13

Sudah Seminggu Sena bersekolah. Ia semakin akrab dengan Ana, Keyra dan Lily. Ia juga sudah mulai akrab dengan teman-teman kelasnya yang lain kecuali teman-teman Aurel.

“Sena aku ingin bertanya tentang soal ini” salah seorang teman kelas Sena menanyainya. Tentu saja Sena menyambutnya dengan baik. Ia harus membuat citra baiknya semakin tersebar

“Oh untuk soal ini kau tinggal menggunakan rumus di halaman 74. Kau tinggal menyamakan persamaan ini setelah itu masukkan rumus yang ini. nah hasilnya disini akar kuadrat, lalu seperti ini dan ini hasil akhirnya. Untuk soal selanjutnya juga metode pengerjaan soalnya juga seperti ini. apa kau paham? Maaf jika aku tak menjelaskannya dengan baik”

“Tidak tidak, kau menjelaskan lebih baik dari guru. Terima kasih Sena aku telah paham. Aku akan mentraktirmu minuman nanti” Yun Yiyi hanya mengangguk dan tersenyum

“berhentilah berpura-pura baik seperti itu. kau terlihat menjijikkan” Sena memandangi Elisya, ini pertama kalinya ia berbicara lebih dulu kepadanya

“Apa maksudmu berkata seperti itu?” Sena telah menunggu kesempatan ini. ia harus membuat Elisya sadar. Bagaimanapun Elisya adalah adik dari Ray.

“Aku hanya jijik melihatmu bersikap sok baik seperti itu. jadi tidak usah pura-pura bersikap baik kepada semua orang”

“Atas dasar apa kau menuduhku berpura-pura baik?”

“Aku sudah mengetahui semuanya. Aurel telah memberitahukan betapa buruknya sifatmu”

“Hahaha hanya karena perkataannya itu kau langsung percaya? Kukira Karena kau adik dari kak Ray kau bisa sedikit lebih pintar. Tidak heran kak Ray mengatakan kau sangat mudah di bodohi”

“Apa maksudmu berbicara seperti itu?”

“Maksudku kau terlalu bodoh dan egois hingga mempercayai semua perkataan Aurel. Apakah kau pernah melihat aku melakukan semua hal yang Aurel katakan padamu? Atau apakah kau ada bukti bahwa aku telah melakukan semua itu?”

“Aku sudah mengenal Aurel lebih dulu, dia gadis baik tidak mungkin ia akan menuduhmu jika kau tak menganggunya lebih dahulu”

“Memang sudah berapa lama kau mengenalnya? Seingatku kau mengenalnya tidak terlalu jauh sebelum kau mengenalku. Aku hanya akan mengatakan ini karena kau adik dari kak Ray, Aurel tidak sebaik yang kau pikirkan. Jika kau tidak percaya silahkan kau menyelidiki bagaimana keadaanku saat aku belum kembali ke keluarga asliku, itupun jika kau tidak mau terlalu lama dibodohi olehnya. Dan aku dengar Aurel pernah menolongmu sebelumnya kan, sebelum kau menyelidiki ku lebih baik kau menyelidiki kasus penyeranganmu hari itu, lihatlah Aurel yang kau lihat sebagai dewi penolongmu saat itu apakah benar-benar dewi atau hanya iblis yang berpura-pura menjadi dewi” setelah mengatakan itu Sena meninggalkan Elisya yang terdiam dengan semua perkataannya. Malam harinya Elisya yang kepikiran dengan perkataan Sena akhirnya menghubungi kakaknya

“Halo kakak”

“Ada apa? Tumben kau menelponku lebih dulu. Kau tidak membuat masalah kan?”

“Kakak aku ingin meminjam sekretarismu untuk menyuruhnya menyelidiki sesuatu, apakah boleh?”

“Boleh. Aku akan mengirimkan nomornya kepadamu. Ingatlah Lisya jangan terlalu mudah percaya dengan seseorang. Belum tentu orang yang kau percaya itu benar-benar baik atau hanya pura-pura baik”

“Baik kakak"

“Aku mengatakan ini karena kau adikku. Aurel tidak sebaik yang kau kira. Baiklah aku akan kembali bekerja”

“Baik kakak, terima kasih” Elisya menutup teleponnya

“Bahkan perkataan mereka berdua pun sama” Elisya hari ini mendapatkan dari 2 orang yang isinya sama.

Elisya melihat pesan yang dikirimkan kakaknya, itu berisi nomor dari sekretaris pribadi kakaknya. Elisya akhirnya menyuruhnya untuk menyelidiki penyerangan hari itu, saat Elisya diserang hari itu ia awalnya memerintahkan untuk menyelidiki kasus itu, tapi Aurel mengatakan agar dia tidak memperbesar masalah karena bagaimanapun Elisya baik-baik saja.

Selain menyuruhnya untuk menyelidiki kasus penyerangan itu, ia juga memerintahkan sekretaris untuk mengumpulkan semua data tentang masa lalu Sena. Tapi untuk kasus Sena sekretaris langsung mengirimkan data tersebut karena sebelumnya Ray telah menyuruhnya untuk mencari segala hal tentang Sena.

Elisya akhirnya membaca semua file yang sekretaris itu kirimkan. Ia terkejut dan tertampar fakta yang sangat menyedihkan. Ia tahu jika Sena berasal dari desa tapi ia tidak mengira jika selama di desa itu ia sangat menderita, disaat Sena tumbuh dalam penderitaan Aurel malah mendapatkan kasih sayang yang sangat banyak dari orang tua kandung Sena.

Elisya kemudian melanjutkan untuk membaca data itu dan ia melihat surat keterangan dokter tentang semua cidera yang dialami Sena, ia semakin merasa bersalah kepada Sena dan akhirnya ia sampai di file yang menjelaskan tentang Aurel yang menyuruh orang tua angkat Sena untuk menjual Sena kepada preman di desa itu, Aurel bahkan beberapa kali mengirim banyak uang agar orang tua angkat Sena semakin menyiksa Sena. Untungnya Sena melarikan diri setelah itu ia menolong kakaknya padahal ia tak mengenal orang itu, beberapa hari kemudian ia kembali menolong orang yang ternyata adalah ayah kandungnya.

Sena merasa sangat dibodohi oleh Aurel, jika menjadi keluarga Sena ia tentu akan mengusir Aurel juga. Orang tua asli Sena mengusir Aurel bukan karena permintaan Sena tapi itu karena perbuatan Aurel sendiri, ia telah mengetahui bahwa dia bukanlah putri asli tapi bukannya memberitahukan hal tersebut kepada orang tua Sena ia malah berusaha mencelakai Sena.

Perasaan marah yang sangat besar semakin besar saat sekretaris mengirimkannya file penyerangan hari itu, ternyata dalang dari penyerangannya hari itu adalah Aurel sendiri. Ia menyewa penjahat itu dan bertindak seakan-akan ia menolong Elisya.

Keesokan harinya Elisya ingin berbicara dengan Sena tapi ia tak pernah menemukan momen yang tepat untuk berbicara dengan Sena. Sena selalu dikelilingi oleh teman-temannya dan ia tak memiliki ruang untuk menganggu mereka. Saat sadar dari lamunannya Elisya melihat bahwa Sena sudah tidak bersama teman-temannya

“Lily aku mau tanya, apakah kau tahu Sena pergi kemana?”

“Ah Lisya, tadi Sena mengatakan bahwa dia ingin ke toilet”

“Terima kasih Lily"

“Sama-sama, apa aku perlu menemanimu untuk mencari Sena?”

“Tidak usah, aku kebetulan ingin berbicara berdua saja dengan Sena. Kalau begitu aku pergi dulu” Lilu hanya mengangguk. Elisya dan Lily aslinya akrab, bisa dikatakan mereka berdua sudah mengenal sejak kecil, mereka pernah bertetangga, tapi saat keluarga Eldrich semakin sukses mereka memutuskan untuk pindah dan sejak itu Elisya dan Lily sudah tidak pernah bertemu lagi hingga mereka bertemu lagi disekolah ini.

saat itu Elisya sudah berteman dengan Aurel dan Lily sendiri sudah bersama dengan temannya semenjak SMP yaitu Ana dan Keyra, karena hal ini ada perasaan canggung diantara mereka dan membuat mereka tidak pernah saling menyapa.

Elisya mencari Sena di toilet yang ada di lantai 3. Ia awalnya ingin masuk tapi saat akan membuka pintu Lisya mendengar suara Sena yang berbicara.

“Aku tanya sekali lagi, apa maksudmu berkata seperti itu tentang Lisya, aku pikir kalian berteman” suara Sena terdengar dengan sedikit intonasi tinggi

“Yahh kita berteman dengannya hanya karena dia berasal dari keluarga Eldrich, kau pikir kami tahan berteman dengan gadis egois dan sok sepertinya?”

“Hahaha benar sekali, harusnya dia bersyukur karena kita mau berteman dengannya. Dan tadi kau bertanya apa maksud kita berkata seperti itu? apakah aku mengatakannya kurang jelas? Baiklah aku akan mengatakannya lagi, jadi aku berkata kami berteman dengan Elisya karena reputasi dan kekayaannya”

Elisya yang mendengar dari luar terkejut mendengar ini, ia bahkan menganggap mereka semua teman baiknya karena itu ia sering membelikan mereka barang-barang mewah. Saat air mata Elisya hampir jatuh ia mendengar suara tamparan

“HEII APA MAKSUDMU MENAMPARKU!” gadis itu berteriak marah, tetapi Sena mengabaikannya dan menampar gadis yang satunya lagi. Tamparan Sena sangat keras hingga membuat bibir kedua gadis itu sedikit robek. Sena menampar mereka berdua berkali-kali, ia tak memberikan waktu untuk mereka melawan balik. Saat melihat mereka berdua sudah lemas ia menghentikan tamparannya.

“kau.. kau tunggu saja, aku akan melaporkan hal ini” suara gadis itu sangat kecil dan ia menahan sakit di bibirnya saat berbicara

“Ahahaha.. kau ingin melaporkanku? Silahkan laporkan, aku Cuma mau mengingatkan aku adalah putri keluarga Kinsley. Apakah kau fikir Aurel bisa membantumu? Heii jangan membuat lelucon, Aurel hanyalah orang numpang dirumah keluargaku. Ohh ataukah kau ingin meminta tolong Aurel agar kau dibantu oleh tuan muda Dikran? Kuberitahu suatu rahasia, dengar baik-baik. Aku adalah tunangan dari Ray Xander Eldrich. Kalian mengenal nama itu kan?"

kedua gadis itu terdiam ia menyadari jika mereka tidak bisa melawan Sena, mereka kira Sena adalah gadis lemah seperti yang dikatakan Aurel, bukan hanya dari keluarga Kinsley, Sena ternyata tunangan dari Ray Xander Eldrich. Mereka tidak berani menyinggung 2 keluarga ini.

“Ohya satu lagi, aku diam bukan berarti aku tak bisa melawan, aku bisa berubah menjadi iblis jika kalian berani mengusikku atau orang-orang disekitarku. Jadi jangan pernah berani-berani membuatku marah. Katakan itu juga kepada Aurel" Sena mengatakan itu dan akhirnya meninggalkan kedua gadis itu, saat ia membuka pintu ia melihat Elisya duduk depan pintu sambil memeluk lutut dan menyembunyikan wajahnya

“Kau tak apa-apa?” Elisya tidak menjawab ia hanya mengangguk. Setelah menghapus air matanya, Elisya mengikuti Sena tanpa bicara sedikitpun.

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!