PART 12 : Sierra

Binar kesal dengan kejadian tadi pagi, kesal dengan Dera yang seolah lupa bagaimana sikapnya selama ini membuatnya takut.

Tapi sekarang, mertuanya malah nampak seperti ingin membuat mereka berdua dekat.

Sekarang saja, mertuanya memaksanya menyiapkan makan siang untuk suaminya, lalu mengantarkannya sendiri ke kantor lelaki itu.

"Ayo dong, Nar... Mama naruh harapan banget sama kamu." mohon Anna padanya.

Lalu, tanpa lama-lama Anna menggandeng tangannya ke dapur.

"Nar, mama itu gak jago masak tapi mama tahu masakan kesukaan anak-anak mama. Oya, mama kasih tau Dera itu suka banget ayam goreng lengkuas, perkedel kentang, terus dia suka makanan yang manis-manis juga." jelas Anna, dengan terpaksa Binar memperhatikan, ya mau bagaimana lagi?

Menolak?

Binar tak enak hati, pastinya.

Ngomong-ngomong, ia tidak menyangka bahwa laki-laki sedingin es seperti suaminya itu suka makanan manis.

"Ma, mama gak arisan?" tanya Binar, mengalihkan pembicaraan, soalnya Binar belum siap jadi istri yang seperti itu untuk Dera yang super dingin, juga membencinya.

"Nggak, mulai sekarang mama mau fokus ke kamu bisa kamu bisa ambil hati anak mama, terus anak mama jadi gak kaya orang depresi lagi." tukas mama dengan nada tegas.

"Sudah, jangan beralasan,mama sudah minta tolong sekali sama kamu, Nar."

"Iya maa, tapi Binar takut."

"Takut apa?" dahi Anna mengernyit penuh tanya.

"Tuan, ah maaf maksudnya Dera sangat benci sama aku, aku sendiri juga takut dan benci sama perlakuan dia ke aku, jadi-

Binar berhenti bicara saat mendengar hembusan napas pasrah dari mertuanya.

"Ya sudah terserah kalian saja." Anna berbalik dengan perasaan kecewa dan raut wajah kesedihan.

Istri anaknya kan cuma Binar, jadi dirinya berharap Binar bisa mengobati luka hati Dera seperti Binar menyelamatkan reputasi keluarganya.

"Mama, maafin Binar." ujar Binar khawatir, lalu menghadang Anna.

"Yaudah, Binar bakal masak makanan kesukaannya dia, Binar bakal berusaha melakukan tugas Binar sebagai istri." putusnya, tiba-tiba Anna langsung memeluk Binar.

"Makasih ya sayang. Walaupun kalian nikah dengan cara yang tidak seharusnya, tapi mama harap kalian bahagia tidak ada dendam."

'Tapi anak mama sendiri saja dendam sama aku.' batin Binar.

...****************...

Setelah selesai masak makanan kesukaan Dera, mama menyuruh dirinya sendiri yang mengantarkan ke kantor Angkasa Group.

Sebenarnya, Binar agak gugup karena ia baru sekali ini datang ke kantor suaminya.

Kata mertuanya, ruangan suaminya ada di lantai paling atas, ia segera menuju tempat itu, mencari-cari ruangan Dera.

Namun, Bram sudah lebih dulu menghampiri.

"Ada yang bisa saya bantu, Nona?"

"Kebetulan, aku ingin mengantar makan siang untuk dia." mengerti, Bram mengantarkan Binar ke ruangan Dera.

"Tuan, Nona datang." lapor Bram sebelum masuk ke dalam ruangan.

Harap cemas, Binar takut laki-laki itu mengusir dirinya.

"Suruh dia masuk." mata Binar membulat mendengar jawaban yang tidak ia sangka.

Bram membukakan pintu untuknya.

"Ada apa?" tanya Dera to the point, ia tak mau banyak omong meski hatinya bertanya untuk apa perempuan itu kemari dan kenapa tiba-tiba mau kemari.

"Aku di suruh mama antar makan siang." jawab Binar menunduk tanpa melihat ke arah suaminya.

Dera cuma diam, membuat Binar jadi kebingungan.

"Maaf kalau kamu enggak suka, aku cuma di suruh, maaf kalau aku mengganggu, aku taruh makanannya disini aku pergi saja." ujar Binar buru-buru menaruh bekal berisi makan siang itu di atas meja.

"Siapa yang menyuruhmu pulang sebelum menyiapkan semuanya?" cegah Dera dingin.

"Maaf?"

"Siapkan itu semua untukku, kebetulan aku belum sempat makan siang." tukas Dera menatap layar komputernya.

Dengan hati-hati, Binar membuka kotak bekal menyendok nasi dan lauk menatanya di atas piring yang baru di bawa oleh Bram.

"Sudah. Bisa aku pergi?"

"Terserah." jawab Dera dingin.

Binar pergi dengan perasaan yang tidak bisa di artikan, jantungnya berdegup kencang karena takut bukan jatuh cinta.

"Bahkan dia tidak menatapku sama sekali. Bagaimana bisa aku mengobati luka hatinya seperti yang mama minta?"

Sedangkan di ruangannya, Dera menatap makanan yang di bawa istrinya, semua itu adalah makanan kesukaannya. Ia yakin pasti mama yang menyuruh perempuan itu masak makanan ini.

Mamanya benar-benar berusaha untuk hubungan mereka.

Tapi hatinya masih luka, meski amarahnya perlahan bisa padam, namun lukanya belum sembuh, jika ia memaksa akhirnya juga hanya akan menyakiti Binar.

Hatinya masih tertawan oleh Sierra.

Berniat menghargai Binar, ia memakan makanan itu, "Aku tidak tahu bahwa dia bisa masak seenak ini." Dera memakannya dengan lahap, sudah lama ia tidak makan dengan baik setelah kejadian itu.

...****************...

"Sierra kamu kemana saja?!" bentak Arini pada putrinya yang pulang ke rumah dengan diam-diam.

Arini, menarik putrinya masuk ke dalam rumah diikuti seorang lelaki di belakangnya.

"Dia? Dipta?!" Arini terkejut sebab Sierra bersama orang yang di kenalnya, Dipta pacar Binar dulu.

"Kenapa kamu bisa sama dia?" cecar Arini, wajar karena sudah satu bulan lebih anaknya itu menghilang.

"Bu, ayo Sierra jelasin." Sierra mengajak ibunya untuk duduk.

"Kenapa kamu bisa sama, Dipta?!" ulang Arini mulai meninggikan suaranya.

"Bu sebenarnya,

"Ibu bertanya sama Sierra, bukan kamu!" sedangkan Dipta hanya pasrah dengan sikap wanita di depannya kini.

"Sierra sama Dipta saling cinta,Bu." ucap Sierra menggenggam tangan sang ibu.

"Sierra!" bentak Arini yang mulai tersulut emosi.

"Kita gak tahu apa adik kamu benar-benar di perlakukan dengan baik disana sama suaminya, terus ternyata kamu kabur sama Dipta laki-laki yang di cintai adik kamu, Ra!" Arini memegangi kepalanya yang terasa berdenyut karena mengetahui fakta ini.

"Tapi asal ibu tahu, Sierra lebih dulu cinta Dipta, ibu juga tahu Sierra gak pernah mau menikahi Tuan muda dari keluarga Bagaskara."

"Apapun alasannya, Sierra itu tidak benar! Ibu selalu lebih membanggakan kamu di banding Binar tapi kenapa?" Arini meneteskan air mata kecewanya.

"Bu, Sierra gak salah dalam hal ini Dipta mengaku salah karena tidak bisa mengerti perasaan sendiri." Arini menatap tajam ke arah pemuda yang ada di dekat putrinya.

"Sejak kapan?"

"Lama, Sierra dulu menyukai Dipta tapi ternyata dia memilih Binar, lalu ternyata Dipta sadar bahwa yang dia cinta itu aku. Jadi, daripada aku menikah dengan Samudera yang tidak aku cintai, aku memilih pergi untuk bersama dia." jelas Sierra tanpa ragu.

"Kami harap ibu merestui hubungan kami." lanjut Dipta terus terang.

Tapi, Arini tidak menanggapi dan memilih berdiri menyeret pemuda itu.

"Pergi dari sini dan kamu Sierra jangan coba pergi lagi dari rumah!"

"Bu jangan gitu!" Sierra mencoba mencegah ibunya mengusir Dipta.

"Aku mohon aku cinta dia, Bu!" mohon Sierra, namun di abaikan, "Bu, bahkan Binar tau kalau aku mencintai Dipta!" teriaknya yang membuat Arini berhenti dengan tatapan kosong. Anak-anaknya sudah dewasa ternyata,sudah bisa mempermainkan ibunya, pikirnya kecewa.

Arini kemudian pergi begitu saja meninggalkan mereka berdua di teras rumah sambil berkata,

"Terserah kalian, jangan lupa kalian bahagia di atas penderitaan adikmu, Sierra!"

Arini tak habis pikir, kenapa di antara banyak pria Sierra malah memilih Dipta ?!

Dan Binar,kenapa mau mengorbankan dirinya, walaupun putrinya itu berkata ia bahagia dan sikap Nyonya Bagaskara terlihat memperhatikan putrinya.

Tapi Arini yakin tetap ada yang tidak beres dalam pernikahan Binar dan Dera.

Episodes
1 PART 1 : Albinara
2 PART 2 : Izinnya
3 PART 3 : Sakit
4 PART 4 : Kebohongan
5 PART 5 : Berbeda
6 PART 6 : Kebebasan
7 PART 7 : Khawatir
8 PART 8 : Berharap
9 Sedang Revisi
10 PART 9 : Diary
11 PART 10 : Samudera
12 PART 11 : Permintaan
13 PART 12 : Sierra
14 PART 13 : Pulang
15 PART 14 : Pura-pura sayang
16 PART 15 : Pelukan
17 PART 16 : Sleep Kiss
18 PART 17 : Sleep Talk
19 PART 18 : Dipta
20 PART 19 : Tujuan lain
21 PART 20 : Pekerjaan yang sesungguhnya
22 PART 21 : Hurt
23 PART 22 : Teman Hidup
24 PART 23 : Cerita
25 PART 24 : Sebenarnya siapa yang salah?
26 PART 25 : Makan Bersama
27 PART 26 : Jadilah Milikku!
28 PART 27 : Maaf
29 PART 28 : Binara-ku
30 PART 29 : Perhatian Kecil
31 PART 30 : Sweet Morning
32 PART 31 : Sulk
33 PART 32 : Shy
34 PART 33 : Rain and I Love You
35 PART 34 : Rindu
36 PART 35 : Secret
37 PART 36 : Hukuman
38 PART 37 : Bimbang
39 The Cold CEO and His Naughty Wife
40 Part 38 : Di atas kebohongan
41 Part 39 : Terperangkap cintanya
42 Part 40 : Hari kita
43 Part 41 : Accident
44 Part 42 : Pelampiasan
45 Part 43 : Sierra or Dipta
46 maap
47 Part 44 : Ayla
48 Part 45 : Aku salah apa?
49 Part 46 : Terima Kenyataannya
50 Part 47 : Sendirian
51 Part 48 : War
52 Part 49 : Quarrel
53 Part 50 : Yakin?
54 Part 51 : Kamu hamil?!
55 Part 52 : Nasib Sierra
56 Part 53 : Cerai
57 Part 54 : Badai
58 Part 55 : Feud
59 Part 56 : Feud #2
60 Part 57 : Tentang Masa Lalu
61 Part 58 : Masih Masa Lalu
62 Part 59 : secured
63 Part 60 : quarrel
64 PART 61 : Dera's Explanation
65 PART 62 : Your Birthday
66 PART 63 : Happy Family
67 PART 63 : Hot Day, Sweet Day
68 PART 64 : Sister Destiny
69 PART 65 : Midnight Baby
70 PART 66 : 경과된 시간
71 PART 67 : Dissapointed
72 PART 68 : Baby is Yours!
73 PART 69 : Persuade
74 PART 70 : Make peace
75 PART 71 : baby girl
76 PART 72: Aceline Andressa Nayanika
77 PART 73 : baby blues
78 PART 74 : open his heart
79 PART 75 : Obsession
80 PART 76 : Little Secret
81 PART 77 : Akhir Bahagia
82 New
83 PART 78 : Extra Part
84 Special Chapter : Be Mine!
Episodes

Updated 84 Episodes

1
PART 1 : Albinara
2
PART 2 : Izinnya
3
PART 3 : Sakit
4
PART 4 : Kebohongan
5
PART 5 : Berbeda
6
PART 6 : Kebebasan
7
PART 7 : Khawatir
8
PART 8 : Berharap
9
Sedang Revisi
10
PART 9 : Diary
11
PART 10 : Samudera
12
PART 11 : Permintaan
13
PART 12 : Sierra
14
PART 13 : Pulang
15
PART 14 : Pura-pura sayang
16
PART 15 : Pelukan
17
PART 16 : Sleep Kiss
18
PART 17 : Sleep Talk
19
PART 18 : Dipta
20
PART 19 : Tujuan lain
21
PART 20 : Pekerjaan yang sesungguhnya
22
PART 21 : Hurt
23
PART 22 : Teman Hidup
24
PART 23 : Cerita
25
PART 24 : Sebenarnya siapa yang salah?
26
PART 25 : Makan Bersama
27
PART 26 : Jadilah Milikku!
28
PART 27 : Maaf
29
PART 28 : Binara-ku
30
PART 29 : Perhatian Kecil
31
PART 30 : Sweet Morning
32
PART 31 : Sulk
33
PART 32 : Shy
34
PART 33 : Rain and I Love You
35
PART 34 : Rindu
36
PART 35 : Secret
37
PART 36 : Hukuman
38
PART 37 : Bimbang
39
The Cold CEO and His Naughty Wife
40
Part 38 : Di atas kebohongan
41
Part 39 : Terperangkap cintanya
42
Part 40 : Hari kita
43
Part 41 : Accident
44
Part 42 : Pelampiasan
45
Part 43 : Sierra or Dipta
46
maap
47
Part 44 : Ayla
48
Part 45 : Aku salah apa?
49
Part 46 : Terima Kenyataannya
50
Part 47 : Sendirian
51
Part 48 : War
52
Part 49 : Quarrel
53
Part 50 : Yakin?
54
Part 51 : Kamu hamil?!
55
Part 52 : Nasib Sierra
56
Part 53 : Cerai
57
Part 54 : Badai
58
Part 55 : Feud
59
Part 56 : Feud #2
60
Part 57 : Tentang Masa Lalu
61
Part 58 : Masih Masa Lalu
62
Part 59 : secured
63
Part 60 : quarrel
64
PART 61 : Dera's Explanation
65
PART 62 : Your Birthday
66
PART 63 : Happy Family
67
PART 63 : Hot Day, Sweet Day
68
PART 64 : Sister Destiny
69
PART 65 : Midnight Baby
70
PART 66 : 경과된 시간
71
PART 67 : Dissapointed
72
PART 68 : Baby is Yours!
73
PART 69 : Persuade
74
PART 70 : Make peace
75
PART 71 : baby girl
76
PART 72: Aceline Andressa Nayanika
77
PART 73 : baby blues
78
PART 74 : open his heart
79
PART 75 : Obsession
80
PART 76 : Little Secret
81
PART 77 : Akhir Bahagia
82
New
83
PART 78 : Extra Part
84
Special Chapter : Be Mine!

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!