Bertengkar

Michelle tak bisa percaya apa yang dia lihat dan ia dengar kali ini..Arga dan Dimi malah melakukan sesuatu yang tidak dia duga, mereka berdua bahkan bersekongkol untuk menyembunyikan kebenaran darinya selama ini..bagaimana mungkin Arga dan Dimi bisa melakukan hal ini kepadanya..?

''Michelle......''

Keheningan itu sangat mengerikan hingga Arga hanya mampu menatap Dimi dengan bingung...Michelle menangkap basah mereka yang menyembunyikan rahasia darinya dan Arga sudah membayangkan kemarahan yang akan keluar dari bibir Michelle...

''Mengapa kalian berdua berbohong.....'' jerit Michelle dengan hati yang hancur..

Arga mendekat hingga ia dan Michelle saling menatap tajam...

''Michelle..tenanglah..semua ada alasannya, aku pikir apa yang kami lakukan adalah yang terbaik bagimu..''ucap Arga berusaha menenangkan..

Michelle merasa dia seperti wanita bodoh yang percaya bahwa semua baik-baik saja yang percaya bahwa hidupnya sangat nyaman dan tak perlu mengkhawatirkan apapun...namun ternyata semua itu hanyalah sebuah dongeng...dan mimpi yang benar-benar buruk. Dimi menderita Leukimia dan tidak akan pernah sembuh..mengapa mereka menyembunyikan hal sebesar ini darinya..

''Terbaik..? sejak kapan Arga..apa rencanamu kali ini..katakan padaku apa rencanamu...''

''Michelle aku tak pernah merencanakan apapun...''

''Bohong....kau sengaja menghilang dari hidup kami hanya untuk menghancurkan aku dan Dimi..kau sangat kejam..bagaimana aku bisa percaya bahwa kau selicik itu...? Michelle sampai gemetar ketika mengucapkan kata itu.....aku benci padamu...'' jerit Michelle menggertakan gigi..

Arga mengusap wajahnya dengan gusar...

''Aku bersumpah bahwa aku tak pernah melakukan hal serendah itu..kau tau sendiri aku sudah mengalah Michelle...aku tak pernah merencakan hal buruk apalagi itu tentang kau dan Dimi...''

Semua alasan yang di berikan Arga hanya omong kosong, dia tidak percaya sedikitpun pada pria ini.. Michelle bahkan semakin yakin semua yang terjadi adalah kesalahan Arga..sejak Arga hadir dalam hidup mereka, sejak saat itulah Michele merasa itu adalah awal dari kehancuran baginya...dia sangat menyesal mengapa bisa percaya pada seorang Arga Zayn.

''Mengapa kau tak pernah ingin pergi dari kehidupan kami..kau tak akan pernah mendapatkan apapun meski kau berusaha Arga.....'' tatap Michelle dengan tajam..

Arga memilih diam dan tidak menanggapi kemarahan Michelle padanya..karna selain ia masih sangat mencintai Michelle..wanita ini adalah ibu dari putri kecilnya,..

Arga memalingkan wajahnya...sambil melonggarkan dasinya..

''Michelle.....''suara Dimi yang terdengar lemah mampu membuat Michelle menoleh dengan airmata yang menggenang.

Dimi berada disana, di atas ranjang dan sedang berbaring dengan lemah di atas sana..

tanpa menunggu Michele mendekat dan menatap wajah pucat Dimi yang begitu kentara...amarah Michelle seolah menguap melihat keadaan Dimi, hatinya seperti di remas dengan kuat saat ini...tak ada yang bisa membuatnya merasa lebih baik selain melihat wajah suaminya..Michelle menggenggam jemari Dimi dan mengecupnya di sela tangisnya..

''Kau bilang kau mencintaiku..mengapa kau malah melakukan ini Dim...mengapa...'' suara Michelle menjadi serak..

Dimi berusaha tersenyum dan menatap Michelle dengan dalam..

''Aku sangat mencintaimu dan percayalah apa yang aku lakukan selama ini hanya demi cintaku padamu..''

Hening.....Arga pun mengalah, ia harus membiarkan pasangan ini berdua..setidaknya mereka punya sebuah kenangan yang indah bersama.

''Aku akan pergi dan meninggalkan kalian untuk bicara...Michelle aku ada di kantin jika kau perlu sesuatu..''

Michelle tentu saja tidak menjawab, ia merasa kesal setengah mati..padahal dia sudah percaya pada Arga...setidaknya dia bisa mengatakan semuanya dengan jujur...

Arga juga diam saja..ia sungguh tak mampu melakukan apapun, dia pikir Dimi bisa bertahan...dia pikir Dimi akan sembuh dan hidup bahagia..sementara itu Arga mulai menata hatinya sendiri dengan tidak lagi muncul dalam kehidupan Dimi walau setiap harinya pria itu selalu menelfon dirinya..dengan tidak lelah dan akhirnya Arga melunak..

Arga tersenyum pasrah ketika Michelle tidak menjawab dirinya apalagi menoleh padanya...pria itu keluar dari ruangan dan meninggalkan Dimi dan Michelle sendirian..

*****

''Maafkan aku sayang....'' bisik Dimi yang tampak semakin lemah..

Michelle hanya diam saja sambil menyuapi Dimi yang dengan hati-hati namun ia tidak banyak bicara, hanya matanya yang sembab dan menunduk..

''Sayang tolonglah.....maafkan aku, dan jangan salahkan Arga...aku yang memintanya merahasiakan ini darimu...''

Deg!!!

Kali ini Michelle mengangkat wajahnya..isakannya terdengar pilu kali ini membuat Dimi hanya mampu menghela nafas.....

''Aku tau kau pasti akan menangis dan terluka dan aku tak tahan melihatnya Michelle..jika aku memberitahumu 6 bulan lalu maka kita tak akan memiliki kenangan bahagia dan malah sebaliknya hanya airmata dan aku tak ingin itu terjadi Michelle.....''ucap Dimi dengan suaranya yang lembut..

''Oh...Dim...pasti ada cara lain, apakah kau sudah mengelilingi beberapa dokter...? Kau pasti bisa sembuh Dimi..aku akan memaafkanmu jika kau bisa sembuh dan kembali padaku......'' tangis Michelle dengan sesegukan..

Dimi membiarkan Michelle memeluk erat tubuhnya..meski ia merasakan sakit luar biasa, namun untuk kali ini Dimi ingin menahan semuanya..

''Baik...aku akan berjuang Michelle...''

Wanita itu menarik dirinya sembari mengecup bibir Dimi yang pucat...sembari menghapus airmatanya..

''Aku akan mencari beberapa kemungkinan sayang..kau tenang saja...kita akan bisa melewati ini semua Dim....'' ucap Michelle meraih ponselnya..namun Dimi menarik tangannya...

''Kau mau apa Michelle....''

''Menelfon beberapa temanku, mereka pasti bisa membantu......''

''Besok saja sayang, aku ingin kau tidur di dalam pelukanku malam ini..bagaimana.....''

Michelle pun mengangguk, tentu saja dia akan menghubungi temannya besok pagi dan ia tak akan berhenti berjuang demi Dimi..

Michelle segera menyingkirkan semua peralatan makan Dimi lalu bergerak naik ke atas ranjang dan tidur di dalam pelukan Dimi setelah sebelumnya menyingkirkan beberapa akat yang terpasang di tubuh Dimi..

Keduanya saling berpelukan..masing-masing dengan pikirannya sendiri.....

''Michelle........''

''Yah......''

''Aku yakin kau sudah mendengar tentang tes DNA itu..bahwa Arga sebenarnya adalah.......''

''Ssst.....aku tak ingin bicara hal itu, bagiku Sherin adalah anak seorang Dimitri Swan..tolong hargai keputusanku Dim..'' bisik Michelle memejamkan matanya..

Dimi menghela nafas....sambil terus memeluk Michelle.....

''Aku merindukan putri kecilku.....''

''Dia sedang tidur ketika aku datang tadi..''

''Dia gadis yang pintar..'' ucap Dimi dengan mata yang basah...

''Kau akan sembuh Dim, besok aku akan membawanya kesini untuk menemuimu....''bisik Michelle lembut, semakin nyaman di dalam pelukan Dimi...

Semakin Michelle terhanyut dan hampir terlelap..namun alat yang terpasang di tubuh Dimi seketika berbunyi dengan nyaring sehingga membuat Michelle membuka mata dengan waspada..betapa terkejutnya Michelle ketika menyadari sesuatu yang salah...Dimi tak bergerak sama sekali...

Seketika itu juga Michelle melompat dari ranjang dengan wajah yang pucat...sambil menekan tombol untuk memanggil para dokter.

''Dimi apa yang terjadi....oh Dim....'' bisik Michelle mulai histeris......

Terpopuler

Comments

Rena Yulita

Rena Yulita

kalau Dimi mati...
maaf...gak lnjut deh...gak seru.

2022-10-12

0

Ni Luh Putu Diah Apriyani

Ni Luh Putu Diah Apriyani

sedih sekali😭😭

2022-10-07

2

ajiu jiu

ajiu jiu

apa'an in thor, PU ny malah di ganti ngk jdi lanjut dahh 🥴🥴

2022-10-07

1

lihat semua

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!