Hari ini adalah hari pertama Sena bersekolah, sudah sebulan sejak keluarga Eldrich mengunjungi kediaman keluarga Yun. Mereka sepakat untuk tidak mempublikasikan tentang pertunangan dan menunggu Sena lulus sekolah dulu. Saat Sena bersiap, ponselnya berdering.
“Halo kak Ray”
“Sena kau bersekolah hari ini kan” Ray berbicara dengan nada lembut.
“Iya, aku akan bersekolah hari ini. Kakak akan mengantarku. Setelah ayah, ibu dan kakak berselisih semalam soal siapa yang akan mengantarku, akhirnya kakak yang menang haha”
“itu hal yang wajar. Aku bahkan sangat ingin mengantarmu juga. Sena aku merindukanmu” Sena yang mendengar ini tersipu malu, wajahnya memerah dan ia hampir menjatuhkan ponsel nya
“Sena apakah kau mendengarkan ku?”
“A.. aku.. argh kak Ray kau tak tahu malu” Sena menjawab dengan sedikit berteriak
“Apa yang salah, aku hanya merindukan tunangan yang sudah sebulan tak ku temui. Aku sungguh sedih karena tunanganku tak merindukanku seperti aku merindukannya”
“A..Apa.. yang kau bicarakan. aku akan pergi ke sekolah. Sampai jumpa” Sena segera mematikan teleponnya. Sejak pertunangannya dengan Ray direstui kedua orang tua, Ray semakin sering menggoda, Sena yang tidak pernah di goda seperti itu menjadi cepat tersipu malu. Bahkan saat ini detak jantungnya sudah tak beraturan. Ia berusaha menormalkan detak jantungnya dan bersiap untuk berangkat kesekolah.
Disisi lain Ray yang melihat Sena mematikan panggilan teleponnya tertawa keras. Ia menemukan hobi barunya, yaitu membuat Sena malu. Ini adalah perasaan yang tidak pernah Ray rasakan, ia sepertinya benar-benar jatuh cinta pada gadis muda itu
Setelah mematikan ponselnya, Sena kembali bersiap. Sebenarnya masih terlalu pagi untuk dirinya berangkat sekolah, tetapi Sena sudah terbiasa bangun pagi.
Setelah bersiap-siap dengan seragam dan keperluan sekolahnya, Sena berjalan menuju dapur. Ia berencana membuat sarapan untuknya dan keluarganya.
“Selamat pagi” Sena menyapa para pekerja yang ada di dapur
“Selamat Pagi nona, seperti biasa nona bangun terlalu pagi” kata seoarang pelayan sambil tersenyum lembut
“Haha, aku sudah terbiasa bangun di jam ini, rasanya kepala ku akan pusing jika tidur terlalu lama”
“Apakah nona ingin memasak juga hari ini?” tanya salah satu pelayan, para pelayan di mansion Kinsley sangat menyukai Sena, siapa yang tidak suka dengan majikan cantik dan juga baik hati. Selain itu nona muda mereka sangat pandai memasak, masakannya tidak pernah gagal dalam hal rasa maupun penampilan.
“ah iya, hari ini aku juga akan memasak, maaf jika aku merepotkan kalian”
“Tidak nona, kami bahkan sangat bersyukur bisa merasakan masakan nona, selain itu kami juga bisa belajar menu-menu baru dari nona” jawab salah satu koki yang selalu membantu Sena membuat masakannya
“Baiklah terima kasih kepala koki, oke ayo kita mulai memasak”
“Nona, hari ini anda akan memasak apa?”
“Hmm.. bagaimana jika hari ini sarapan nasi goreng saja” mendengar hal itu para pelayan mengangguk dan menunggu arahan dari Sena
“Kalian tolong bantu untuk memotong bawang, beberapa sayur dan juga sosis. Ohya jangan lupa untuk menggoreng telur”
“Baik nona” Sena mulai memasak, Selain nasi goreng Sena juga membuat sup ayam karena ayahnya sangat menyukai sup buatannya. Bahkan saat sarapan dengan roti ia tetap mencari sup.
Tidak butuh waktu lama untuk masakan Sena siap. Ia menyuruh pelayan untuk menyiapkan sarapan di meja. Tidak lupa menyuruh para pelayan untuk menyisakan untuk diri mereka. Awalnya para pelayan akan memakan sisa dari makanan yang tidak di makan keluarga Yun, tetapi setelah Sena muncul, ia menyuruh para pelayan untuk langsung menyisakan makanan dan tidak usah ada terlalu banyak makanan di meja makan.
Di meja makan sudah ada ayah, ibu dan kakak Sena. Awalnya keluarga Kinsley tidak mengizinkan Sena untuk terus memasak, tapi karena Sena berkata bahwa memasak adalah hobinya dan ia ingin memasak untuk mereka akhirnya mereka membolehkannya dengan syarat ia harus hati-hati agar tidak terluka.
“Ayah, ibu, kakak selamat pagi. Apakah kalian menunggu lama?”
“Selamat pagi Sena. Kami tidak menunggu lama. Seperti biasa kau juga memasak hari ini?” Helena bertanya sambil mengusap rambut anaknya
“Iya ibu. Aku bangun terlalu pagi. Karena itu aku membantu koki dan pelayan menyiapkan makanan”
“Aku tak sabar untuk menikmati makanan yang Sena buat”
“Benar sekali ayah, aku rasa akhir-akhir ini berat badanku bertambah karena masakan adik terlalu enak”
“Hahaha, aku senang kalian menyukai masakanku. Aku akan membuat masakan yang lebih enak lagi”
“kami sangat diberkati memiliki putri seperti Sena. Baiklah ayo mulai sarapan agar Sena tidak terlambat untuk berangkat kesekolah”
Mereka semua menikmati makanan yang dibuat Sena. Seperti biasa masakan Sena sangatlah enak. Bahkan jika itu hanya nasi goreng tetapi rasanya sangat berbeda dengan yang biasa mereka makan.
Setelah selesai makan, Brian mengantar Sena kesekolahnya. Sena sebenarnya tidak sabar menunggu hari ini. ia tak sabar untuk bertemu Aurel lagi. Selama ini keluarganya melarang Aurel masuk kedalam kediaman mereka karena khawatir Aurel akan mengganggu Sena
Butuh 20 menit dari kediaman Kinsley untuk sampai di sekolah Sena. Sekolah Sena adalah sekolah dengan banyak siswa berprestasi didalamnya. Kelas mereka ditentukan berdasarkan hasil nilai ujian mereka.
Selain tempat untuk para siswa berprestasi, sekolah ini juga mempunyai satu kelas untuk para siswa yang membayar untuk masuk kedalam sekolah ini. di cerita asli seharusnya Sena masuk kedalam kelas ini. tapi kali ini berbeda karena jiwa Sena dunia lain yang kepintarannya tidak diragukan lagi.
“Sena kita sudah sampai. Ayo kakak antar keruangan kepala sekolah”
“Apa kakak tidak terlambat kekampus? Aku bisa sendiri untuk keruang kepala sekolah”
“Aku tidak terlambat. Aku akan mengantarmu sendiri agar aku tenang. Ayo.”
Brian akhirnya mengantar Sena dan berjalan menuju ruang kepala sekolah. Beberapa siswa melihat Brian dan Sena terpesona dengan visual mereka. banyak siswa yang mengenal Brian karena sebelumnya Brian banyak menyumbangkan prestasi di sekolah ini bahkan fotonya masih terpajang di mading khusus untuk lulusan terbaik.
Disisi lain Sena juga tentu menarik perhatian, karena sejak awal muncul Sena sudah beberapa kali menjadi trending di internet, terlebih lagi saat ini ia menggantikan posisi Aurel sebagai putri satu-satunya kekuarga utama Kinsley.
“Wah bukankah itu Kak Brian? Dia semakin tampan”
“Iya kau benar, dan disebelahnya pasti adiknya Sena. Kau lihat dia bahkan terlihat lebih cantik dari pada di fotonya”
“kau benar dia sangat cantik. Sebelumnya aku berfikir Aurel adalah murid tercantik tapi sekarang sepertinya Sena yang akan mengambil predikat siswa tercantik”
“Huhh apa gunanya cantik jika kau tak punya otak. Aku dengar dia tak pernah bersekolah sebelumnya. Ia pasti membayar untuk masuk kedalam sekolah ini”
“itu benar, dia tidak sebanding dengan Aurel yang selain cantik, dia juga pintar”
“Kau tahu apa? Sebelumnya juga ada berita yang mengatakan ia jelek tapi kau lihat jika itu jelek berarti kau buruk rupa”
“haha betul sekali. Kita akan melihat Sena akan masuk ke kelas apa. Jika ia membayar sudah pasti dia akan masuk kelas itu kan”
Penilaian murid-murid sudah menjadi 2 kelompok, ada yang mendukung Sena dan ada juga yang mendukung Aurel. Sena yang mendengar itu mengabaikan pembicaraan mereka. Sedangkan Brian rasanya ia ingin berteriak kepada orang-orang yang mengatakan adiknya bodoh.
Tok.. Tok.. Tok..
Brian dan Sena mengetuk pintu ruangan kepala sekolah
“Silahkan masuk” terdengar suara dari dalam yang mempersilahkan mereka masuk
“Permisi pak”
“Iya ada ap… wahh ternyata Brian. Aku sudah lama tidak melihatmu” kepala sekolah senang saat melihat Brian. Murid ini sangat berprestasi. Selama 3 tahun ia sudah menyumbangkan banyak penghargaan untuk sekolahnya. Bahkan saat ujian kelulusan ia mendapatkan nilai tertinggi dan membuat sekolah mereka semakin terkenal.
“Hahaha aku baru saja meninggalkan sekolah tahun lalu pak, apa kabar bapak baik?”
“Hahaha apakah baru setahun yang lalu? Kurasa sudah sangat lama. Belum ada yang bisa menjadi penerusmu lagi disekolah ini. aku cukup berharap pada adikmu Aurel dia cukup pintar. Ohya kau ada urusan apa?” Senyum di wajah Brian seketika menghilang saat mendengar nama Aurel, ia masih sangat membenci gadis licik itu
“pak apakah bapak tidak melihat berita? Aurel bukan adikku. Perkenalkan ini adik kandungku namanya Sena. Aku mengantarnya karena hari ini hari pertama dia bersekolah disini” kepala sekolah melihat wajah Sena yang sangat mirip dengan Helena.
“Maafkan aku, aku jarang melihat berita akhir-akhir ini. dan aku baru ingat bahwa akan ada murid baru. Wah berarti kau yang menjawab soal tahun ketiga itu saat tes masuk?” mendengar perkataan itu Sena tersenyum sambil mengangguk
“Wah keluarga kalian benar-benar diberkahi. Akhirnya kita menemukan penerusmu” kepala sekolah tersenyum senang.
Sebelumnya ia diberitahu oleh guru pengawas bahwa ada siswa yang mengikuti ujian masuk susulan dan menjawab semua soal tahun ketiga dengan cepat dan hebatnya semua jawaban nya benar semua. Kepala sekolah sebenarnya sudah diberikan data siswa itu, tapi ia lupa untuk memeriksanya karena sangat sibuk.
“Tentu saja pak, adikku sangat pintar” Brian tersenyum kearah Sena, ia senang adiknya di puji.
“Baiklah aku akan mengantar adikmu kekelasnya, tentu saja ia akan masuk di dalam kelas unggulan”
“Baiklah aku mohon bantuannya pak. Sena kakak harus kekampus sekarang. Kau harus dengarkan perkataan gurumu, dan jangan lupa menghubungiku jika ada yang menganggumu”
“Baik kakak. Hati-hati dijalan” Sena memberikan senyuman kepada Brian yang pergi meninggalkan Sena bersama kepala sekolah.
“Baiklah Sena kan? Ayo bapak antar kekelasmu”
“baik pak”.
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 56 Episodes
Comments