Begitu kacau

Saat dirasa Ken dan Elga sudah tidak ada di sana.  Suasana di antara mereka berdua tiba-tiba mencekam, tawa dan senyuman yang menghiasi wajah mereka tiba-tiba sirna. Hanya ada tatapan serius antara keduanya.

Kimmy sejenak memandang Alana, lalu menundukan pandangannya ke bawah. "Pasti Jesslyn sudah memberitaumu."

"Iya, Jesslyn sudah memberitaukan semuanya kepadaku. sekarang hanya ada kita berdua di sini. Aku ingin kau menjelaskan semuanya kepadaku, kenapa kau membohongi kami semua!" perintah Alana dengan penuh keseriusan.

"Alana, aku—" Suara Kimmy rasanya  tercekat di tenggorokan. Dirinya begitu bingung harus berbicara apa, rasanya ia malu jika harus berterus terang kepada Alana akan alasan besar yang harus membuat dirinya berbohong dan menghilang selama tiga tahun ini.

"Kimmy, apa kau tau? Jesslyn sangat kecewa karna kau membohonginya. Begitu juga dengan aku. Kau tidak tau, setiap hari Jesslyn menanyakan dirimu. Dia selalu bertanya tentang dirimu kepada paman Louis. Tapi, jawaban yang sama selalu dia dapat. Kau masih melakukan pendidikan di luar negeri."

"Apa kau tau, bagaimana senangnya Jesslyn saat Daven memberitau bahwa dia tadi tidak sengaja melihat orang yang  mirip sekali denganmu di rumah sakit? Jesslyn sangat senang sekali, dia begitu percaya bahwa itu memanglah dirimu, dia meminta Jasson untuk mengantarkannya dan memastikan kebenarannya. Dan ternyata memang benar bahwa itu adalah dirimu."

Alana menarik tangan Kimmy dan menggenggam erat tangan sahabatnya tersebut. "Kimmy, Apa kau masih menganggapku  sebagai sahabatmu?" tanya Alana. Kedua mata Kimmy berkca-kaca, ia menganggukan kepalanya. "Tentu saja, Alana. Sampai kapanpun kau dan Jesslyn adalah sahabatku.

"Kalau kau menganggapku sebagai sahabat maka ceritakan semuanya kepadaku, apa alasanmu menghindar dan menmbohongi kami semua seperti ini?" tanya Alana.

"Aku—"

"Apa, Kimmy? ayo katakan?" Alana bertanya dengan nada pelan namun terdengar sedikit memaksa.

"Berjanjilah, jika aku menceritakan alasan ini. Kau tidak akan memberitau kepada siapapun termasuk  Jesslyn?" Kimmy meremas tangan Alana berharap wanita itu beranji kepadanya.

"Tapi, Kimmy. Jesslyn perlu tau, dia juga sahabat kita, Jesslyn yang lebih berhak tau agar tidak salah paham dengan drimu," tutur Alana.

Kimmy menundukan kepalanya. "Aku sungguh malu, Alana."

Kimmy sejenak diam, dirinya menyusun keberanian untuk menjelaskan kepada Alana.

 "Alana, kau kan tau, aku dari dulu sangat menyukai Jasson. Sejak kecil aku menyukainya, aku kira perasaanku hanya sekedar suka, tapi semakin lama aku benar-benar menaruh rasa kepada Jasson. Aku merasa sesak saat melihat dia dekat bersama wanita lain, padahal aku orang lain baginya, sementara aku tidak pernah bisa dekat dengan dia."

"Aku berpikir, bahwa Jasson mungkin risih dengan kehadiranku. Daripada aku merasakan sakit hati yang berlebihan, aku memilih melupakannya dan menjauh dari kehidupannya." Kimmy mengusap air mata yang mengalir di kedua sudut matanya.

"Termasuk menjauhi kami?" Alana seakan tidak terkejut akan alasan yang telah diberikan oleh sahabatnya itu.

Kimmy memejamkan kedua matanya, air matanya ikut tersapu oleh kelopak mata yang tertutup itu. Ia menganggukan kepala dan membenarkannya.

"Kimmy...." Alana menggeser duduknya supaya lebih mendekat dan memeluk erat tubuh wanita itu.

"Hanya karna masalah ini kenapa kau mengorbankan persahabatan kita?" tanya Alana.

"Alana, kau tidak tau bagaimana kacaunya diriku dulu. Aku memang dulu tidak cukup dewasa dalam menyikapi hal ini, aku terlalu egois tidak memikirkan perasaanmu dan juga Jesslyn. Yang aku pikirkan waktu itu hanya perasaanku saja hingga aku mengambil keputusan bodoh ini."

"Kenapa kau tidak berbicara denganku masalah perasaanmu kepada Jasson? Aku bisa membantumu berbicara kepada nya, Kimmy."

Kimmy seketika menjauhkan tubuh Alana yang masih mendekapnya.

"Tidak, Alana. Aku sekarang sudah benar-benar melupakan Jasson. aku sudah tidak memiliki perasaan apapun dengannya."

Alana  memperhatikan Kimmy yang berucap dengan menundukan pandangannya, ia mengangkat dagu Kimmy dan mengusap air mata yang menggenangi wajah sahabatnya itu dengan menggunakan kedua ibu jarinya.

"Kau sudah benar-benar melupakannya?" tanya Alana. Kimmy menganggukan kepalanya tanpa memandang ke arah Alana sedikitpun.

"Kalau begitu, besok kau harus datang  ke pesta ulang tahun Jasson dan Jesslyn."

"Maaf, Alana. Aku tidak bisa!" tolak Kimmy.

"Kenapa? bukannya kau sudah melupakan Jasson?" tanya Alana.

"Aku memang sudah melupakan Jasson. Tapi aku tidak bisa datang ke sana."

"Kalau kau sudah melupakan Jasson kau harus datang!" paksa Alana dengan suara yang tegas.

"Aku tidak bisa, Alana."

"Kalau kau benar-benar sudah melupakan Jasson dan kau masih menganggapku dan Jesslyn sebagai sahabat, kau harus datang!" Alana tiba-tiba beranjak berdiri dari tempat duduknya.

"Dan jika kau tidak datang, maka ku anggap, kau benar-benar memutuskan hubungan pertemanan dengan kami."

"Alana—"

"Aku permisi pamit pulang," Alana menghempaskan tangan Kimmy yang mencoba menahannya dan berlalu pergi dari sana.

"Alana, tunggu—"

"Maafkan aku Kimmy," gumam Alana sembari berjalan keluar meninggalkan rumah sahabatnya tersebut.

"Bagaimana aku bisa datang ke sana?"

"Bahkan Jasson dan Alea? mereka sekarang pasti sudah menjalin hubungan." Kimmy meremmas seluruh rambutnya  dengan begitu bingung. "Aku tidak mau usahaku melupakan Jasson selama ini menjadi sia-sia."

***

Malam harinya,

Waktu menunjukan pukul 19.00.  Keluarga Kimmy sedang melakukan makan malam di rumah bersama keluarga dokter Mark sejak 15 menit yang lalu. Dua keluarga itu terlihat berkumpul di satu meja makan, sedikit obrolan dan candaan mereka sematkan dalam makan malam tersebut. Dokter Mark hanya datang bersama ayahnya saja, karna ibunya sudah lama telah tiada, dan kedua adik perempuannya tidak bisa ikut serta.

Ayah  dokter Mark juga  seorang tenaga medis, jadi obrolan mereka terkesan sangatlah nyambung, apalagi beliau dokter senior yang sangat disegani Louis.

"Kau sudah memiliki kekasih, Kimmy?" pertanyaan itu tiba-tiba dilontarkan oleh ayah dokter Mark kepada Kimmy.

"Belum, Paman." Kimmy menggelengkan kepalanya diiringi dengan sedikit senyuman paksa.

"Wah, kebetulan sekali, Mark juga belum memiliki seorang kekasih."

"Sebenarnya apa maksud paman berbicara seperti itu?" gumam Kimmy.

Dirinya seakan sudah merasa tak nyaman untuk berada di sana.

Ibu Kimmy yang bernama Kelly memperhatikan putri semata wayangnya yang hanya diam dan malah melanjutkan kembali makannya. Kelly menyenggol siku Kimmy dan mencoba menegur putrinya tersebut.

"Sayang kenapa hanya diam saja? paman sedang mengajakmu berbicara!" Kelly yang kala itu duduk di samping Kimmy berbicara dengan berbisik  supaya tidak terdengar oleh yang lainnya.

"Kimmy kan sedang makan, Ma." Volume suara Kimmy yang tidaklah kecil, membuat perhatian semua orang menoleh ke arahnya. Kelly merasa tidak enak kepada ayah dokter Mark.

Kimmy meletakan garpu dan pisau yang sedang ia pegang, ia tiba-tiba beranjak berdiri meninggalkan tempat duduknya.

"Paman, dokter Mark... saya permisi mengakhiri makan saya dulu, selamat malam," pamit Kimmy kepada ayah dan anak itu.

"Kimmy, kenapa kau tidak sopan meninggalkan meja makan seperti ini?" bentak Louis. "Kembali ke tempat dudukmu!" perintahnya.

"Maaf, Papa. Kimmy sangat kenyang sekali." Kimmy berlalu pergi meninggalkan meja makan dan tidak mendengarkan perintah ayahnya tersebut. Louis hendak menahan putrinya, namun ayah dokter Mark melarangnya.

"Louis biarkan saja!" tuturnya.

"Prof, maafkan ketidaksopanan putri saya, biasanya Kimmy tidak seperti itu," ujar Louis dengan tidak enak hati.

"Tidak apa-apa, maklum anak muda, kedua putriku juga terkadang sama seperti itu." Ayah dokter Mark tersenyum dengan ikhlas dan bisa mengertikannya. "Mungkin Kimmy sedang ada masalah, jadi biarkan saja."

"Ehm...  Ayah, dokter Louis, dokter Kelly. Saya permisi mau berbicara dengan Kimmy," pamit Mark.

"Silahkan, Mark." Setelah mendapat izin dari Louis, Mark segera mengikuti Kimmy yang kala itu terlihat sedang duduk di dekat kolam ikan yang ada di ruang belakang sembari memberi makan ikan-ikan peliharaan papanya.

"Kimmy..." Mark ikut mendudukan tubuhnya di samping wanita itu.

"Ada apa dokter kemari?" tanya Kimmy sembari melemparkan makanan ikan ke dalam kolam tersebut.

"Kau masih memikirkan masalahmu dengan sahabatmu?" Pertanyaan Louis tak membuat Kimmy menjawabnya, wanita itu hanya diam saja dan sibuk memberi ikan peliharaan itu makan.

"Kau sudah menjadi seorang dokter, kau terbiasa menangani pasien. Entah mereka sedang mengalami sakit atau luka yang ringan maupun parah. Meskipun sulit, mau tidak mau kau harus tetap menanganinya dan menyelesaikan tugasmu sebagai seorang dokter yang wajib menyembuhkan pasiennya."

"Jadi seharusnya kau juga melakukan hal yang sama di luar profesimu sebagai seorang dokter. Seringan atau seberat apapun masalah yang kau terima, kau harus menghadapi masalahmu sebijak mungkin dan tunjukan bahwa kau baik-baik saja dan bisa menyelesaikannya!" tutur Mark.

Kimmy terdiam dan mencerna setiap perkataan yang dokter Mark katakan. Memang ada benarnya, mau sampai kapan dirinya akan menghindar seperti ini?

"Aku permisi." Dokter Mark beranjak berdiri.

"Dokter Mark..." panggilan Kimmy menghentikan langkah dokter Mark yang hendak pergi meninggalkannya. Kimmy meletakan makanan ikan yang sedang ia pegang ke sembarang tempat, ia ikut beranjak berdiri dan berjalan dua langkah mendekati laki-laki itu.

"Bisakah besok kau menemaniku untuk menghadiri pesta ulang tahun sahabatku?"

.

.

.

.

.

.

.

..

.

.

.

.

.

.

.

.

.

Sudah dipenghujung akhir bulan ramadhan,

 Nona Lancaster mengucakan taqabbalallahu minna wa minkum shiyamana wa shiyamakum minal aidzin wal faidzin mohon maaf lahir dan batin.

Semoga ibadah puasa kita selama satu bulan ini berkah dan diterima oleh Allah SWT.

Terpopuler

Comments

Nouna Chaca

Nouna Chaca

aq nangis klo bca ini

2024-10-03

0

C'Avey

C'Avey

bener kata orang tidak ada yang istimewa setelah kita dewasa

2022-12-20

0

rasebulan

rasebulan

kangen sama cerita Kimmy - Jason...
jadi baca ulang...

2022-06-19

0

lihat semua
Episodes
1 PROLOG
2 Menghilang dari hidupnya
3 Setelah tiga tahun
4 Mencoba menghindari
5 Akan baik-baik saja
6 Kapan kau membuka hati?
7 Kedatangan Alana
8 Begitu kacau
9 Tidak jadi
10 Kimmy tidak hadir
11 Kenapa kau minum?
12 Aku hadir hanya...
13 Aku bisa sendiri
14 Kenapa tidak kau saja?
15 Berdegub hebat
16 Membatalkan pertemuan
17 Tatapan dingin
18 Meminta bantuan
19 Aku bisa melakukannya
20 Jangan melihatku
21 Jasson?
22 Selalu saja memaksa
23 Cinta atau kebodohan?
24 Sunguh berbahaya
25 Tidak ingin pulang
26 Anggur merah?
27 Bukan laki-laki baik
28 Mengikuti
29 Sungguh menyusahkan!
30 Terkunci
31 Matilah kau Jesslyn
32 Mencoba menjelaskan
33 Penuh kekecewaan
34 Punya hak apa?
35 Apa yang kau mau?
36 Rencana yang berhasil
37 Kesepakatan yang menyakitkan
38 Apa perlu aku mengajarimu?
39 Kedatangan Elga
40 Tidak mau pulang
41 Aku tdak mengajarinya
42 Kau tidak baik-baik saja!
43 Aku mau adik bayi
44 Apa sudah membaik?
45 Hampir tak mengenali
46 Jangan melihat!
47 Boneka ini untukku?
48 Jangan menertawakanku!
49 Menyusahkan Bibi dokter.
50 Aku juga menginginkannya
51 Aku tau batasanku
52 Karna aku suamimu!
53 Bukan sebuah lelucon
54 Hanya kau yang baik?
55 Jangan seperti ini!
56 Bulan madu?
57 Tidak menyenangkan
58 Cantik sekali
59 Tidak ada yang boleh mengganggu!
60 Lupakan yang telah terjadi.
61 Sungguh memalukan
62 Tidak suka diganggu
63 Selalu menyudutkan
64 Kenapa menyalahkanku?
65 Sudah terbiasa
66 Memperingatkan!
67 Kenapa mendiamkanku?
68 Aku sudah menyerahkan semuanya
69 Tidak bisa menahan
70 Terkunci dari luar
71 Aku cemburu
72 Apa kau mencintainya?
73 Mempertanyakan kembali
74 Jangan mengganggu
75 Tidak bisa menjaga rahasia
76 Semua sama saja
77 Pilihan sangat berat
78 Mencaritahu
79 Aku mencintaimu
80 Pengumuman (Oh My Kimmy)
Episodes

Updated 80 Episodes

1
PROLOG
2
Menghilang dari hidupnya
3
Setelah tiga tahun
4
Mencoba menghindari
5
Akan baik-baik saja
6
Kapan kau membuka hati?
7
Kedatangan Alana
8
Begitu kacau
9
Tidak jadi
10
Kimmy tidak hadir
11
Kenapa kau minum?
12
Aku hadir hanya...
13
Aku bisa sendiri
14
Kenapa tidak kau saja?
15
Berdegub hebat
16
Membatalkan pertemuan
17
Tatapan dingin
18
Meminta bantuan
19
Aku bisa melakukannya
20
Jangan melihatku
21
Jasson?
22
Selalu saja memaksa
23
Cinta atau kebodohan?
24
Sunguh berbahaya
25
Tidak ingin pulang
26
Anggur merah?
27
Bukan laki-laki baik
28
Mengikuti
29
Sungguh menyusahkan!
30
Terkunci
31
Matilah kau Jesslyn
32
Mencoba menjelaskan
33
Penuh kekecewaan
34
Punya hak apa?
35
Apa yang kau mau?
36
Rencana yang berhasil
37
Kesepakatan yang menyakitkan
38
Apa perlu aku mengajarimu?
39
Kedatangan Elga
40
Tidak mau pulang
41
Aku tdak mengajarinya
42
Kau tidak baik-baik saja!
43
Aku mau adik bayi
44
Apa sudah membaik?
45
Hampir tak mengenali
46
Jangan melihat!
47
Boneka ini untukku?
48
Jangan menertawakanku!
49
Menyusahkan Bibi dokter.
50
Aku juga menginginkannya
51
Aku tau batasanku
52
Karna aku suamimu!
53
Bukan sebuah lelucon
54
Hanya kau yang baik?
55
Jangan seperti ini!
56
Bulan madu?
57
Tidak menyenangkan
58
Cantik sekali
59
Tidak ada yang boleh mengganggu!
60
Lupakan yang telah terjadi.
61
Sungguh memalukan
62
Tidak suka diganggu
63
Selalu menyudutkan
64
Kenapa menyalahkanku?
65
Sudah terbiasa
66
Memperingatkan!
67
Kenapa mendiamkanku?
68
Aku sudah menyerahkan semuanya
69
Tidak bisa menahan
70
Terkunci dari luar
71
Aku cemburu
72
Apa kau mencintainya?
73
Mempertanyakan kembali
74
Jangan mengganggu
75
Tidak bisa menjaga rahasia
76
Semua sama saja
77
Pilihan sangat berat
78
Mencaritahu
79
Aku mencintaimu
80
Pengumuman (Oh My Kimmy)

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!