15

Keesokan harinya sekolah dihebohkan dengan kedatangan Sena yang semobil dengan Lisya. Sudah menjadi rahasia umum jika Lisya membenci Sena.

Saat tiba di kelas Aurel melihat mereka berdua sangat dekat. Ia tak suka jika Lisya berteman dengan Sena, ia telah mendengar dari neneknya jika Sena bertunangan dengan tuan dari keluarga Eldrich. Aurel tak ingin kalah dari Sena dalam segala hal, ia awalnya tidak ingin Sena berteman dengan keluarga yang memiliki pengaruh terutama Lisya karena itu ia sudah berusaha membuat nama Sena jelek di mata Lisya tapi karena sekarang Sena bertunangan dengan Ray yang dimanaLisya adalah adik Ray, ia harus membuat Lisya semakin membenci Sena.

“Sena, Lisya selamat pagi. Tadi aku melihat kalian berada di mobil yang sama, apakah kebetulan kalian bertemu di jalan?” Aurel menyapa sambil tersenyum, ia sangat kesal melihat pemandangan di gerbang tadi. Ia sudah susah-susah membuat Lisya membenci Sena, tapi apa yang terjadi hari ini mereka malah berangkat bersama.

“Oh selamat pagi Aurel, aku bukannya kebetulan bertemu dengan Lisya. Tapi kami memang dengan sengaja berangkat bersama. Kemarin Lisya bermalam dirumahku” jawab Sena sambil tersenyum tidak lupa ia mengeraskan suaranya agar sekitar mereka tahu bahwa hubungannya dan Lisya sudah membaik.

Disisi lain Lisya menatap sinis Aurel, ia sungguh ingin menampar wajah itu, wajah yang selalu berpura-pura khawatir padanya, wajah yang seakan-akan menganggapnya teman berharga dan wajah yang berpura-pura baik saat menolongnya hari itu.

“Wah syukurlah hubungan kalian membaik, bahkan Lisya sudah menginap dirumah paman, aku saja tidak di bolehkan menginap di sana padahal dulu aku tinggal disana" Aurel membuat ekspresi sedih, perkataannya semacam itu bisa saja membuat orang-orang kasihan pada Aurel dan membenci Sena, terutama karena rumor yang ia berikan sebelumnya tentang bagaimana Sena meminta orang tua nya untuk mengusir Aurel dari rumah dan tidak memperbolehkannya untuk kembali kerumah keluarga utama Kinsley

“Tentu saja kau tidak dibolehkan tinggal disana, kau bukanlah siapa-siapa mereka, jika dipikir-pikir merupakan hal benar untuk tidak membiarkan orang asing untuk masuk ke dalam rumah kan, mana kita tahu nanti akan ada barang yang hilang jika membiarkan orang asing masuk. Dan aku? Aku teman Sena dan keluargan Sena mengenalku tentu saja mereka mengizinkanku tinggal disana” yang menjawab kali ini adalah Lisya, ia tahu betul niat Aurel untuk membuat nama Sena semakin rusak, jika itu adalah dirinya yang dulu ia yakin bahwa ia akan percaya pada akting sedih Aurel.

“Lisya apa maksudmu berbicara seperti itu, aku bukanlah orang asing bahkan jika aku bukanlah putri kandung paman dan bibi, aku masihlah keponakan mereka. Aku juga sudah tinggal bersama mereka sejak bayi mereka sudah kuanggap seperti orang tuaku” setetes air mata jatuh di wajah Aurel, orang yang melihat itu akan sedih melihat Aurel

“Hahh benar-benar yah” Lisya bangkit dari duduknya dan mendekatkan wajahnya ke telinga Aurel

“Dengarkan ini baik-baik Aurel kau yang paling tahu jika kau hanyalah orang asing di keluarga itu, ohya aku sudah tahu semua kebusukanmu, dan juga aku belum akan melaporkanmu terkait dengan penyeranganku. Tapi jika kau banyak bertingkah seperti ini aku tak segan-segan menindaklanjuti kasus penyerangan itu dan aku berjanji akan membuatmu membusuk di penjara, jangan sekali-kali berani mengangguku dan Sena lagi, apalagi menyebarkan rumor tidak masuk akal itu” Aurel yang mendengar bisikan Lisya menahan amarahnya, pantas saja Lisya menjauhinya, ia telah mengetahui semua kebenaran itu.

“Apa kau paham Aurel? Ohya berhenti memanggilku Lisya, itu adalah panggilan untuk teman dekatku. Lain kali panggil aku nona Eldrich” kali ini Lisya tidak lagi berbisik. Aurel hanya mengangguk tanpa menjawab ia sedang susah payah menahan emosinya

“Baguslah jika kau paham, kau bisa pergi kan? Aku masih ingin membahas tugas dengan Sena" mendengar itu Aurel langsung berbalik, ia benar-benar menahan amarahnya.

“Ohiya satu lagi Aurel” suara Lisya sedikit teriak. Aurel menghentikan langkahnya tanpa berbalik

“Aku telah keluar dari semua tugas kelompok yang sebelumnya bersamamu. Aku sudah mengurusnya dengan para guru dan guru juga sudah menyetujuinya, dan kurasa kau serta teman-temanmu itu akan dipanggil karena aku memberitahukan kepada guru bahwa semua tugas kelompok itu hanya aku sendiri yang mengerjakannya jadi nilai kalian semua akan dihapus dan kalian mungkin akan dihukum.. hahaha”

Aurel mendengar itu semakin marah, ia berjalan keluar dan membanting pintu. Sedangkan teman-temannya yang lain terkejut mendengar perkataan Lisya, mereka semua tahu bagaimana tingginya nilai kelompok Aurel, mereka mengira itu karena ada Aurel dikelompok itu. Aurel bagaimana pun juga merupakan orang dengan nilai tertinggi saat tes masuk. Ternyata semua tugas itu dikerjakan oleh Lisya.

“Hai selamat pagi. Apa yang terjadi dengan Aurel, aku melihatnya marah-marah di depan toilet” Ana yang baru tiba langsung bertanya pada Sena

“Hahaha andaikan kau datang lebih awal Ana, kau tidak melihat bagaimana kerennya Lisya melawan Aurel hanya dengan beberapa perkataan haha” perkataan Lily diangguki oleh Keyra dengan semangat sedangkan Lisya hanya tersenyum malu mendengar perkataan Lily.

“Lisya kenapa kau tidak menungguku datang jika ingin melakukan hal itu” mereka semua tertawa mendengar perkataan Ana, disisi lain Sena melihat Aurel yang kembali dengan ekspresi kesal diwajahnya

"Terlalu mudah mengalahkan Aurel, apa dia memang selemah ini, sungguh kasihan Sena dunia ini kalah dari orang seperti Aurel. Niatku ingin langsung mengalahkannya tapi setelah melihat bagaimana Lisya membuang Aurel, kurasa seru juga jika secara perlahan membuat semua orang membenci Aurel, seperti apa yang dilakukan Aurel pada Sena yang asli”

Tentu tidak ada yang menyadari pikiran Sena ini, teman-temannya sudah mengetahui Sena tidak selemah kelihatannya tapi mereka tidak akan mengira Sena juga mempunyai sifat licik. Dan tentu saja Sena tidak berniat membuat mereka melihat dirinya yang seperti ini, ia harus tetap dikenal dengan sikap rendah hatinya.

“Sena apa yang kau pikirkan?”

“Ahh tidak ada, apakah tidak apa kau membuat Aurel marah seperti itu?”

“Aku sudah berbaik hati tidak melaporkannya kepolisi karena penyerangannya kepadaku, lagipula aku adalah Elisya Clarissa Eldrich siapa yang berani melawanku disekolah ini”

“Hahaha betul juga, tapi kau terlalu sombong Lisya. Ohya apa kau sudah memikirkan tawaran ayahku semalam?”

“Hmm aku masih memikirkannya, aku sudah menanyai ayah ibu dan kakak, mereka semua menyerahkan keputusan kepadaku”

“Kalau begitu terima saja, akan seru jika kita tinggal bersama lagipula aku kadang kesepian sendiri dirumah”

“Baiklah, aku akan menghubungi kakak dulu untuk memberitahunya keputusanku”

“Kalau begitu aku akan menghubungi orang rumah dulu untuk menyiapkan kamarmu” Sena segera menghubungi ayahnya untuk memberitahukan bahwa Lisya bersedia tinggal dirumah mereka.

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!