Anya masih menutup wajahnya dengan buku menu tersebut. Dia sangat takut jika Rangga mengetahui keberadaan nya.
"Baiklah. Jika tidak ada yang perlu dibicarakan lagi. Aku harap ini bisa dibubarkan. Mohon maaf atas ketidaknyamanan nya" ucap Rangga.
Semua pengunjung hanya terdiam. Mereka masih mengagumi ketampanan Rangga.
Rangga pun memilih untuk masuk ke ruangannya lagi. Namun baru setengah jalan, Rangga langsung berhenti.
Mata tertuju pada satu meja.
Dia seperti mengenali sebuah tas yang terletak di sana.
"Astaga. pakai ngadep sini segala" batin Anya.
Rangga pun melanjutkan perjalanannya. Dia memilih untuk tidak memperdulikannya.
"Ahhh syukurlah" ucap Anya.
Dia langsung mengambil tasnya dan meninggalkan Cafe tersebut.
"Aku baru tahu ternyata dia pemilik cafe ini" ucap Anya.
"Jantungku seperti mau lepas bertemu dengannya. Kenapa dia sangat menakutkan astaga" ucap Anya.
"Brukkkk" Anya langsung menoleh ke arah asal suara.
Seseorang terlihat terjatuh ke aspal.
"Ma, maaf tuan. Aku tidak sengaja" ucap seorang laki-laki paruh baya yang saat ini sedang bersimpuh di trotoar memohon belas kasian pada laki-laki bertubuh kekar di depannya.
Laki-laki itu malah menendang pria paruh baya tersebut hingga tersungkur lagi.
"Ma-maaf tuan. Saya tidak sengaja" ucapnya.
"Kenapa sih dengan orang-orang ini. Senang sekali memperlihatkan kekuasaannya" ucap Anya.
"Kau tidak peduli? Lihat mobil ku sekarang. Tergores karena sepeda bututmu itu. Sekarang bagaimana kau menggantinya huh?" Ucap Laki-laji tersebut kemudian menendang tubuh kakek tersebut.
Anya benar-benar membenci ketidak Adilan. Dia langsung mendekati mereka.
"Ada apa ini?" Tanya Anya dengan lantang.
"Jangan ikut campur kamu bocah" ucap Laki-aki tersebut. Dia kembali memukuli pria paruh baya tersebut. Orang-orang hanya bisa melihat mereka tanpa ada yang mau membantu pria tersebut.
"Ini menjadi masalahku sekarang. Kau menyakiti orang yang tidak berdaya. Apa kau tidak punya hati sama sekali Huh" ucap Anya yang mulai kesal dengan sikap sombong laki-laki di depannya.
Anya mencoba membantu kakek itu untuk bangun.
"Ini bukan urusanmu bocah. Minggirlah" ucap nya kemudian hendak mendorong Anya untuk menyingkir.
Namun Anya langsung menangkisnya dan menggenggam tangan laki-laki tersebut dengan kuat.
"Singkirkan tangan kotormu ini. Aku tidak suka tangan kotor yang suka menyakiti wanita ini memegangku" ucap Anya.
"Apa kau bilang? berani sekali kau" ucap laki-laki tersebut hendak menampar Anya namun Anya langsung memegang tangannya dan menarik tangan laki-laki tersebut. Kemudian mendorongnya hingga tersungkur.
"Aku selalu menghormati laki-laki yang lebih tua. Tapi aku benci penindasan. Jika kamu masih ingin hidup. Jangan macam-macam" ucap Anya kesal.
"Sial" ucap Laki-laki tersebut.
"Sekarang pergi. Atau aku akan panggil polisi sekarang" ucap Anya.
"Awas kau" ucap Laki-laki tersebut kemudian meninggalkan tempat tersebut.
Anya langsung mendekati kakek tersebut.
"Kakek nggak apa-apa kan?" Tanya Anya.
"Nggak apa-apa nak. Makasi banyak ya" ucap Kakek tersebut.
Hanya membalas dengan anggukan.
"Ya sudah. Kakek pulang hati-hati ya" ucap Anya kemudian meninggalkan kakek tersebut setelah membantunya bangun.
Sebenarnya dia sangat malas berurusan dengan orang lain. Tapi sungguh rasa kemanusiaan nya mengalahkan segalanya.
Anya mengambil motornya kemudian meninggalkan tempat itu sesegera mungkin. Karena orang-orang melihat tindakannya tadi. Apalagi ada yang sampai merekamnya.
"Gila, ini yang aku tidak suka. Kalau sampai video itu dilihat papa bagaimana?" batin Anya.
Dia berharap orang-orang yang merekamnya tadi tidak menyebarnya ke media sosial.
Sedangkan disisi lain. Seseorang tengah tersenyum di meja nya sambil melihat ke arah monitor CCTV di depannya.
Ternyata kejadian tadi tidak luput dari pengamatannya.
"Gadis pemberani" ucap Rangga.
"Tapi sayang dia sungguh nakal dan menyebalkan" tambah Rangga.
-Bersambung-
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 67 Episodes
Comments