Berteduh Bersama

"Maaf Nyonya, tadi Nona sakit perut dan minta dicarikan toilet. Jadi kami berhenti di sebuah mall" ucap Pak Adi. Dia terlihat takut sekali.

Walaupun ini bukan pertama kalinya dia dimarah karena Anya.

"Bagaimana bisa? Kalian juga, bukannya aku membayar kalian untuk menjaga Anya. Masak

menjaga satu gadis saja susah sekali" ucap Alex pada kedua bodyguard nya.

"Kami juga tidak tahu tuan. Kami sudah menunggu lama di toilet yang nona masuki. Tidak ada tanda-tanda dia keluar. Jadi kami juga bingung" ucap salah satu dari bodyguard tersebut.

"Ya sudah. Sekarang cari anak saya sampai ketemu. Saya tidak mau tahu" ucap Alex.

"Baik Tuan" ucap mereka.

-di pemakaman-

"Kenapa bisa hujan sih?" ucap Anya.

"pertanyaan macam apa itu" ucap seseorang di sampingnya.

Anya melihat ke orang tersebut. Begitupun dengan orang di sebelahnya.

"Pa-pak Rangga" ucap Anya sambil menutup mulutnya tidak percaya.

Begitupun dengan Rangga yang terlihat begitu kaget mendapati salah satu mahasiswi nya sedang duduk disampingnya sekarang.

"Kenapa dia ada dimaan-mana tolong" batin Anya.

Mereka terdiam sesaat. Bingung harus merespon apa. Yang ada hanya canggung antar keduanya. Mereka mau balik pulangpun belum bisa, karena hujan sangat deras.

"Kamu ngapain disini?" Tanya Rangga kemudian.

"Mengunjungi kuburan nenek dan kakek saya pak. Bapak ngapain disini?" Tanya Anya balik.

"saya mengunjungi papa saya" ucap Rangga.

"Papa pak Rangga sudah meninggal?" Tanya Anya, namun dia langsung menutup mulutnya, karena merasa salah ngomong.

"Maaf pak. Lupakan saja pertanyaan saya" ucap Anya kemudian.

"Iya, sudah 10 tahunan" ucap Rangga kemudian.

Anya langsung melihat Rangga. Dia terkejut karena Rangga menjawab pertanyaannya.

"Meninggal karena apa Pak?" Tanya Anya lagi.

"Kecelakaan mobil" ucap Rangga.

"Owhh, maaf ya pak karena saya membuat pak Rangga mengingat masa itu" ucap Anya.

"Tidak apa-apa. Awalnya saya memang sangat sedih dan terpukul. Tapi saya sadar, itu hanya akan membuat papa tidak tenang disana. Jadi saya mulai ikhlas. Dan saya yakin papa saya pasti bahagia disana" ucap Rangga.

"Hmm, iya pak. Mereka pasti sudah bahagia disana. Kalau nenek saya meninggal karena sakit. Dia punya penyakit jantung. Dulu sebelum nenek meninggal, kami selalu datang kesini ke pemakaman kakek. Saya sangat dekat sama nenek. Dari kecil kemana-mana selalu sama dia. Jadi saat dia meninggal, saya sangat terpukul. Bahkan saya sakit beberapa hari. Hingga mama dan papa memutuskan kami buat pindah, agar kenangan tentang nenek tidak muncul terus" ucap Anya dengan air mata yang tiba-tiba menetes.

Rangga melihat Anya yang sedang bercerita dengan tatapan penuh arti. Dia sedikit kaget karena gadis yang selalu berbuat masalah di kelasnya, memiliki sisi seperti ini.

Anya langsung menghapus air matanya.

"Maaf ya pak, saya malah jadi curhat" ucap Anya.

"Nggak apa-apa" ucap Rangga yang langsung terdiam.

Dia menatap lurus ke arah air hujan yang saat ini menetes membasahi tanah di depannya. percikan air hujan menciptakan fenomena yang sangat indah.

"Kamu kesini sama siapa?" Tanya Rangga.

"Tadi pakai taxi pak" ucap Anya.

"Nanti saya antar" ucap Rangga, tanpa melihat Anya sedikitpun.

"Hah?" batin Anya. Dia nggak salah denger kan. Bagaimana bisa seorang dosen killer dan dingin ini mau mengantarnya.

Menurut informasi yang beredar, dia sangat anti dengan perempuan. Bahkan dosen-dosen sexy yang ada di kampusnya sangat sulit untuk mendekatinya, bahkan dilarang keras untuk naik ke mobilnya.

"Tidak-tidak, jangan berpikir yang nggak-nggak Anya" batin Anya mencoba menghilangkan pikiran buruk di kepalanya.

"Tidak usah Pak. Nanti saya pulang sendiri saja" ucap Anya mencoba menolak. Karena dia tidak mau overthingking setelah ini.

"Tidak ada penolakan" ucap Rangga dengan wajah dinginnya. Anya ingin membalas, tapi hujan langsung berhenti.

"Ayo" ucap Rangga.

Mau tidak mau Anya pun menurut. Dia tidak punya banyak tenaga untuk berdebat sekarang. Tenaganya sudah habis karena menangis tadi.

Rangga langsung masuk ke mobilnya. Begitupun dengan Anya.

-Bersambung-

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!