Makan Malam

Michelle tak menyangka jika Arga masih sempat merayunya dengan cara licik, meski Michelle sadar kalau pria ini ingin mengambil kesempatan darinya, ia tak bisa menolak atau ia sendiri akan mengecewakan Alya yang sedang berharap banyak darinya...

''Apa rencanamu kali ini Arga..''

Arga tersenyum lalu mendekati Michelle...sementara Sherin masih berada di pelukan Arga..

''Aku ingin mengajakmu makan malam, walau ya aku sebenarnya punya janji dengan Sonia..tapi aku lebih...mengutamakan ibu dari anakku..''

''Jangan sengaja memamerkan wanitamu karna aku sama sekali tidak cemburu...''ucap Michelle sinis..

''Aku tau....kau bagai batu karang yang tidak tergoyahkan bahkan jika aku menggandeng 1000 wanitapun tak akan membuatmu goyah..kau tidak terkalahkan sayang...'' puji Arga..

Michelle menghela nafas...ia mencoba kuat menahan wajah dinginnya di hadapan Arga...syukurlah Arga tak tau perasaannya jadi dia bisa tenang sekarang..

''Aku senang kau sadar sekarang bahwa aku sama sekali tak perduli padamu Arga, bahkan setiap pasangan yang kau kenalkan tak akan membuatku cemburu....''

Pada saat yang sama Alya berlari kecil untuk menggendong Sherin dari pelukan kakaknya..

Arga menurunkan pandangan dan menatap Alya...

''Alya...apa kau benar-benar ingin tinggal disini...''

''Yah....apakah kakak sudah menyetujuinya...''

Arga melirik Michelle yang membeku..

''Semua tergantung kak Michelle...aku menunggunya di restoran langgananku besok...pastikan kau datang Michelle..''

Arga menyerahkan Sherin pada adiknya sebelum melangkah pergi meninggalkan rumah milik Michelle....sementara itu Michelle dan Alya saling menatap..

''Jika kakak tidak mau makan malam bersama kak Arga jangan memaksakan diri...aku tau bagaimana perasaan kakak..''ucap Alya berusaha membujuk..

Michelle menoleh dan menemukan betapa Sherin sangat bahagia dengan kehadiran Alya..lagi pula Alya bisa berteman dengan Tania untuk mengawasi Sherin ketika dia sedang bekerja di luar rumah, jadi setelah memikirkan semua di dalam kepalanya. mungkin dia tak perlu bersikap egois..lagipula ini hanya makan malam..dan tak akan ada yang terjadi..bukankah dia seperti batu karang..?

''Kau tenanglah..hanya makan malam dan semua akan baik-baik saja....oya aku akan menunjukan kamarmu...kau mau walpaper seperti apa...''

Michelle dan Alya melangkah menuju rumah besar...

*******

Arga keluar dari mobil dan menuju sebuah gedung miliknya yang akan ia sulap sedemikian rupa menjadi restoran dalam semalam..Arga sudah menyiapkan segalanya untuk makan malam besok, adiknya Alya sudah mengirim pesan kepadanya kalau...Michelle akan setuju makan malan dengannya besok..dan hal ini di perkuat dengan isi pesan yang di kirimkan Michelle kepadanya yang mengatakan kalau dia setuju untuk besok malam..hati Arga meronta senang..dan ia tak akan pernah menyia-nyiakan waktu..Michelle akan menjadi milikknya dan Wanita muda itu tak akan bisa melarikan diri darinya..

''Selamat datang tuan Arga..''ucap sang pelayan menundukan wajahnya..

''Aku ingin kalian menyulap ruangan ini menjadi restoran...ada cheff dan juga kamr di lantai atas...jangan lupa untuk menyiapkannya...aku ingin anggur terbaik dan juga..musik terbaik..aku tak ingin makan malam besok gagal karna kalian..

''Baik tuan Arga..''

Arga melepas kacamatanya dan ikut mengawasi bagaimana para anak buahnya bekerja,...ia ingin mengawasi sendiri pembuatan restoran dadakan ini..dan menjadi puas dengan hasilnya..

Jadi semuanya akan siap besok..? Arga tak sabar lagi..

*********

Michelle berulangkali menatap cermin, berulang kali dia menghapus riasan karna merasa kesal, untuk apa dia merias diri...? Sambil memegang alat makeup dia merenung..wajahnya cantik dan segar ia terlihat seperti Michelle yang dulu yang cantik dan ceria..namun dulu berbeda, dia berdandan untuk suaminya..dia berdandan untuk Dimitri Swan...namun kali ini berbeda dia berdandan untuk pria yang bukan suaminya..yang benar saja..

Michelle meletakan alat makeup kembali dan ia hanya merapikan rambutnya...mengoles sedikit lipglosh dan semua selesai dengan cepat, wanita itu berdiri dan menilai penampilan sederhananya yang berbeda...tentu saja dia tak akan membiarkan Arga menang, dengan tampilan polos Michelle ingin menunjukan sikap berontaknya, bahwa Arga tak akan melihatnya berpenampilan cantik..tentu saja.

Michelle selesai dengan cepat dan segera turun ke lantai 1 disana sudah ada Tania dan Alya yang sedang bermain bersama Sherin..

melihat kedatangan Michelle membuat Tania mendekat...

''Nyonya....''

''Apakah Tomi sudah datang...''

''Hampir sampai.....''balas Tania pelan..

Sementara Alya sedang asik mencium Sherin lalu mendekati Michelle..

''Kakak cantik sekali..'' pujinya dengan mata berbinar.

Sementara itu Michelle hanya mengangguk..

''Terimakasih pujiannya Alya....''

Tak berapa lama kemudian terdengar suara mobil berhenti dan sosok Tomi keluar dari mobil. Tomi memang di pekerjakan Arga sebagai asisten namun dari sebelum Dimitri meninggal, Tomi memang telah mengantar jemput anggota keluarga Swan karna hanya dirinya yang di percaya..seperti malam ini, Arga hanya prcaya kepadanya yang menjemput Michelle malam ini...dia adalah bagian dari keluarga Swan maupun Zayn.

Pria itu melangkah memasuki halaman rumah...Tomi tampak tampan dalam balutan jas yang di jahit sesuai ukurannya, begitu memasuki rumah pandangannya langsung tertuju pada Tania yang menatapnya seolah terpana..keduanya terlihat saling menatap dalam beberapa detik lalu Tania memutuskan pandangan karna ia malu...dia bukanlah siapa-siapa..

''Nyonya Michelle...''

''Kau tampan sekali malam ini..'ucap Michelle sembari melirik Tania di sampingnya,

Sementaa Alya menatap Tomi tanpa satu kedipan mata..apakah ada pangeran di dunia nyata maka itu adalah pria di depannya...

Ayla memandang Tomi tanpa rasa malu atau canggung..

''Terimakasih pujiannya nyonya Michelle...tapi kata tuan Arga kita harus cepat...''

Michelle pun tersenyum..lalu melirik Alya..

''Kenalkan ini adalah adik dari tuan Arga..mungkin mulai sekarang dia akan tinggal disini bersama kami...''

''Benarkah...''

Di depan Tania...Alya langsung menyerahkan Sherin pada Tania dan mengulurkan tangannya pada Tomi...

Sementara Tomi menatap Tania yang tak sedikitpun melihat ke arahnya..gadis itu malah sedikit mundur sambil terus mengalihkan perhatiannya pada Sherin..

''Namaku Alya...''

''Aku Tomi...aku adalah asisten tuan Arga dan juga asisten nyonya Michelle.....''jawabnya dengan lembut,..

''Bagaimana bisa kalu menjadi asisten dari kedua kakakku..''

''Tomi seperti keluarga, dia seperti seorang kakak bagiku..''ucap Michelle dengan mata berkaca-kaca..

''Kak Tomi memang yang terbaik..''ucap Alya antusias..

Tomi hanya menunduk hormat..

''Baiklah nyonya kita harus pergi...''ucapnya singkat..

Merekaun akhirnya pamit dan pergi untuk makan malam..

*******

Ada yang aneh ketika memasuki restoran ini, Michelle tak pernah tau restoran ini sebelumnya..

Tomi lebih dahulu turun dan membuka pintu untuk sang nyonya..

''Tomi..''

''Ya...nyonya....''

''Apakah kau yakin ini adalah restoran yang dimaksud.....''

Tomi mengangguk, dan disaat yang sama...Arga keluar dari pintu dan mendekati Michelle yang berdandan begitu sederhana namun cantik di matanya..Michelle pun menyadari kehadirannya..

''Selamat datang Michelleku..''

Deg!!!!!!

Terpopuler

Comments

⚔️⃠🧸🍁𝐘𝐖❣️💋🅚🅙🅢👻ᴸᴷ🔱

⚔️⃠🧸🍁𝐘𝐖❣️💋🅚🅙🅢👻ᴸᴷ🔱

Lanjutkan,Adeq 👍🌹❤️🤗😘 ... Smngaaattttttt 🔥🤟💪

2022-10-14

1

Norintan Nazmie Tim's Sha

Norintan Nazmie Tim's Sha

up
up
up

2022-10-14

1

lihat semua

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!