Warung Sate

Saat di mobil, tidak ada percakapan sama sekali. Anya menatap lurus kedepan, begitupun dengan Rangga.

"Rumah kamu dimana?" Tanya Rangga.

Anya pun menjelaskan alamat rumahnya.

"Kriuuuuukkkk Kruuuukkk" suara perut Anya.

Anya langsung memegang perutnya dengan wajah yang seperti menahan malu.

"Kamu lapar?" Tanya Rangga.

"Sepertinya pak" ucap Anya jujur.

"Ya sudah, kita cari makan dulu saja" ucap Pak Rangga.

"Nggak perlu pak. Langsung pulang saja. Nanti Anya makan dirumah" ucap Anya mencoba menolak.

"Saya juga lapar" ucap Pak Rangga.

Mau tidak mau Anya akhirnya mengiyakan karena dia juga memang lapar.

"Tapi bakal makin lama aku sama dosen ini dong" batin Anya.

"Tapi aku lapar, ya sudahlah, masa bodoh. Ini juga bukan kampus" batin Anya lagi.

"Tapi bukan itu masalahnya. Masalahnya dia dingin banget. Plat banget. Ya kali nanti aku canggung-canggungan saat makan" batin Anya.

Selang beberapa lama, mereka pun sampai di sebuah tempat makan.

Sebuah warung sate di pinggir jalan.

"Kamu nggak apa-apa kan makan disini?" Tanya Rangga.

"Nggak apa-apa apanya, Saya sering makan disini pak" ucap Anya jujur.

"Owh syukurlah" ucap Rangga kemudian.

Mereka pun mencari tempat duduk dan mulai memesan makanan.

Tiba-tiba Hp Anya bunyi.

"Dari Mama. Mampus ini" ucap Anya.

"Angkat saja" ucap Rangga.

Anya pun mengangkatnya. Dia sudah pasrah jika kena semprot mamanya.

"Hallo Ma" ucap Anya.

"Astagaaa Anyaaa!!!!! Kamu kemana saja. Papa dan Mama capek mencarimu. Pulang sekarang cepat" ucap Nadin dari sambungan telpon.

"Anya lagi makan di luar Ma. Anya pasti pulang kok. Ini lagi makan di luar sama dosen Anya. Kalau nggak percaya tanya saja. Ini" ucap Anya kemudian menyerahkan Hpnya pada Rangga. Rangga bingung dengan situasi nya sekarang.

"Bilang saja, bapak dosen saya. Terus kita lagi diskusi masalah mata kuliah" bisik Anya. Dia mengapitkan kedua tangannya. Meminta tolong pada Rangga.

Sontak Rangga kaget. Mana bisa dia berbohong seperti itu.

"Hallo" ucap Rangga kemudian.

Mendengar suara laki-laki. Nadin langsung syok. Dia memberikan Hpnya pada Alex.

"Hallo, ini siapa ya?" Tanya Alex.

"Hallo pak. Saya Rangga Aprilio. Dosen anak bapak. Memang bener, Anya saat ini bersama saya. Tapi kami bertemu tadi saat di pemakaman. Karena hujan, jadi saya akhirnya mengantarnya pulang" ucap Rangga.

Anya langsung melotot. Bagaimana bisa Rangga berkata jujur.

"Sepertinya susah memintanya berbohong" batin Anya.

"Pemakaman?" Tanya Alex bingung. Hingga dia mengingat sesuatu.

"Baiklah. Saya titipkan anak saya ya" ucap Alex kemudian.

"Baik pak" ucap Rangga.

Panggilan pun terputus.

"Ini Hp mu" ucap Rangga.

"Bapak kenapa jujur sih" ucap Anya kesal.

"Saya tidak mungkin berbohong pada orang yang lebih tua. Kamu ini ada-ada saja. Tinggal jujur saja apa susahnya sih" ucap Rangga.

"Ishhh, bapak nggak tahu saja. Papa pasti marah karena saya pergi terlalu jauh. Saya ini sedang dalam proses hukuman. Jadi nggak boleh kemana-mana kecuali ke kampus" ucap Anya.

"Owh" hanya itu yang keluar dari mulut Rangga hingga membuat Anya begitu kesal.

"Dasar kulkas" ucap Anya.

"Apa kamu bilang?" Tanya Rangga.

"Nggak ada pak. Itu bapak satenya nggak punya kulkas disini" ucap Anya asal.

Rangga hanya bisa menggeleng menghadapi tingkah Anya.

"Oya, Kamu ngapain ke rumah sakit tadi pagi?" tanya Rangga.

"Jengukin rekan bisnis papa" ucap Anya.

"Owh" ucap Rangga lagi.

"Owh owh terus. Nggak ada kalimat lain apa pak?" tanya Anya asal.

"Nggak ada" ucap Rangga. Setelah itu pesanan mereka pun datang.

Anya langsung tersenyum kegirangan.

"Enak nih" ucap Anya, kemudian mulai memakan sate di depannya.

"Pak, tahu nggak. Ini adalah sate terenak kedua disini" ucap Anya.

"Pertamanya dimana?" Tanya Rangga.

"Di Deket lampu merah tidak jauh dari cafe bapak" ucap Anya.

"Hmmm, Emang seberapa enak?" Tanya Rangga.

"Enak banget pak. Bapak coba deh" ucap Anya dengan mulut yang belepotan karena bumbu sate.

Rangga langsung mengambil tisyu dan membersihkan mulut Anya.

"Kamu ini umur berapa sih? Makan belepotan gitu" ucap Rangga.

"Menurut bapak? pastinya jauh lebih muda dari bapaklah" ucap Anya kemudian mengambil tisyu tersebut dan membersihkan mulutnya sendiri.

Rangga hanya bisa menggeleng melihat tingkah Anya.

"Besok temenin saya makan sate disana." ucap Rangga yang membuat Anya langsung terbatuk.

"Hukk Hukkk" Rangga langsung memberikannya air.

"Makan itu pelan-pelan" ucap Rangga.

Anya langsung meminum air tersebut.

Setelah merasa lega dia langsung melihat Rangga dengan tatapan tidak percaya.

"Temani bapak makan sate besok?" tanya Anya tidak percaya.

"Iya. Kamu tuli atau bagaimana?" Tanya Rangga.

"Ishhh, nggak mau" ucap Anya kesal.

"Tidak ada penolakan" ucap Rangga.

"Lah, besok saya tidak masuk kuliah" ucap Anya.

"Saya akan bilang sama papamu kalau kamu bolos kuliah" ucap Rangga lagi.

"Saya kurang enak badan karena tadi pak" ucap Anya mencari alasan.

Rangga pun langsung menempelkan tangannya di dahi Anya.

"Tidak panas. Jangan bohong" ucap Rangga.

"Astaga" ucap Anya frustasi.

Rangga seperti menahan senyumnya. Entah kenapa dia begitu bahagia menggoda Anya seperti ini.

-Bersambung-

Terpopuler

Comments

Rofii Ayu

Rofii Ayu

sudah mulai benih-benih cinta 🤭

2023-12-08

0

lihat semua

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!