Betapa paniknya Michelle ketika ia terbangun dan menemukan tubuh Dimi tak bergerak...wanita itu melompat dari ranjang dan mencoba meminta bantuan para dokter..ia melihat tubuh Dimi sama sekali tak bergerak seolah sudah tak ada..
Tubuh Michelle gemetar, ia tak mau menunggu mereka datang, karna itu dengan langkah yang gemetar Michelle keluar dari ruangan dan mulai mencari-cari siapapun yang bisa ia minta tolong,..namun karna memang sudah mulai malam sekitar lorong ruangan itu tampak sepi sehingga Michelle harus melangkah sedikit jauh ke ruang perawat..
Airmatanya sudah menetes...semua perasaannya campur aduk, antara sedih, hancur namun masih berharap besar Dimi akan sembuh, tak ada penyakit yang tak bisa di sembuhkan bukan..? Jika Tuhan masih mau memberi hidup..itulah yang ada di dalam pikiran Michelle saat ini...sambil berteriak ia menjadi putus asa, ia menolak untuk menyerah..
Ketika sampai di ujung lorong, tiba-tiba Arga muncul begitu saja dan mengejutkan Michelle..wanita itu mengerang menyadari kalau pria ini muncul..
''Michelle..apa yang terjadi..''
Michelle memalingkan wajahnya seraya menghapus airmatanya, ia melangkah melewati Arga begitu saja...namun Arga seolah tidak lelah lantas merengkuh lengannya.
''Michelle....katakan....''
Michelle hanya melirik sinis..sementara itu dari arah berlawanan tampak beberapa dokter dan perawat berlari dengan cepat ke arahnya hingga perhatian Michelle pecah, ia mendekati para dokter dan menatap mereka dengan airmata yang menetes..
''Dokter....aku mohon..selamatkan suamiku, dia tidak bergerak sama sekali dokter,..''isak Michelle dengan rasa sakit yang begitu terlihat di wajahnya..
''Nyonya..tenanglah, kami akan berusaha sesuai kemampuan kami..''
Mereka lalu melangkah cepat menuju ruangan tempat Dimi di rawat sementara, Michelle mengikuti dari belakang dengan pandangan yang mulai kabur....kepalanya berputar dan hampir jatuh, namun Dimi menahan tubuhnya dengan kedua tangan...
Michelle terlalu lelah untuk menghindar...
''Tenanglah aku yakin dia akan sembuh Michelle..setidaknya untukmu dan Sherin....''ucap Arga dengan suara rendah dan serak..
Saat itu juga Michelle menegakan tubuhnya dan menatap mata Arga dengan tajam..
''Tak ada yang bisa merebutnya dariku, Tuhan pasti akan menyembuhkan Dimi untukku..'' ucap Michelle dengan dingin lalu ia melangkah pelan menuju ruangan..di ikuti Dimi di belakangnya..keduanya berjalan menuju ruang perawatan..
Namun baru sampai di pintu ruangan terdengar bunyi yang paling di takuti setiap penunggu pasien..
Titttttttttttttttttttt........
Michelle membeku di tempat, walau hanya beberapa detik sebelum dia berteriak histeris disana...
pintu ruangan terbuka dan Michelle melangkah masuk lalu menemukan Dimi sudah menutup mata...
Tidak.....ini tidak benar, tidak mungkin Dimi akan meninggalkannya seperti ini tidak....sementara Arga terpaku melihat tubuh Dimi yang telah kaku....dan begitu terpukul dengan kenyataan yang ia hadapi saat ini...
para dokter hanya bisa menghela nafas pasrah..ikut berduka dengan apa yang di alami Michelle dan Arga saat ini..
''Pasien Dimitri Swan, jam kematian adalah pukul 23.00...''ucap Dokter pelan..
Michelle mendekat dan menatap sang dokter dengan tajam,...
''Tidak..suamiku belum meninggal dokter, aku mohon..periksa kembali dia..aku mohon dokter..'' Michelle memeluk Dimi dengan erat walau ia tau tubuh itu telah dingin..
''Nyonya Swan, maafkan kami...tapi tuan Dimi sudah meninggal sekitar 30 menit setelah kami datang dan...kami tak bisa berbuat apapun....''
Deg!!!!
Michelle tertegun, itu artinya Dimi meninggal ketika mereka sedang memeluk...karna itukah dia meminta agar Michelle naik ke atas ranjang bersamanya...??
Dada Michelle terasa sesak saat itu juga, di pandanginya sekali lagi Dimi yang tampak tertidur...
sementara Dokter sudah pergi meninggalkan ruangan meninggalkan Michelle dan Arga sendiri..
''Tidak...jangan tinggalkan aku Dim, bagaimana hidupku tanpamu..kau bilang mencintaiku...Dimi bangun.....''tangis Michelle menjadi histeris di hadapan Dimi....
Sementara Arga juga meneteskan airmata, masih teringat dengan jelas pertemuan mereka 6 bulan lalu setelah Dimi mengantar Michelle ke negara ini..dan ia memilih mengalah..
FlasbackOn#
Dimi menatap Arga seolah tak lelah, waktunya tak banyak jadi dia memutuskan untuk menemui Arga dan membujuk pria ini untuk menunggunya...dia yang pantas menjaga Michelle dan Sherin...dialah yang pantas..
sedangkan Arga kesal sekali, dia sedang melakukan kencan buta dan Dimi menggagalkan semua rencananya...
Mereka berdiri saling menatap di ruang kerja Arga..
''Sebenarnya apa maumu Dimi...aku benar-benar serius dengan mengatakan kalau aku tak ingin behubungan dengan kalian lagi...kau mengacaukan kencanku..''tatap Arga tajam..
Dimi tampak santai, ia lalu duduk di hadapan Arga...membiarkan Arga meluapkan kekesalannya..padahal tadi gadis itu sudah setuju untuk menikah..
''Aku tau kau hanya akan menyia-nyiakan hidupmu dengan menikah dengan orang lain..''
''Tau apa kau tentang hidupku..''
Dimi tersenyum..
''Kau punya anak perempuan dari wanita yang kau cintai Arga...apakah kau rela membiarkan anak itu mendapatkan papa tiri..''
Arga mengumpat kasar..
''Sial...itu adalah anakmu sekarang Dim, hiduplah bahagia dan aku tak akan mengganggu..''
''Tapi kau sudah menjadi pengganggu bahkan sejak dulu...jadi kau telah terikat Arga...''
''Apa maksudmu..''
Kali ini Arga bangkit dan melonggarkan tenggorokannya, bicara tentang Michelle memang dia sangat mencintai wanita itu, namun dia sadar kalau semua itu hanyalah angan,...MIchelle mencintai Dimi, ingatannya sudah pulih dan kenangan akan hubungan mereka hanyalah kenangan buruk...Arga sudah cukup puas ketika Michelle masih mau berteman dengannya dan dia memutuskan akan menjaga hubungan itu, ia takut sekali menerima kebencian Michelle..
''Usiaku tidak lama Arga...''
Arga memutar tubuhnya seketika dan ia tak bisa menahan rasa terkejutnya..ia mendekat dan menatap mata Dimi yang terlihat sangat rapuh..
''Bukankah kau bilang kau merasa lebih baik dengan melakukan pengobatan di negara ini..kau pasti sembuh Dimi..kau....''
''Terlambat...semua sudah terlambat dan aku tak punya banyak waktu Arga...aku ingin kau bertanggung jawab atas Michelle mulai sekarang, mata Dimi menjadi panas...ia meneteskan airmata, selama ini aku selalu menyakitinya dan selalu membuatnya menangis Arga....aku tak ingin orang lain memanfaatkan kepolosannya...hanya kau yang bisa menjaga Michelle..hanya dirimu..bisakah kau berjanji padaku Arga...''
Arga membeku di tempat ia masih syok dengan permintaan Dimi..
''Oh Dimi.....''
''Berjanjilah...jagalah Michelle dan Sherin untukku..betapa aku mencintai mereka..''ucap Dimi penuh harap..
FlashbackOff#
Kini Arga berdiri di depan Dimi yang telah pergi jauh, ia memejamkan matanya sebentar...melihat Michelle yang terus menangis...mau tak mau ia pun mengangguk..
Yah...aku akan menjaga Michelle dan Sherin, mereka tak akan lepas dariku..aku berjanji padamu Dimitri Swan......ucap Arga di dalam hatinya...
Arga mendekat menarik tubuh Michelle menjauh meski wanita itu terus meronta tak ingin pergi...hatinya hancur lebur dan begitu menyakitkan...
''Mengapa kau harus meninggalan aku Dim...mengapa........'' jerit Michelle dengan histeris..ia benar-benar kehilangan separuh jiwa..
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 32 Episodes
Comments
pacarnya XODIAC💚💚💚
season pertama di buat geram sedangkan di sini baru baca di buat sedih.......
author kau berhasil membuat q menangis 😭😭😭😭....
semangat........
2023-12-08
1
Retnoendang Tri
Thor kasihan dini, hilang sudah pewaris swan,seharusya Sherin anak dimi bukan Arga,biar masih ada keturunan swan, maaf Thor sekedar usul,
2022-10-15
1
HARTIN MARLIN
menyimak dulu
2022-10-13
0