"Bener-bener itu dosen. Nggak ada angin nggak ada hujan tiba-tiba muncul di perpustakaan. Dari sekian banyak tempat kenapa dia harus ke perpustakaan sih. Pakai lihat gw tidur disana lagi. Sumpah. Apes banget gue punya dosen kayak dia" ucap Anya.
"Menurut aku pak rangga itu Ganteng banget loh nya. Cool, keren, pintar, kece abis dah. Kayaknya semua cewek di kelas kita tertarik sama pak Rangga. Dan cuma Lo aja yang kayaknya benci banget sama dia" Ucap Dinda, salah satu temen kelasnya. Dia saat ini sedang meminjam materi kuliah dari Dinda. Karena menurutnya Dinda yang paling pintar di kelas dan paling baik.
"Hah, ganteng? Nggak ada ganteng-gantengnya. Nyebelin iya" ucap Anya.
"Haha. Menurut aku sih, ganteng banget Nya. Tipe-tipe suami idaman banget deh" ucap Dinda sambil tersenyum bahagia, membayangkan pak Rangga.
"Ueekk. Jijik banget kalau dibayangin gue sama cowok ketus, plat kayak gitu. BTW Makasi ya Din. Catatan nya aku balikin besok ya. Aku pulang dulu. Bye Din" ucap Anya.
Dinda hanya membalas dengan melambaikan tangan kembali. Anya kemudian pergi ke parkiran untuk pulang.
"Huh, males banget kalau harus resume. Apa aku minta tolong kak Antarez aja yang kerjain. Nanti aku bayarin aja. Dia pasti jago buat kayak gini. Males banget mikir" ucap Anya sambil tersenyum bahagia.
Saat di parkiran, Anya langsung terdiam.
"Astaga, bagaimana bisa aku bertemu dengan dia lagi" ucap Anya kemudian langsung bersembunyi di balik salah satu mobil.
"Itu dosen ada dimana-mana ya. Nyebelin banget dah" ucap Anya sambil terus bersembunyi di balik mobil.
Di parkiran saat ini sedang ada Rangga dan salah satu dosen senior sedang berbincang berdua. Dan motornya Anya tepat berada di dekat mereka.
"Hey, ngapain disitu?" Tanya seseorang yang saat ini tengah mengambil motornya yang terparkir di samping mobil tempat Anya bersembunyi.
"Stttst" ucap Anya sambil meletakkan kedua jarinya di bibir.
"Anya, kamu Anya adukkan Antarez ya?" ucap nya sambil setengah berbisik.
Anya hanya mengangguk.
"Kenalin aku Reza yang Tadi di kantin" ucapnya kemudian.
"Owhh. Iya. Anya" ucap Anya sambil menjabat tangan Reza. Dia tersenyum sambil memandang wajah Anya yang seperti bersembunyi di balik mobil.
Reza melihat ke sekeliling dan dia melihat dua dosen yang sedang berbicara di parkiran.
"Owhh, kamu sembunyi dari pak Rangga atau Pak Joko?" Tanya Reza.
"Keduanya. Jangan kenceng-kenceng. Aku nggak mau berurusan sama dosen itu" ucap Anya.
"Ya sudah. Naik motorku saja. Nanti aku antar. Nanti duduk cewek biar nggak kelihatan mukamu" ucap Reza.
Anya pun melihat ke arah motor Reza.
"Boleh-boleh" ucap Anya.
Dia pun langsung naik ke motor Reza dan mengikuti perkataan Reza tadi.
"Bagaimana, siap?" Tanya Reza sambil tersenyum bahagia.
"Siap kak, ayo" ucap Anya.
Reza pun langsung menyalakan motornya. Kemudian mulai melakukan motornya melewati kedua dosen tersebut.
Dia melewati kedua dosen tersebut dengan mudah.
Mereka bahkan saat ini sudah melewati gerbang kampus.
"Akhirnya. Kak Aku turun disini saja" ucap Anya.
"Lah kok gitu. Nanti kamu pulangnya gimana? Aku antar saja ya?" Tawar Reza. Anya langsung menggeleng.
"Nggak Kak. Turunin aku disini saja. Nanti aku pulang sama mereka" ucap Anya sambil menunjuk kearah mobil yang terparkir tidak jauh dari kampusnya.
"Itu jemputanmu?" Tanya Reza.
Anya langsung mengangguk.
Pupuslah harapan Reza untuk bisa mengantar Anya pulang. Padahal dia ingin PDKT dengan adik dari temannya itu.
"Iya sudah. Hati-hati ya" ucap Reza.
"Iya kak, kakak juga. Sekali lagi makasi. Bye kak" ucap Anya.
Dia langsung berlari kearah mobil hitam tersebut.
Melihat majikannya datang, 2 orang yang ada di dalam langsung keluar.
"Siang Non" ucap mereka.
"Hmm, antar aku pulang. Oya, satu orang ambil motorku di dalam ya. Ini kuncinya" ucap Anya kemudian masuk ke dalam mobil tersebut.
"Baik Nona" ucap Mereka.
"Ada gunanya juga mereka disini" ucap Anya.
-Bersambung-
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 67 Episodes
Comments