PART 17 : Sleep Talk

Binar memojokkan dirinya di dinding, saat Dera datang untuk tidur juga.

Ia takut gara-gara kejadian pelukan dan ciuman tadi, biar bagaimanapun dia kan masih polos, hahaha.

Dera melihatnya heran karena benar-benar mepet dengan dinding.

Tapi tidak ia ambil pusing, ia duduk di kasur bersandar pada dinding dan memainkan ponselnya.

Binar masih melirik was-was pada lelaki itu lalu perlahan menghadap dinding bersiap untuk tidur.

Dera yang merasa mulai mengantuk menyusulnya untuk tidur juga.

Baru lelaki itu memejamkan mata, ia di kagetkan dengan Binar yang berteriak kecil dan langsung melompat ke arahnya, memeluknya erat-erat.

"Huaaa ada tikus." teriaknya, kaget dengan pergerakan Binar tikus yang merayap turun di pojok dinding langsung kembali naik ke atap rumah.

Maklum rumahnya rumah rakyat biasa bukan rumah mewah seperti istana milik mertuanya jadi ya suka ada tikus kadang-kadang.

Binar masih memejamkan matanya memeluk laki-laki itu erat-erat, membuat tubuh keduanya menempel sempurna, wajah mereka berdekatan bahkan napas lelaki itu menerpa pipi Binar.

"Sudah pergi." ujar lelaki itu yang dengan susah payah menahan dirinya agar tidak bereaksi apapun pada sentuhan perempuan di dekatnya.

Binar membuka matanya sedikit demi sedikit dan langsung menjauhkan dirinya dari Dera.

"Maaf." ucapnya kemudian.

Mereka saling tertidur setelah tadinya saling merasa canggung gara-gara tikus.

'Untung ini rumahku kalau tidak mungkin aku sudah kena hukuman, menyentuhnya sembarangan.'

...****************...

Waktu sudah memasuki musim penghujan mungkin itulah sebabnya hampir setiap hari turun hujan, hujan yang turun sejak semalam hingga pagi ini membuat cuaca pagi ini mendung,dingin dan sedikit berkabut.

Apalagi ini di desa, hawa dingin semakin menusuk kedua insan yang masih tertidur nyaman dengan pelukannya masing-masing.

Sang perempuan semakin memeluk erat lelakinya begitu hawa dingin kembali menusuk.

Mata lelaki itu terbuka perlahan, ia menyadari sebuah tangan yang memeluk erat padanya dan kepala yang berbantal lengan kekarnya.

"Benar kata Bram, memang apa salahmu hingga aku harus membencimu?" batinnya bersuara saat melihat wajah polos yang semalam ia curi ciumannya lagi, hingga berada dalam pelukannya.

"Tapi tidakkah aku benar, kamu mungkin tahu sebuah rahasia, tapi untuk apa aku peduli lagi jika sudah denganmu." batinnya kembali berbicara, tangannya tergerak mengelus lembut surai hitam, Binara.

Semakin membawa perempuan itu dalam pelukannya dan mencium keningnya.

Apa tidak apa-apa jika ia menaruh hati pada Albinara?

Tak lama kemudian,mata cantik itu mengerjap perlahan membuka mata memperlihatkan mata indah yang masih di selimuti rasa kantuk.

'Apa aku mimpi ya.' batin Binar saat merasa ia dalam pelukan suaminya.

'Semalam aku juga mimpi di cium, sama dia, mana di mimpi dia kaya sayang sama aku, huft cuma mimpi.' batinnya lagi, ia mengucek pelan matanya,tapi tangannya di hentikan oleh Dera.

"Jangan terlalu sering ngucek mata." ujarnya.

Suara berat dan serak, khas lelaki itu saat bangun tidur benar-benar seksi.

Membuat Binar terdiam sejenak, "Hah, bukan mimpi?!" ia langsung menarik mundur dirinya, namun Dera menarik dirinya mendekat kembali.

Memeluknya lagi dalam pelukannya yang hangat, "Sebentar saja, seperti ini." kata Dera, membuat Binar terdiam kebingungan dalam pelukannya.

"Apa ada yang salah denganmu?" tanyanya polos, sedikit mendongak agar dapat melihat wajah suaminya, sebab kepalanya kini bersandar pada dada bidang seorang Samudera.

Dera menggeleng, lalu mengeratkan lagi pelukannya, "Dingin." kata lelaki itu singkat.

'Ah benar, cuaca dingin banget mungkin itu sebabnya.' batin Binar padahal ia sudah kepedean tadi.

"Kapan kita akan pulang?" tanya Binar dengan jantung berdegup kencang karena posisi mereka sekarang.

"Terserah padamu." jawabnya singkat.

"Apa kamu punya banyak pekerjaan?" Dera menggeleng sebagai jawaban.

"Kalau begitu apa boleh satu hari lagi aku disini? Tapi jika kamu punya banyak pekerjaan biarkan aku saja disini sendiri,kamu pulang tidak apa-apa." cerocosnya, Dera sedikit mundur dan menatap Binar dengan tatapan yang membuat nyali perempuan itu ciut.

'Katanya terserah aku tapi kenapa dia malah jadi galak begitu.' batinnya tak terima.

"Ternyata benar kata ibu, kamu ini banyak bertanya, tapi saat di rumahku sangat pendiam." Binar merasa aneh bahwa suaminya banyak bicara padanya.

"Karena..." Binar menghentikan ucapannya karena bingung memilih kata.

"Apa bilang saja, kali ini aku sedang berbaik hati."

"Emm ... kalau di rumahmu aku tentu takut padamu!" sentak Binar salah tingkah, "Di tambah lagi aku tidak terbiasa dengan keluargamu,semuanya!" lanjutnya lagi dengan suara pelan.

"Maafkan aku." gumam Dera, Binar yang terlambat menyadari berbalik menghadap Dera, menatapnya dengan mata penuh tanya, tangannya bertumpu di atas dada bidang suaminya.

"Apa?"

"Tidak, ayo bangun." sahut Dera lalu bangkit dari tempat tidur, sedangkan Binar masih termenung di tempat tidur.

"Apa barusan aku lancang berbicara seperti itu, apa kata-kataku berlebihan?"

...****************...

Episodes
1 PART 1 : Albinara
2 PART 2 : Izinnya
3 PART 3 : Sakit
4 PART 4 : Kebohongan
5 PART 5 : Berbeda
6 PART 6 : Kebebasan
7 PART 7 : Khawatir
8 PART 8 : Berharap
9 Sedang Revisi
10 PART 9 : Diary
11 PART 10 : Samudera
12 PART 11 : Permintaan
13 PART 12 : Sierra
14 PART 13 : Pulang
15 PART 14 : Pura-pura sayang
16 PART 15 : Pelukan
17 PART 16 : Sleep Kiss
18 PART 17 : Sleep Talk
19 PART 18 : Dipta
20 PART 19 : Tujuan lain
21 PART 20 : Pekerjaan yang sesungguhnya
22 PART 21 : Hurt
23 PART 22 : Teman Hidup
24 PART 23 : Cerita
25 PART 24 : Sebenarnya siapa yang salah?
26 PART 25 : Makan Bersama
27 PART 26 : Jadilah Milikku!
28 PART 27 : Maaf
29 PART 28 : Binara-ku
30 PART 29 : Perhatian Kecil
31 PART 30 : Sweet Morning
32 PART 31 : Sulk
33 PART 32 : Shy
34 PART 33 : Rain and I Love You
35 PART 34 : Rindu
36 PART 35 : Secret
37 PART 36 : Hukuman
38 PART 37 : Bimbang
39 The Cold CEO and His Naughty Wife
40 Part 38 : Di atas kebohongan
41 Part 39 : Terperangkap cintanya
42 Part 40 : Hari kita
43 Part 41 : Accident
44 Part 42 : Pelampiasan
45 Part 43 : Sierra or Dipta
46 maap
47 Part 44 : Ayla
48 Part 45 : Aku salah apa?
49 Part 46 : Terima Kenyataannya
50 Part 47 : Sendirian
51 Part 48 : War
52 Part 49 : Quarrel
53 Part 50 : Yakin?
54 Part 51 : Kamu hamil?!
55 Part 52 : Nasib Sierra
56 Part 53 : Cerai
57 Part 54 : Badai
58 Part 55 : Feud
59 Part 56 : Feud #2
60 Part 57 : Tentang Masa Lalu
61 Part 58 : Masih Masa Lalu
62 Part 59 : secured
63 Part 60 : quarrel
64 PART 61 : Dera's Explanation
65 PART 62 : Your Birthday
66 PART 63 : Happy Family
67 PART 63 : Hot Day, Sweet Day
68 PART 64 : Sister Destiny
69 PART 65 : Midnight Baby
70 PART 66 : 경과된 시간
71 PART 67 : Dissapointed
72 PART 68 : Baby is Yours!
73 PART 69 : Persuade
74 PART 70 : Make peace
75 PART 71 : baby girl
76 PART 72: Aceline Andressa Nayanika
77 PART 73 : baby blues
78 PART 74 : open his heart
79 PART 75 : Obsession
80 PART 76 : Little Secret
81 PART 77 : Akhir Bahagia
82 New
83 PART 78 : Extra Part
84 Special Chapter : Be Mine!
Episodes

Updated 84 Episodes

1
PART 1 : Albinara
2
PART 2 : Izinnya
3
PART 3 : Sakit
4
PART 4 : Kebohongan
5
PART 5 : Berbeda
6
PART 6 : Kebebasan
7
PART 7 : Khawatir
8
PART 8 : Berharap
9
Sedang Revisi
10
PART 9 : Diary
11
PART 10 : Samudera
12
PART 11 : Permintaan
13
PART 12 : Sierra
14
PART 13 : Pulang
15
PART 14 : Pura-pura sayang
16
PART 15 : Pelukan
17
PART 16 : Sleep Kiss
18
PART 17 : Sleep Talk
19
PART 18 : Dipta
20
PART 19 : Tujuan lain
21
PART 20 : Pekerjaan yang sesungguhnya
22
PART 21 : Hurt
23
PART 22 : Teman Hidup
24
PART 23 : Cerita
25
PART 24 : Sebenarnya siapa yang salah?
26
PART 25 : Makan Bersama
27
PART 26 : Jadilah Milikku!
28
PART 27 : Maaf
29
PART 28 : Binara-ku
30
PART 29 : Perhatian Kecil
31
PART 30 : Sweet Morning
32
PART 31 : Sulk
33
PART 32 : Shy
34
PART 33 : Rain and I Love You
35
PART 34 : Rindu
36
PART 35 : Secret
37
PART 36 : Hukuman
38
PART 37 : Bimbang
39
The Cold CEO and His Naughty Wife
40
Part 38 : Di atas kebohongan
41
Part 39 : Terperangkap cintanya
42
Part 40 : Hari kita
43
Part 41 : Accident
44
Part 42 : Pelampiasan
45
Part 43 : Sierra or Dipta
46
maap
47
Part 44 : Ayla
48
Part 45 : Aku salah apa?
49
Part 46 : Terima Kenyataannya
50
Part 47 : Sendirian
51
Part 48 : War
52
Part 49 : Quarrel
53
Part 50 : Yakin?
54
Part 51 : Kamu hamil?!
55
Part 52 : Nasib Sierra
56
Part 53 : Cerai
57
Part 54 : Badai
58
Part 55 : Feud
59
Part 56 : Feud #2
60
Part 57 : Tentang Masa Lalu
61
Part 58 : Masih Masa Lalu
62
Part 59 : secured
63
Part 60 : quarrel
64
PART 61 : Dera's Explanation
65
PART 62 : Your Birthday
66
PART 63 : Happy Family
67
PART 63 : Hot Day, Sweet Day
68
PART 64 : Sister Destiny
69
PART 65 : Midnight Baby
70
PART 66 : 경과된 시간
71
PART 67 : Dissapointed
72
PART 68 : Baby is Yours!
73
PART 69 : Persuade
74
PART 70 : Make peace
75
PART 71 : baby girl
76
PART 72: Aceline Andressa Nayanika
77
PART 73 : baby blues
78
PART 74 : open his heart
79
PART 75 : Obsession
80
PART 76 : Little Secret
81
PART 77 : Akhir Bahagia
82
New
83
PART 78 : Extra Part
84
Special Chapter : Be Mine!

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!