20

Keesokan harinya, seluruh murid sudah berkumpul di aula pertemuan. Mereka menunggu bukti apa yang akan Sena berikan. Saat murid-murid sedang berdiskusi Sena muncul di atas panggung sambil memegang sebuah kertas dan papan tulis berukuran sedang juga alat tulis.

"Baiklah. Selamat pagi teman-teman semua. Maafkan aku yang menganggu pagi kita semua. Disini aku Brisena Cyrille Kinsley ingin membuktikan bahwa rumor yang beredar kemarin tidaklah benar. Rumor mengatakan bahwa aku membayar sekolah agar bisa masuk ke kelas unggulan, akan kukatakan bahwa rumor itu salah. Aku sungguh melakukan ujian masuk dan memang mengerjakan soal tahun ketiga. Aku memang tidak sekolah sebelumnya tapi bukan berarti aku tidak belajar. Aku akan membuktikannya, disini aku akan meminta kepada kalian untuk memberiku soal baik itu tahun pertama, kedua, ataupun ketiga. Jika seperti ini tentu aku tak mungkin membayar kalian semua yamg ada disini. Kalian bebas memberiku soal, tapi karena keterbatasan waktu mohon maaf aku hanya akan membatasi untuk 5 soal. Aku akan meminta tolong kepada para guru untuk memilih soal tersulit dan kemudian memeriksa jawabanku. Apakah boleh?"

Sena melihat ke arah tempat duduk guru. Para guru menyetujui nya. Melihat hal ini beberapa murid mulai memikirkan soal tersulit yang mereka ketahui dan setelah di kumpulkan para guru mulai memeriksa soal itu dan tentu saja mereka sendiri harus mencari jawaban soal yang akan mereka pilih. Setelah terpilih 5 soal, Sena mulai mengerjakan soal yang di perlihatkan melalui layar proyektor.

Para murid bisa melihat soal itu dan melihat Sena mulai mengerjakan soal itu di papan tulis. Setiap kali Sena selesai menjawab para guru akan langsung memeriksa jawabannya dan ini membuktikan bahwa Sena benar-benar pintar dan melihat bahwa Sena bisa menjawab soal yang bahkan sebagian besar dari mereka tidak mengerti jawabannya untuk apa Sena membayar ujian masuk padahal ia sudah sepintar ini.

"Aku sudah membuktikan kemampuanku. Apakah masih ada dari kalian yang tidak percaya? Kalau begitu silahkan maju kedepan sini dan kita bertanding mengerjakan soal" mereka semua menunduk, bahkan siswa tahun ketiga tidak ada niatan untuk maju kedepan karena mereka yakin jika maju mereka hanya akan mempermalukan diri mereka.

"Baiklah karena tidak ada yang maju aku anggap kalian mempercayai bahwa aku tidak berbuat curang saat ujian masuk. Oke selanjutnya rumor tentang aku dan teman-temanku mendapatkan soal ujian? Aku katakan lagi bahwa itu tidaklah benar. Silahkan kalian melihat ini, video ini akan menjawab kalian semua"

Mulai terputar video saat Sena bersama orang tuanya datang kerestoran dan tak lama pengawas ujian dan kepala sekolah datang dan pengawas ujian menunduk dan terdengar meminta maaf atas kesalahan nya karena memberikan soal tahun ketiga saat Sena ujian masuk. Setelah itu pengawas ujian memberikan kertas yang awalnya mereka duga soal ujian

"Nah kalian lihat kan? Saat itu pengawas ujian ditemani kepala sekolah bertemu denganku untuk meminta maaf dan kertas itu bukanlah soal ujian, melainkan surat permintaan maaf dan kertas yang ku pegang ini merupakan kertas itu" Sena memperlihatkan isi kertas kepada mereka semua.

"Aku tak bisa berbuat apa-apa jika kalian tak percaya jika kertas ini memang kertas yang diberikan pengawas ujian. Aku juga tak peduli jika kalian menghinaku asalkan jangan menghina teman-temanku. Mereka belajar sangat keras untuk membuat nilai mereka naik bukan karena sudah mengetahui soal ujian dan aku bisa memperlihatkan cctv rumahku jika kalian tak percaya kalau mereka belajar bersamaku selama ini" Sena menyampaikan semua yang ingin dia katakan. Ini merupakan tamparan untuk mereka semua yang kemarin menghina Sena dan teman-temannya, semua bukti yang diberikan Sena jelas dan tak bisa di sanggah.

"Baiklah hanya itu yang ingin kusampaikan, terima kasih karena kalian menyempatkan waktu kalian hari ini dan terima kasih juga kepada guru karena memperbolehkanku menganggu jam pelajaran karena hal ini" Sena menunduk hormat kemudian meninggalkan panggung. Masih terjadi keheningan hingga anak-anak kelas 10A yang sejak awal mempercayai Sena menepuk tangan dan mulai meninggalkan aula. Sedangkan yang membenci Sena semakin benci melihatnya dan semakin iri karenannya.

...****************...

Sudah seminggu sejak Sena mengklarifikasi tuduhan dari para murid di sekolahnya. Beberapa orang masih ada yang tidak suka dengan Sena, tapi sebagian besar murid mulai menyukai Sena. Bahkan mereka menobatkan Sena sebagai Queen sekolah mereka karena selain pintar Sena juga baik dan tidak pelit ilmu.

Banyak murid perempuan yang ingin menjadi teman akrab Sena dan para murid laki-laki mengagumi Sena tapi mereka sadar jika mereka tidak sekaya keluarga Kinsley. Mereka juga tidak percaya diri dengan kepintaran Sena. Para pria di sekolah Sena juga telah melihat video Sena menghajar para preman, melihat Sena yang biasanya lemah pembut sangat ahli dalam memukul pria yang terlihat 2 kali lipat lebih besar dari Sena, membuat nyali para pengagum Sena semakin menciut.

"Senaa.. Kamu dari mana? Aku mencarimu sejak tadi"

"Ohh hai Lisya. Aku tadi ke toilet, ada apa?"

"Kakakku menanyakan kenapa kau tidak menjawab telepon darinya dan menyuruhku mencarimu"

"ohh oke baiklah aku akan menghubungi kak Ray"

"Ehh nanti saja, kita ke kantin dulu yang lain sudah menunggu disana"

"Kamu duluan saja aku akan kembali ke kelas dulu mengambil ponsel ku. Aku takut kak Ray khawatir jika aku tak segera menghubungi nya"

"hmm baiklah. Apakah kau ingin ku pesankan makanan?"

"tolong pesankan saja jus apel dan sandwich"

"Baiklah, jangan lama-lama" Sena mengangguk dan berjalan menuju kelas untuk mengambil ponselnya. kelas mereka sunyi karena memang semua siswa sedang beristirahat dan mereka kebanyakan sedang makan siang di kantin.

Kak Ray😎

Kak maaf aku tak mengangkat telepon mu. Aku tadi ke toilet dan tidak membawa ponsel ku. Hubungi aku jika kau sudah tidak sibuk🫡

Setelah menulis pesan Sena berjalan menuju kantin. Awalnya ia ingin menelepon tapi ia takut jika Ray sedang sibuk.

Disisi lain suasana tegang sedang terjadi diruang pertemuan. Mereka tau bahwa bos mereka sedang dalam perasaan yang buruk, mereka berusaha agar tidak menjadi pelampiasan emosi si bos. Saat peserta rapat sedang presentasi sebuah nada dering terdengar. Peserta rapat ingat nada dering itu. Nada dering yang sebelumnya menyelamatkan mereka dari amukan si bos.

"Istirahat dulu. Rapat dilanjutkan 10 menit lagi" Setelah mengatakan itu Ray membaca pesan yang ia tahu itu dari Sena. Sekali lagi mereka diselamatkan oleh orang itu. Mereka tak tau siapa itu tapi mereka berterima kasih padanya.

"kau lihat. orang itu menghubungi bos lagi dan bos bahkan menghentikan rapat lagi. Sepenting apakah orang itu"

"kau benar, bahkan aku melihat bos tersenyum tadi saat ia membuka pesan itu. Aku tau tau siapa itu tapi terakhir kali suasana hati bos menjadi baik setelah orang itu menghubungi bos kita. Semoga saja suasana hati bos baik 10 menit kedepan. Aku sungguh gugup presentasi didepannya jika suasana hatinya buruk"

"benar semoga saja rapat nanti tidak sesuram tadi"

"siapa pun yang menghubungi bos kami, aku mohon jangan membuat bos makin marah" mereka mengangguk dan menuju rest area kantor mereka.

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!