Arga mengantar Michelle dan Sherin, sekilas mereka seperti keluarga yang begitu bahagia..walau sebenarnya hanya kebekuan yang terasa di sana..
Di dalam mobil Sherin terus mengoceh seakan hendak mengajak orangtuanya bicara, Michelle tampak kaku yah..mau bagaimana lagi tidak mungkin dia akan bersikap haha hihi dengan Arga padahal tadi mereka baru saja bertengkar hebat..dan menurut Arga dia tak akan pernah memaksa Michelle demi pernikahannya lagi...tentu saja tidak...
Bayi cantik itu tampak tidak tenang karna ia ingin menyentuh Arga dan memegangnya sementara Arga sedang fokus menyetir...mau tak mau Michelle harus mengalah dengan menjauhkan tangan Sherin dari lengan Arga...
''Sayang...papa akan bermain denganmu tapi nanti....''bisik Arga mengecup puncak kepala Sherin dan membuat gadis kecil itu semakin mengoceh...
Michelle menutup mulutnya rapat-rapat....ia diam saja bagai patung hingga Arga hanya menghela nafas....tak mudah menaklukan Michelle jadi kali ini dia harus bermain aman..dan tanpa terlihat..
''Apa kau haus atau ingin sesuatu..'' tanya Arga basa basi karna sedari tadi Michelle diam saja...
''Aku tidak menginginkan apapun..''balasnya dingin...
Sesaat kemudian Sherin sudah mulai mengantuk dan saatnya Michelle meberi putrinya asi...untuk itu ia menatap Arga yang kebetulan menatapnya..
''Berbaliklah aku ingin memberinya asi..''
''Jangan bersikap berlebihan Mikha,....kita pernah menjadi suami istri itu artinya aku tau jelas dan masih menghafal di ingatannku semua bagian tubuhmu.''desis Arga kehilangan kesabaran..
Wajah Michelle merah padam, meski ia membenarkan pernyataan Arga..apa salahnya dia berbalik walau begitu mereka bukan lagi suami istri...
Tangisan Sherin yang kehausan membuat Michelle dan Arga terkejut..
''Anakku sudah haus Michelle..''
''Yah..baiklah aku memang akan melakukannya..'' ucap Michelle sambil mengerang kesal.
Arga akhirnya puas ketika Michelle menyusui putrinya dan Sherin tampak tenang...pemandangan ini sudah lama dia rindukan...ia ingin Michelle menerimanya namun wanita ini masih sangat keras....tapi Arga tak akan tinggal diam ia akan membuat Michelle menyerah kepadanya,..
Arga kembali memusatkan perhatiannya di depan, dia membawa wanita yang dia cintai dan putrinya jadi Arga tak ingin hilang kendali...Michelle telah tertidur dan bunyi ponsel milik Arga membuat Arga harus menerimanya..
Arga : Halo....
Sonia : Ini aku Sonia...apakah kau melupakan aku...?
Arga : Biar aku ingat...kau adalah...
Sonia : Aku adalah adik kelasmu ketika kita kuliah dulu...
Arga : Yah...Sonia...maafkan aku...
Sonia : Aku akan melakukan fashion show di kotamu apakah kau bisa menjemputku sayang...demi masa lalu ( Sonya mulai merayu )
Arga : Baiklah..demi masa lalu tapi aku akan membagi waktu karna sekarang aku punya anak...
Sonia : Kau sudah menikah....?
Disaat yang sama Arga menoleh pada Michelle yang masih tertidur..
Arga : Belum..aku sudah bercerai, namun aku punya anak...
Sonia : Aku tak sabar lagi untuk bertemu dengan anakmu..baiklah aku akan menelfonmu lagi...
Arga : Baik Sonia...
Tit.........
Arga tersenyum dengan mata berbinar, sementara Michelle tak benar-benar tertidur karna dia mendengar dengan jelas bagaimana pria ini bicara dengan kekasihnya...apakah Michelle harus percaya pada Arga...dia benar-benar tak berubah..
Rasa panas mulai membuat Michelle menjadi tak tenang...
Begitu sampai di rumah Michelle terbangun dari tidurnya dengan cepat, namun ketika Arga hendak mengambil Sherin..wanita itu menatap tajam ke arahnya..
''Kau tak perlu turun Arga bukankah kau harus menepati janjimu dengan tidak memberi perhatian padaku..''
''Tapi Mikha.....aku masih ingin bermain...''
''Kau boleh datang besok atau lusa...dan satu hal lagi, Sherin tak bisa kau bawa pergi tanpa aku...''usai berkata Mikha membuka pintu mobil disana sudah ada Tania yang menunggu..
Segera Michelle menyerahkan Sherin pada Tania dan meminta gadis itu membawa Sherin ke kamar..Arga hanya mampu menghela nafas...ada apa dengannya, mengapa malah dia terlihat kesal....
Arga membuka kaca mobil...
''Aku akan datang besok karna nanti sore aku akan menemui seseorang...Mikha.....''
''Terserah padamu karna itu bukanlah urusanku Arga.'' usai berkata Michelle melangkah masuk ke dalam rumah besar dan menghilang disana..
Arga mengerang....
''Ada apa denganmu Mikha...astaga..kau selalu membuatku kehilangan kendali..'' desis Arga lalu pergi dari sana...
**********
Arga berulangkali menatap ke arah Tomi yang sedang menatap layar labtop namun ironisnya seakan jiwanya tidak berada disana,...dan ini bukan kali pertama namun sudah beberapa hari...
''Ada apa dengan wajahmu...apa kau memiliki masalah Tomi...'' tanya Arga di sela pekerjaannya..
Tomi mengangkat wajahnya..kali ini dia benar-benar seakan gila...berulangkali ia mengusap wajahnya dengan kasar..
''Aku mengalami mimpi buruk semalam namun aku baik-baik saja tuan Arga...''ucap Tomi pelan..
Arga melebarkan matanya, sejak kapan sebuah mimpi bisa menarik perhatian Tomi hingga ia seperti orang linglung...?
''Apa kau tidak sedang menyembunyikan sesuatu dariku..''
''Tidak,....aku berani bersumpah tuan, tak ada hal yang serius...''
Arga akhirnya memutuskan untuk percaya..ia menyandarkan tubuhnya di kursi kebesarannya..
''Tomi...aku ingin kau menemui Tania...''
Deg!!!!
''Menemui Tania...untuk apa tuan..''
Arga kembali curiga ketika membicarakan Tania Tomi begitu terkejut..ada apa...?
''Aku ingin kau menemuinya untuk sebuah tugas besar dariku...''
''Menemui Tania yah...''
Tomi sudah bersumpah kalau mereka tak akan pernah bertemu kembali, ia sudah berjanji bahwa dia tak akan muncul di hadapan Tania demi alasan apapun...namu bagaimana bisa ia menolak perintah tuan Arga...itu sama saja bunuh diri,...
''Tuan Arga...katakan saja, apa yang harus kulakukan...''
Arga pun menyandarkan tubuhnya...ia tersenyum misterius...
''Aku ingin menjadikan Tania sebagai mata-mataku jadi aku ingin kau menemuinya dan meyakinkannya agar dia mau bekerja untukku tanpa di ketahui Michelle..''
Tomi pun mengangguk dengan cepat..
''Aku akan melakukann sesuai perintah tuan...''
''Bagus.......''
++++++++++++++
Sore ini.......
Tania mampir ke sebuah supermarket karna ia harus membeli beberapa camilan yang di pesan oleh nyonya Michelle...entah mengapa beberapa hari ini sang nyonya tampak sensitif dan marah-marah...jadi Tania menjadi sedikit kewalahan.
''Terimakasih...'' ucap Tania dengan hormat ketika Casier mengembalikan uang sisa pembayarannya..
Dan ketika dia hendak berbalik dan melangkah...Tania di kejutkan dengan tatapan Tomi yang dingin kepadanya..untuk sesaat Tania membeku....
''Tu..tuan Tomi.....''
''Tomi saja...bukankah aku sudah memperingatkan dirimu...''
Tania pun tersenyum lembut...dan hal itu membuat Tomi merasa damai..yah..ia bisa tenang hanya dengan melihat senyum Tania...
''Kau sedang apa...''
''Aku membeli beberapa camilan untuk nyonya Michelle..''
Tomi pun tersenyum lalu meraih jemari Tania dan menariknya keluar mengikutinya...
''Ikut aku sekarang..aku punya tugas untukmu..''ucap Tomi tegas...
Deg!!!
Jantung Tania berdebar kencang...
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 32 Episodes
Comments
Ni Luh Putu Diah Apriyani
lanjuttttt
2022-10-12
0
⚔️⃠🧸🍁𝐘𝐖❣️💋🅚🅙🅢👻ᴸᴷ🔱
Lanjutkn,Adeq 👍🌹❤️🤗😘
2022-10-12
0