Beberapa hari kemudian saat Sena di bolehkan pulang, Sena dan keluarganya berangkat menuju kediaman Kinsley, ayah nya juga sudah memberinya nama Brisena Cyrille Kinsley, nama yang mirip dengan milik nya di kehidupan sebelumnya.
"Tuan, apakah tidak apa-apa jika aku ikut kembali ke rumah anda?" Sena bertanya dengan nada lembut sambil menundukkan kepalanya
"Apa maksudmu? Kamu adalah putri ku, jika ada yang berani menganggumu laporkan kepadaku atau kakakmu. Dan juga nak harusnya sekarang kamu mulai memanggilku ayah" Alex menjawab sambil tersenyum lembut dan mengusap puncak kepala Sena. Sena menyukai saat ayahnya mengelus kepala nya seperti ini. Hal yang sering dilakukan ayah nya di kehidupan sebelumnya.
"Ayah mu benar nak, kita sekarang adalah keluarga. Mulai sekarang tak ada yang akan mengganggumu atau melukaimu" kali ini Helena yang tersenyum
"Terima kasih ayah, ibu" Ayah dan ibu Sena yang mendengar itu tersenyum bahagia karena Sena akhirnya memanggil mereka ayah dan ibu
"Dan jangan lupa memanggilku kakak!" ucap Brian tak mau kalah dari orang tuanya. Sena sedikit tertawa mendengar perkataan saudara nya. Sebelumnya dia yang di panggil kakak, sekarang Sena yang memanggil saudara nya kakak
"Baik kakak" mereka tertawa bersama dan bercerita banyak hal saat di dalam mobil. Ayah dan Ibu merasa semakin menyukai putrinya ini. Dia baik, manis, dan sangat sopan, dia juga pintar karena bisa mengikuti pembahasan bisnis ayah dan kakaknya
"Nak, apakah kamu pernah bersekolah sebelumnya?" Saking luar biasanya Sena, Helena bahkan lupa jika di biodata Sena yang di bacanya beberapa hari lalu tertulis Sena jika tidak pernah bersekolah
"Aku tidak bersekolah ayah, orang tua ku sebelumnya mengatakan bahwa aku adalah perempuan dan tidak perlu sekolah, perempuan hanya harus memasak dan merawat suami jadi tidak perlu belajar dan membuang uang. Tapi karena aku sangat penasaran secara diam-diam aku belajar. Di desa ada kakek baik yang mengajariku cara membaca dan menulis. Aku membaca banyak buku dirumahnya dan terkadang dia mengajariku jika ada yang tak ku pahami. Aku juga membantu beberapa anak di desa mengerjakan pekerjaan rumah mereka, dan mereka akan membayarku begitu aku menyelesaikan tugas mereka" Sena menjawab sambil menunduk dan tersenyum lembut. Mendengar ucapan Sena, ayah, ibu, dan Brian merasa sangat sedih. Anak ini sangat pintar sayangnya orang tua jahat itu tak membiarkan Sena pergi sekolah.
"Aku mengeluarkan banyak uang untuk putri palsu, membayar banyak les untuknya tapi putriku yang asli bahkan tak pernah duduk dan merasakan bangku sekolah. Untungnya ada orang baik yang mengajarinya" perasaan bersalah orang tua Sena semakin besar. Putri kecil mereka sudah sangat menderita selama ini.
"Kamu tak usah khawatir, setelah kita kembali aku akan memasukkanmu ke sekolah paling populer di kota ini. Aku yakin dengan kepintaranmu kamu bisa masuk sekolah manapun"
"Ayah terima kasih" Sena menjawab dan tersenyum cerah, senyum itu membuat mereka bertiga sangat bahagia. Sangat mudah untuk melihat senyum putri kecil mereka. Mereka sampai di kediaman Kinsley saat malam hari. Alex dan Helena yang keluar lebih dulu.
"Ayah, Ibu. Kalian darimana saja, aku menghubungi kalian tapi kenapa tidak ada yang menjawab panggilanku" suara ini datang dari arah pintu rumah, itu adalah Aurel. Alex dan Helena yang awalnya dalam keadaan senang tiba-tiba muram saat melihat wajah Aurel. Aurel merasa ada yang aneh dengan respon mereka, biasanya mereka akan langsung memeluk Aurel dan meminta maaf kepadanya. Sebelum bersuara lagi Aurel melihat Brian keluar mobil dan membantu seseorang keluar dari mobil
"*Kenapa?! Kenapa gadis sialan itu ada disini, aku kira dia sudah menghilang dan mati disuatu tempat. Kenapa dia bisa muncu*l disini bersama mereka!" Aurel memandangi Sena dengan tatapan membunuh. Sena berpura-pura takut dan menundukkan kepalanya. Hal ini tak luput dari penglihatan Brian dan membuat ia semakin kesal dengan Aurel
"Sena, ini adalah rumah kita. Ayo kakak akan mengantarmu masuk kedalam, kamu pasti lelah kan?" Brian membawa Sena kedalam rumah tanpa melihat Aurel sedikitpun. Begitu pula dengan orang tuanya. Mereka bahkan tak punya tenaga untuk menghadapi Aurel saat ini, bahkan jika mereka membenci Aurel, mereka sudah merawat gadis itu sejak bayi membuat mereka masih ada sedikit ikatan dengan Aurel.
Aurel yang melihat mereka mengabaikan kehadirannya merasakan perasaan takut di dalam dirinya. Di kehidupan sebelumnya saat Sena kembali orang tua dan kakaknya masih memperhatikannya walaupun mereka lebih menyayangi dan memperhatikan Sena. Tapi hari ini mereka bahkan menganggapnya tidak ada.
"Aku bahkan sudah bersikap sangat baik sejak kecil tidak seperti kehidupan sebelumnya, aku patuh dan bersikap manis, tapi mengapa mereka masih dengan mudahnya mengabaikan aku. Gadis Sialan itulah penyebabnya. Aku seharusnya membunuhnya sejak lama" kemarahan Aurel semakin besar.
...****************...
Keesokan harinya, seluruh keluarga Kinsley berkumpul. Bahkan neneknya juga datang. Mereka duduk di ruang keluarga dan saat nenek tua itu melihat Aurel dia langsung tersenyum cerah. Nenek ini sangat menyukai Aurel, karena cucu ini adalah satu-satunya putri di keluarga Kinsley, dia juga sudah merawatnya sejak kecil dan memperhatikannya tumbuh dengan sangat baik.
"Aurel sini peluk nenek. Nenek sangat merindukanmu"
"Aku juga sangat merindukan nenek." Nenek melihat Aurel tidak terlalu bersemangat dan ceria, tidak seperti sebelumnya. Ia tahu ada sesuatu yang salah dengannya.
"Aurel, kenapa kamu tidak seceria biasanya? Apakah ada masalah? Beritahu nenek siapa yang mengganggumu" tak lama kemudian Aurel mengeluarkan air matanya dan menangis di pelukan nenek. Nenek terkejut dan mengusap puncak kepala Aurel.
"Nenek, ayah ibu dan kakak mereka mengabaikanku" mendengar ini nenek itu sangat terkejut, karena ia sangat tahu bahwa putri kecil ini sangat dicintai.
Tak lama Helena dan Alex berjalan keluar, dibelakang mereka diikuti oleh Brian dan seorang gadis kecil yang sangat kurus tapi masih terlihat cantik. Saat mereka memperhatikan fitur wajah gadis itu mereka merasa wajahnya agak familiar, dan setelah dia duduk mereka akhirnya sadar bahwa gadis ini sangat mirip dengan Alex dan Helena.
"Helena siapa gadis ini?" nenek itu sangat penasaran dengan gadis kecil ini.
"Ini adalah Sena dan dia adalah putriku satu-satunya" Jawaban Helena sontak membuat semua orang terkejut, disisi lain Aurel menahan emosi nya dan memandangi Sena dengan tatapan ingin membunuh
"Kakak Ipar, apa maksudmu dengan putri satu-satunya?" adik dari ayah Sena yang bernama Adrian menanyainya untuk mendapatkan kejelasan
"Ini adalah putriku yang asli namanya Sena, dan Aurel bukan putriku. Mereka ditukar oleh perawat sialan dirumah sakit saat bayi, perawat itu bibi Aurel" Helena memberikan tatapan menghina kearah Aurel. Aurel yang melihat itu sangat terkejut, selama ini ibu nya selalu memandanginya dengan penuh cinta dan kasih sayang, namun sekarang hanya ada pandangannya sinis kepadanya.
Nenek sangat terkejut, cucu yang dia rawat sejak bayi ternyata bukanlah cucu kandungnya. Sebelum semua bisa bereaksi ayah Sena menjelaskan semuanya, mulai dari perawat yang merupakan bibi kandung aurel yang dengan sengaja mengambil putrinya dan menukarnya dengan sengaja.
"Apakah akan berakhir seperti ini lagi? Apa aku akhirnya akan di buang lagi! Aku adalah yang terpilih! Aku spesial karena dilahirkan kembali dan seharusnya semua ini adalah milikku!" Aurel memandangi Sena dengan tatapan benci.
"Kenapa kamu menatap Sena seperti itu!?" Brian meneriaki Aurel dan membuat Aurel terkejut, ia tak menyangka bahwa ia akan diperhatikan oleh Brian. Aurel pun hanya menundukkan kepalanya. Satu-satunya harapannya sekarang adalah neneknya.
Nenek itu merasa sedih tentang Sena tapi ia telah sangat menyayangi Aurel, bagaimana pun itu adalah cucu yang ia rawat sejak kecil terlebih lagi cucu kesayangannya.
"Nak aku turut sedih tentang putrimu, tapi Aurel telah bersama kita selama ini, 16 tahun bukan waktu yang sedikit. Aurel juga telah bertunangan dengan Jonathan, kita tak bisa membiarkan mereka tahu bahwa Aurel bukan putri keluarga Kinsley. Bagaimana jika kita memperkenalkan Sena sebagai saudari kembar Aurel?" nenek berusaha untuk mengubah keputusan anaknya yang ingin meninggalkan Aurel. Alex, Helena dan Brian tentu tidak setuju dengan usulan nenek itu. Bahkan jika mereka kasihan dengan Aurel, mereka tidak akan membiarkan Aurel tinggal bersama Sena terlebih saat mereka tau Aurel berniat melukai Sena
"Ibu, aku tidak peduli dengan pertunangan antara Kinsley dan keluarga Dikran, jika ibu ingin merawat Aurel silahkan saja. Yang pasti dia tidak bisa masuk dalam keluargaku. Putriku hanya satu dan dia adalah Sena" mendengar perkataan ayahnya tubuh Aurel bergetar menahan amarah, apakah sikapnya baiknya selama 16 tahun ini tak berarti apa-apa dimata mereka. Mereka bahkan dengan mudahnya mengusirnya setelah menemukan Sena. Nenek sadar bahwa ia tak bisa berbuat apa-apa saat ini. Ia sangat tahu bahwa putranya ini tak akan menarik kata-katanya
"Daniel bisakah kamu mengakui Aurel sebagai putrimu? Kita bisa menginformasikan bahwa Aurel dirawat di keluarga Alex karena saat itu Sena di culik, sekarang Sena kembali dan Aurel juga akan tetap menjadi putri dari keluarga Kinsley"
"Tidak masalah ibu, Aurel akan menjadi putriku. Istriku juga hamil dalam waktu yang sama dengan kakak ipar, tapi sayangnya anak kami meninggal. Kita bisa membuat pernyataan bahwa anak itu tidak meninggal tapi dia adalah Aurel" nenek senang mendengar itu, disisi lain Aurel sangat tidak senang, dia seharusnya adalah putri dari Alex, penerus utama keluarga Kinsley. Tapi sekarang derajatnya bahkan lebih rendah dari Sena. Ia kembali menatap Sena dengan tatapan membunuh tetapi kali ini Sena membalasnya dengan senyuman menghina.
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 56 Episodes
Comments