Sena dan Lisya saat ini sedang diperjalanan menuju rumah. Sebelum pulang tadi pihak sekolah sudah memberitahukan kepada seluruh murid jika besok pagi Sena akan membuktikan jika dirinya tidak berbuat curang maka dari itu diharapkan untuk seluruh murid untuk berkumpul di Aula jam 8 pagi.
"Sena apa kau akan memberitahu keluargamu?" Lisya tiba-tiba bersuara
"Aku tak tahu, tapi kurasa mereka sudah tau kejadian ini. Aku tak akan membahasnya jika mereka tak menanyakannya"
"Tapi bagaimana jika mereka malah menunggumu untuk membahasnya? Mungkin mereka akan berpikir kau belum terlalu mempercayai mereka karena untuk hal seperti ini pun kau tidak memberitahukannya" mendengar hal ini Sena berfikir bahwa ucapan Lisya benar.
"Baiklah aku akan membicarakannya nanti"
"Jangan lupa juga beritahukan ke kakakku. Kau tau sendiri dia bagaimana, jika kau tak memberitahunya ia mungkin akan bertindak sendiri. Dan jika ia bertindak sendiri kau tau apa yang akan terjadi kan?"
"Iya aku akan memberitahu orang tuaku setelah itu baru memberitahu kak Ray"
"Baguslah, Sena apakah kau juga mencurigai Aurel yang menyebarkan rumor itu?"
"Aku juga berfikir seperti itu karena hanya dia yang sangat membenciku. Tapi kurasa Aurel tak sebodoh itu" Sena sempat berfikir jika Aurel yang menyebarkan berita itu tapi setelah ia berfikir kembali, Aurel seharusnya tidaklah sebodoh itu, ia tak akan membuat rencana menjebak Sena jika itu memiliki celah besar, dan keadaan saat ini benar-benar memiliki celah besar. Ia akan sangat mudah membuktikan jika dirinya tidaklah curang.
"Atau apakah aku terlalu menganggap Aurel pintar? Jika benar ini perbuatannya maka Aurel benar-benar bodoh"
"Na... SENA!!"
"Hah?! Iya?"
"Kenapa kau melamun? Kau bahkan tidak menyadari jika kita sudah sampai rumah"
"Ahh kita sudah sampai. Maaf aku tadi memikirkan sesuatu. Ayo kita masuk" mereka berdua akhirnya turun dari mobil dan masuk. Para pelayan menyambut mereka tentu saja orang tua dan kakak Sena belum ada dirumah.
...****************...
Sena terbangun dari tidurnya, saat ia melihat jam ia sedikit terkejut karena ternyata sudah jam 7 malam. Ia tertidur sekitar jam 3 sore. Sena akhirnya menuju kamar mandi untuk membersihkan dirinya dan bersiap turun untuk makan malam. Ia juga akan bercerita tentang hal disekolah kepada keluarganya saat setelah makan malam. Saat keruang makan Sena melihat mereka semua sudah ada termasuk Lisya yang duduk sambil bercerita dengan Ibu nya.
"Sena kau sudah bangun nak"
"Iya bu, maaf aku ketiduran. Aku tak ikut memasak hari ini" Sena duduk di kursinya
"Iya tidak apa-apa. Ibu tadi ke kamarmu tapi kau tidur sangat nyenyak jadi ibu kira kau sangat lelah. Ibu berniat membangunkanmu jika makanan sudah siap, kebetulan makanan sudah siap ayo kita makan" Helen mengelus kepala putrinya
"Baiklah bu" Mereka mulai makan, suasana cukup berbeda hari ini. Sena sudah menduga jika orang tua dan kakaknya mengetahui hal yang terjadi di sekolah.
"Ayah, Ibu, kakak, aku memiliki masalah di sekolah. Aku mendapatkan peringkat 1 di angkatan dan ada seseorang yang menuduhku jika aku berbuat curang dan hampir sebagian besar murid tidak mempercayaiku. Tapi tenang saja aku akan mengurusnya sendiri" Sena bercerita tepat sesaat para pelayan sudah membereskan bekas makan mereka
"Apakah sungguh tidak perlu bantuan kami?" Ayah Sena sedih melihat putri nya terlalu diremehkan, padahal putrinya benar-benar pintar.
Jika saja saat itu ia tak melakukan kesalahan sehingga putrinya tertukar, putrinya tidak akan mendapatkan tuduhan dan hinaan semacam ini. Sungguh ia tadi sangat ingin ke sekolah Sena ketika ia mendengar dari pengawal yang menjaga Sena jika Sena dituduh melakukan kecurangan di sekolah. Jika saja istrinya tidak melarang mungkin ia sudah mengamuk di sekolah Sena.
"Tidak perlu ayah, jika ayah membantuku mereka akan curiga jika aku benar-benar melakukan kecurangan. Aku akan membuktikannya sendiri besok"
"Baiklah nak, ayah percaya padamu"
"Jika kau perlu bantuan kakak beritahukan saja langsung kepadaku"
"Baiklah, terima kasih ayah, kakak"
Akhirnya mereka semua kembali ke kamar masing-masing. Sena ingin menelepon Ray tapi ia takut jika saja Ray sedang sibuk. Akhirnya ia hanya mengirimkan pesan. Disaat yang sama Ray saat ini sedang rapat bersama tim nya. Ia lebih tepatnya sedang memarahi mereka karena pekerjaan mereka tidak sesuai dengan standarnya. Suasana diruangan itu sangatlah sunyi hanya terdengar kemarahan daru Ray. Tak lama terdengar suara notifikasi.
Anggota tim yang sedang rapat semakin tegang. Mereka berfikir siapa yang berani menyalakan notifikasi saat sedang rapat dengan bos itu. Mereka menunduk bersiap mendengar omelan Ray tapi tidak terdengar omelan apapun seperti yang mereka tunggu. Sedangkan Ray, ia langsung mengambil ponsel nya notifikasi itu khusus ia berikan jika Sena menghubunginya.
"Istirahat 30 menit, perbaiki materi proposal kalian kembali" Ray berbicara tanpa mengalihkan perhatiannya dari ponselnya. Sedangkan para karyawan terkejut ternyata notifikasi ponsel itu milik bos mereka. Sebelum mereka keluar mereka kembali terkejut melihat Ray tersenyum.
YIYI KU💞
Kak aku ingin menghubungimu apakah kau sibuk?
Ia senang Sena nya berinisiatif menghubunginya terlebih dahulu. Saat melihat seluruh karyawannya sudah kekuar ruangan Ray langsung menghubungi Sena melalui video call.
"Halo kak"
"Sena kita baru saja berpisah pagi ini. Apakah kau sudah merindukanku?"
"Wah liat kepercayaan dirimu itu kak. Kurasa aku menyesal menghubungimu" Sena memutar malas bola mata nya mendengar kenarsisan Ray
"Hahaha, baiklah ada apa tunangan cantik ku menghubungiku?"
"Aku ingin bercerita" Sena akhirnya menceritakan semua kejadian saat ia di sekolah
"Aku baru saja meninggalkanmu pagi ini dan beberapa orang langsung berani menganggu tunanganku" Ekspresi Ray berubah menjadi dingin.
"Seperti yang kubilang aku tak apa-apa. Aku akan mengatasinya besok dan aku menghubungimu karena aku tak ingin kau malah membalas orang yang menyebarkan berita itu"
"Sena kau jangan terlalu baik"
"Aku tak apa-apa kak Ray, hal ini bukan masalah yang harus kita besar-besarkan. Aku hanya perlu membuktikan bahwa ujianku tidaklah curang. Jadi aku harap kak Ray tidak berbuat apa-apa"
"Baiklah jika itu maumu. Tapi ingatlah jika gangguan mereka semakin parah aku akan turun tangan sendiri"
"Baiklah baiklah. Kalau begitu aku tak akan menganggumu lagi kak. Istirahatlah, kuliat kau masih bekerja"
"Iya aku akan istirahat setelah ini"
"Istirahatlah sekarang"
"Iya iya, aku akan langsung kembali dan beristirahat"
"Kalau begitu aku matikan dulu, aku juga ingin tidur dulu. Sampai jumpa lagi kak Ray" Sena langsung mematikan telepon tanpa mendengar balasan Ray
Kakak Fei😎
Selamat tidur Sena
Sena melihat pesan dari Ray hanya mengabaikannya dan menutup matanya untuk tidur
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 56 Episodes
Comments