Rumah Sakit

"Kek, Anya pulang dulu ya" pamit Anya.

"Yah, kok pulang? Kakek kesepian lagi dong" ucap Kakek Aprilio.

"Tenang kek, besok kalau ada libur kuliah, aku pasti kesini lagi" ucap Anya.

"Oke ditunggu ya" ucap Kakek Aprilio bahagia.

Nadin yang melihat anak nya begitu cepat akrab dengan seorang CEO ternama begitu bangga dengannya.

"Mari pak, kami pulang dulu" ucap Nadin kemudian.

"Iya nak, hati-hati" ucap Kakek Aprilio.

"Dah kakek. Sampai ketemu lagi" ucap Anya dengan ciri khasnya. Kakek Aprilio hanya tersenyum sambil menatap kepergian Anya yang sudah menjauh.

"Seandainya dia mau sama Rangga, Aku pasti akan sangat bahagia" ucap Kakek Aprilio.

"Tapi sepertinya anak se ceria itu bakal mikir2 untuk Deket sama orang dingin kayak si Rangga" ucap Kakek Aprilio lagi.

Setelah jauh dari ruang inap tersebut. Nadin langsung bertanya pada anaknya.

"Kok bisa kamu cepat sekali akrab dengan pak Aprilio Nya?" tanya Nadin.

"Hmmm, nggak tahu. Awalnya sih Anya Anya pikir Kakek Aprilio sangat membosankan karena denger pembicaraan Mama sama dia. Tapi setelah dia ajak Anya ngobrol, trus lah nyambung, gitu aja sih Ma. Anya kan emang mudah bergaul Ma. Buktinya preman pun mau temenan sama Anya" ucap Anya namun dia langsung menutup mulutnya karena keceplosan.

"Hah Preman?" Tanya Nadin sambil menatap Anya penuh tanda tanya.

"Preman? Mana Anya pernah ngomong preman, mama salah denger mungkin. Oya ma, kita jadi kan ya ke kantor papa?" Tanya Anya mencoba mengalihkan pembicaraan.

"Jadi lah, tapi jangan kamu alihkan pembicaraan. Tadi mama denger kamu sebut preman loh Nya" ucap Nadin dengan tatapan penuh intimidasi.

"Mama salah denger. Fix mama butuh ke dokter THT nih. Ayo mumpung di rumah sakit ini Ma" ucap Anya.

"Gila saja kamu. Kamu doain mama sakit huh?" Ucap Nadin yang mulai emosi.

"Hahah, canda Ma. Mama jangan marah. Dilihat banyak orang loh. Mama cantik deh" ucap Anya kemudian berlari kabur meninggalkan Mamanya.

"Heh Anak NA..." belum dia selesai mengucapkan kalimatnya, dia langsung menutup mulutnya. Karena sadar jika dia sedang di rumah sakit.

"Benar-benar itu anak ya" ucap Nadin.

"Brukkkk" tiba-tiba Anya menabrak seseorang.

Tubuh Anya melayang di udara, beruntung seseorang langsung menangkapnya, hingga akhirnya dia jatuh di pelukan orang tersebut.

Anya yang saat itu merasa melayang, berusaha menutup matanya. Dia sadar jika dia sedang terjatuh.

Namun, setelah beberapa lama, dia merasa tidak sakit sama sekali.

"Lah kok empuk" ucap Anya sambil meraba sesuatu di depannya.

Dia langsung membuka matanya.

Saat dia membuka mata.

"Astaga" ucap Anya yang begitu kaget. Karena seseorang yang sangat dikenalnya sedang menatapnya dengan wajah yang terlihat memerah.

"Pak Rangga" ucap Anya.

Anya terdiam sebentar, dia tidak mampu berkata-kata lagi.

Posisinya sekarang dia diatas tubuh Rangga.

"Kau tidak bangun" ucap Rangga kemudian.

Anya yang tersadar langsung saja bangun.

Begitupun dengan Rangga.

Suasana canggung seketika.

Beruntung saat itu tidak ada orang disana. Jadi tidak ada yang melihat kejadian tersebut.

"Ma-maaf pak" ucap Anya gelagapan.

"Lain kali, jalan itu pakai mata" ucap Rangga dengan ekspresi khasnya. Dingin dan sangat menyebalkan menurut Anya.

"Saya tadi lari pak, bukan jalan" ucap Anya menimpali.

"Ini rumah sakit, bukan lapangan, ngapain kamu lari-lari disini?" Ucap Monohok Rangga.

"Hmmm, Maaf pak Maaf. Lagian pak Rangga ngapain disini sih?" Tanya Anya yang membuat Rangga langsung melotot.

"Bukan urusanmu. Yang sopan sedikit sama dosen sendiri" ucap Rangga.

"Ini bukan kampus pak, jadi nggak apa2" ucap Anya asal.

Rangga hanya bisa menghela nafasnya. Dia nggak habis pikir dengan sikap gadis di depannya ini.

"Ya sudah terserah kamu. Besok di kampus saya akan kasi tugas lagi" ucap Rangga kemudian pergi meninggalkan Anya.

Dia sungguh tidak betah jika harus berdekatan dengan Anya. Karena bawaannya selalu buat emosi.

"Ehh pakk, kok tugas lagi" teriak Anya.

Namun Rangga tidak menyahut. Dia pergi meninggalkannya, bahkan saat ini sudah menghilang.

"Benar-benar ya itu dosen. Untung aku sabar" ucap Anya sambil mengelus dadanya.

-Bersambung-

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!