Membatalkan pertemuan

Kimmy memberanikan diri untuk mengangkat wajahnya dan memperhatikan tubuh tegap Jasson dari belakang yang sedang menaiki anak tangga dengan begitu gagahnya, bahkan Kimmy masih bisa melihat dengan jelas keringat laki-laki itu berjatuhan menetesi lantai. Kimmy tiba-tiba memegangi dadanya yang berdegup dengan sangat hebat.

Tubuh Jasson terlihat lebih sexy dan berisi, ini hanya perasaan Kimmy saja atau karna memang wanita itu tidak pernah melihat tubuh lelaki yang pernah ia sukai itu secara langsung? Kimmy menepuk  pipinya satu kali saat disadarkan dengan  apa yang saat ini sedang ia lamunkan.

"Kenapa aku ini?" Kimmy mengalihkan arah pandanganya.  Berjalan masuk dan mendekati sofa, hampir  mempersilahkan tubuhnya untuk duduk di sana bermaksud menghubungi Jesslyn menggunakan ponsel yang ada digenggamannya.  Namun niatnya terurungkan saat suara mesin dan clakson mobil terdengar di halaman rumah. Kimmy  memilih keluar dari rumah sahabatnya itu untuk memastikan siapa yang datang.

"Kimmy ...." Jesslyn yang terlihat  baru saja turun dari mobil seketika berteriak saat melihat sahabatnya berdiri di ambang pintu. Segera membuatnya berlari dan menghampirinya. Saling meregangkan kedua tangan masing-masing dan memeluk satu sama lain.

"Kau sudah datang, kenapa tidak menghubungku terlebih dulu? apa kau sudah lama menunguku? maaf, aku harus ikut mama berbelanja." Jesslyn berucap dengan beruntun sambil melepaskan pelukannya.

"Tidak, aku baru saja datang."

"Bibi ... Paman ...." Melihat Merry dan Gio yang berjalan menghampiri mereka berdua, Kimmy segera memeluk mereka secara bergantian.

"Sayang, bagaimana kabarmu?" tanya Merry yang memberi ciuman di pipi Kimmy. Ya, Kimmy sudah dianggap seperti putrinya sendiri oleh wanita yang berusia 48 tahun itu.

"Kimmy sangat baik, Bi."

"Lama sekali kami tidak melihatmu, banyak yang berubah dari dirimu, pasti kau sudah memiliki kekasih." Gio  meledek sambil mengacak-acak rambut Kimmy.

"Tidak, Paman." Kimmy terkekeh sambil merapikan rambutnya

"Ayo kita masuk, sayang." Merry menggandeng tangan Jesslyn dan Kimmy, mengajak kedua perempuan itu masuk ke dalam rumah.

***

Di ruang Gym, Jasson melanjutkan aktivitas olahraganya yang sempat tertunda karna kedatangan Kimmy.  Laki-laki itu saat ini terlihat berlari di atas treadmill. Menambah kecepatan hingga akhirnya, ia berhenti saat tubuhnya merasa lelah dan sudah memeras begitu banyak keringat.

Jasson melentangkan tubuhnya di lantai, mengatur napasnya yang naik turun untuk marup oksigen. Saat di rasa napasnya sudah stabil, ia beranjak berdiri mengambil air mineral yang sudah tersedia di dalam botol, menegukanya sebagian lalu menyiramkannya di bagaian kepala dan  tubuhnya sebelum akhirnya laki-laki itu dan meninggalkan ruang Gym untuk kembali ke kamar.

Jasson masuk ke dalam kamar mandi dan berdiri di bawah guyuran air yang mengalir dari shower yang ia biarkan menggantung di atas, Kepalanya dipenuhi busa saat tangannya memijat rambutnya dengan menggunakan shampo yang baru saja ia tuang.

Suara dering ponsel miliknya yang terdengar dari luar kamar mandi, membuat laki-laki itu segera menyelesaikan aktivitasnya saat ini.

Jasson mematikan kran shower, ia meraih dua buah handuk.  Satu handuk ia lilitkan di pinggang dan handuk lainnya ia gunakan untuk mengeringkan rambut cepaknya yang basah.

"Siapa yang menelpon?" Jasson berdecak karna merasa terganggu. Diraihnya ponsel yang tergeletak di atas tempat tidur. Ada tiga panggilan tak terjawab dari Alea, membuat laki-laki itu segera menghubungi balik sekretaris pribadinya tersebut.

"Hallo ...." Suara Alea menyaut dari seberang sana setelah Jasson menunggu beberapa detik saat ponselnya sedang menghubungkan.

"Ada apa?" tanya Jasson dengan malas-malasan sambil menggosok rambutnya yang basah dengan handuk setelah dirinya berpindah posisi di depan cermin, hingga memantulkan sebagian tubuhnya di sana.

"Jasson, ini sudah sore kenapa sampai saat ini kau juga belum kembali ke kantor? kau sudah memiliki janji dengan klien bukan?"

"Oh iya aku lupa. Aku malas sekali kembali ke kantor, kalau begitu batalkan saja pertemuannya."

"Jasson, kenapa mendadak seperti ini?

"Aku hari ini sangat lelah, jadi aku ingin menghabiskan waktu di rumah. Mungkin hingga besok, jadi tolong batalkan semua pertemuanku dengan siapapun."

"Jasson, ini klien penting, kenapa kau tiba-tiba membatalkannya?" Suara Alea terdengar menajam dari balik ponsel yang digengga oleh Jasson.

"Kita bisa mengatur janji untuk pertemuan berikutnya, kau urus saja mereka pasti akan mengerti."

"Dan satu lagi, jangan menghubungiku jika yang kau bahas hanya tentang masalah pekerjaan, aku sungguh pusing!"

"Jasson, tapi--"

Suara Alea terputus saat Jasson mengakhiri panggilan itu secara sepihak dan melemparkan ponsel tersebut di atas tempat tidur.

"aku benar-benar pusing memikirkan perusahaan." Jasson memijit keningnya dan melemparkan handuk yang saat ini mengantung di lehernya ke sembarang tempat.

Jasson mendekati lemari, diambilnya satu setel pakaian di dalam sana dan segera membalutkan pakaian itu ditubuh kekarnya yang sudah mengering, sebelum akhirnya laki-laki itu pergi meninggalkan kamarnya.

Langkah Jasson membawanya masuk ke dalam ruang musik untuk mengambil gitar akustik kesayangannya. Lalu, ia membawanya ke balkon untuk memainkannya di sana.

Segelas orange jus dan juga roti coklat yang baru saja disajikan oleh Bi Molley menemani laki-laki itu yang sedang bersantai di balkon rumahnya sambil memainkan alat musik petik yang terbuat dari kayu yang cukup kokoh tersebut. Namun suara cekikikan terdengar mendekat membuat laki-laki itu menoleh ke asal suara yang sudah bisa ia tebak. Terlihat Kimmy dan Jesslyn naik ke atas balkon tersebut.

"Sedang apa kau kemari?" tegur Jasson sesaat setelah menghentikan petikan gitar yang ia mainkan.

"Aku baru saja mengajak Kimmy keliling rumah dan sekarang aku ingin melihat senja bersamanya. Kau sedang apa di sini?" Jesslyn meletakan kedua tangannya dan berdiri di depan saudara kembarnya tersebut dengan tatapan kesal.

"Apa kau buta tidak melihatku sedang apa?" seru Jasson menunjukan gitar di tangannya.

"Pergilah! Aku ingin di sini bersama Kimmy."

"Enak sekali kau berbicara? seharusnya kau yang pergi dari sini!" seru Jasson.

"Kau yang seharusnya pergi, ini kan tempatku!" seru Jesslyn.

"Tempatmu? memangnya kau yang membangun rumah ini!" seru Jasson.

"Jesslyn sudah-lah, ayo kita turun saja dari sini," ajak Kimmy.

"Aku tidak mau! Aku ingin melihat senja di sini." Jesslyn menepis tangan Kimmy yang hendak menariknya.

"Kalau kau ingin melihat senja, kau lihat saja! Kenapa harus mengusirku!" bentak Jasson.

"Karna kau perusuh sama seperti temanmu yang pengacau itu!" Pengacau yang di maksud oleh Jesslyn di sini tak lain ialah Harry.

"Bicaralah  yang sopan! Bahkan Harry tidak ada di sini kau masih saja berbicara tidak sopan seperti itu! Mau kudorong kau dari atas sini!" ancam Jasson dengan tatapan menggertak.

"Memangnya kau berani? dorong saja jika berani!"  tantang Jesslyn sambil melototkan kedua matanya.

Jasson mengalihkan gitar yang kala itu ia letakan dipangkuannya, hendak beranjak dari duduknya dan menghampiri Jesslyn, namun niatnya terurungkan saat saudaranya itu berteriak dengan sangat kencang.

"Papa, Jasson mau memukulku!" Suara Jesslyn hampir saja merusak gendang telinga Kimmy yang saat itu berada di sampingnya.

"Jasson ...." Suara Gio yang terdengar samar menyaut dengan penuh ancaman.  Jesslyn tertawa dengan penuh kemenangan saat Jasson tak berkutik.

"Dasar nenek tua!" Jasson mengambil gitar miliknya. sejenak melirik ke arah Kimmy dengan tatapan dingin dan berlalu turun dari sana mengalah kepada saudara kembarnya tersebut.

Terpopuler

Comments

FUZEIN

FUZEIN

Aku ingi tahu sudut pandangan jason ke kimmy

2024-12-23

0

Aisyah dewi

Aisyah dewi

penasaran bngat ma perasaan jason

2025-01-14

0

Erika Sitompul

Erika Sitompul

Ini ke 5xnya membaca Oh my Jason, salah satu novel terbaik menurutku. Tak pernah bosan thanks Nona 😍❤️

2024-08-12

4

lihat semua
Episodes
1 PROLOG
2 Menghilang dari hidupnya
3 Setelah tiga tahun
4 Mencoba menghindari
5 Akan baik-baik saja
6 Kapan kau membuka hati?
7 Kedatangan Alana
8 Begitu kacau
9 Tidak jadi
10 Kimmy tidak hadir
11 Kenapa kau minum?
12 Aku hadir hanya...
13 Aku bisa sendiri
14 Kenapa tidak kau saja?
15 Berdegub hebat
16 Membatalkan pertemuan
17 Tatapan dingin
18 Meminta bantuan
19 Aku bisa melakukannya
20 Jangan melihatku
21 Jasson?
22 Selalu saja memaksa
23 Cinta atau kebodohan?
24 Sunguh berbahaya
25 Tidak ingin pulang
26 Anggur merah?
27 Bukan laki-laki baik
28 Mengikuti
29 Sungguh menyusahkan!
30 Terkunci
31 Matilah kau Jesslyn
32 Mencoba menjelaskan
33 Penuh kekecewaan
34 Punya hak apa?
35 Apa yang kau mau?
36 Rencana yang berhasil
37 Kesepakatan yang menyakitkan
38 Apa perlu aku mengajarimu?
39 Kedatangan Elga
40 Tidak mau pulang
41 Aku tdak mengajarinya
42 Kau tidak baik-baik saja!
43 Aku mau adik bayi
44 Apa sudah membaik?
45 Hampir tak mengenali
46 Jangan melihat!
47 Boneka ini untukku?
48 Jangan menertawakanku!
49 Menyusahkan Bibi dokter.
50 Aku juga menginginkannya
51 Aku tau batasanku
52 Karna aku suamimu!
53 Bukan sebuah lelucon
54 Hanya kau yang baik?
55 Jangan seperti ini!
56 Bulan madu?
57 Tidak menyenangkan
58 Cantik sekali
59 Tidak ada yang boleh mengganggu!
60 Lupakan yang telah terjadi.
61 Sungguh memalukan
62 Tidak suka diganggu
63 Selalu menyudutkan
64 Kenapa menyalahkanku?
65 Sudah terbiasa
66 Memperingatkan!
67 Kenapa mendiamkanku?
68 Aku sudah menyerahkan semuanya
69 Tidak bisa menahan
70 Terkunci dari luar
71 Aku cemburu
72 Apa kau mencintainya?
73 Mempertanyakan kembali
74 Jangan mengganggu
75 Tidak bisa menjaga rahasia
76 Semua sama saja
77 Pilihan sangat berat
78 Mencaritahu
79 Aku mencintaimu
80 Pengumuman (Oh My Kimmy)
Episodes

Updated 80 Episodes

1
PROLOG
2
Menghilang dari hidupnya
3
Setelah tiga tahun
4
Mencoba menghindari
5
Akan baik-baik saja
6
Kapan kau membuka hati?
7
Kedatangan Alana
8
Begitu kacau
9
Tidak jadi
10
Kimmy tidak hadir
11
Kenapa kau minum?
12
Aku hadir hanya...
13
Aku bisa sendiri
14
Kenapa tidak kau saja?
15
Berdegub hebat
16
Membatalkan pertemuan
17
Tatapan dingin
18
Meminta bantuan
19
Aku bisa melakukannya
20
Jangan melihatku
21
Jasson?
22
Selalu saja memaksa
23
Cinta atau kebodohan?
24
Sunguh berbahaya
25
Tidak ingin pulang
26
Anggur merah?
27
Bukan laki-laki baik
28
Mengikuti
29
Sungguh menyusahkan!
30
Terkunci
31
Matilah kau Jesslyn
32
Mencoba menjelaskan
33
Penuh kekecewaan
34
Punya hak apa?
35
Apa yang kau mau?
36
Rencana yang berhasil
37
Kesepakatan yang menyakitkan
38
Apa perlu aku mengajarimu?
39
Kedatangan Elga
40
Tidak mau pulang
41
Aku tdak mengajarinya
42
Kau tidak baik-baik saja!
43
Aku mau adik bayi
44
Apa sudah membaik?
45
Hampir tak mengenali
46
Jangan melihat!
47
Boneka ini untukku?
48
Jangan menertawakanku!
49
Menyusahkan Bibi dokter.
50
Aku juga menginginkannya
51
Aku tau batasanku
52
Karna aku suamimu!
53
Bukan sebuah lelucon
54
Hanya kau yang baik?
55
Jangan seperti ini!
56
Bulan madu?
57
Tidak menyenangkan
58
Cantik sekali
59
Tidak ada yang boleh mengganggu!
60
Lupakan yang telah terjadi.
61
Sungguh memalukan
62
Tidak suka diganggu
63
Selalu menyudutkan
64
Kenapa menyalahkanku?
65
Sudah terbiasa
66
Memperingatkan!
67
Kenapa mendiamkanku?
68
Aku sudah menyerahkan semuanya
69
Tidak bisa menahan
70
Terkunci dari luar
71
Aku cemburu
72
Apa kau mencintainya?
73
Mempertanyakan kembali
74
Jangan mengganggu
75
Tidak bisa menjaga rahasia
76
Semua sama saja
77
Pilihan sangat berat
78
Mencaritahu
79
Aku mencintaimu
80
Pengumuman (Oh My Kimmy)

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!