PART 10 : Samudera

Dera, memiliki posisi yang sulit dengan perasaan yang tidak menentu, ada Binar sekarang, tapi ia marah.

Ia marah pada Sierra tapi hatinya masih mengenang perempuan itu.

Binar, Dera tahu betapa ceria gadis itu dahulu.

Matanya yang bulat itu sering ia ketahui diam-diam mengintipnya yang akan menemui Sierra di rumahnya dengan tawa kecil yang gadis itu tahan agar tidak ketahuan.

Dera tahu, bagaimana dulu istrinya itu sangat suka dengan hubungannya dengan Sierra, bahkan Sierra sering bercerita tentangnya, Binar adik kesayangan Sierra.

"Harusnya kau tetap jadi adik kesayangannya dan kau akan jadi adik ipar kesayanganku juga, bukannya jadi istriku, Binar." lirih Dera masih termenung di dalam ruangannya, padahal ini sudah menunjukkan pukul sebelas malam.

Bahkan, Bram sudah memintanya pulang dari cara sebagai asisten bahkan dengan cara sebagai teman.

Namun, Dera hanya diam dan akhirnya Bram pergi tanpa Dera.

Dalam ruangan gelap itu, seorang Samudera memikirkan sendiri sesuatu yang membuat hati dan pikirannya bertarung hebat.

Ia membuka dompetnya, menatap sebuah foto Sierra yang cantik.

Ia termenung sebentar, melihatnya lalu dengan kasar mengambilnya dan menyobeknya menjadi beberapa bagian, membuka laci meja kerjanya membuang semua foto kenangan gadis itu.

"Aku pikir dulu aku hanya berpikir berlebihan, ternyata benar, mataku tak pernah salah melihat kalau tidak pernah ada cinta di matamu untukku."

"Dulu aku mati-matian mengelak pikiranku soal itu tapi sekarang terbukti, kamu tidak pernah mencintai aku.." ujarnya lirih dalam kegelapan ruangan itu Samudera meneteskan air matanya, kekecewaan yang mendalam ia rasakan setiap hari.

Setiap hari dadanya sesak , mengingat cintanya pergi, mengingat ternyata selama ini ia seperti lelucon di hadapan Sierra.

Harga dirinya terluka, hatinya terluka, apalagi kehadiran Binar seperti sebuah bukti bahwa ia lelaki lemah yang di buang oleh Sierra.

'Tidak mengerti kah kamu? Bahwa aku memiliki hati, tidak semudah itu kamu pergi lalu menyerahkan adikmu sendiri.' batinnya, ia tersenyum miris sekarang,ia marah karena ia layaknya mainan yang di lemparkan pada Binar saat kakaknya tidak menginginkannya.

...****************...

Samudera merupakan lautan yang luas, kita bahkan tak mampu mengarungi luasnya seluruh samudera ataupun mengetahui apa yang ada pada kedalamannya juga melawan terpaan gelombangnya.

Seperti namanya, Samudera.

Binar tak mampu mengerti apa yang ada pada kedalaman hati dan pikirannya.

Sikapnya dingin seperti air di samudra paling dalam.

Masih banyak hal yang tidak Binar ketahui tentang Samudera.

Gelombang emosi seorang Samudera juga belum bisa ia mengerti.

"Apa baik mencoba menerima dia?" tanya Binar pada dirinya sendiri.

Ia melirik jam dinding di kamarnya, hampir tengah malam tapi suaminya belum pulang juga.

Ah! Kenapa dia jadi menunggunya, bukannya biasanya laki-laki itu juga suka pulang malam.

"Nggak,Binar kamu gak boleh naruh sedikitpun harapan ke orang yang jahat sama kamu!"

Segera, ia menarik selimut dan mencoba untuk tidur, namun beberapa kali ia mencoba memejamkan mata tetap saja ia tak bisa tidur.

Sedangkan disana, Dera memutuskan untuk sedikit minum, untuk mengalihkan masalah di hatinya, ia mengambil sebotol minuman yang ia simpan di ruangannya.

Samudera bukan orang yang suka minum, minuman beralkohol mungkin hanya sesekali jika berkumpul dengan teman-temannya.

Tapi kali ini ia butuh.

Matanya yang memerah menunjukkan bahwa dia sudah mulai mabuk, padahal sebelumnya ia selalu menjaga dirinya untuk tidak pernah minum sampai mabuk.

"Sierra, aku mencintaimu tapi kenapa kamu tinggalkan aku, huh?" gumamnya lalu tertawa miris.

"Astaga, aku seperti orang gila sekarang hanya karna kamu, Ra." sekali lagi ia meminum minuman itu, kemudian melemparkan gelas yang ada di genggamannya hingga hancur berkeping-keping sama seperti perasaannya.

Kebetulan, satpam yang berjaga malam dan berkeliling saat itu mendengar suara gelas pecah itu.

Dan menemukan bosnya yang sudah tidak ada dayanya, terkulai mabuk di atas sofa abu-abu.

...****************...

Di rumah, Binar yang tak bisa tidur sedikit banyak mendengar suara ribut dari bawah, ia mencoba memeriksa ternyata di sana, ada suaminya yang di bawa dalam keadaan mabuk.

Ibu mertuanya yang ribut karena baru kali ini mendapati anak lelaki satu-satunya pulang dalam keadaan seperti itu.

"Astaga, Dera. Kamu ngapain sih nak? Baru juga di tinggal liburan sebentar pulang-pulang mama malah nemu kamu begini." oceh Anna khawatir sambil memapah anaknya itu.

Binar tiba-tiba ikut khawatir ia segera menghampiri mereka dengan raut wajah yang tak bisa di jelaskan.

Ia menunggu suaminya pulang, kemudian Dera pulang dalam keadaan begini.

Ada apa?

Kenapa?

"Nar, ini bantu suami kamu masuk kamar." perintahnya saat melihat keberadaan sang menantu.

Sesampainya di kamar mereka, Anna berpesan padanya untuk menjaga sang suami lalu kembali ke tempatnya sendiri.

Kini tinggal ia dan Dera saja di kamarnya.

Lelaki itu sudah berbaring di ranjang dengan mata yang telah terpejam.

Dengan hati-hati, Binar melepaskan sepatu dan kaus kakinya, kemudian melepas jasnya.

Selesai dengan itu, ia berbalik berniat untuk menaruh semuanya di keranjang baju kotor.

"Tunggu." suara parau Dera terdengar bersamaan dengan tangannya yang menghentikan Binar pergi dengan menggenggam tangan gadis itu.

"Jangan pergi." ujar Dera lagi dengan tatapan sayu.

"Tuan Dera, aku cuma mau taruh baju kotor ini saja." jelasnya, namun Dera tidak perduli dan malah menariknya hingga jatuh di atas tubuh lelaki itu.

Sangat dekat, Binar bisa mencium aroma alkohol yang sangat tidak ia sukai.

"L-lepaskan aku." pintanya mencoba melepaskan diri dari pelukan Dera.

"Aku mohon jangan pergi." kali ini Dera memohon membuat seorang Binar tercengang.

"Tapi, tidak bisa begini lepas!"

Tapi, Dera malah semakin erat memeluk dirinya.

"Tidak, aku takkan melepaskan kamu. Aku mencintaimu, Sierra tetaplah disini jangan pergi lagi." lirih lelaki itu, dan entah kenapa itu membuat batin Binar terasa sedikit sakit.

"Aku bukan Sierra. Lepas!" kali ini dengan sekuat tenaganya ia melepaskan diri dari suaminya.

Tapi, kembali Dera berhasil menariknya dalam pelukannya lagi, "Tidak aku tidak akan membiarkan kamu pergi lagi, Ra!" tegas lelaki itu memeluknya dari belakang.

Binar bisa merasakan napas Dera yang tak beraturan di lehernya.

Binar yang tak suka dengan ini, berbalik menatap Dera, "Lihat aku, Tuan! Aku Binar, Albinara bukan Sierra!" tegasnya sembari mengguncang tubuh tegap itu agar sadar.

Dera masih diam menatap Binar sembari masih menggenggam tangan itu erat-erat.

"Binar?" lirih lelaki itu kemudian.

"Sebaiknya, anda istirahat." ujarnya mengira bahwa Dera sudah mulai sadar dengan perbuatannya.

Binar meninggalkan lelaki itu dengan air mata yang mulai jatuh, ia tinggal disini dengan suaminya yang masih terus terbayang akan kakaknya.

Jadi bagaimana?

Mau menaruh harapan pada suaminya, bagaimana bisa?!

Binar tertawa dalam tangisnya, "Jangan berharap Binar."

Episodes
1 PART 1 : Albinara
2 PART 2 : Izinnya
3 PART 3 : Sakit
4 PART 4 : Kebohongan
5 PART 5 : Berbeda
6 PART 6 : Kebebasan
7 PART 7 : Khawatir
8 PART 8 : Berharap
9 Sedang Revisi
10 PART 9 : Diary
11 PART 10 : Samudera
12 PART 11 : Permintaan
13 PART 12 : Sierra
14 PART 13 : Pulang
15 PART 14 : Pura-pura sayang
16 PART 15 : Pelukan
17 PART 16 : Sleep Kiss
18 PART 17 : Sleep Talk
19 PART 18 : Dipta
20 PART 19 : Tujuan lain
21 PART 20 : Pekerjaan yang sesungguhnya
22 PART 21 : Hurt
23 PART 22 : Teman Hidup
24 PART 23 : Cerita
25 PART 24 : Sebenarnya siapa yang salah?
26 PART 25 : Makan Bersama
27 PART 26 : Jadilah Milikku!
28 PART 27 : Maaf
29 PART 28 : Binara-ku
30 PART 29 : Perhatian Kecil
31 PART 30 : Sweet Morning
32 PART 31 : Sulk
33 PART 32 : Shy
34 PART 33 : Rain and I Love You
35 PART 34 : Rindu
36 PART 35 : Secret
37 PART 36 : Hukuman
38 PART 37 : Bimbang
39 The Cold CEO and His Naughty Wife
40 Part 38 : Di atas kebohongan
41 Part 39 : Terperangkap cintanya
42 Part 40 : Hari kita
43 Part 41 : Accident
44 Part 42 : Pelampiasan
45 Part 43 : Sierra or Dipta
46 maap
47 Part 44 : Ayla
48 Part 45 : Aku salah apa?
49 Part 46 : Terima Kenyataannya
50 Part 47 : Sendirian
51 Part 48 : War
52 Part 49 : Quarrel
53 Part 50 : Yakin?
54 Part 51 : Kamu hamil?!
55 Part 52 : Nasib Sierra
56 Part 53 : Cerai
57 Part 54 : Badai
58 Part 55 : Feud
59 Part 56 : Feud #2
60 Part 57 : Tentang Masa Lalu
61 Part 58 : Masih Masa Lalu
62 Part 59 : secured
63 Part 60 : quarrel
64 PART 61 : Dera's Explanation
65 PART 62 : Your Birthday
66 PART 63 : Happy Family
67 PART 63 : Hot Day, Sweet Day
68 PART 64 : Sister Destiny
69 PART 65 : Midnight Baby
70 PART 66 : 경과된 시간
71 PART 67 : Dissapointed
72 PART 68 : Baby is Yours!
73 PART 69 : Persuade
74 PART 70 : Make peace
75 PART 71 : baby girl
76 PART 72: Aceline Andressa Nayanika
77 PART 73 : baby blues
78 PART 74 : open his heart
79 PART 75 : Obsession
80 PART 76 : Little Secret
81 PART 77 : Akhir Bahagia
82 New
83 PART 78 : Extra Part
84 Special Chapter : Be Mine!
Episodes

Updated 84 Episodes

1
PART 1 : Albinara
2
PART 2 : Izinnya
3
PART 3 : Sakit
4
PART 4 : Kebohongan
5
PART 5 : Berbeda
6
PART 6 : Kebebasan
7
PART 7 : Khawatir
8
PART 8 : Berharap
9
Sedang Revisi
10
PART 9 : Diary
11
PART 10 : Samudera
12
PART 11 : Permintaan
13
PART 12 : Sierra
14
PART 13 : Pulang
15
PART 14 : Pura-pura sayang
16
PART 15 : Pelukan
17
PART 16 : Sleep Kiss
18
PART 17 : Sleep Talk
19
PART 18 : Dipta
20
PART 19 : Tujuan lain
21
PART 20 : Pekerjaan yang sesungguhnya
22
PART 21 : Hurt
23
PART 22 : Teman Hidup
24
PART 23 : Cerita
25
PART 24 : Sebenarnya siapa yang salah?
26
PART 25 : Makan Bersama
27
PART 26 : Jadilah Milikku!
28
PART 27 : Maaf
29
PART 28 : Binara-ku
30
PART 29 : Perhatian Kecil
31
PART 30 : Sweet Morning
32
PART 31 : Sulk
33
PART 32 : Shy
34
PART 33 : Rain and I Love You
35
PART 34 : Rindu
36
PART 35 : Secret
37
PART 36 : Hukuman
38
PART 37 : Bimbang
39
The Cold CEO and His Naughty Wife
40
Part 38 : Di atas kebohongan
41
Part 39 : Terperangkap cintanya
42
Part 40 : Hari kita
43
Part 41 : Accident
44
Part 42 : Pelampiasan
45
Part 43 : Sierra or Dipta
46
maap
47
Part 44 : Ayla
48
Part 45 : Aku salah apa?
49
Part 46 : Terima Kenyataannya
50
Part 47 : Sendirian
51
Part 48 : War
52
Part 49 : Quarrel
53
Part 50 : Yakin?
54
Part 51 : Kamu hamil?!
55
Part 52 : Nasib Sierra
56
Part 53 : Cerai
57
Part 54 : Badai
58
Part 55 : Feud
59
Part 56 : Feud #2
60
Part 57 : Tentang Masa Lalu
61
Part 58 : Masih Masa Lalu
62
Part 59 : secured
63
Part 60 : quarrel
64
PART 61 : Dera's Explanation
65
PART 62 : Your Birthday
66
PART 63 : Happy Family
67
PART 63 : Hot Day, Sweet Day
68
PART 64 : Sister Destiny
69
PART 65 : Midnight Baby
70
PART 66 : 경과된 시간
71
PART 67 : Dissapointed
72
PART 68 : Baby is Yours!
73
PART 69 : Persuade
74
PART 70 : Make peace
75
PART 71 : baby girl
76
PART 72: Aceline Andressa Nayanika
77
PART 73 : baby blues
78
PART 74 : open his heart
79
PART 75 : Obsession
80
PART 76 : Little Secret
81
PART 77 : Akhir Bahagia
82
New
83
PART 78 : Extra Part
84
Special Chapter : Be Mine!

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!