PART 18 : Dipta

Dera sedang berbicara di telepon, di teras depan rumah, beberapa ibu-ibu yang lewat seperti bergunjing.

"Ya sudah, aku percayakan padamu." ujarnya mengakhiri telepon dengan Bram, ia mengamati suasana lingkungan rumah ini.

"Heran ya?" tiba-tiba Dirga menghampirinya, menepuk pundaknya.

"Ya begitulah kira-kira, sejak kejadian itu tetangga suka bergunjing makanya ibu jadi kepikiran dan sering sakit." jelas Dirga, membuat Dera merasa ternyata yang di rugikan bukan hanya keluarganya,yang di korbankan bukan hanya perasaannya, tapi Binar dan keluarganya juga.

Sepertinya dia sudah terlalu egois selama ini.

Perasaan bersalah tiba-tiba hinggap di hatinya.

"Saya juga kecewa dengan Sierra, salah saya juga dulu memaksa dia menerima kamu, maafkan ya." ujar Dirga lagi.

"Sudah ayah jangan terlalu sering minta maaf,saya jadi kurang enak hati." jawab Dera sopan, meski hatinya seperti terhantam sesuatu saat mendengar kata bahwa mertuanya memaksa Sierra.

Akhirnya semakin jelas bahwa selama ini cintanya hanya bertepuk sebelah tangan.

"Yaudah, ayah mau ke toko dulu, sudah empat hari enggak buka." pamit Dirga segera mengendarai sepeda motornya.

...****************...

Binar yang tak mau menyia-nyiakan kesempatan, pergi jalan-jalan keliling desanya itu, sesekali ia di sapa oleh ibu-ibu yang sangat kepo dengan urusan orang yang ia jawab seadanya saja.

Brakk!

Ia menggebrak meja makan lalu duduk tanpa rasa bersalah setelah membuat sang pemilik kaget, bersiap memaki siapa saja yang sudah tidak sopan di warungnya.

"Anjir! Binar! Bikin kaget ae lo!" teriak Dinda teman masa kecilnya yang dagang seblak.

"Seblak satu pedes banget!" pesannya dengan wajah kusut.

"Weh maen pesen ae, lo kapan balik kemari?"

"Udah ah ntar aja ceritanya, buatin dulu ngapa." keluhnya.

Hidung mancungnya, mencium aroma yang sudah ia rindukan sekali, semangkuk seblak full topping dengan asap panas mengepul ada di depannya sekarang.

"Jadi gimana?" tanya Dinda yang ikut duduk di hadapannya sekarang.

"Gue yang nikah." celetuknya lalu menyeruput kuah seblak yang terasa gurih dan segar di lidahnya.

"Nar, pas banget lo kesini, kemarin Sierra pulang." bisik Dinda.

"Hah?!! Seriusan?!"

Sedangkan, Dinda sudah tidak kaget lagi dengan reaksi teman masa kecilnya itu.

Pasti orang tuanya tidak memberi tahu.

"Kapan?!"

"Seminggu lalu kali ya, pokoknya sebelum lo kesini, gue sih denger dari emak gue, kan abis gosip sama ibu-ibu noh." jawabnya santai.

"Terus?" tanya Binar penasaran menggali informasi dari sahabatnya.

"Ya nggak tahu gue, Nar. Cuma denger itu aja, tapi katanya sih dia datang sama

"Sama siapa?!" cecar Binar tak sabar.

"Sama, Dipta." cicit Dinda takut, dan benar saja Binar langsung lemas setelah mendengar nama lelaki itu.

"Nar, jangan nangis."

"Apaan sih!" sewotnya tak terima, enak saja,dia takkan menangis ya walaupun masih ada perasaan untuk lelaki itu.

"Yakan parah banget lagi, kakak lo malah selingkuh sama mantan yang lo aja belum move on." jelas Dinda asal.

"Ssttt...diem gue mau makan!"

"Suami lo gimana, lebih baik terima suami lo aja lebih ganteng lebih kaya dari pada Dipta si kampret itu!" nyinyir Dinda yang pada dasarnya memang suka mengkritik Dipta.

"Gue heran, kenapa Sierra malah milih Dipta yang cuma bakalan bikin rumit, padahal cowok yang ngejar dia itu sempurna banget." sementara Dinda nyerocos, Binar hanya fokus menghabiskan makanannya, lalu meminum habis es teh tawarnya.

"Dia cinta Dipta dari dulu,cuma Dipta milih gue terus...

"Terus sekarang, si kampret Dipta itu memilih bawa kabur Sierra yang dulu dia tolak mentah-mentah, jijik gue." potong Dinda.

"Tapi Sierra yang kabur, Din!"

"Tapi, Dipta yang baperin Sierra sampe bucin terus kabur, Nar!"

"Tapi,

"Apa?!" sentak Dinda saat Binar bingung melanjutkan ucapannya.

"Dia nulis surat, yang cuma gue doang yang tahu itu." lirih Binar menengok kanan kiri, beruntung warung sedang sepi jadi ia tidak khawatir ada yang dengar pembicaraannya.

"Hah?! Serius, terus apa isinya?" tanya Dinda penasaran, sebagai teman masa kecil kedua kakak beradik itu tentu ia penasaran sekali.

"Udahlah intinya salah mereka berdua juga, mana ngorbanin lo lagi, tapi bisa gak sih ini disebut pengorbanan kalau lo aja malah dapet keberuntungan besar semacam pewaris Angkasa Group." cerocos Dinda setelah mendengar penjelasan Binar tentang Sierra dan alasannya pergi.

"Ah udahlah, gue mau pulang."

"Lho, Nar. Lama gak ketemu ini kita kok Lo malah cepet-cepet pulang."

"Bete, Din!

"Oke, gue gak bahas Dipta lagi."

"Nggak mau, gue bete pokoknya."

Huh! Dinda paling malas saat seperti ini, saat sahabatnya jadi mulai merajuk.

Tapi dia maklum, Dinda si bungsu manja dan suka merajuk, walaupun ia tahu jika sering di bandingkan dengan Sierra tetapi dengan sikap ajaibnya, cewek itu pura-pura tidak menyadari dan tetap bersikap seolah ialah kesayangan keluarga.

Dinda salut dengan teman masa kecilnya itu.

"Jadi bener ya, lo belum move on dari Dipta?" tanya Dinda lagi.

"Dinnn!!" geram Binar.

"Kamu kenapa?" Binar dan Dinda langsung diam, apalagi Binar seperti mengenal suara tersebut tapi bagaimana suara itu tahu dia disini.

Sedangkan, Dinda masih terpana melihat sosok di depannya.

Binar yang membelakangi pemilik suara tersebut, langsung berbalik dan benar saja.

"Kok kamu tahu aku disini?!" tanyanya pada Dera yang berdiri dengan wajah datarnya namun tetap terlihat keren dengan balutan kaos hitam polos dan celana jeans-nya.

"Tanya ibumu." jawab lelaki itu singkat, "Kita harus kembali sekarang juga." lanjutnya, lalu menggeret tangan istrinya, tanpa basa-basi dahulu.

"Eh sebentar, Din gue pulang!" teriaknya berpamitan pada Dinda yang bingung pada situasi yang membeku setelah kedatangan Samudera.

"Siapa Dipta?" tanya Dera tiba-tiba saat mereka tengah berjalan kaki dalam perjalanan pulang.

Binar melotot kaget, 'Hah?! Dia denger?!'

Episodes
1 PART 1 : Albinara
2 PART 2 : Izinnya
3 PART 3 : Sakit
4 PART 4 : Kebohongan
5 PART 5 : Berbeda
6 PART 6 : Kebebasan
7 PART 7 : Khawatir
8 PART 8 : Berharap
9 Sedang Revisi
10 PART 9 : Diary
11 PART 10 : Samudera
12 PART 11 : Permintaan
13 PART 12 : Sierra
14 PART 13 : Pulang
15 PART 14 : Pura-pura sayang
16 PART 15 : Pelukan
17 PART 16 : Sleep Kiss
18 PART 17 : Sleep Talk
19 PART 18 : Dipta
20 PART 19 : Tujuan lain
21 PART 20 : Pekerjaan yang sesungguhnya
22 PART 21 : Hurt
23 PART 22 : Teman Hidup
24 PART 23 : Cerita
25 PART 24 : Sebenarnya siapa yang salah?
26 PART 25 : Makan Bersama
27 PART 26 : Jadilah Milikku!
28 PART 27 : Maaf
29 PART 28 : Binara-ku
30 PART 29 : Perhatian Kecil
31 PART 30 : Sweet Morning
32 PART 31 : Sulk
33 PART 32 : Shy
34 PART 33 : Rain and I Love You
35 PART 34 : Rindu
36 PART 35 : Secret
37 PART 36 : Hukuman
38 PART 37 : Bimbang
39 The Cold CEO and His Naughty Wife
40 Part 38 : Di atas kebohongan
41 Part 39 : Terperangkap cintanya
42 Part 40 : Hari kita
43 Part 41 : Accident
44 Part 42 : Pelampiasan
45 Part 43 : Sierra or Dipta
46 maap
47 Part 44 : Ayla
48 Part 45 : Aku salah apa?
49 Part 46 : Terima Kenyataannya
50 Part 47 : Sendirian
51 Part 48 : War
52 Part 49 : Quarrel
53 Part 50 : Yakin?
54 Part 51 : Kamu hamil?!
55 Part 52 : Nasib Sierra
56 Part 53 : Cerai
57 Part 54 : Badai
58 Part 55 : Feud
59 Part 56 : Feud #2
60 Part 57 : Tentang Masa Lalu
61 Part 58 : Masih Masa Lalu
62 Part 59 : secured
63 Part 60 : quarrel
64 PART 61 : Dera's Explanation
65 PART 62 : Your Birthday
66 PART 63 : Happy Family
67 PART 63 : Hot Day, Sweet Day
68 PART 64 : Sister Destiny
69 PART 65 : Midnight Baby
70 PART 66 : 경과된 시간
71 PART 67 : Dissapointed
72 PART 68 : Baby is Yours!
73 PART 69 : Persuade
74 PART 70 : Make peace
75 PART 71 : baby girl
76 PART 72: Aceline Andressa Nayanika
77 PART 73 : baby blues
78 PART 74 : open his heart
79 PART 75 : Obsession
80 PART 76 : Little Secret
81 PART 77 : Akhir Bahagia
82 New
83 PART 78 : Extra Part
84 Special Chapter : Be Mine!
Episodes

Updated 84 Episodes

1
PART 1 : Albinara
2
PART 2 : Izinnya
3
PART 3 : Sakit
4
PART 4 : Kebohongan
5
PART 5 : Berbeda
6
PART 6 : Kebebasan
7
PART 7 : Khawatir
8
PART 8 : Berharap
9
Sedang Revisi
10
PART 9 : Diary
11
PART 10 : Samudera
12
PART 11 : Permintaan
13
PART 12 : Sierra
14
PART 13 : Pulang
15
PART 14 : Pura-pura sayang
16
PART 15 : Pelukan
17
PART 16 : Sleep Kiss
18
PART 17 : Sleep Talk
19
PART 18 : Dipta
20
PART 19 : Tujuan lain
21
PART 20 : Pekerjaan yang sesungguhnya
22
PART 21 : Hurt
23
PART 22 : Teman Hidup
24
PART 23 : Cerita
25
PART 24 : Sebenarnya siapa yang salah?
26
PART 25 : Makan Bersama
27
PART 26 : Jadilah Milikku!
28
PART 27 : Maaf
29
PART 28 : Binara-ku
30
PART 29 : Perhatian Kecil
31
PART 30 : Sweet Morning
32
PART 31 : Sulk
33
PART 32 : Shy
34
PART 33 : Rain and I Love You
35
PART 34 : Rindu
36
PART 35 : Secret
37
PART 36 : Hukuman
38
PART 37 : Bimbang
39
The Cold CEO and His Naughty Wife
40
Part 38 : Di atas kebohongan
41
Part 39 : Terperangkap cintanya
42
Part 40 : Hari kita
43
Part 41 : Accident
44
Part 42 : Pelampiasan
45
Part 43 : Sierra or Dipta
46
maap
47
Part 44 : Ayla
48
Part 45 : Aku salah apa?
49
Part 46 : Terima Kenyataannya
50
Part 47 : Sendirian
51
Part 48 : War
52
Part 49 : Quarrel
53
Part 50 : Yakin?
54
Part 51 : Kamu hamil?!
55
Part 52 : Nasib Sierra
56
Part 53 : Cerai
57
Part 54 : Badai
58
Part 55 : Feud
59
Part 56 : Feud #2
60
Part 57 : Tentang Masa Lalu
61
Part 58 : Masih Masa Lalu
62
Part 59 : secured
63
Part 60 : quarrel
64
PART 61 : Dera's Explanation
65
PART 62 : Your Birthday
66
PART 63 : Happy Family
67
PART 63 : Hot Day, Sweet Day
68
PART 64 : Sister Destiny
69
PART 65 : Midnight Baby
70
PART 66 : 경과된 시간
71
PART 67 : Dissapointed
72
PART 68 : Baby is Yours!
73
PART 69 : Persuade
74
PART 70 : Make peace
75
PART 71 : baby girl
76
PART 72: Aceline Andressa Nayanika
77
PART 73 : baby blues
78
PART 74 : open his heart
79
PART 75 : Obsession
80
PART 76 : Little Secret
81
PART 77 : Akhir Bahagia
82
New
83
PART 78 : Extra Part
84
Special Chapter : Be Mine!

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!