Michelle menjadi gusar, mengapa malam ini tak ada kabar dari Ayuna..malah gadis itu mematikan ponselnya..? apa yang terjadi..apakah asi untuk Sherin sudah sampai...? rasa cemas dan gelisah merasuki Michelle..bagaimana kalau Ayuna di usir oleh Arga, lalu anaknya akan kehausan malam ini..?
Michelle kemudian mencoba menghubungi Tania namun tetap saja ponsel milik Tania sudah tak aktif..hal itu membuat Michelle semakin di landa cemas, naluri sebagai ibu mulai meronta dengan kuat..hingga Michelle merasa tidak tenang..wanita muda itu melirik jam di tangannya dan menghela nafas..sudah pukul 10 malam..bagaimana sekarang..? ingin menghubungi Arga tapi ia tak ingin pria itu meremehkannya, Michelle lalu segera membersihkan dirinya dan keluar dari kamar..dia bisa gila kalau terus memikirkan kemungkinan putrinya kehausan...keluar dari lift, Michelle segera keluar dari rumah besar sekaligus berpesan pada pelayan kalau dia tak akan pulang kerumah. Wanita itu segera masuk ke dalam mobil dan menuju apartemen milik Arga yang terletak di pinggir kota..
********
Ayuna sungguh terkejut ketika tubuhnya di tarik masuk ke dalam ruangan, wajahnya pucat pasi..ketika menyadari pria yang berada di dalam ruang kerja Arga bukanlah pria itu melainkan Tomi sang anak buah yang telah memberikan peringatan berulangkali kepadanya..
''Ayuna...apakah kau sudah siap untukku..'' desis Tomi dengan sikap yang teramat tenang..
Ayuna melonggarkan tenggorokannya dengan susah payah..lalu kembali menatap mata Tomi yang begitu menakutkan..
''Tuan Tomi.....''
''Kau gadis murahan yang bebal..kau tau dengan kebebalanmu akan membawamu pada kematian...'' desis Tomi mendekat..
Sementara jemari Ayuna gemetar memegang nampan di tangannya, mengapa Tomi bisa tau apa yang dia lakukan sedangkan Ayuna sudah berusaha bersikap serapi mungkin, jadi bagaimana bisa ia tertangkap basah...?
''Aku tak mengerti apa yang kau maksud..bukankah aku hanya datang dan membawakan minuman untuk tuan Arga...''
''Licik...apakah tuan Arga memintamu melakukannya..''
Wajah Ayuna memucat, tak ada yang menyuruhnya apalagi tuan Arga...dia datang karna memang ini bagian rencananya..Ayuna mulai berkilah..
''Bagaimanapun ini ideku sendiri dan aku tulus pada tuan Arga...aku.....''
Kata-kata Ayuna terputus ketika Tomi merebut cangkir itu dan tersenyum dingin...dengan sebelah tangannya ia menarik Ayuna mendekat dan mencengkram lengannya hingga gadis itu menjerit ngilu..
''Kau bermimpi ingin menjadi nyonya Arga dan menyingkirkan tempat nyonya Michelle begitu kau benar-benar tak tau malu Ayuna....''
''Lepaskan aku..kau salah paham tuan..kau salah paham jika aku tidak pernah berpikir untuk menggantikan posisi nyonya...'' Ayuna mulai menangis..
''Minum...jika kau tak ingin salah paham maka kau harus minum ini..'' ucap Tomi dengan wajah beku..
Tubuh Ayuna bergetar..bagaimana mungkin dia minum ini..? Jika ia minum maka dia akan seperti gadis penghibur yang mendamba kehangatan..dia akan menjadi seperti orang gila...
Ayuna menggeleng..
''Aaa..aku tidak mau...aku tidak mau minum..''
''Hahaha....aku sudah menduganya Ayuna...wanita sepertimu benar-benar licik..sekarang kau punya dua pilihan...minum atau aku akan menyeretmu di hadapan tuan Arga dan nyonya Michelle dan membiarkan mereka mengetahui siapa dirimu Ayuna..''
''Tidak...aku mohon jangan...baiklah aku akan minum....''
Tomi mengangguk puas..lalu membiarkan Ayuna meneguk minuman itu sampai habis...lalu menyeretnya keluar dari sana...
Ayuna gemetar bukan main, namun ia tidak berani membantah Tomi..mereka pun keluar dari ruang kerja dan berpapasan dengan Tania yang baru saja keluar dari kamar Sherin..
Tania masih berusia muda 18 tahun, gadis itu sudah lama menyukai seorang Tomi..dan ketika melihat Ayuna dan keluar dari ruang kerja membuat Tania terkejut...ada rasa nyeri di hatinya..
Tomi melirik Tania yang melihat mereka jalan bersama...
''Tania apa yang kau lakukan..''
Tania pun menunduk...ia menatap Tomi dan Ayuna secara bergantian..
''Aku sedang mengambil stok asi di dalam kulkas untuk di panaskan..nona Sherin sedang haus...''ucap Tania menunduk..
Tomi mengangguk..
''Apakah tuan Arga sudah tidur..''
''Yah...sepertinya begitu..''
Tomi mendekati Tania dan menatap mata gadis yang masih sangat polos itu lalu menyentuh puncak kepalanya...ia tersenyum...
''Jangan katakan apapun yang kau lihat malam ini anak manis...apa kau mengerti..''
Anak manis...? Tomi selalu saja menganggapnya anak kecil selalu begitu seolah Tania tak mengerti apapun apalagi punya perasaan...sungguh Tania merasa sedih..apa yang akan mereka lakukan...? Ia tau kalau Tomi punya apartement di lantai bawah..dan apakah Ayuna dan Tomi..mereka....
''Baik...aku mengerti..''
Tomi mengerutkan kening ketika Tania sengaja menghindari sentuhannya dengan dingin..gadis itu lalu melangkah menuju kulkas dengan cuek dan melakukan tugasnya..
Sementara Ayuna mulai tidak tenang dan Tomi menyadari hal itu..Tomi lalu menyeret Ayuna untuk keluar dari apartement dan menghilang disana...
Airmata Tania menetes di wajahnya, mungkinkah apa yang dia pikirkan terjadi..? Bahwa Ayuna dan Tomi..mereka sedang...
Tania menggeleng berusaha mengusir jauh pikiran buruknya...ia lalu mulai memanaskan botol susu...dan disaat yang sama pintu kamar apartemen di ketuk..lalu gadis itu mendekati pintu dan membukanya..
Betapa terkejutnya Tania saat ini...
''Nyonya Michelle......''ucap Tania dengan mata melebar dengan tak percaya..
''Ssssttt..pelankan suaramu..kau akan membangunkan semua orang..''
Tania mengangguk patuh dan membiarkan nyonya Tania masuk ke dalam ruangan...
Michelle sedikit terbatuk ketika menyadari ruang apartemen ini di penuhi foto pernikahannya dengan Arga dulu...wanita itu segera memalingkan wajahnya...
''Apakah Ayuna sudah datang membawa stok asi untuk Sherin...''
''Sudah...nona Sherin sedang tertidur dan aku sedang memanaskan susu..''
Michelle menarik nafas dengan lega..lalu meletakan tas di atas sofa..
''Dimana kamar Sherin....aku akan menemuinya..''ucap Michelle dengan mata berkaca-kaca..baru beberapa jam dia kehilangan Sherin dan saat ini dia sudah rindu setengah mati..
Tania mengerti lalu tersenyum..
''Nona Sherin berada tepat di sebelah kamar tuan Arga...''
Michelle menghentikan langkahnya ia lalu menoleh pada Tania..
''Aku akan tidur dengan putriku sementara kau..''
''Aku akan pulang kerumah sebentar nyonya, jika nyonya mengijinkan aku.....''ucap Tania lembut..
Michelle pun akhirnya menyerah..
''Baiklah..besok pagi kembalilah untuk melakukan tugasmu menjaga Sherin....aku akan pulang besok pagi...''ucap Michelle dengan senyuman di wajahnya..
''Baik nyonya Michelle...aku akan datang pagi sekali..''ucap Tania lalu keluar dari apartemen milik tuan Arga..
Gadis itu lalu melangkah menuju lift...dan menekan tombol disana untuk segera turun ke lantai satu..namun sebuah tangan menariknya masuk ke dalam lift tanpa mampu di cegak Tania..
*******
Tengah malam..
Arga bangkit dari tidurnya karna rasa haus..ia melangkah keluar kamar untuk mengambil minum dan membuka pintu kamar Sherin untuk melihat putrinya..namun begitu pintu terbuka...ia menemukan pemandangan indah ketika Michelle ada disana memeluk Sherin dan tertidur..
Arga pun menaikan sudut bibirnya dengan lega....
***********
Yang mau liat visual Tania di Group yah......
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 32 Episodes
Comments
⚔️⃠🧸🍁𝐘𝐖❣️💋🅚🅙🅢👻ᴸᴷ🔱
Arga,Smngaaattttttt,Kka mndukungmu asal setia y 🔥🤟💪 ... Lnjtkn,De 👍🌹❤️🤗😘
2022-10-09
1