Mengalah

Setelah perdebatan yang terjadi antara keduanya, Michelle tal punya kekuatan untuk melawan karna Arga jelas mengancamnya..karna itu seharian ia terjebak di apartemen dan tak bisa keluar kemanapun, Tania juga tak kunjung datang untuk mengasuh Sherin menggantikannya, sungguh Michelle kerepotan menjaga putrinya sendiri..hingga ia tak punya waktu untuk melakukan aktifitasnya sendiri..

Tak berapa lama kemudian ada gerakan pintu terbuka dan Arga yang datang sembari membawa beberapa kantung yang berbau harum,...dia membawa makanan..sepagi ini..? Michelle baru menghitung waktu kurang lebih sejam dan pria ini sudah kembali..

''Putri papa...''bisik Arga sambil meletakan makanan di atas meja sambil mendekati Sherin yang berada di kereta bayi ia memandang Michelle yang menghindari tatapan mata dengannya..

''Aku lapar Michelle..bisakah kau menyiapkan makanan untuk kita,..''

Michelle bangkit dari tempat duduk tanpa menyahut Arga sedikitpun, hatinya sedang panas karna hari ini dia tak bisa ke toko miliknya, Ayuna juga menghilang tanpa jejak dan tak bisa di hubungi..hal itu membuat Michelle sedikit frustasi..wanita muda itu lalu menuangkan makanan di atas meja dan kemudian meletakan peralatan makan dan minum bagi Arga seperti ia sedang melayani suaminya..bedanya mereka bukan lagi suami istri..

Michelle baru saja beranjak dari sana ketika Arga sudah berdiri di belakangnya..

''Duduklah..kau pasti juga lapar...bagaimana kalau kita makan bersama....''

Michelle tersenyum dingin...

''Hari ini kau membujukku untuk makan bersama kau di meja dan mungkin besok kau akan membujukku untuk tidur seranjang denganmu..bukankah itu sangat licik..''

Arga mengerang....

''Michelle.....''

''Berhentilah berusaha membujukku kau hanya akan membuatku semakin muak Arga...''

Arga masih menggendong tubuh Sherin kecil dan keduanya bertatapan..

''Aku mencoba sabar kepadamu Michelle...''

Mata wanita itu berkaca-kaca..ia masih sungguh membenci Arga jadi tak mudah baginya untuk bersikap lembut apalagi menerima pria ini tak bisa...Michelle sungguh tak bisa melakukannya karna dia terlalu benci...ia kehilangan waktu dengan Dimi karna pria ini dan Michelle bahkan tidak sudi untuk menghabiskan waktu bersama orang yang sama..

''Aku juga melakukan hal yang sama Arga...setiap melihatmu itu hnay mengingatkanku pada rasa sakitku ketika kau menyembunyikan kebenaran dariku..jika kau memberitahukan semua itu sejak awal maka aku punya banyak waktu untuk minta maaf pada Dimitri tentang segalanya...tapi kau malah menyembunyikan semuanya dariku...Michelle menghapus jejak airmatanya...aku sangat terluka dan penyesalan itu setiap hari terus menghukum aku Arga...aku tak bisa....aku tak bisa begitu saja menerima kau kembali meski kau adalah ayah dari anakku...''

Arga sungguh kecewa...namun ia tak mampu berbuat apapun...

''Kau menyalahkan aku Michelle...padahal kami melakukannya untuk melindungi hatimu, waktu itu kau sedang hamil jadi aku tak mau mengambil resiko..''

''Sekali lagi kau bersikap egois Arga..kau bersikap egois ketika kau hanya memikirkan anak kandungmu lalu bagaimana dengan DImi...aku telah menyakitinya dengan sangat besar dan aku bahkan tidak punya banyak waktu untuk meminta maaf..''

''Dimi memintaku agar merahasiakan ini darimu,bukan semata-mata karna keegoisanku Michelle..suatu saat kau akan mengerti kalau semua yang kami lakukan hanya untuk melindungimu..''

Terlambat bagi Michelle karna dia tak ingin mendengar..

''Terlambat bagiku Arga...di hatiku kau sudah tidak punya tempat...''desis Michelle dengan tajam..

Arga sungguh terluka, dia bisa memaksa namun dia tak ingin itu terjadi..ada putrinya yang harus dia lindungi..

''Baiklah aku mengalah Michelle..''

Wanita itu terdiam....

''Aku tak akan memaksakanmu menjadi istriku kembali...sebaliknya aku juga tak akan memaksa membawa Sherin darimu...''

Kali ini Michelle menoleh dengan tajam..bagaimana mungkin Arga mengatakan hal itu apakah dia sedang bercanda...?

Hening...

''Makanlah denganku setelah itu aku akan mengantar kau pulang kerumahmu bersama dengan Sherin...aku akan datang menengoknya dirumah dan aku harap kau tidak melarangnya Michelle...''

''Kau tidak bercanda bukan...'' suara Michelle terdengar lembut...

''Yah...aku akan mencari wanita lain untuk melahirkan anak bagiku sementara kau aku membebaskanmu memilih pria yang kau sukai Michelle....mari kita jangan saling menyakiti dan berdamai demi Sherin...''

Entah mengapa kata-kata Arga kali ini terasa menusuk tajam hingga menembus hati Michelle yang beku...dia merasa aneh namun bukankah ini yang dia mau..hidup bebas tanpa bayang-bayang Arga di sampingnya..? pria itu tak akan datang kerumah dan memaksanya lagi seperti sebelumnya namun ia hanya akan datang menengok sang putri..Michelle merasa lega bukan..??

''Baiklah aku setuju,..''balas Michelle dengan senyuman lega..

Keduanya lalu duduk dan makan bersama dengan hangat untuk pertama kalinya sejak lama...Arga menemukan kembali senyum di wajah Michelle dan membuat pria itu hanya terdiam....ia memutuskan mengalah...

Setelah selesai makan, mereka keluar dari sana dari gedung apartemen dengan sedikit akrab, Arga mengerti sekarang bagaimana cara menangani Michelle...pria itu tersenyum misterius...

*********

Sementara....

Tania berada di dalam toilet dengan tatapan beku...sekujur tubuhnya di penuhi jejak bibir Tomi semalam,..ia telah melakukannya menyerahkan kesucian seperti gadis bodoh..ia jatuh cinta dan menyerahkan segalanya pada pria yang tidak akan pernah melihatnya..meski ia merasa ini adalah hal tergila dalam hidupnya Tania memilih menerima semuanya....ia akan menyimpan semua kenangan percintaan mereka di dasar hatinya.. Sambil menahan perih gadis itu membersihkan dirinya...

***

Tomi menatap wajah Tania yang terlihat sedikit pucat dan menahan nyeri ketika keluar dari kamar mandi...keduanya saling menatap...Tomi tampak menyesal....

''Tania....tentang semalam...aku...''

''Minta maaf maksud tuan...''

Tomi terdiam....

''Aku sudah menganggap kau...''

''Seperti adik..yah..usia kita berbeda jauh tuan Tomi....tapi tenang saja..aku tidak akan menuntut karna semua terjadi karna aku juga ingin melakukannya..''Tania menundukan kepala...

Tomi mendekat dan memegang kedua bahu Tania...

''Jika kau ingin kita bisa..menikah.'' tawar Tomi tanpa takut.

''Tidak...aku tak ingin di nikahi karna rasa bersalah..aku baik-baik saja tuan... Tomi...jangan khawatir...bagaimana kalau kita menganggap tak ada yang terjadi di antara kita...''ucap Tania di wajah polosnya...

Tomi membeku mendengar ucapan Tania, dia gadis yang cantik dan dewasa jauh dari umurnya...meski dia cantik namun memang Tomi tidak mencintai Tania bahkan tidak pernah menganggap Tania seorang gadis..sampai semua terjadi semalam dan pandangan Tomi berubah...

''Tania....jangan memanggilku tuan setelah apa yang terjadi semalam.''

''Baik...aku akan memanggilmu dengan Tomi..''

''Itu lebih baik Tania...dan aku ingin mengatakan satu hal aku memang belum menyukaimu tapi aku bisa..''

Tania seperti di tampar dengan keras mendengar ucapan Tomi saat ini...semua ini juga kesalahannya jadi Tania tak mau melakukan kesalahan yang sama dengan memaksakan cinta...

''Aku tidak menyukaimu Tomi...jadi kau bisa tenang sekarang....aku hanya ingin bekerja pada nyonya Michelle tanpa memikirkan hal lain dan semoga kau juga begitu Tomi...'' ucap Tania menekan perasaannya..

Deg!!!!

Terpopuler

Comments

⚔️⃠🧸🍁𝐘𝐖❣️💋🅚🅙🅢👻ᴸᴷ🔱

⚔️⃠🧸🍁𝐘𝐖❣️💋🅚🅙🅢👻ᴸᴷ🔱

Lanjutkan,Adeq 👍🌹❤️🤗😘

2022-10-11

1

lihat semua

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!