Hujan di Pemakaman

Saat di dalam mall itu, Anya berlari toilet. Dia sangat yakin sekarang kalau bodyguard suruhan papanya pasti sedang mengikutinya.

Di toilet, Anya langsung berganti pakaian. Entah dari mana dia mendapatkannya. Namun sepertinya dia sudah merencanakan semuanya.

Dia menggunakan dress, kemudian memasang jaket di tubuhnya. Rambutnya diganti wik, dan menggunakan kaca mata hitam.

bibirnya sendiri dia poles liptik warna merah menyala. Seperti Tante-tante muda.

"Oke, ready" ucap Anya.

Dia pun keluar dari toilet itu dengan gaya yang berbeda.

Dia melihat ke arah beberapa bodyguard yang sedang menunggunya tidak dari toilet tersebut. Dan benar saja mereka tidak mengenalinya.

Anya berjalan membelah keramaian di mall tersebut dengan tenangnya. Dia berjalan ke pintu keluar.

"Taxi" panggil Anya.

Dia naik taxy tersebut dengan senyum mengembang. Dari kaca taxy dia bisa melihat pak Adi yang sedang menunggunya dengan gelisah.

"Jalan pak" ucap Anya.

"Mau kemana nak?" ucap pak Sopir tersebut.

Anya pun menjelaskan tujuannya.

"Kesana dulu ya pa" ucap Anya.

Anya langsung melepas wik di kepalanya, karena menurutnya sangat panas.

Dia juga memasang celananya lagi, dengan dress masih terpasang di badannya. Hingga membuatnya memakai dress namun dengan bawahan jeans.

Kamu bisa membayangkan sendiri bagaimana rupanya. Terlihat sangat aneh. Namun karena Anya yang begitu cantik dengan tubuh proporsional, jadi apapun yang dikenakannya tidak menghilangkan kecantikan di wajahnya.

Dia juga menghapus lipstik di bibirnya.

Setelah selesai merubah penampilannya lagi. Dia melihat ke arah jalanan yang sedang di laluinya.

Sudah sangat lama sekali dia tidak melewati jalanan ini. Dia sangat merindukannya.

"Hmmmmm, seandainya waktu bisa terulang" ucap Anya.

"Dek, sudah sampai" ucap sopir taxi itu.

"Ini pak bayarannya" ucap Anya kemudian turun.

Sekarang dia sudah berada di sebuah pekuburan umum. Dia pun membeli bunga terlebih dahulu.

"Ibu, beli bunganya" ucap Anya.

"Lah, nak Anya" ucap Ibu itu kaget sekaligus antusias.

"Iya ibu, Ini Anya. hehe" ucap Anya.

"Apa kabar Nak? Tumben kesini lagi" tanya ibu itu.

"Baik buk. Iya buk, setelah papa mama pindah, jadi susah kesini karena lumayan jauh. Ini karena libur kuliah, jadi bisa kesini" ucap Anya.

"Owalah, Nak Anya udah kuliah ya? Ibu kangen banget loh sama Nak Anya. Dulu sering banget kan kesini sama nenek Nak Anya. Tapi setelah..." belum saja ibu itu menyelesaikan perkataannya. Anya langsung memotong.

"Ini berapa jadinya buk?" Tanya Anya ramah.

"Owh 10 ribu saja Nak" ucap ibu itu, Anya pun memberikan uangnya pada ibu tersebut.

"Makasi ya buk" ucap Anya kemudian pergi meninggalkan ibu itu.

"Sama-sama nak" ucap Ibunya.

"Kasian Nak Anya, pasti dia sangat sedih karena kehilangan neneknya. Dari kecil dia selalu bersama neneknya" ucap ibu tersebut.

Disisi lain, Rangga saat ini meminta pegawainya untuk mengurus cafe sementara.

"Aku mau ke papa dulu. Jaga cafe ini ya" ucap Rangga yang langsung diiyakan oleh pegawainya.

Ranggapun langsung menuju parkiran untuk mengambil Mobilnya.

Entah kenapa, dia sangat merindukan papanya. Jadi dia memilih untuk menemui papanya sebentar saja.

Dia menyetir membelah jalanan.

"Mendung, sepertinya mau hujan" ucap Rangga.

Dia pun mempercepat laju mobilnya. Khawatir jika dia tidak bisa menemui papanya disana.

Selang beberapa menit, dia sudah sampai di tempat tujuan.

Dia memarkirkan mobilnya, kemudian langsung menuju ke ibu-ibu penjual bunga.

"Buk, bunganya satu ya" ucap Rangga.

"Lah, anak kesini lagi? bukannya kemarin sudah?" tanya Ibu tersebut.

Rangga tidak menanggapi sama sekali.

"Ini buk" ucap Rangga kemudian menyerahkan uangnya.

Dia benar-benar malas jika harus meladeni omongan ibu-ibu yang banyak bicara.

"Dingin banget kayak kulkas 3 pintu" ucap Ibu tersebut. Namun dia bisa memaklumi, karena memang sikap Rangga selalu seperti itu.

Rangga pun langsung masuk ke pemakaman.

Dia menemukan satu orang sedang duduk berziarah di satu kuburan.

"Siapa dia, tumben" batin Rangga. Namun dia tidak ingin mengurusnya lebih jauh.

Dia langsung ke kuburan papanya.

"Pa, Rangga datang lagi. Rangga kangen banget sama Papa. Walaupun setiap hari Rangga datang kesini, tidak bisa mengobati rasa kangen Rangga" ucap Rangga.

"Seandainya Rangga punya mesin waktu, Rangga ingin mengulang masa dimana papa masih bersama Rangga di dunia ini. Tapi Rangga sadar itu tidak mungkin, jadi Rangga berusaha ikhlas pa. Papa tenang ya disana. Rangga sayang papa" ucap Rangga dengan air mata yang tiba-tiba menetes.

"Nek, Anya balik lagi setelah sekian lama. Udah lama banget ya Nek, Anya tidak berkunjung. Anya udah pindah Nek, Pindah ke tempat yang lebih jauh. Anya nggak kuat jika di rumah sebelumnya Nek. Anya nggak kuat jika terus mengingat kenangan sama nenek. Itu selalu membuat Anya sedih. Anya kangen banget sama nenek. Kangen banget. Seandainya Anya bisa putar waktu, Anya mau balik ke masa-masa dimana nenek masih bersama Anya disini" ucap Anya dengan air mata yang sudah terbendung.

Dia meluapkan semua tangisnya disana. Menceritakan semua kisahnya selama ini pada neneknya.

"Kakek juga baik-baik disana. Nenek sudah menyusul kakek, Kalian sudah bersama sekarang. Kakek jaga nenek ya disana. I Love u kakek nenek" ucap Anya pada kedua tumpukan tanah di depannya.

Anya pun langsung berdoa untuk keduanya.

Tiba-tiba hujan turun membasahi pemakaman tersebut.

"Astaga hujan" ucap Anya.

"Kek Nek, sampai ketemu lagi Ya. Anya pulang dulu" ucap Anya kemudian berlari meninggalkan pemakaman itu.

Dia mencari tempat berteduh agar tidak terkena hujan. Dia pun berteduh di gubuk tempat penjual bunga.

"Buk Anya nitip teduh disini ya" ucap Anya.

"Iya Nak, silahkan" ucap Ibu tersebut.

Anya juga melihat seorang laki-laki berteduh di tempat yang sama. Namun posisinya sedang menunduk memegang Hpnya.

Jadi dia tidak tahua pasti siapa orang tersebut. Dia pun memilih duduk di sampingnya karena hanya itu bangku yang kosong.

"Kenapa bisa hujan sih" ucap Anya.

-Bersambung-

Terpopuler

Comments

Alanna Th

Alanna Th

ketemu terus y, brarti jodoh,nya

2023-12-08

1

lihat semua

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!