Mereka berempat akhirnya berjalan bersama menuju kelas, sepanjang perjalanan beberapa siswa tampak terlihat memperhatikan mereka, awalnya mereka pikir tidak ada apa-apa karena selama ini mereka sudah terbiasa menjadi pusat perhatian karena keberadaan Sena dan Lisya di grup mereka. Hingga akhirnya terdengar suara-suara siswa yang membicarakan mereka
"apakah berita itu benar?"
"Yah kurasa itu benar, aku awalnya kagum dengannya yang mendapatkan peringkat 1 padahal baru saja pindah"
"Aku sudah curiga, bagaimana bisa gadis yang tidak pernah bersekolah mendapatkan peringkat 1"
"hahaha aku bahkan curiga keluarganya membayar untuk dia agar bisa memasuki kelas unggulan"
"Aku mulai meragukan cerita tentang dia mengerjakan soal tahun ketiga saat tes masuk"
"enak nya jika kau anak orang kaya. Kau bisa melakukan apapun"
"Hahahaha. Sena benar-benar tak tau malu. Aoakah dia masih pantas disebut keluarga Kinsley? Kurasa Aurel lebih cocok jadi putri dari keluarga utama itu"
Masih banyak ejekan yang mereka arahkan kepada Sena, bahkan beberapa mulai mengejek Lisya, Lily, Keyra dan juga Ana yang akrab dengan Sena.
Lisya ingin memarahi mereka tetapi Sena menahannya, mereka akhirnya sampai dikelas.
"Sena akhirnya kau datang juga" Keyra berlari ke arah Sena
"Wahwah tukang tipu akhirnya datang juga, kelas kita menanggung malu karena mu" suara salah satu siswa yang tentu saja merupakan teman-teman atau lebih tepatnya anak buah Aurel
"Apa maksudmu hah? Sudah kubilang Sena tak mungkin seperti itu. Kau yang bodoh, kau sekelas dengannya tentu kau tau bahwa berita itu tidak benar"
"Sungguh orang iri hati itu sangat menakutkan" teman-teman Aurel akhirnya diam. Mereka tidak menyangka bahwa selain mereka semua siswa kelas 10A malah membela Sena
"Keyra, ada apa ini?" Sena bertanya pada Keyra yang memasang ekspresi khawatir di wajahnya
"Pagi ini nilai ujian sebelumnya sudah di pasang di mading sekolah, dan hebatnya kau peringkat pertama seangkatan. Tentu saja itu berita baik, tapi berita buruknya di sebelah daftar peringkat beredar fotomu dengan kepala sekolah dan pengawas ujian. Orang yang menempelkan foto itu sepertinya ingin memfitnahmu dan mengatakan bahwa kau membayar untuk masuk ke kelas unggulan dan juga sebelumnya kau sudah mendapatkan bocoran soal sebelum ujian dimulai. Dan buruknya lagi karena nilai kami berempat naik, mereka makin menuduh bahwa kau membagikan soal itu kepada kami, padahal kami telah belajar darimu makanya nilai kami bisa naik. ahh iya tapi tenang saja banyak dari kami yang tidak percaya berita itu. Kami semua tau bagaimana pintarnya dirimu"
"Itu benar Sena, aku bahkan sudah menjelaskan tentang hal ini ke temanku di kelas lain tapi mereka tak percaya dan menuduku membelamu karena kau cantik" ketua kelas menjelaskan sambil menahan emosinya, bisa-bisanya temannya tidak percaya padanya. Walaupun ia setuju Sena cantik, tapi ia tak akan membiarkan kecurangan seperti menyontek saat ujian
"itu benar Sena beberapa dari kami sudah mencoba menjelaskan bahwa kau memang pintar, tapi mereka mengira kau membayar kami hingga kami membelamu" Sena yang mendengar itu berterima kasih kepada teman-teman yang membelanya.
"Keyra apakah foto-foto itu masih terpasang di mading?"
"Kurasa masih ada. Apa yang akan kau lakukan?"
Tanpa menjawab Sena langsung berjalan menuju mading. Ia melihat nilainya yang medapatkan nilai sempurna. Tidak heran jika mereka curiga karena Sena sebelumnya tidak pernah sekolah. setelah melihat nilai, Sena beralih melihat foto yang membuat gempar pagi ini.
Sena memperhatikan foto itu dan akhirnya ia sadar jika foto ini adalah foto saat pengawas ujian ditemani kepala sekolah meminta maaf kepada keluarganya karena telah memberikan Sena soal yang lebih sulit saat tes masuk, dan kertas yang Sena terima bukanlah soal ujian melainkan surat pernyataan permintaan maaf dari pengawas ujian. Ternyata ada yang melihat mereka saat makan di restoran hari itu.
setelah melihat itu Sena berjalan kembali menuju kelas, secara garis besar ia sudah memahami situasi ini, jadi bagaimana ia harus membuktikan bahwa ia tidak curang?
"Teman-teman terima kasih telah khawatir padaku. Aku akan menyelesaikan masalah ini dan kalian bisa berhenti meminta teman kalian mempercayaiku, aku akan membuktikan sendiri jika aku tidak pernah curang. Melainkan orang lain yang curang". Sena berbicara sambil melirik Aurel
Aurel memang bersikap curang saat ujian masuk, ia membayar hacker untuk mencuri file soal dari sekolah, cara ini tentu lebih aman dibandingkan dia membeli soal dari pengawas ujian. Aurel memang pintar karena telah mengulang waktu tetapi dia tidak sepintar itu untuk bisa masuk ke dalam kelas unggulan. Jadi setiap ujian dia akan melakukan hal sama. Yaitu meminta hacker untuk mencuri file soal para guru. Kelas mereka adalah kelas unggulan jadi para guru jarang bertanya saat pelajaran berlangsung, karena ini juga Aurel tidak pernah mau membantu teman-temannya saat mereka bertanya dan hanya akan mengatakan bahwa dia tidak pandai mengajar orang
Aurel sadar akan tatapan Sena saat mengatakan curang. Ia sedikit khawatir apakah Sena mengetahui bahwa dia curang? Itu tidak mungkin karena ia bahkan merahasiakan identitasnya dengan cara menyuruh orang lain untuk menyewa hacker. bahkan hacker tidak akan tau jika ia sebenarnya yang membutuhkan soal-soal itu.
"Baiklah Sena jika kau perlu bantuan hubungi saja kami. Kau telah membantu kami hingga nilai kami meningkat sangat pesat" Ana menyetujui ucapan Lily, nilainya benar-benar meningkat saat Sena mengajarinya. Ia sangat senang berkat nilainya yang naik tapi langsung sedih saat melihat rumor tentang Sena. Bahkan rumor itu semakin didukung karena nilai kami berempat meningkat pesat.
"baiklah baiklah, sekarang kembali ke tempat duduk kalian. Guru sebentar lagi akan masuk" Mereka semua akhirnya kembali ketempat duduk masing-masing. Tak lama wali kelas masuk ke kelas mereka.
"Selamat pagi anak-anak"
"Pagi bu"
"Ini sebenarnya bukan jam pelajaran ibu, tapi tentu kalian tau berita pagi ini membuat sekolah heboh dan para murid mulai mempertanyakan akreditas sekolah kita ini. Jadi ibu mau bertanya kepada Sena yang bersangkutan"
"Bu, Sena tidak mungkin berbuat curang seperti itu" Lisya berusaha membela Sena
"Betul itu. Kami semua percaya kepada Sena, yah walaupun ada beberapa yang sepertinya iri hati dan menuduh Sena" Ana menyindir kelompok Aurel
"Iya, ibu percaya jika Sena tidak pernah berbuat seperti itu, ibu hanya ingin bertanya permasalahan ini akan diselesaikan bagaimana. Tentu masalah ini harus tuntas agar para siswa tidak ragu lagi kepada pihak sekolah" teman-teman yang mendukung Sena bernafas lega. Lain halnya dengan kelompok Aurel
"Bu maaf sebelumnya, apakah boleh jika besok dijadikan ajang pembuktian bahwa semua berita itu palsu?"
"Maksudmu bagaimana Sena?"
"Jadi saya ingin meminta tolong kumpulkan semua siswa di aula besok pagi. Selanjutnya biar saya yang selesaikan"
"Oh tentu bisa, nanti ibu akan membicarakannya dengan kepala sekolah. Apakah pihak sekolah tidak perlu membantumu menjelaskan?"
"Tidak perlu bu, jika pihak sekolah membantuku makin banyak kecurigaan yang akan mereka berikan kepadaku. Jadi aku akan menyelesaikan masalah ini sendiri. Cukup bantu aku dengan mengumpulkan seluruh siswa dan guru di aula besok pagi"
"Baiklah kalau begitu. Ibu akan melapor dulu ke kepala sekolah. Pelajaran hari ini sampai jam istirahat pertama akan menjadi belajar mandiri. Jangan ribut dan jangan berkeliaran. Apakah kalian paham?"
"Paham bu" Guru mengangguk dan berjalan keluar kelas. Saat guru sepenuhnya keluar beberapa siswa mulai mendekat ke arah Sena
"Sena apa yang akan kau lakukan besok? Apakah kau sudah punya rencana untuk membuktikan bahwa kau tidak bersalah?"
"Yaa aku yakin cara ini bisa langsung membungkam mereka"
"Cara apa itu?"
"Lihatlah saja besok pagi. Jangan terlambat besok terutama kau Ana"
"Iya iya. Tadi aku tidak telat tuh"
"Itu karena aku yang menjemputmu. Jika aku tidak menjemputmu mungkin kau masih tertidur"
"Hahaha. Besok jemput aku lagi Lily" Lily hanya menatap datar temannya dan yang lain tertawa melihat ekspresi Lily
"Sena apakah aku perlu memberitahu kakak tentang hal ini?" Lisya berbisik ditelinga Sena
"Tidak usah, aku akan memberitahunya sendiri. Tenang saja masalah ini sangat mudah diselesaikan. Besok pagi semua yang menghinaku akan tertampar fakta yang sesungguhnya"
"Baiklah kalau begitu, aku percaya padamu"
Akhirnya mereka berlima memutuskan untuk merevisi pelajaran mereka, beberapa siswa lain juga ikut bertanya kepada Sena jika ada soal yang sulit. suasana kelas 10A sangat damai seperti ada guru yang mengajar
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 56 Episodes
Comments
Dhian Jamaluddin
semangat Thor
2023-11-05
1
Yuni
up yg banyak thor 😁😁
2023-11-05
1