"Pak, Anya boleh nanyak?" ucap Anya sedikit ragu.
"Hmmm" ucap Rangga dengan mata yang masih fokus melihat ke arah jalanan.
Saat itu sudah hampir malam, jadi jalanan tidak terlalu sibuk. Dengan mudah mereka melewati setiap jalanan yang dilewati tanpa harus terkena macet.
"Bapak namanya siapa sih? Di kelas bilangnya Rangga Wijaya, tadi di depan papa bilangnya Rangga Aprilio. Yang bener yang mana? Maaf ini ya pak, saya kepo saja" ucap Anya.
Rangga terdiam sesaat. Ternyata gadis di depannya mengingat hal-hal kecil seperti itu.
"Wijaya nama ayah saya, Aprilio nama kakek saya" ucap Rangga.
"Lalu nama asli bapak siapa?" Tanya Anya penasaran.
"Rangga Wijaya Aprilio" ucap Rangga kemudian.
"Owhhh" ucap Anya ber- ohh ria.
"Kenapa kamu kepo dengan nama saya? Kamu mau nambahin nama saya pada namamu?" Tanya Rangga yang membuat Anya terdiam seketika.
"Apaan sih pak" ucap Anya kemudian memilih untuk memegang Hpnya.
Sepertinya dia salah tingkah sekarang.
"Kan cuma nawarin" ucap Rangga sambil melihat ke arah Anya.
Anya hanya diam saja. Dia memilih untuk tidak memperdulikan ucapan dosennya itu.
Setelah beberapa lama. Mereka akhirnya sampai di rumah Anya.
"Makasi banyak ya pak. Bapak nggak usah mampir ya. Udah malam ini" ucap Anya kemudian keluar dari mobil.
Rangga mengikuti Anya.
"Tunggu" teriak Rangga.
Anya pun berhenti dan berbalik.
"Kenapa Pak?" Tanya Anya bingung.
"Saya ingin bertemu papa dan mamamu" ucap Rangga.
Hal itu sontak membuat nya langsung memegang jantungnya karena syok.
"A-apa maksud bapak?" Tanya Anya gelagapan.
"Saya cuma mau minta maaf karena mengantarmu larut begini" ucap Rangga kemudian mendekati Anya.
Baru saja ingin melangkah lebih jauh, Nadin dan Alex terlihat keluar untuk melihat keadaan anaknya. Karena beberapa menit yang lalu, seseorang mengabarkan anaknya sudah sampai rumah.
Alex terdiam menatap Rangga. Begitupun juga dengan Rangga.
"Pak Rangga?" ucap Alex terkejut.
"Pak Alex" ucap Rangga.
"Lah, bapak kenal anak saya?" Tanya Alex lagi.
"Ini dosen Anya Pa. Yang tadi bicara sama papa" ucap Anya memperkenalkan Rangga. Hal itu tentunya semakin membuat Alex syok.
"Dosen?" tanya Alex lagi.
"Pa, kita suruh pak Rangga masuk dulu saja yuk. Bicaranya di dalam. Nggak enak kalau disini" ucap Nadin.
Alex pun mempersilahkan Rangga untuk masuk dan mengajaknya di ruang tamu.
"pa, Anya masuk ke kamar dulu ya, bersih-bersih. Tadi habis kena hujan" ucap Anya. Karena memang dia sangat tidak betah jika harus duduk lama bersama orang-orang dewasa di depannya.
"Iya, habis itu balik lagi" ucap Alex.
"Iya pa iya. Pak saya permisi dulu" ucap Anya.
Rangga hanya mengangguk.
Setelah kepergian Anya, Alex langsung melihat Rangga. Mereka pun mulai berbicara serius.
"Pak Rangga dosen anak saya?" Tanya Alex.
Rangga mengangguk.
"Iya pak, saya juga seorang dosen di kampus tempat Anya kuliah sekarang" ucap Rangga.
" Wah sangat kebetulan sekali ya Ma" ucap Alex yang terlihat begitu bahagia. Nadin hanya mengangguk tanda setuju.
"Apa maksud bapak?" Tanya Rangga bingung.
"Tidak-tidak. Sebelumnya kalian niat akan dijodohkan apa Anda tahu?" Tanya Alex.
"Dijodohkan?" tanya Rangga terkejut.
Alex dan Nadin saling melihat satu sama lain. Artinya Rangga belum tahu tentang ini.
Alex mengangguk.
"Iya, pak Rudi, asisten kakekmu adalah om nya Anya. Dia sedang mencari wanita untuk dijodohkan denganmu. Pak Rudi meminta Anya. Tapi kami menolak, mengingat sikap Anya dan usianya yang masih sangat muda" ucap Alex.
"Kami tidak percaya kalau ternyata kalian sedekat ini. Seharusnya kami menerima perjodohan itu" ucap Alex lagi.
"Dekat? Kami tidak dekat kok Ma Pa" ucap Anya yang muncul entah darimana.
-Bersambung-
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 67 Episodes
Comments
Alanna Th
tuh khan emang jodoh gk bakaln lari jsuh" y, thor
2023-12-08
0