PART 5 : Berbeda

Setelah hari itu, Dera hampir tak pernah menunjukkan wajahnya di hadapan Binar.

Dera akan pulang saat Binar tertidur dan pergi sebelum Binar terbangun.

Binar bahkan yakin bahwa lelaki itu tidak tidur di kamar mereka.

Mungkin di ruang kerjanya.

Hatinya juga pikirannya bertanya, apa yang terjadi dengan Tuan muda Bagaskara itu.

Walaupun beberapa hari ini ia juga cukup tenang karena tidak menghadapi sikap dingin Samudera.

Sudah bosan, ia semakin bosan saja.

Jika tadinya ada situasi tegang karena suaminya, sekarang semuanya datar saja.

Binar bersandar pada kepala ranjang dan memainkan ponselnya, banyak chat dari grup.

Padahal sudah lama grup chat itu sepi.

Penasaran, Binar membuka chat grupnya yang singkatnya berisi bagaimana mereka merindukan satu sama lain dan ingin bertemu.

Sanna

Sejak nikah Binar enggak pernah muncul lagi di grup ya bisanya dia yang rame sendiri.

Memang benar biasanya, Binar yang suka mengirimkan pesan walaupun tidak di balas oleh temannya. Sesibuk apapun dia, selalu menyempatkan untuk mengirim pesan agar pertemanan mereka selalu terjalin.

Tara

Nana muncul @Albiinara

Tara menyebut username Binar bermaksud agar Binar tahu dan bergabung dengan mereka.

"Huh... coba kalian tahu betapa mengerikannya tinggal dengan orang yang belum pernah ku kenal dan tidak menyukai aku lagi." batinnya menatap chat dari layar ponselnya

Tara

Minggu kumpul yuk, Sienna ikut ya !

Kiran

Sekarang ajalah

Binar

Maaf guys, aku gak bisa deh kayanya

Akhirnya, ia membalas pesan dari grup chatnya.

Sebenarnya ia sangat ingin tapi, bagaimana mungkin Dera mengijinkan?

Sena

Yahh kenapa ayolah udah lama lho ini...

Tara

Iya ayolah, Nar...

Binar

Maaf sebenarnya aku juga pengin tapi kayanya gak bakal boleh deh...

Kiran

Gimana kalau kita jemput kamu, kita deh yang bilang sama suami kamu.

Binar

Eh gak usah!

"Duh gawat!" batinnya, bahaya kalau mereka malah ke rumah ini.

"Eh tapi mereka kan gak tau rumah ini deh kayanya." batinnya lagi kembali lega.

Ponselnya kembali bergetar, ia langsung membuka isi pesannya lagi.

Tara

Kirim alamat kamu, Nar buruan.

Binar

Maaf ya semuanya, bukan aku gak mau tapi gak bisa dulu.

Kiran

Yah, Nar! Please kamu bisain ya walaupun sebentar, pokoknya kita ketemu hari ini di rumah aku, soalnya ini terakhir aku disini besok aku harus ke pergi ke Inggris.

Binar langsung lesu.

Ia orang yang sangat setia kawan tapi...

Kenapa tidak bisa di usahakan?

...****************...

Binar mencari nomor ponsel Dera, ia memberanikan diri untuk menelepon lelaki itu dan meminta ijinnya.

Sementara itu, di ruangan Dera.

Lelaki itu tengah sibuk dengan komputernya, pekerjaan tidak banyak tapi ia sangat merasa tidak tenang, pikirannya tidak tenang sejak kejadian dirinya yang seperti bajingan waktu itu.

Tapi ...

Apa disebut bajingan jika mencium istrinya sendiri ?

Entahlah !

Dengan kesal ia memukul meja kerjanya, membuat Bram yang berada satu ruangan dengannya jadi kaget.

Ia kesal setiap ia berusaha melupakan,malah ingatan akan hari itu selalu datang dan mempermalukan dirinya sendiri yang jadi merasa serba salah.

Bram yang takut ada kesalahan, langsung menghampiri "Maaf, apa ada masalah Tuan?"

Dera hanya menggeleng pasti pada asistennya, Bram mengangguk sopan tanda mengerti dan kembali ke tempatnya.

Baru ia mau fokus lagi pada pekerjaannya, ponselnya malah berdering.

"Sialan!" umpatnya inilah yang terjadi jika ia memegang ponselnya sendiri, sangat menggangu.

Ia melihat ke arah ponselnya, tertera bahwa istrinya yang tengah menghubungi.

Ia sangat gengsi mengangkatnya jadi ia diamkan.

Akan tetapi, panggilan itu terus berulang.

"Bram! Angkat teleponnya!" titah Dera yang dengan terpaksa Bram patuhi.

Lagian, Tuannya itu kenapa sih ponsel di depannya tinggal angkat apa susahnya?

Nasib jadi bawahan, batin Bram.

'Oalah ternyata, Nona muda tumben sekali' batin Bram, tanpa lama-lama ia menyentuh tombol hijau di layar dan mengaturnya supaya Dera bisa mendengar jelas apa yang akan di ucapkan oleh Nona nya.

"Iya, Nona. Ada yang bisa saya bantu?" tanya Bram.

Sedangkan di seberang, Binar gugup sekali ia sudah berkali-kali menelepon tapi tak di jawab dan akhirnya yang menjawab, asistennya Dera, itu lebih baik sepertinya.

"Saya ingin bicara dengan, Tuan muda." ucapnya harap-harap cemas.

Bram melirik ke arah Dera, Dera dengan matanya mengisyaratkan bahwa agar dia saja yang urus.

"Anda ada perlu apa, nanti akan saya sampaikan." kata Bram dengan sopan.

Binar diam.

Ia bingung bagaimana caranya.

"Nona?" tegur Bram karena Binar tak kunjung bicara.

"Nona, jika tidak ada yang ingin ada bicarakan, saya tutup."

"Ah tunggu, aku, aku ingin pergi bolehkah?"

Binar menggigit bibirnya cemas.

Bram melirik ke arah Dera seolah bertanya.

"Anda ingin kemana?"

"Aku ingin bertemu dengan temanku aku mohon, bilang padanya aku sangat memohon karena ini satu-satunya kesempatan aku bertemu dengan Kiran, temanku. Lusa, ia harus ke luar negeri dan entah kapan lagi kembali." jelasnya panjang lebar.

"Nona..

Bram melihat ke arah Dera dan agak menjauhkan ponselnya.

"Halo, bagaimana, apa aku boleh?"

Ia bertanya sebab, Bram belum juga menjawab.

"Tuan bagaimana?" tanyanya pada Dera yang nampak sedang berpikir, lalu

"Aku mohon sekali ini saja, aku mohon..." pinta Binar.

Dan baru kali ini ia mendengar istrinya memohon sampai segitunya, padahal biasanya dia memilih pasrah.

"Aku mohon, bilang padanya jika kali ini dia mengijinkan aku, aku akan menuruti semua perintahnya." tawar Binar tanpa berpikir.

Dera tersenyum miring mendengar itu, "Biarkan dia." ucapnya pada Bram.

Bram langsung mendekatkan ponsel itu padanya lagi dan bilang, "Di ijinkan, Nona."

"Hah? Bener? Terimakasih !" spontan Binar saking bahagianya.

Binar langsung bersiap untuk pergi memakai pakaian terbaiknya, mengoles tipis lipbalm di bibir indahnya, memakai parfum, menyaut tas selempang kesayangannya dan langsung pergi.

Alangkah bahagianya hari ini.....

...****************...

Di rumah Kiran.

"Astaga! Naraa... aku kira kamu gak bakal kesini!" kata Tara yang senang sekali sepertinya, langsung memeluk sahabatnya.

"Iya aku kira gitu udah kecewa banget tau, sedih!" sambung Sena yang juga langsung memeluknya.

"Aku juga gak sangka, di kasih ijin sama dia."

sahut Binar sembari menaruh tasnya di atas meja dan ikut duduk bersama mereka.

"Memang biasanya gak boleh ya, Nar?" tanya Kiran sambil menaruh beberapa camilan di atas meja.

Kiran lalu duduk di atas karpet agar lebih santai karena mereka sedang di ruang tengah sembari menonton film yang di putar di televisi miliknya.

Binar menggeleng lemah.

Dan itu merubah ekspresi ketiga sahabatnya.

Seolah, terbukti bahwa kecurigaan mereka benar, Binar sahabat mereka tidak bahagia.

Bagiamana mungkin bahagia?

Binar yang awalnya dengan senang mengundang mereka ke pesta pernikahan kakaknya namun tiba-tiba datang sebagai mempelai.

"Nar, kalau kamu ada masalah cerita saja ya ke kami, aku tahu pasti sulit di posisi kamu sekarang ya?" Kiran mengelus bahu Binar simpati.

"Apa mereka gak baik ya ke kamu, terus suami kamu gimana?" tanya Tara.

"Iya, suami kamu gimana kamu gak pernah cerita dan jarang kasih kabar sejak nikah. Tapi karena takut gimana-gimana, aku sama yang lain gak nanya deh." jelas Sana.

"Kalian apasih, aku gak apa-apa kok, semuanya baik-baik saja apalagi mertua aku, baik banget." kata Binar lalu tertawa kecil sambil meminum minuman yang disiapkan Kiran, membuat teman-temannya terdiam sejenak.

"Cuma, suamiku orangnya rada galak gitu deh, emm... disiplin banget terus dia khawatir aja kalau aku kemana-mana tanpa dia." jelasnya lagi.

"Syukurlah, tadinya udah mikir yang enggak-enggak kita orang mah." kata Kiran lega.

"Oh iya, kamu ngapain mau ke luar negeri kok tiba-tiba ?" tanya Binar sambil mengambil cake cokelat.

"Hehee ..." Kiran meringis mencurigakan.

"Ngapain aku tanya kok malah ketawa gak jelas!" sedangkan yang lain juga ikut senyum-senyum mencurigakan.

"Kita cuma bohongin kamu biar dateng." ceplos Tara.

"Iya lagian kan kangen lama gak ketemu eh kamu malah susah lagi." keluh Sana.

Astaga teman-temannya ini...

Karena mereka tadi ia memohon seperti budak pada suaminya.

Mana tadi apa yang ia katakan?

Ia berjanji akan menuruti apapun yang di perintahkan Dera.

"Baiklah teman-teman, tidak apa-apa." sahutnya dengan nada lesu, ia tak sanggup mengatakan pada mereka.

Bahwa demi pertemuan hari ini, mereka membuat dirinya tidak bisa ketemuan dengan mereka semua selamanya.

Mungkin?

Episodes
1 PART 1 : Albinara
2 PART 2 : Izinnya
3 PART 3 : Sakit
4 PART 4 : Kebohongan
5 PART 5 : Berbeda
6 PART 6 : Kebebasan
7 PART 7 : Khawatir
8 PART 8 : Berharap
9 Sedang Revisi
10 PART 9 : Diary
11 PART 10 : Samudera
12 PART 11 : Permintaan
13 PART 12 : Sierra
14 PART 13 : Pulang
15 PART 14 : Pura-pura sayang
16 PART 15 : Pelukan
17 PART 16 : Sleep Kiss
18 PART 17 : Sleep Talk
19 PART 18 : Dipta
20 PART 19 : Tujuan lain
21 PART 20 : Pekerjaan yang sesungguhnya
22 PART 21 : Hurt
23 PART 22 : Teman Hidup
24 PART 23 : Cerita
25 PART 24 : Sebenarnya siapa yang salah?
26 PART 25 : Makan Bersama
27 PART 26 : Jadilah Milikku!
28 PART 27 : Maaf
29 PART 28 : Binara-ku
30 PART 29 : Perhatian Kecil
31 PART 30 : Sweet Morning
32 PART 31 : Sulk
33 PART 32 : Shy
34 PART 33 : Rain and I Love You
35 PART 34 : Rindu
36 PART 35 : Secret
37 PART 36 : Hukuman
38 PART 37 : Bimbang
39 The Cold CEO and His Naughty Wife
40 Part 38 : Di atas kebohongan
41 Part 39 : Terperangkap cintanya
42 Part 40 : Hari kita
43 Part 41 : Accident
44 Part 42 : Pelampiasan
45 Part 43 : Sierra or Dipta
46 maap
47 Part 44 : Ayla
48 Part 45 : Aku salah apa?
49 Part 46 : Terima Kenyataannya
50 Part 47 : Sendirian
51 Part 48 : War
52 Part 49 : Quarrel
53 Part 50 : Yakin?
54 Part 51 : Kamu hamil?!
55 Part 52 : Nasib Sierra
56 Part 53 : Cerai
57 Part 54 : Badai
58 Part 55 : Feud
59 Part 56 : Feud #2
60 Part 57 : Tentang Masa Lalu
61 Part 58 : Masih Masa Lalu
62 Part 59 : secured
63 Part 60 : quarrel
64 PART 61 : Dera's Explanation
65 PART 62 : Your Birthday
66 PART 63 : Happy Family
67 PART 63 : Hot Day, Sweet Day
68 PART 64 : Sister Destiny
69 PART 65 : Midnight Baby
70 PART 66 : 경과된 시간
71 PART 67 : Dissapointed
72 PART 68 : Baby is Yours!
73 PART 69 : Persuade
74 PART 70 : Make peace
75 PART 71 : baby girl
76 PART 72: Aceline Andressa Nayanika
77 PART 73 : baby blues
78 PART 74 : open his heart
79 PART 75 : Obsession
80 PART 76 : Little Secret
81 PART 77 : Akhir Bahagia
82 New
83 PART 78 : Extra Part
84 Special Chapter : Be Mine!
Episodes

Updated 84 Episodes

1
PART 1 : Albinara
2
PART 2 : Izinnya
3
PART 3 : Sakit
4
PART 4 : Kebohongan
5
PART 5 : Berbeda
6
PART 6 : Kebebasan
7
PART 7 : Khawatir
8
PART 8 : Berharap
9
Sedang Revisi
10
PART 9 : Diary
11
PART 10 : Samudera
12
PART 11 : Permintaan
13
PART 12 : Sierra
14
PART 13 : Pulang
15
PART 14 : Pura-pura sayang
16
PART 15 : Pelukan
17
PART 16 : Sleep Kiss
18
PART 17 : Sleep Talk
19
PART 18 : Dipta
20
PART 19 : Tujuan lain
21
PART 20 : Pekerjaan yang sesungguhnya
22
PART 21 : Hurt
23
PART 22 : Teman Hidup
24
PART 23 : Cerita
25
PART 24 : Sebenarnya siapa yang salah?
26
PART 25 : Makan Bersama
27
PART 26 : Jadilah Milikku!
28
PART 27 : Maaf
29
PART 28 : Binara-ku
30
PART 29 : Perhatian Kecil
31
PART 30 : Sweet Morning
32
PART 31 : Sulk
33
PART 32 : Shy
34
PART 33 : Rain and I Love You
35
PART 34 : Rindu
36
PART 35 : Secret
37
PART 36 : Hukuman
38
PART 37 : Bimbang
39
The Cold CEO and His Naughty Wife
40
Part 38 : Di atas kebohongan
41
Part 39 : Terperangkap cintanya
42
Part 40 : Hari kita
43
Part 41 : Accident
44
Part 42 : Pelampiasan
45
Part 43 : Sierra or Dipta
46
maap
47
Part 44 : Ayla
48
Part 45 : Aku salah apa?
49
Part 46 : Terima Kenyataannya
50
Part 47 : Sendirian
51
Part 48 : War
52
Part 49 : Quarrel
53
Part 50 : Yakin?
54
Part 51 : Kamu hamil?!
55
Part 52 : Nasib Sierra
56
Part 53 : Cerai
57
Part 54 : Badai
58
Part 55 : Feud
59
Part 56 : Feud #2
60
Part 57 : Tentang Masa Lalu
61
Part 58 : Masih Masa Lalu
62
Part 59 : secured
63
Part 60 : quarrel
64
PART 61 : Dera's Explanation
65
PART 62 : Your Birthday
66
PART 63 : Happy Family
67
PART 63 : Hot Day, Sweet Day
68
PART 64 : Sister Destiny
69
PART 65 : Midnight Baby
70
PART 66 : 경과된 시간
71
PART 67 : Dissapointed
72
PART 68 : Baby is Yours!
73
PART 69 : Persuade
74
PART 70 : Make peace
75
PART 71 : baby girl
76
PART 72: Aceline Andressa Nayanika
77
PART 73 : baby blues
78
PART 74 : open his heart
79
PART 75 : Obsession
80
PART 76 : Little Secret
81
PART 77 : Akhir Bahagia
82
New
83
PART 78 : Extra Part
84
Special Chapter : Be Mine!

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!