PART 14 : Pura-pura sayang

Sesampainya, di rumah sederhana itu Binar langsung berlari memasuki rumah dan mencari ibunya yang ternyata ada di kamar.

Dera bahkan kaget baru saja mereka sampai, belum juga ia keluar dari mobil namun perempuan itu sudah berlari cepat seperti angin.

"Itu Si Binar sama suaminya?" terdengar bisik-bisik tetangga oleh telinga tajam Samudera.

"Bukannya, harusnya Sierra yang nikah ya kok jadi Binar sih, Bu?" tanya ibu-ibu yang lainnya.

Dera tak ambil pusing dan langsung pergi menyusul istrinya.

Maklum lah tempat tinggal Binar itu seperti di perkampungan jadi banyak yang mengurusi hidup orang lain.

Dera memasuki rumah sederhana itu, di sambut oleh ayah mertuanya, Dirga.

"Oh, selamat datang menantuku, kamu juga ikut bersama putriku ternyata?"

sambut Dirga dengan senyum cerianya.

"Seperti yang anda lihat." jawab Dera, sambil matanya mengelilingi setiap sudut ruangan.

"Binar lagi di kamar ibunya, ayo ayah antar ke kamar Binar untuk istirahat." ajak Dirga.

"Saya mau bertemu dengan ibu mertua dulu, boleh ayah beri tahu jalannya?" tanya Dera datar namun tetap sopan.

Nada bicaranya memang begitu kan?

"Binar ini, mungkin dia terlalu rindu sampai suaminya di tinggal begitu saja, tolong di maklumi ya, Nak.." ujar Dirga meminta pengertian menantunya.

Dera hanya tersenyum, sambil mengikuti langkah ayah mertuanya.

Tidak butuh waktu lama karena rumah itu tidak begitu besar seperti rumahnya.

Ia sudah melihat istrinya yang terlihat sangat merindukan ibunya, juga ibu mertuanya yang sedang berbaring lemah di ranjang.

"Permisi, boleh saya masuk?" tanyanya.

"Oh, suami kamu juga ikut? Kok di tinggal sih, Nar? Masuk saja tidak apa-apa." jawab Arini dengan suaranya yang masih lemah, Dera menghampiri ibu dan anak itu di ikuti oleh Dirga.

"Bagaimana keadaanmu ibu?" tanyanya sopan.

"Sekarang sudah baik kok, apalagi sudah bertemu Binar jadi makin sehat badan ibu." jawab Arini bahagia.

"Jangan bohong, liat muka ibu pucat kaya begini, Binar khawatir banget." rajuk Binar, Dera baru kali ini melihat seorang Binar merajuk lucu seperti ini, tanpa sadar ia mengulum senyumnya melihat raut wajah lucu istrinya itu.

"Memang tadinya ibu sakit apa?"

tanyanya lagi.

"Cuma pusing terus demam biasa, sudah minum obat dan udah ada pengobat rindunya jadi pasti segera sehat deh." jawab Arini sambil mencubit pipi putri bungsunya dengan gemas, lalu mencium keningnya.

Binar senang sekali akhirnya bisa merasakan tangan hangat sang ibu.

"Bu, cepet sembuh kangen nasi goreng buatan ibu..." rajuk Binar lagi sambil memeluk perut ibunya.

"Eh, kamu ini gak malu ada suaminya manja-manja begitu." tegur Dirga.

Dera cukup tersentuh dengan interaksi ibu dan anak yang sangat menggemaskan itu.

Manis sekali.

"Nggak masalah kok, ayah." sahut Dera, Binar tidak menyangka bahwa Dera akan sopan pada orangtuanya padahal keluarga mereka sudah membuatnya kecewa dan setelah apa yang pernah ia dengar dari mulut lelaki itu, sungguh Binar tak pernah menyangka bahwa Dera akan bersikap baik.

"Dera, anak ibu menyusahkan ya? Apa dia manja juga kaya gini ke kamu?" tanya Arini, membuat Binar menegang.

"Hah, nggak Bu!" sangkalnya.

"Dera, maaf ya kalau anak ibu menyusahkan, yang satunya mengecewakan kamu, yang satunya sekarang jadi beban kamu, ibu mohon maaf ya?" ujar Arini penuh sesal di matanya.

Dera jadi merasa tidak enak, ia duduk di pinggir ranjang dan meraih tangan ibu mertuanya itu.

"Binar nggak menyusahkan sama sekali, ibu. Jangan merasa tidak enak begitu." jawabnya lembut, se sakit-sakitnya dia, Dera tidak mungkin tega pada seorang ibu yang sedang sakit seperti Arini.

'Tentu saja karena dia yang menyusahkan aku.' batin Binar kesal, entah kenapa pria ini jadi sok baik di depan ibunya.

"Binar kamu harus jadi istri yang baik, jangan seperti kakak kamu mengecewakan Samudera kedua kalinya!" tegas Arini memperingati anaknya, Binar hanya mengangguk malas.

"Ibu serius, Nar! Ibu harap kalian bisa saling sayang suatu hari nanti dan saling menerima. Dera apa kamu sudah bisa menerima Binar yang banyak kekurangan ini?" tanya Arini lagi-lagi dengan raut wajah yang sangat khawatir.

Dera menelan ludahnya, karena sepertinya ia harus berbohong terus kali ini.

Dera mengangguk dengan senyuman.

Baru pertama ini, Binar melihat senyum tulus di bibir suaminya, membuatnya menjadi seperti malaikat, sayang seribu sayang Dera tak pernah tersenyum padanya.

"Oh iya, ibu lupa, Binar bilang kamu juga baik sama dia, kamu sudah mulai sayang belum sama dia?" tanya Arini lagi, Dera bingung mau jawab apa lagi ini?!

"Bu! Udah ah jangan nanya terus kasihan suami aku bingung." protes Binar dengan nada merajuk.

"Yakan ibu cuma mau mastiin kalau kamu itu gak bohong sama ibu."

"Udah deh ibu istirahat aja, kita juga mau istirahat dulu, oke?"

"Iya Bu biarkan mereka istirahat kan baru sampai ini." Dirga ikut menimpali.

Arini terus bertanya-tanya, yang tentunya mereka jawab dengan kebohongan, sepertinya karena itu, mereka akan pura-pura sayang di hadapan Arini.

"Binar jangan lupa suaminya di urus, siapkan makan siang." Arini memeringati lagi, sedangkan Binar mulai mencebikan bibirnya.

"Tapi, Binar capek nanti dulu kenapa?"

benar-benar sifat yang belum pernah Dera saksikan.

"Binar gak boleh gitu, jangan-jangan kamu disana begitu ya, malu-maluin, Nar! Kaya gak pernah di ajari saja."

"Nggak usah gapapa, ibu. Lagipula saya belum lapar, Binar mungkin lelah biar dia istirahat saja saya juga mau istirahat." sela Dera, sambil mengelus rambut hitam panjang milik sang istri yang bersebelahan dengannya.

"Huh kamu ini untung suamimu pengertian."

Dera dapat melihat, pandangan mertuanya yang tenang melihatnya dan Binar.

'Nggak tau aja ibu gimana jahatnya menantunya, cih.' kesalnya dalam hati, ia diam karena demi ibunya supaya tidak khawatir.

Dengan wajah sedikit cemberutnya, Binar mengajak suaminya ke kamarnya.

...****************...

Binar merebahkan diri di kamarnya yang sudah sangat ia rindukan sejak lama, kamar dengan nuansa pink- ungu, tidak besar namun sangat membuatnya nyaman.

"Aaaahh kangennyaaa!" Binar memeluk boneka sapi besar kesayangannya, tanpa sadar bahwa dari tadi Dera memperhatikannya.

Dera memperhatikan pemandangan yang tak pernah ia lihat selama di rumahnya.

Binar yang tersenyum bahagia.

Binar yang manja.

Binar yang manis dan suka merajuk.

Binar yang matanya terus berbinar kala suasana hatinya sedang ceria.

Ia rasa tidak pernah menemukan sosok seperti itu bahkan dalam diri Sierra sekalipun.

Sierra adalah sosok yang lembut dan dewasa.

Sedangkan, Binar seperti gadis lugu yang ceria dan sedikit nakal, bukankah itu akan memberi warna baru dalam hidupnya?

'Hah, mikir apa aku ini?!' rutuknya dalam hati.

Terpopuler

Comments

Imam Firdaus

Imam Firdaus

keren ceritanya

2025-02-21

0

lihat semua
Episodes
1 PART 1 : Albinara
2 PART 2 : Izinnya
3 PART 3 : Sakit
4 PART 4 : Kebohongan
5 PART 5 : Berbeda
6 PART 6 : Kebebasan
7 PART 7 : Khawatir
8 PART 8 : Berharap
9 Sedang Revisi
10 PART 9 : Diary
11 PART 10 : Samudera
12 PART 11 : Permintaan
13 PART 12 : Sierra
14 PART 13 : Pulang
15 PART 14 : Pura-pura sayang
16 PART 15 : Pelukan
17 PART 16 : Sleep Kiss
18 PART 17 : Sleep Talk
19 PART 18 : Dipta
20 PART 19 : Tujuan lain
21 PART 20 : Pekerjaan yang sesungguhnya
22 PART 21 : Hurt
23 PART 22 : Teman Hidup
24 PART 23 : Cerita
25 PART 24 : Sebenarnya siapa yang salah?
26 PART 25 : Makan Bersama
27 PART 26 : Jadilah Milikku!
28 PART 27 : Maaf
29 PART 28 : Binara-ku
30 PART 29 : Perhatian Kecil
31 PART 30 : Sweet Morning
32 PART 31 : Sulk
33 PART 32 : Shy
34 PART 33 : Rain and I Love You
35 PART 34 : Rindu
36 PART 35 : Secret
37 PART 36 : Hukuman
38 PART 37 : Bimbang
39 The Cold CEO and His Naughty Wife
40 Part 38 : Di atas kebohongan
41 Part 39 : Terperangkap cintanya
42 Part 40 : Hari kita
43 Part 41 : Accident
44 Part 42 : Pelampiasan
45 Part 43 : Sierra or Dipta
46 maap
47 Part 44 : Ayla
48 Part 45 : Aku salah apa?
49 Part 46 : Terima Kenyataannya
50 Part 47 : Sendirian
51 Part 48 : War
52 Part 49 : Quarrel
53 Part 50 : Yakin?
54 Part 51 : Kamu hamil?!
55 Part 52 : Nasib Sierra
56 Part 53 : Cerai
57 Part 54 : Badai
58 Part 55 : Feud
59 Part 56 : Feud #2
60 Part 57 : Tentang Masa Lalu
61 Part 58 : Masih Masa Lalu
62 Part 59 : secured
63 Part 60 : quarrel
64 PART 61 : Dera's Explanation
65 PART 62 : Your Birthday
66 PART 63 : Happy Family
67 PART 63 : Hot Day, Sweet Day
68 PART 64 : Sister Destiny
69 PART 65 : Midnight Baby
70 PART 66 : 경과된 시간
71 PART 67 : Dissapointed
72 PART 68 : Baby is Yours!
73 PART 69 : Persuade
74 PART 70 : Make peace
75 PART 71 : baby girl
76 PART 72: Aceline Andressa Nayanika
77 PART 73 : baby blues
78 PART 74 : open his heart
79 PART 75 : Obsession
80 PART 76 : Little Secret
81 PART 77 : Akhir Bahagia
82 New
83 PART 78 : Extra Part
84 Special Chapter : Be Mine!
Episodes

Updated 84 Episodes

1
PART 1 : Albinara
2
PART 2 : Izinnya
3
PART 3 : Sakit
4
PART 4 : Kebohongan
5
PART 5 : Berbeda
6
PART 6 : Kebebasan
7
PART 7 : Khawatir
8
PART 8 : Berharap
9
Sedang Revisi
10
PART 9 : Diary
11
PART 10 : Samudera
12
PART 11 : Permintaan
13
PART 12 : Sierra
14
PART 13 : Pulang
15
PART 14 : Pura-pura sayang
16
PART 15 : Pelukan
17
PART 16 : Sleep Kiss
18
PART 17 : Sleep Talk
19
PART 18 : Dipta
20
PART 19 : Tujuan lain
21
PART 20 : Pekerjaan yang sesungguhnya
22
PART 21 : Hurt
23
PART 22 : Teman Hidup
24
PART 23 : Cerita
25
PART 24 : Sebenarnya siapa yang salah?
26
PART 25 : Makan Bersama
27
PART 26 : Jadilah Milikku!
28
PART 27 : Maaf
29
PART 28 : Binara-ku
30
PART 29 : Perhatian Kecil
31
PART 30 : Sweet Morning
32
PART 31 : Sulk
33
PART 32 : Shy
34
PART 33 : Rain and I Love You
35
PART 34 : Rindu
36
PART 35 : Secret
37
PART 36 : Hukuman
38
PART 37 : Bimbang
39
The Cold CEO and His Naughty Wife
40
Part 38 : Di atas kebohongan
41
Part 39 : Terperangkap cintanya
42
Part 40 : Hari kita
43
Part 41 : Accident
44
Part 42 : Pelampiasan
45
Part 43 : Sierra or Dipta
46
maap
47
Part 44 : Ayla
48
Part 45 : Aku salah apa?
49
Part 46 : Terima Kenyataannya
50
Part 47 : Sendirian
51
Part 48 : War
52
Part 49 : Quarrel
53
Part 50 : Yakin?
54
Part 51 : Kamu hamil?!
55
Part 52 : Nasib Sierra
56
Part 53 : Cerai
57
Part 54 : Badai
58
Part 55 : Feud
59
Part 56 : Feud #2
60
Part 57 : Tentang Masa Lalu
61
Part 58 : Masih Masa Lalu
62
Part 59 : secured
63
Part 60 : quarrel
64
PART 61 : Dera's Explanation
65
PART 62 : Your Birthday
66
PART 63 : Happy Family
67
PART 63 : Hot Day, Sweet Day
68
PART 64 : Sister Destiny
69
PART 65 : Midnight Baby
70
PART 66 : 경과된 시간
71
PART 67 : Dissapointed
72
PART 68 : Baby is Yours!
73
PART 69 : Persuade
74
PART 70 : Make peace
75
PART 71 : baby girl
76
PART 72: Aceline Andressa Nayanika
77
PART 73 : baby blues
78
PART 74 : open his heart
79
PART 75 : Obsession
80
PART 76 : Little Secret
81
PART 77 : Akhir Bahagia
82
New
83
PART 78 : Extra Part
84
Special Chapter : Be Mine!

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!