Kelas Pertama

Anya pun berangkat ke kampusnya dengan menggunakan motor kesayangannya. Walaupun kuliah di tempat yang elit, dia tidak malu menggunakan sepeda motor.

Bukan karena dia tidak mampu membeli mobil. Mobil nya banyak berjajar di rumah, tapi dia tidak pernah mau memakainya. Menurutnya ribet dan tidak seru.

Akhirnya dia pun sampai di kampus. Ini hari pertama dia kuliah di jurusan ekonomi dan bisnis.

Sebenarnya dia ingin mengambil jurusan teknik mesin. Tapi papanya melarangnya.

Dengan alasan dia perempuan dan dia perlu mengurus kantor milik papanya nanti.

"Huh, sebenarnya aku malas sekali. Tapi ya sudah, demi papa" ucap Anya kemudian memarkirkan motornya.

Dia melihat beberapa orang juga memarkirkan motor dan mobilnya disana.

"Huh, oke ruangan berapa kita?" ucap Anya kemudian mengeluarkan hpnya.

Dia melihat jadwal kuliahnya "Oke lantai 5" ucapnya sambil melihat kearah gedung yang begitu tinggi.

"Untungnya ini gedung punya lift" ucap Anya kemudian berlari ke arah lift. Karena dia hampir telat. Mungkin tinggal 5 menit pelajaran pertama dimulai.

Saat di lobi, dia melihat lift terbuka, bahkan hampir tertutup. Dia langsung berlari begitu saja menyerobot masuk.

"Maaf" ucapnya, karena tanpa sengaja dia menabrak seseorang.

"Hmmm" ucap Laki-laki tersebut tanpa melihat kearah Anya sedikitpun.

"Mau ke lantai 5 juga?" Tanya Anya.

Namun lagi-lagi laki-laki tersebut hanya diam saja.

"Mungkin dia bisu" batin Anya sambil terkekeh.

Dia melihat laki-laki tersebut dari atas sampai bawah. Dia menggunakan jas dengan kemeja putih.

"Style bapak-bapak banget. Dia mau kuliah atau mau ke kondangan sih, rapi amat?" Ucap Anya pelan. Suara Anya tentu saja masih didengar oleh laki-laki tersebut. Namun laki-laki tersebut memilih untuk diam.

Beberapa menit kemudian, Pintu lift terbuka. Anya langsung berlari mencari ruangan kuliah. Lagi dan lagi dia menyerobot dan menabrak laki-laki tersebut. Namun kali ini dia tidak minta maaf karena dia sangat buru-buru.

"Ini dia" ucap Anya saat sampai di sebuah kelas. Dia kemudian mengintip perlahan. Takutnya dosen sudah datang dan dia terlambat.

"Huh, syukurlah" ucap Anya kemudian masuk. Beruntung dosen yang mengajar belum masuk. Dia langsung masuk ke dalam dan mengambil tempat duduk yang kosong.

Dia mengambil tempat duduk paling pojok. Dimana dosen sulit untuk melihatnya.

"Selamat pagi" ucap seseorang. Anya langsung melihat kearah pintu masuk.

Betapa terkejutnya dia saat melihat siapa yang datang.

"Lah, orang itu" ucap Anya.

Ternyata dia adalah laki-laki yang tadi bersamanya di lift.

"Selamat pagi pak" teriak semuanya. Lebih tepatnya didominasi oleh mahasiswa perempuan.

"Ishh, ganjen" batin Anya.

"Iya sih, dia lumayan ganteng, kulit putih, tinggi, hidung mancung, mata yang tidak terlalu besar namun dengan bulu mata yang lentik. apalagi bola matanya yang biru. Tapi dia bukan tipe aku" ucap Anya sambil melihat dari atas sampai bawah laki-laki di depannya tersebut.

"Oke semua, karena ini hari pertama. Bapak ingin perkenalkan diri dulu" ucapnya.

"Wah nggak sabar nih" ucap seorang gadis yang ada di samping Anya. Dia mencondongkan badannya seperti tidak sabar mendengar ucapan dosen itu.

"Nama saya Rangga Wijaya, Kalian bisa panggil Pak Rangga. Saya adalah dosen kalian selama satu semester ini. Ada yang ingin ditanyakan" ucap Rangga.

"Saya pak" ucap seorang wanita yang duduk di bangku kedua sambil mengangkat tangannya.

Dia putih, cantik dan seksi. Dia menggunakan rok yang sangat pendek sekarang dan tentu saja membuat banyak laki-laki di kelas menatapnya kagum.

"Jijik" ucap Anya sambil melihat kearah bagian bawahnya yang hampir tidak tertutup.

"Pantas saja semua laki-laki duduk disampingnya" ucap Anya sambil menatap geli pada Gladis.

"Iya nanyak apa?" Tanya Rangga.

"Bapak masih lajang atau udah taken?" Tanya Gladis yang membuat semua orang langsung bersorak padanya.

Rangga terdiam sesaat"Itu privasi saya. Ada pertanyaan lain" Tanya Rangga sambil melihat kearah Anya yang saat ini juga menatap kearahnya.

Tidak ada yang menjawab. Jadi Ranggapun langsung memulai pelajaran.

"Oke kita mulai saja pelajarannya" ucap Rangga kemudian memutuskan kontak matanya pada Anya.

Mendengar itu, Anya langsung mengambil buku di tasnya. Bukan untuk ditulis atau di baca.

Dia langsung membaringkan kepalanya di meja dan mulai menutup wajahnya dengan buku tersebut.

-Bersambung-

Terpopuler

Comments

putia salim

putia salim

aku suka cewek badung,pecicilan...

2023-12-01

0

RistaRia

RistaRia

q hadir aja dulu thorr

2023-11-14

0

Maryana Fiqa

Maryana Fiqa

kayaknya seru ni cerita cewek bisa bela diri

2023-11-08

0

lihat semua

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!