Dirumah sakit, sepasang suami istri dan putranya memperhatikan gadis yang sedang terbaring lemah di ranjang rumah sakit. Perasaan sedih menyelimuti hati mereka, putrinya yang asli telah menderita selama 16 tahun, mereka bahkan memberikan cintanya kepada putri orang lain dan ternyata putri palsu itu membayar orang untuk menyiksa putri mereka. Melihat luka memar yang ada ditubuh Sena membuat mereka semakin tak dapat menahan air mata nya.
“Bahkan dengan tubuh seperti itu, dia masih bisa berfikir untuk menyelamatkan orang lain. Putriku adalah gadis yang sangat baik” pria paruh baya itu mengatakan ini sambil mengelus kepala gadis yang tengah tertidur. Dan kembali merasa sedih saat merasakan bahwa rambut gadis ini sangatlah kasar.
Alex telah memberikan semua jenis perawatan dari ujung kepala sampai ujung kaki kepada Aurel, tetapi tak tahu bahwa putri kecilnya yang asli sangatlah menderita.
“Sayang, apakah putri kita benar-benar mengalami penyiksaan separah itu sejak kecil?” Tanya wanita sambil menangis dan memperhatikan gadis kecil yang tengah tertidur ini. Pria itu hanya mengangguk kemudian tangis wanita itu kembali pecah dan dengan erat menggenggam tangan gadis itu
“Ya Tuhan, apa yang telah terjadi. Kenapa putriku menderita seperti ini. Aku bahkan sangat menyanyangi putri yang ada dirumah, namun ternyata putri asliku sangat menderita karena putri yang kubesarkan” Helena menangis sangat keras, ia tak tega melihat putrinya yang berumur 16 tahun ini tapi sangat kurus seperti anak berusia 14 tahun, hati nya bahkan terasa makin sakit saat melihat banyak luka memar di tangan dan luka sayat serta luka bakar di tubuh kurus Sena.
“Kenapa putriku harus mengalami penderitaan seperti ini” Helena masih menangis dan terus bergumam minta maaf kepada Sena yang masih belum sadar. Brian yang sejak tadi berdiri diam mengamati adiknya berusaha untuk menenangkan ibu nya. Melihat keadaan adik kandungnya yang sangat buruk membuatnya semakin membenci Aurel, jika saja Aurel memberitahu mereka jika dia bukan anak kandung keluarga mereka ia mungkin masih akan menganggap Aurel adiknya, bagaimanapun ia telah menjaga Aurel sejak kecil. Tidak bisa dipungkiri Brian sangat mencintai Aurel. Tapi bukannya memberitahu mereka Aurel malah membuat keadaan adik kandungnya semakin buruk.
“Dengan tubuh penuh luka itupun dia masih berfikir melindungi orang lain, sebaik apa hati adik kecilku ini. Kedepannya kakak akan menjagamu” Brian berjanji pada dirinya bahwa ia akan melindungi adik kandung nya mulai saat ini.
Terhitung sudah 4 hari Sena tak sadarkan diri. Keluarga beranggotakan 3 orang itu tetap berada dirumah sakit menunggu Sena sadar. Kemarin mereka banyak menangis dan merasakan rasa bersalah, penyesalan, hingga kemarahan. Aurel beberapa kali menghubungi mereka tetapi tak ada satupun dari mereka yang ingin menjawabnya. Semua kemarahan mereka tertuju kepada Aurel.
Aurel tahu bahwa dia bukanlah putri dari keluarga Kinsley tetapi bukannya memberitahukan kepada mereka dia malah berusaha untuk menyakiti putri asli. Semua kebaikan yang dilakukan Aurel selama ini langsung sirna di mata mereka. Mereka berniat untuk mengusirnya dari kediaman Kinsley saat mereka telah kembali. Dan memberikan semua kebahagiaan untuk putri kecil yang asli.
Sena akhirnya mulai tersadar dan saat ingin membuka mata ia berusaha untuk menyesuaikan cahaya yang masuk ke matanya, kepalanya pusing dan tenggorokannya juga kering. Saat ia masih berusaha untuk membuka mata, ia mendengar suara seseorang
“Ayah... Ibu... adikku, dia sudah sadar!” mendengar itu ayah dan ibu terkejut dan tersenyum senang, mereka segera menuju samping tempat tidur. Putri kecil mereka akhirnya sadar.
...****************...
Sena POV
“*Ah, iya aku ingat. Aku terluka saat berusaha menyelamatkan ayah. Kepalaku sangat sakit hiks, tenggorokanku juga sangat kering. Sudah berapa hari aku tak sadarkan dir*i?” aku melihat sekitarku dan dapat kulihat itu adalah rumah sakit, saat melihat ke samping aku melihat ada 3 orang disitu.
Aku melihat ayah, ibu, dan seorang lelaki muda yang terlihat seperti adikku di kehidupan sebelumnya tapi menurut ingatan Sena di dunia ini, pemuda itu adalah kakaknya. Mereka bertiga benar-benar mirip dengan keluargaku di kehidupan sebelumnya.
“Sepertinya rencanaku berhasil” Aku merasa bahagia karena pengorbananku tak sia-sia, ayah selamat dan aku berhasil membuat mereka bertiga bertemu denganku. aku tersenyum dalam hati tetapi tak memperlihatkannya. Aku hanya menampilkan ekspresi kaget dan takut saat menatap ketiga orang itu.
“Nak, apakah kamu mengingatku?” Tanya ayah kepadaku
“Ya Tuan, apakah anda baik-baik saja?” dapat kulihat ekspresi ketiganya saat mendengar pertanyaanku. Aku harus berusaha tampil baik dan rendah hati dihadapan ketiganya, aku ingat mereka menyukai Sena yang baik dan polos, terlebih Aurel saat ini bersikap begitu jadi aku juga harus terlihat baik dan rendah hati agar dimasa depan mereka bisa mempercayaiku.
“Gadis bodoh, kamu bahkan sudah 3 hari tak sadarkan diri tetapi kamu masih mengkhawatirkan orang lain” kali ini ibu yang bersuara. Aku hanya tersenyum sebagai tanggapan.
“Ah, ini tidak apa-apa nyonya. Aku baik-baik saja, ini hanyalah luka kecil aku sudah terbiasa terluka. ohya terima kasih karena sudah membawaku ke rumah sakit, pasti mahal ya? Maaf merepotkan kalian” Aku tersenyum dan dengan sengaja membahas soal aku yang sering terluka, dapat kulihat ekspresi sedih mereka saat mendengar perkataanku membuat ku gembira. Aku hanya tinggal menunggu mereka membawaku kembali ke keluarga Kinsley, dan bertemu dengan rubah licik Aurel.
“Nak, apakah luka di tubuhmu karena orang tuamu yang memukulimu?” mendengar Ayah nya yang menanyakan hal ini aku langsung menggeleng
“Tidak.. tidak.. itu, itu, itu bukan mereka. A..ku, aku dipukuli oleh preman di desa. Ya aku dipukuli preman, itu bukan salah orang tua ku” jawabku dengan menundukkan kepala dan tubuh ku yang terlihat sedikit bergetar.
Melihat ku yang seperti ini membuat keluarga Kinsley semakin sedih, aku ingin di ingat sebagai gadis yang tetap berusaha melindungi keluarga yang telah menyiksa ku, karena aku tau ayah pasti sudah mencari segala informasi tentangku.
Dapat kulihat api kemarahan dimata mereka bertiga yang tentu saja ditujukan kepada Aurel, mereka pasti berpikir jika saja aku dan Aurel tidak di tukar atau jika saja Aurel memberitahu mereka sejak awal tentang ku, gadis kecil mereka tidak akan menderita sedemikian rupa. Ibu akhirnya sudah tak bisa menahan diri, ia memeluk tubuh ku sambil terus menangis. Aku sedikit terkejut saat menerima pelukan hangat ibu, ini pelukan yang aku lupakan rasa nya bahkan di kehidupanku sebelumnya. Aku senang bisa merasakan kehangatan pelukan ibu lagi.
“Maaf, Maaf, maafkan ibu nak” ibu terus meminta maaf dan aku sengaja menunjukkan ekspresi terkejut
“Itu, Nyonya. Kenapa anda menangis, apakah aku melakukan kesalahan?” aku bertanya dengan suara yang sedikit bergetar seperti orang yang ketakutan. Ayah yang menyadari jika aku takut dan terkejut, memberitahu ibu untuk melepaskan ku.
“Sena, sebenarnya kami adalah keluargamu. Aku ayahmu nama ku Alexander Kinsley dan ini ibumu namanya Helena Berille dan yang disana adalah kakakmu Brian Naville Kinsley. Maafkan kami Sena karena kesalahan kami kamu sudah sangat menderita selama ini” Ayah mengelus kepala ku
“Tapi, orang tuaku ada didesa” aku menjawab sambil menunduk
“Sena mereka hanya orang jahat dan mereka bukan orang tuamu. Kamu adalah anggota keluarga kami, keluarga Kinsley. Besok kita akan kembali bersama. Apakah kamu bersedia ikut bersama kami?” Ibu menggunakan nada suara yang sangat lembut takut ia akan menakuti ku. Aku merasa sedih mendengar perkataan lembut sang ibu, terakhir kali mendengar suara hangat ibu saat berbicara denganku adalah sebelum ibu mengalami lupa ingatan di kehidupan sebelumnya. Setelah agak lama menunduk dan menahan air mata ku, aku akhirnya mengangguk dan itu membuat mereka semua tersenyum bahagia.
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 56 Episodes
Comments