PART 11 : Permintaan

Paginya, Binar buru-buru keluar dari kamar itu sebelum suaminya bangun, ia sudah menyiapkan semua keperluannya.

Kemudian ia turun untuk menyiapkan sarapan pagi.

Ingatan semalam benar-benar membuat hatinya berdenyut nyeri.

Jadi secinta itu Dera pada kakaknya?!

Ah, iyasih!

Toh, ia juga sering menyaksikannya, tapi sayang Sierra menerima Dera karena terpaksa.

"Nar, kasih ini ke Dera ya buat kurangin mabuknya." ucap Anna saat melihat menantunya datang, Anna menata semangkuk sup di atas nampan.

Ya Ampun !

Padahal ia sedang tidak ingin bertemu laki-laki itu!

Tapi bagaimana caranya menolak perintah mertuanya itu?

"Tapi, Ma. Tuan Dera, belum bangun." Binar berusaha mencari alasan.

"Kamu bilang apa tadi, Nar? Kamu panggil suamimu apa? Tuan?" tanya Anna dengan sangat heran.

Sedangkan, Binar bingung mau menjawab apa, " Binar, jawab!"

"S-sebenarnya, mama. Aku-

"Kenapa begitu?" tanya Anna dengan nada tegas.

"Kamu ini istrinya bukan bawahannya, Binar. Jangan panggil begitu ke suami kamu, apa Dera yang suruh kamu panggil dia begitu?"

"Hah? Nggak, Ma. Nggak! Aku insiatif sendiri karena takut sama Tuan Dera." jawabnya dengan gelagapan.

"Binar! Jangan sebut anak mama begitu dia suami kamu, Nak." katanya lembut.

"Mama pengen kalian itu bisa saling menerima, bukan asing selamanya, mama mohon buat kamu terima anak mama. Mama tau Dera itu memang dingin sikapnya tapi sebenarnya dia baik kok, mama mohon juga tetap lakukan tugas kamu sebagai istrinya, yang sabar ya sama Dera." Anna mengelus lembut rambut Binar yang panjang itu menatap menantunya penuh harap.

Dan tentu saja itu membuat Binar tak enak hati, "Mama mohon banget ya Binar. Dera itu pasti masih terluka, mama khawatir banget seumur-umur mama gak pernah lihat dia pulang dalam keadaan kaya semalam. Mama harap kamu bisa terima anak mama dan jadi penyembuh luka hatinya."

Hatinya, jadi tersentuh dengan ucapan mertuanya.

"Yaudah sekarang, tolong bawa ini ke anak mama ya, urus suami kamu sayang. Supaya dia bisa luluh." Anna menggenggam hangat tangan menantunya itu.

"Oh iya, bilang ya sama Dera. Jangan berangkat ke kantor dulu, ini perintah mama." pesan Anna.

"Iya, Ma." jawabnya dengan terpaksa kembali masuk ke kamarnya, ia berpapasan dengan Rayna yang melirik tak suka padanya.

Tapi peduli amatlah!

Ia sudah cukup bingung dan pusing sekarang.

Ia menaruh sup itu di atas nakas.

Melihat sosok Dera yang belum bangun.

Ia berinisiatif untung membangunkan lelaki itu, "Dera." panggilnya lirih karena ia ragu, ia tak terbiasa dengan itu.

Ia bingung bagaimana membangunkan Dera, tapi tak lama lelaki itu mengerjap perlahan saat Binar membuka tirai jendela.

"Arghh." Binar melihat Dera yang terbangun dengan memegangi kepalanya.

"Apa pusing?" tanyanya segera menghampiri suaminya, Dera mendudukkan dirinya di atas ranjang.

"Makan dulu, tadi mama bilang kamu harus makan ini." katanya lalu tanpa sadar, dengan cekatan tangannya mengambil semangkuk sup tadi dan menyuapi Dera.

Awalnya, Dera agak bingung tapi ia terlalu pusing untuk memikirkan soal Binar yang mau menyuapinya.

Ia memilih melahap apa yang istrinya bawa saja.

"Oh iya, kata mama kamu gak boleh ke kantor dulu, pasti kamu gak enak badan."

"Kenapa kau jadi cerewet sekali." ujar Dera dingin, sambil mengambil segelas air yang ada di nakas samping tempat tidur.

"Maaf, aku cuma menyampaikan pesan mama tadi." Binar menundukkan kepalanya, ia takut dan malu.

Apalagi dengan lancang tadi ia menyuapi Dera.

"Sudahlah, aku mau mandi." Dera turun dari ranjang dengan keadaan yang masih agak pusing.

Karena, Binar berpikir suaminya tidak jadi bekerja, ia mengganti yang telah ia siapkan dengan pakaian santai.

"Kemana pakaian kerjaku?" tanya Dera padanya, yang kini sedang merapihkan pakaian di lemari.

Binar agak kaget karena Dera keluar hanya dengan menggunakan handuk dan bagian tubuh atasnya terekspos jelas.

Jantungnya berdebar, ia malu melihat pemandangan seperti itu, pemandangan yang menunjukkan betapa sempurnanya fisik sang suami. Jika saja pernikahan ini dengan cinta ia akan sangat bersyukur menjadi milik Samudera.

'Apaan sih Nar!' batinnya merutuki dirinya sendiri.

"Aku bertanya padamu?!" sentak Dera yang membuat Binar tersadar dari pikirannya yang aneh-aneh

"Eh? Bukannya, Tuan tidak akan bekerja?"

"Kata siapa?"

"Tapi tadi mama bilang,

"Aku tidak mengatakan bahwa aku menuruti apa katamu atau kata mama." katanya dingin.

"Tapi tuan,

"Binar!" suara keras Anna terdengar jelas, perempuan setengah baya yang masih cantik itu tiba-tiba sudah ada di depan pintu kamar mereka.

"Mama ada apa?" tanya Dera cuek.

"Kamu mau kerja, Der? Terus kamu Binar, masih manggil suaminya sendiri kaya begitu,kan mama udah bilang, Nar..." ujar Anna kecewa.

"Maaf, mama." ujarnya menyesal sekaligus tidak enak hati.

"Kalian ini bicara apa sih?" ketus Dera.

"Bisa-bisanya ya kamu, Der. Biarin istri kamu sendiri panggil kamu dengan sebutan tuan, memangnya dia pembantu kamu?!" omel Anna pada putranya.

Sedangkan yang di marahi hanya cuek saja, "Ma, ini urusan aku sama istriku."

"Mama cuma mau berusaha biar kamu sama Binar bahagia itu aja!" tegas Anna.

"Dera bahagia,Ma sama istri Dera juga." ucap Dera yang membuat Binar terkejut, kebohongan apa yang Dera ucapkan.

"Sudahlah! Mama aku mau pakai baju jangan disini lah." protes Dera, sebagai alasan agar mamanya menghentikan pembicaraan itu.

"Kalau gitu, kamu gak usah kerja dulu Dera. Mama gak mau tau kamu harus nurut!"

"Ma aku bukan anak kecil lagi, lagian aku gak kenapa-kenapa." jawab Dera kesal, lalu menarik tangan mamanya agar keluar dari kamar.

"Dera kamu ya gak sopan sama mama!"

"Mama yang gak sopan masuk kamar Dera sembarangan, padahal Dera kan udah nikah." jawab Dera sekenanya lalu menutup pintu kamar.

Anna hanya bisa pasrah, putranya memang selalu sulit di atur jika itu soal kemauannya.

Ia sangat berharap bahwa Binar bisa membuat Dera lupa dengan sakit yang di rasakan olehnya.

Di dalam,

"Jangan panggil aku Tuan, aku bahkan tak pernah menyuruh mu memanggilku begitu." tegas Dera.

"Perlakuan mu padaku yang membuatku takut dan berinsiatif memanggilmu begitu!" ketus Binar lalu meninggalkan ruangan itu.

Episodes
1 PART 1 : Albinara
2 PART 2 : Izinnya
3 PART 3 : Sakit
4 PART 4 : Kebohongan
5 PART 5 : Berbeda
6 PART 6 : Kebebasan
7 PART 7 : Khawatir
8 PART 8 : Berharap
9 Sedang Revisi
10 PART 9 : Diary
11 PART 10 : Samudera
12 PART 11 : Permintaan
13 PART 12 : Sierra
14 PART 13 : Pulang
15 PART 14 : Pura-pura sayang
16 PART 15 : Pelukan
17 PART 16 : Sleep Kiss
18 PART 17 : Sleep Talk
19 PART 18 : Dipta
20 PART 19 : Tujuan lain
21 PART 20 : Pekerjaan yang sesungguhnya
22 PART 21 : Hurt
23 PART 22 : Teman Hidup
24 PART 23 : Cerita
25 PART 24 : Sebenarnya siapa yang salah?
26 PART 25 : Makan Bersama
27 PART 26 : Jadilah Milikku!
28 PART 27 : Maaf
29 PART 28 : Binara-ku
30 PART 29 : Perhatian Kecil
31 PART 30 : Sweet Morning
32 PART 31 : Sulk
33 PART 32 : Shy
34 PART 33 : Rain and I Love You
35 PART 34 : Rindu
36 PART 35 : Secret
37 PART 36 : Hukuman
38 PART 37 : Bimbang
39 The Cold CEO and His Naughty Wife
40 Part 38 : Di atas kebohongan
41 Part 39 : Terperangkap cintanya
42 Part 40 : Hari kita
43 Part 41 : Accident
44 Part 42 : Pelampiasan
45 Part 43 : Sierra or Dipta
46 maap
47 Part 44 : Ayla
48 Part 45 : Aku salah apa?
49 Part 46 : Terima Kenyataannya
50 Part 47 : Sendirian
51 Part 48 : War
52 Part 49 : Quarrel
53 Part 50 : Yakin?
54 Part 51 : Kamu hamil?!
55 Part 52 : Nasib Sierra
56 Part 53 : Cerai
57 Part 54 : Badai
58 Part 55 : Feud
59 Part 56 : Feud #2
60 Part 57 : Tentang Masa Lalu
61 Part 58 : Masih Masa Lalu
62 Part 59 : secured
63 Part 60 : quarrel
64 PART 61 : Dera's Explanation
65 PART 62 : Your Birthday
66 PART 63 : Happy Family
67 PART 63 : Hot Day, Sweet Day
68 PART 64 : Sister Destiny
69 PART 65 : Midnight Baby
70 PART 66 : 경과된 시간
71 PART 67 : Dissapointed
72 PART 68 : Baby is Yours!
73 PART 69 : Persuade
74 PART 70 : Make peace
75 PART 71 : baby girl
76 PART 72: Aceline Andressa Nayanika
77 PART 73 : baby blues
78 PART 74 : open his heart
79 PART 75 : Obsession
80 PART 76 : Little Secret
81 PART 77 : Akhir Bahagia
82 New
83 PART 78 : Extra Part
84 Special Chapter : Be Mine!
Episodes

Updated 84 Episodes

1
PART 1 : Albinara
2
PART 2 : Izinnya
3
PART 3 : Sakit
4
PART 4 : Kebohongan
5
PART 5 : Berbeda
6
PART 6 : Kebebasan
7
PART 7 : Khawatir
8
PART 8 : Berharap
9
Sedang Revisi
10
PART 9 : Diary
11
PART 10 : Samudera
12
PART 11 : Permintaan
13
PART 12 : Sierra
14
PART 13 : Pulang
15
PART 14 : Pura-pura sayang
16
PART 15 : Pelukan
17
PART 16 : Sleep Kiss
18
PART 17 : Sleep Talk
19
PART 18 : Dipta
20
PART 19 : Tujuan lain
21
PART 20 : Pekerjaan yang sesungguhnya
22
PART 21 : Hurt
23
PART 22 : Teman Hidup
24
PART 23 : Cerita
25
PART 24 : Sebenarnya siapa yang salah?
26
PART 25 : Makan Bersama
27
PART 26 : Jadilah Milikku!
28
PART 27 : Maaf
29
PART 28 : Binara-ku
30
PART 29 : Perhatian Kecil
31
PART 30 : Sweet Morning
32
PART 31 : Sulk
33
PART 32 : Shy
34
PART 33 : Rain and I Love You
35
PART 34 : Rindu
36
PART 35 : Secret
37
PART 36 : Hukuman
38
PART 37 : Bimbang
39
The Cold CEO and His Naughty Wife
40
Part 38 : Di atas kebohongan
41
Part 39 : Terperangkap cintanya
42
Part 40 : Hari kita
43
Part 41 : Accident
44
Part 42 : Pelampiasan
45
Part 43 : Sierra or Dipta
46
maap
47
Part 44 : Ayla
48
Part 45 : Aku salah apa?
49
Part 46 : Terima Kenyataannya
50
Part 47 : Sendirian
51
Part 48 : War
52
Part 49 : Quarrel
53
Part 50 : Yakin?
54
Part 51 : Kamu hamil?!
55
Part 52 : Nasib Sierra
56
Part 53 : Cerai
57
Part 54 : Badai
58
Part 55 : Feud
59
Part 56 : Feud #2
60
Part 57 : Tentang Masa Lalu
61
Part 58 : Masih Masa Lalu
62
Part 59 : secured
63
Part 60 : quarrel
64
PART 61 : Dera's Explanation
65
PART 62 : Your Birthday
66
PART 63 : Happy Family
67
PART 63 : Hot Day, Sweet Day
68
PART 64 : Sister Destiny
69
PART 65 : Midnight Baby
70
PART 66 : 경과된 시간
71
PART 67 : Dissapointed
72
PART 68 : Baby is Yours!
73
PART 69 : Persuade
74
PART 70 : Make peace
75
PART 71 : baby girl
76
PART 72: Aceline Andressa Nayanika
77
PART 73 : baby blues
78
PART 74 : open his heart
79
PART 75 : Obsession
80
PART 76 : Little Secret
81
PART 77 : Akhir Bahagia
82
New
83
PART 78 : Extra Part
84
Special Chapter : Be Mine!

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!