Tak Sudi

Arga masih berdiri disana dan tak menyangka ketika Tomi berdiri di belakangnya. yah...sejak kepergian Dimi, dan sesuai janjinya pada seorang Dimitri, saat ini Tomi bekerja sebagai asisten kepercayaan Arga, dengan hadirnya Tomi membuat Arga semakin tenang karna ketika dia berada di luar rumah maka Tomi akan mengawasi Michelle dan Sherin di rumah, tentu saja hal itu cukup membuat Arga tenang.

''Tuan Arga..''

''Ehm......yah..Tomi.''

''Mengapa berdiri saja...tuan bisa masuk, dan bermain bersama nona Sherin.''ucap Tomi dengan tenang.

Arga menoleh dan menemukan senyum di wajah Tomi...pria itu tampak mendukungnya,..

''Dengar Tomi...aku tak ingin membuatnya marah...''

''Seorang Mafia haruslah menunjukan identitasnya, dengan cara itu dia di segani dan mendapat pengakuan..''

Arga pun bersedekap...

''Tomi....percayalah aku akan mampu melakukannya di depan orang lain tapi di depan Michelle..apalagi ada putriku...aku benar-benar tak sanggup.''

Tomi tersenyum...lalu mendekat..

''Tuan Arga lebih mengenal sifat nyonya Michelle di banding siapapun dan tentu cara menghadapinya..'' Tomi mengulum senyum..

''Tomi apa maksudmu sebenarnya,...''

''Hanya tuan yang tau jawabannya...oya tuan..hari ini tak ada jadwal apapun di perusahaan jadi aku pikir tuan bisa menggunakan waktu ini dengan baik..''

Lagi-lagi Tomi terlihat menggodanya..pria itu segera menundukan kepala penuh hormat lalu pergi dari sana, meninggalkan Arga yang mematung di tempat.

Arga mempertimbangkan ucapan Tomi padanya dan kembali memandang kebersamaan Michelle dan Sherin..tepat di saat yang sama, pengasuh Sherin naik ke lantai atas dan mendekati kamar Michelle..

''Tunggu....apa itu di tanganmu..''

''Tuan Arga...ini adalah makanan kecil untuk nona Sherin...''

Arga mendekat...

''Serahkan padaku, aku ingin bermain dengannya jadi aku akan menyuapinya nanti..''

''Baik tuan..''

Sang pengasuh itupun pergi dari sana dan membiarkan Arga sendiri, pria itu menatap ke arah kamar Michelle..dan melangkah masuk...

Michelle yang memang tak menyadari kedatangan Arga, masih terus bermain dengan Sherin..bayi berusia 6 bulan itu semakin tumbuh menggemaskan dan wajahnya semakin mirip dengan Arga...

''Sherin sayang..kau cantik sekali sih..''

Disaat yang sama...Arga mendekat..

''Ehm...''

Michelle menoleh dan menemukan Arga berdiri dengan tatapan tajam, sambil membawa beberapa biskuit untuk bayi..Michelle pun langsung menarik dirinya menjauh dari Arga..membiarkan Arga mendekati sang putri,...

Arga lalu mendekati Sherin dan menciuminya hingga gadis kecil itu tertawa dengan suara yang lucu...Arga lalu membawanya dalam gendongan dan memeluknya dengan kasih sayang yang tulus...

Sementara itu Michelle lebih memilih menjauh dan merubah sikapnya menjadi sedingin es, ia bahkan tidak melihat Arga sedikitpun..wanita itu mendekati jendela balkon sambil menyibukan diri dengan ponselnya.

Sherin tertawa dalam gendongan Arga dan semakin nyaman,...dia lalu makan biskuit yang di berikan Arga untuknya sambil terus bermain..

Michelle merasa bosan, karna setelah ia menyibukan diri dengan ponselnya selama itu..Arga tampak belum selesai bermain dengan Sherin..

Mau tak mau Michelle melakukan aktifitas seperti biasa, ia lalu memutuskan untuk mandi...setelah mandi Michelle pun keluar dari sana dan menemukan Arga sedang menidurkan Sherin yang sudah kenyang..dipandanginya terus Arga yang mendekap Sherin penuh kasih sayang..mau tak mau, ingatan itu terbang pada sosok Dimi...bagaimanapun ia sangat mencintai suaminya dan masih begitu berduka,...

Michelle melangkah sambil melamun dan tanpa sadar ia menubruk dada bidang Arga...

Deg!!!

Mereka saling menatap.......Michelle langsung memalingkan wajahnya begitu ia bertemu mata dengan Arga...cepat sekali dia menidurkan Sherin..?

''Michelle.....''

''Katakan ada apa...''

Arga menatap mata Michelle yang tak ingin menatapnya..

''Kita harus bicara tentang pernikahan...''

Kali ini Michelle menoleh tajam..

''Pernikahan....apa kau benar-benar serius dengan rencana ini..''

Arga mengerang...

''Sherin butuh aku sebagai ayah kandungnya sementara itu kita harus memenuhi ucapan Dimi yang menginginkan kita bersatu..''

Michelle melangkah melewati Arga begitu saja menuju balkon sementara Arga menyusulnya, airmata Michelle menetes...

''Maaf aku tak bisa..mengapa kau tidak menyerah saja Arga..aku tak ingin menikah dengn siapapun termasuk kau.....''ucap Michelle mencoba menahan rasa kesalnya..

Arga pun tersenyum lalu mendekat hingga mereka berdiri saling menatap dengan tajam...

''Anakku butuh sosok Ayah, dan aku tak ingin dia kehilangan itu Michelle....''

''Dia punya aku dan semua akan baik-baik saja..lagipula dia adalah putri Dimi...''

''Mengapa kau keras kepala...? Bahkan Dimi memintaku untuk menjagamu dan Sherin...''

''Tapi aku tak mau menikah denganmu.....''

''Michelle......''

''Yah......''

''Dengarkan aku baik-baik..kau pikir aku akan diam saja ketika kau memilih untuk menentangku..apa kau lupa siapa aku Michelle....selama ini aku mencoba bersabar padamu tapi bukankah kesabaran setiap orang ada batasnya..''

Michelle tertawa...

''Karna itu menyerah lebih baik bukan..? Kau bisa mendapatkan istri yang lain sesuai dengan keinginanmu dan bukan aku...aku tak ingin menikah denganmu...''

''Baiklah..kau akan memulai perang denganku Michelle...aku akan membawa Sherin pergi....kita akan mengasuhnya dengan sebuah perjanjian.....''

Wajah Michelle berubah pucat...jantungnya berdegup kencang, di pisahkan dengan putri kandungnya adalah hal yang paling menyakitkan untuknya..

''Apa maksudmu...''

Arga meraih bahu Michelle mendekat...dan menatapnya tajam...

''Sherin putri kandungku dan dia berhak mendapat kasih sayang dariku, karna kau tak ingin menikah maka kita harus membagi rata Sherin agar adil...aku akan kembali ke apartemenku saat ini juga dan Sherin ikut bersamaku...dua minggu Sherin akan berada bersamaku dan dua minggu bersamamu...bukankah itu adil..''

Arga lalu memalingkan wajahnya dan melangkah mendekati box bayi...namun Michelle mendekatinya dan mencekal tangan Arga....

''Tidak...kau tak boleh membawanya aku tak bisa....aku tak bisa tidur tanpanya Arga...aku mohon.....''

''Aku akan memberikan kunci apartemenku padamu kau bebas mengunjunginya....dengarkan aku Michelle..jika kau tak ingin menikah denganku maka inilah jalan yang harus kita jalani...kita akan tetap mengasuh Sherin sampai kau bersedia menikah denganku...''

''Kau jahat, kau licik kau sangat kejam...'' jerit Michelle histeris...

Arga tersenyum dingin......

''Seharusnya kau tau siapa aku...jadi mulai berpikirlah sekarang demi masa depan Sherin dan berhentilah egois..''

''Tidak...jangan membawanya pergi aku mohon.....''

Namun Arga tak bergeming, ia mengangkat tubuh kecil Sherin dan membawanya dalam pelukan...lalu melangkah...

Rasanya Michelle seperti kehilangan jiwanya, wanita itu segera berlari menuju pintu dan menahan langkah Arga untuk keluar...

''Bagaimana aku memberi asi padanya..kau tega sekali Arga..'' tangis Michelle memohon...

Arga tersenyum dingin.....

''Bukankah aku sudah menyerahkan kunci apartemenku padamu...''pengasuh Sherin dan juga Tomi akan ikut bersamaku dan kau tenang saja..dia akan baik-baik saja karna aku ayah kandungnya...''

Arga melangkah keluar dari kamar meninggalkan Michelle yang tersungkur dan menangis..

''Arga awas kau.....'' tangis Michelle dengan gertakan gigi...

Terpopuler

Comments

HARTIN MARLIN

HARTIN MARLIN

dasar keras kepala kamu Michelle

2022-10-15

0

⚔️⃠🧸🍁𝐘𝐖❣️💋🅚🅙🅢👻ᴸᴷ🔱

⚔️⃠🧸🍁𝐘𝐖❣️💋🅚🅙🅢👻ᴸᴷ🔱

Nasehat mu,Tomi, mantaaappp, kka dukung 🤭🤭🤭 ... Lnjtkn,Deee 👍🌹❤️🤗😘

2022-10-08

0

Ni Luh Putu Diah Apriyani

Ni Luh Putu Diah Apriyani

sadarlah michelle,, jangan egois.. pikirkan masa depanmu dan anakmu..
sebelum semuanya terlambat

2022-10-08

0

lihat semua

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!