Tidak terasa seminggu telah berlalu dan hari ini adalah hari pertemuan antara keluarga Kinsley dan keluarga Eldrich. Pertemuan mereka akan dilakukan di kediaman keluarga Kinsley. Karena hal ini, sejak pagi keluarga Kinsley sudah sangat sibuk karena mempersiapkan segala macam penyambutan untuk keluarga Eldrich.
“Permisi apakah ada hal yang bisa kubantu?” Sena memasuki dapur dan bertanya kepada para pelayan. Sejujurnya ia merasa bosan karena hanya berdiam diri tanpa melakukan apapun. Dikehidupan sebelumnya ia cukup hobi memasak karena ibunya menyukai masakannya.
“Ahh nona, kenapa anda ada disini. Dapur terlalu panas dan anda nanti bisa terluka” Kepala dapur takut bahwa nona muda mereka ini akan terluka karena berada di dapur. Nona mudanya adalah calon nyonya keluarga Eldrich, tentu saja mereka menjadi extra hati-hati dalam menjaga nona mereka agar tak terluka.
“Tidak apa-apa kepala dapur. Aku telah sering melakukan pekerjaan rumah sebelumnya, termasuk memasak. Sebenarnya aku juga ingin memasak untuk ayah,ibu, dan kakak” pelayan dapur melihat Sena berbicara sambil malu-malu. Kepala dapur merasa sedikit sedih mendengar nona nya berkata sering melakukan pekerjaan rumah. Seharusnya nona mereka dimanjakan sebagaimana putri keluarga kaya tetapi sangat disayangkan bahwa ada kejadian malang seperti itu yang menimpanya.
“Baiklah nona, tapi jika boleh, izinkan saya dan beberapa pelayan membantu anda, kami takut nona terluka saat memasak”
“Baiklah, mohon bantuannya kepala dapur. Dan terima kasih karena telah mengizinkan aku untuk menggunakan dapur” Kepala dapur tersenyum saat melihat nona mereka tersenyum cerah dan mulai memerintahkan pelayan untuk menyiapkan bahan masakan.
Sena menyiapkan total 3 jenis makanan yang ia rasa cocok untuk dinikmati oleh para tetua. Sena meminta pelayan untuk membawa makanan ke meja makan. Setelah itu Sena kembali kekamarnya untuk bersiap karena ibunya mengatakan sebentar lagi tamu akan datang. Sena mandi dan berpakaian tak lupa ia menggunakan sedikit make up.
Sena menggunakan dress putih dengan hiasan bunga berwarna biru ia juga menggunakan hiasan rambut berbentuk kupu-kupu berwarna biru. Saat merasa sudah siap, ia berjalan menuju ruang tamu, disana ayah, ibu, dan kakak nya telah menunggu.
Sepanjang perjalanan, Sena menarik perhatian para pelayan. Mereka sangat terpesona melihat kecantikan nona mereka. Awal Sena datang ke kediaman Kinsley mereka sudah merasa bahwa Sena cantik karena terlihat mirip dengan Helena. Tetapi kulitnya terlihat kering dan agak kusam. Sekarang setelah melakukan perawatan, kulit Sena terlihat cerah dan lembut bahkan kulitnya terlihat lebih cerah daripada kulit Aurel
“Ibu, Ayah, Kakak. Maaf aku terlambat” Mendengar suara Sena, ketiganya langsung tersenyum cerah
“Tidak, kau tidak terlambat. Tamunya juga belum datang. Sini duduk didekat ibu” keempat orang itu berbincang sambil tertawa. Pemandangan itu membuat para pelayan senang. Tak lama kemudian, seorang pelayan memberitahu bahwa keluarga Eldrich telah tiba. Keempat orang itu langsung berdiri dan menuju ke ruang depan untuk menyambut keluarga Eldrich
“Selamat datang Ray. Maaf membuatmu menunggu” Davin berbicara sambil tersenyum lembut. Mau bagaimanapun ia melihatnya, ia sangat menyukai calon menantunya ini.
“Tidak apa-apa tuan, kami juga baru sampai” Ray tersenyum lembut saat pandangan matanya mengarah ke Sena. Keluarga Eldrich cukup terkejut dengan senyuman yang diberikan Ray kepada Sena. Mereka awalnya mengira Ray hanya memilih gadis ini karena ia pernah diselamatkan olehnya, tetapi sepertinya Ray benar-benar menyukai gadis muda ini.
Ibu Ray yang melihat ini tersenyum bahagia, ia sangat khawatir dengan putranya yang sudah berumur 23 tahun tapi belum pernah memiliki kekasih, ia sangat senang anaknya menyukai seseorang, terlebih lagi gadis di hadapan mereka ini sangatlah cantik, kesan anggun dan elegan terpancar dari dirinya. Ia bertekad untuk membuat gadis ini menjadi menantunya di masa depan.
Keluarga Eldrich yang hadir hari ini adalah Ayah, ibu, dan adik perempuan Ray. Sena memperhatikan ekspresi ketiga orang itu. Ibu Ray sepertinya sangat puas dengannya dan ayah Ray juga tak memiliki kebencian kepadanya, yang menjadi masalah adalah adik perempuan Ray, Sena dapat melihat bahwa gadis ini menatapnya dengan pandangan menghina dan juga kebencian. Ia bahkan tak tahu apa salahnya hingga menjadi sasaran kebencian gadis ini.
“Silahkan di nikmati. 3 masakan ini dibuat sendiri oleh putri kami” Helena mempersilahkan keluarga Eldrich untuk menikmati makanan
“wah, keluarga kalian sangat diberkati memiliki gadis seperti Sena. Tidak seperti gadis dirumah kami, kuharap Sena bisa mengajarkan Lisya beberapa resep masakan” Ibu Ray tersenyum memandangi Sena, ia semakin menyukai calon menantunya ini. Jika saja Sena sudah selesai bersekolah ia akan menyuruh putranya untuk secepatnya mendaftarkan pernikahan mereka.
“Bibi terlalu memuji, itu hanya hobi ku memasak. Silahkan dinikmati ku harap rasanya sesuai dengan selera paman dan bibi”
“Huhh.. hanya masakan seperti itu, aku tak perlu belajar dari gadis desa sepertinya” Lisya berbicara dengan nada sarkas. Keluarga Kinsley yang mendengar itu terkejut, putri mereka dihina didepan wajah mereka, tetapi mereka tidak bisa apa-apa karena itu adalah putri keluarga Eldrich
“Elisya! Sikap macam apa itu. minta maaf ke Sena sekarang!” Lisya terkejut karena kakaknya membentaknya. Bahkan jika dia membuat kenakalan kakaknya hanya mengabaikannya seolah itu bukan masalah. Tapi sekarang, ia hanya sedikit mengejek Sena tetapi kakaknya semarah itu.
“Lisya jangan membuat masalah, minta maaf sekarang” bahkan ibunya sendiri menyuruhnya meminta maaf. Elisya menatap ayahnya meminta pertolongan
“Sayang, dengarkan ibu dan kakakmu. Minta maaf ke nona Kinsley sekarang. Kami tidak pernah mengajarimu bersikap seperti itu” mendengar bahwa ayahnya tak ada niatan untuk membantunya, akhirnya Elisya meminta maaf
“Maafkan aku” Elisya meminta maaf sambil menunduk. Ia tak menyukai Sena
“Aku tidak apa-apa” Sena menjawab dengan senyum lembut diwajahnya
“Paman, Bibi maafkan perkataan Lisya. Kurasa kami terlalu memanjakannya” ucap Ray sambil menunduk meminta maaf
“Tak apa-apa, sudah sewajarnya gadis seumurannya seperti ini” Davin sebenarnya sangat marah, taoi karena Elisya sudah meminta maaf ia akan mengabaikannya kali ini.
Ia juga cukup senang keluarga Eldrich masih membela putrinya, jika saja tadi keluarga Eldrich memaafkan Elisya maka pertunangan ini tak akan berlanjut. Setelah makan mereka berbincang beberapa saat, keluarga Eldrich akan menginap malam ini karena jarak yang ditempuh untuk kembali cukup jauh.
“Sena, jadi kau menerima pertunangan kita kan. Keluargaku menyukaimu aku telah memenuhi syarat itu” Saat ini Ray dan Sena sedang duduk berdua di sebuah taman di halaman belakang rumah Sena
“Iya, tapi aku tak ingin membahas pernikahan hingga aku lulus sekolah dan juga jika kak Ray memiliki seseorang yang disukai dimasa depan aku tidak keberatan memutuskan pertunangan”
“Yah kurasa hal itu tak akan terjadi” Ray berbicara dengan suara amat sangat kecil
“Hah? Kamu bilang apa?”
“Tak ada. Ohya maafkan perkataan Lisya, dia sebenarnya anak baik tetapi kurasa dia telah mendengar hal buruk tentangmu makanya dia bersikap seperti itu. dia terlalu sering dibodohi”
“Aku tidak apa-apa, kurasa cukup mudah membuatnya menyukaiku”
“Hahaha, seperti yang diharapkan dari tunanganku. Kapan kau mulai bersekolah?” Ray mengelus puncak kepala Sena dengan lembut
“Sebulan lagi” Sena menjawab sambil menyandarkan kepalanya di bahu Ray. Tidak tau kenapa ia merasa nyaman dengan Ray. Keduanya terlihat sangat indah saat bersama. Bahkan cahaya bulan membuat keduanya makin bersinar, orang-orang yang melihat mereka akan berfikir bahwa mereka adalah patung yang sangat indah jika mereka berdua tak bergerak.
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 56 Episodes
Comments