan pakaian ini..tapi perlu kau tau Michelle...sebuah mutiara akan tetap bersinar walau di tutupi lumpur...dia punya cahaya sendiri yang tak akan pernah membuat orang lain meragukannya...bagiku kau...adalah tetap mutiaraku Michelle...meski hari ini kau sengaja datang untuk membuatku marah..''
Hening...
Sesuatu di dada Michelle teriris..entah mengapa perkataan tulus Arga masuk dengan lancang dan menembus dinding egonya yang sedang melindungi hatinya...Michelle tau betul jika Arga tak akan berubah...dia tak akan menyerah..hingga saat ini Michelle tak punya kata apapun untuk membalas Arga..
''Aaa...aku lapar..''ucap Mikha memecah kesunyian..
Sementara Arga tersenyum...lalu mempersilahkan Mikha melangkah lebih dahulu..
''Tentu aku juga sudah lapar..'' balas Arga lembut...
Mereka pun melangkah beriringan menuju restoran..
''Apa nama Restoran ini..''
''SZ....''ucap Arga singkat..
Michelle menghentikan langkahnya ia menoleh pada Arga dan mengerutkan kening....
''SZ'' ulang Michelle penasaran...
''Sherin Zayn..''ucap Arga dengan bangga..
''Jadi ini adalah restoranmu..''ucap Michelle sambil melihat-lihat..
''Yah..tapi Restoran ini hanya akan di buka untuk keluarga saja..kelak jika Sherin dewasa..dia bebas menggunakan restoran ini sesuai keinginannya.''ucap Arga menerawang..
Saat yang sama Michelle tersentuh, walau untuk sesaat karna Michelle tak ingin perasaan mengambil alih logikanya..akan hancur semua yang telah dia bangun..
Mereka sampai ke ruang utamaa dimana, ada meja bulat yang indah dan sepasang kursi cantik saling berhadapan..ada banyak makanan yang sudah tersedia di atas meja,..
Arga membimbing Michelle menuju tempat duduk dan ia pun mengambil tempat di hadapan Michelle...
''Ayo makanlah selagi hangat sayang..''ucap Arga dengan suara yang lembut sementara Michelle pun hanya mengangguk dan mulai makan dalam diam..
Sementara dari sudut meja, Arga sedang memandangnya dengan tajam..
''Apakah Sherin sudah tidur..''
''Hum...Alya dan Tania sedang bermain dengannya....''
Michelle mulai mengambil makanannya dan mengunyah..matanya terpejam ketika nikmatnya makanan itu menyebar di dalam mulutnya dan membuatnya bahagia..
Sementara Arga memperhatikan pemandangan itu dengan penuh senyum, ia merasa lega karna Sherin telah melepas asi dan itu artinya Michelle saat ini siap untuknya..mungkin Arga harus bersikap sedikit kejam dalam menghadapi Michelle kalau tidak dia akan merana sepanjang tahun..
''Aku senang kau menikmatinya apakah rasanya enak..''
Mata Michelle terbuka dan langsung mengangguk dengan wajah polos...ia sungguh antusias dengan rasa dari masakan ini...nafsu makan Michelle meningkat dan membuatnya lebih santai..
''Aku pikir chef ini sangat berbakat...apakah aku bisa memintanya memasak dirumah sesekali..aku cocok dengan menu yang dia buat..''ucap Michelle penuh harap..
''Tentu saja...kau boleh memintanya kapan saja..''
''Terimakasih Arga..''
Meski dalam hal ini Michelle berterimakasih dengan cara yang lembut dan senyum yang manis..entah mengapa hal ini membuat Arga bahagia...
Mereka menyelesaikan makan dalam sekejap di lanjutkan dengan sedikit minum beralkohol..
''Itu wine tidak terlalu keras untukmu sayang namun minumlah dengan perlahan..''
Michelle pun mengangguk....sudah lama dia tidak minum ini..dulu Dimilah yang mengajarinya minum sedikit-sedikit agar Michelle terbiasa jika mereka berada di acara penting dan ia harus bersikap ramah..
''Aku pikir aku tak bisa terlalu lama Arga...Sherin pasti mencariku..'' ucap Michelle sambil meneguk wine di dalam gelas..dia minum sedikit lebih malam ini..
''Tidak..kau milikku malam ini....lagipula Sherin bukankah sudah harus mandiri tanpamu.''
''Melepas asi maksudmu..''tanya Michelle dengan senyuman di wajahnya..dia mulai terlihat rilex dan lepas...
''Ya......''
Michelle meneguk lagi minumannya..
''Aku pikir Sherin bertumbuh semakin cepat dari yang aku rasa...aku benar-benar mencintainya..''
''Dia putriku yang manis..''
''Dia juga putri Dimi..''
Kali ini Michelle menatap tajam..
Sementara Arga tidak membantah sedikitpun karna kenyataannya Dimi sangat mencintai Sherin seperti anak kandungnya walau dia tau itu adalah anak Arga...
''Yah..dia putri Dimitri Swan..aku mengakuinya Michelle..''
Keduanya saling menatap dengan pandangan yang penuh arti...lambat-lambat Michelle pun tersenyum lagi..berkali-kali ia meneguk minuman berlakohol itu dan Arga membiarkannya..dia menyandarkan tubuhnya di sandaran kursi ketika Michelle semakin kehilangan kendali..wanita itu mulai lepas dari topeng yang selama ini dia jaga..
''Apa yang kau rasakan selama ini..'' bisik Arga menyipitkan matanya dengan tajam..
''Sakit...aku merasa sakit...''airmata Michelle akhirnya runtuh...
''Apakah karna kematian Dimi...''
Michelle tak membantah...dan sesaat kemudian wanita itu mengangkat wajahnya dan menatap mata Arga..
''Aku sudah gila dengan pikiranku sendiri dan aku tidak tahan lagi Arga..''
''Apa maksudmu Michelle...''
Michelle memalingkan wajahnya tak ingin menatap Arga..ia menjadi kesal karna perasaannya berubah karna pria ini..Michelle merasa dirinya seorang penghianat..
Jika terus berada disini maka Arga akan menyadari perasaan Michelle sebenarnya bukan..? Michelle lalu bangkit dari tempat duduk walau tubuhnya mulai goyah..sementara Arga pun berdiri dan mendekati Michelle untuk menahan tubuhnya...
''Michelle.......''
''Lepaskan aku....''desis Michelle dengan mata yang basah....
Arga mengeraskan wajahnya...ia tak sedikitpun melepaskan Michelle..
''Bukankah aku sudah memperingatkanmu Michelle....kau tak bisa lari dariku..dan kau juga tak bisa melepaskan diri dari seorang Arga...apa kau mengerti......''desis Arga penuh peringatan..
''Apa kau sadar apa yang kau lakukan ini Arga...''
''Yah....aku bahkan tak pernah se sadar ini sebelumnya..
Deg!!!!
Michelle kehilangan kata...sebagian hatinya masih betah berada di pelukan Arga namun sebagian hatinya mengingatkan bahwa ini tidak benar..
Michelle sungguh dilema..
''Apa maumu Arga...apa maumu dan jangan begini hum......''
''Kau tanya apa yang aku mau...aku menginginkan dirimu aku ingin kau Michelle,...''
Deg!!!!
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 32 Episodes
Comments
⚔️⃠🧸🍁𝐘𝐖❣️💋🅚🅙🅢👻ᴸᴷ🔱
Lanjutkan,Deee 👍🌹❤️🤗😘
2022-10-14
2