Jesslyn melepaskan pelukannya dengan Kimmy, lalu wanita itu membalikan tubuhnya menghadap ke arah Jasson.
"Jasson lihatlah, apa yang aku bilang tadi? Kimmy pasti datang." Jesslyn mengusap ekor matanya yang masih tergenangi sedikit cairan.
Jasson tak menghiraukannya, ia sibuk saling beradu pandang dengan Kimmy hingga cukup lama. Namun, pandangan Jasson teralihkan saat melihat laki-laki yang sempat ia lihat bersama Kimmy di rumah sakit waktu itu ternyata turut hadir dan kini berdiri persis di samping Kimmy.
Alana yang kala itu melihat Kimmy segera menghampirinya dan menyambutnya dengan sebuah pelukan. "Kimmy aku senang kau datang."
"Alana...." Kimmy membalas pelukan sahabatnya tersebut. Iya, setelah dirinya dibuat kacau akan pilihan untuk menghadiri pesta sahabatnya atau tidak, Kimmy sempat mengirim pesan kepada dokter Mark membatalkn rencananya untuk datang ke pesta Jesslyn. Namun Kimmy tidak bisa melakukan itu, ia langsung berubah pikiran dan menarik ulang pesan yang sudah ia kirimkan sebelum dokter Mark membacanya.
"Jesslyn, ayo kita lanjutkan acaranya. Jangan membuat teman-temanmu menunggu," tutur Alea. Jesslyn mengiyakannya, ia menyuruh Kimmy menunggu untuk melakukan pemotongan kue menggunakan pisau yang tadi ia letakan ke sembarang tempat. Begitu pula Jasson yang terlebih dulu sudah memotong kue miliknya, sorakan para teman-teman terutama Harry dan Daven yang meledeknya, membuat lelaki itu bingung.
"Jasson, kue pertamamu mau kau berikan kepada siapa?" tanya Jesslyn.
"Punyamu mau kau berikan kepada siapa?" tanya Jasson bailk.
"Ini rahasia." Jesslyn menjawab dengan penuh semangat, tak sabar ingin memberikan kue pertamanya, namun ia harus terlebih dulu menunggu Jasson membrikan kue pertama miliknya,
"Ehm...." Jasson melihat ke arah sekitar. masih bingung harus memberikan kue yang saat ini ia pegang kepada siapa, anda saja ada mama Merry, mungkin kue wanita itu akan ia berikan kepada wanita yang telah melahirkannya itu.
Kedua mata Jasson masih menyapu ke seluruh orang yang ada di sana, hingga pandangannya terhenti ke arah gadis kecil yang saat ini digendong oleh kakaknya. Seulas senyuman menghias tipis wajah Jasson, mengajaknya untuk membawa kue yang ia pegang berjalan ke arah Elga.
"Kue pertama milikku untuk Elga." Jasson menyodorkan kue tersebut ke mulut mungil keponakannya, namun Elga tak membuka mulutnya untuk langsung memakan kue dari pamannya itu.
"Kue ini untukku?" tanya Elga sambil memiringkan kepalanya, hingga poni gadis itu jatuh mengikuti kepalanya mengarah.
"Iya, untuk keponakan Paman yang cantik."
"Tapi Elga kan bukan kekasih Paman, mana bisa Elga menerima kue ini? kenapa kuenya tidak Paman Jasson berikan saja kepada Bibi Alea? Bibi Alea kan kekasih Paman." Elga berucap dengan polos dan beruntun. Suaranya yang parau dan terdengar sedikit tidak jelas masih tetap membuat Jasson bisa untuk mengertikannya.
Karna yang Elga tau selama ini pamannya selalu pergi kemanapun bersama Alea. Bukankah, jika orang dewasa selalu pergi bersama berarti mereka berdua berpacaran, pikiran Elga menangkap seperti itu.
Jasson tersenyum dan mengggeleng sedikit kepalanya akan tingkah keponakan yang masih berumur empat tahun itu. "Bibi Alea bukan kekasih paman, Sayang. Bibi Alea hanya teman Paman. jadi ini untukmu." Ucapan Jasson yang didengar oleh Alea membuat wanita itu terliat sedikit kecewa, sama halnya dengan Kimmy yang tak menyangka bahwa Jasson ternyata tak memiliki hubungan dengan Alea.
"Bibi Alea bukan kekasih Paman? jadi--"
"Kau ini kenapa cerewet sekali seperti mamimu. Sudah ayo cepat makan ini" Ken mengambil potongan kue tersebut dari tangan Jasson dan membungkam mulut putrinya yang cerewet dengan kue itu.
Lalu, Jesslyn berjalan menghampiri Ken dan Elga, ia memberikan potongan kue pertamanya kepada kakak kesayangannya tersebut.
***
Jasson menyuruh pembawa acara agar memberitau kepada semua teman-temannya untuk membubarkan diri dan menikmati semua jamuan makanan dan minuman yang sudah tersedia di sana, ia dan Alea duduk di meja dekat kolam renang bersama dengan Chelia, lalu mereka dihampiri oleh Daven dan juga Harry yang baru saja kembali setelah menemui Kimmy untuk sekedar menyapa dan berbicara sebentar dengannya.
"Jasson, aku tidak menyangka Kimmy hadir, dia semakin cantik dan dewasa," ujar Harry. Jasson tak menghiraukannya, ia sibuk meneguk minuman yang baru saja ia tuang dari botol.
"Apa laki-laki itu kekasih Kimmy?" tanya Daven, pandangannya sedaritadi tak lepas ke arah Kimmy yang sedang sibuk mengobrol dengan Jesslyn dan juga Alana, begitu pula dokter Mark yang sedang diajak mengobrol oleh Ken.
"Entahlah, aku rasa begitu," jawab Harry.
"Memangnya laki-laki mana yang tidak menyukai Kimmy," ujar Daven, suaranya datar masih menatap Kimmy dari kejauhan seakan sedikit kecewa bahwa wanita itu datang dengan seorang pria yang tak ia kenal, karna sebenarnya, sejak Daven mengenal Kimmy, ia sedikit menyimpan rasa kagum terhadapnya.
Jasson sedaritadi tak menghiraukan kicauan Harry dan Daven, ia sibuk meneguk kasar minuman miliknya berulangkali, hingga Harry dan lainnya dibuat heran karenanya.
"Hey, kenapa kau minum banyak sekali!" tegur Harry dengan heran.
"Jasson, jangan terlalu banyak minum, besok kau harus menemui klienmu di luar jam kantor," tutur Alea.
"Aku hanya ingin minum sedikit saja selagi tidak ada mama dan papa di sini, aku sudah lama tidak minum anggur," jawabnya dengan meneguk kembali minuman di cawan terakhir miliknya dan tak mempedulikan apa kata teman-temannya.
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 80 Episodes
Comments
Rafalia Azain
keluarga Moen gengsi nya selangit
2025-02-02
0
RossyNara
jason cemburu tapi gengsinya terlalu tinggi untuk mengakui nya
2024-04-20
3
Dini Lestari
jason cemburu..makanya jangan sok datar ama kimmy
2024-01-24
2