Bel pulang sekolah akhirnya berbunyi. Hari ini Sena dan ketiga temannya akan pergi kerumah Sena untuk kerja kelompok. Setelah kejadian di toilet tadi, Sena dan Lisya belum berbicara sama sekali. Lisya tidak tahu bagaimana memulai pembicaraan dengan Sena, dan Sena juga menunggu Lisya untuk berbicara lebih dulu. Saat Sena dan teman-temannya berjalan bersama menuju gerbang, terdengar suara teriakan yang memanggil Sena.
“Sena!” Sena berbalik dan ternyata itu adalah Lisya
“Iya? Ada apa?”
“Itu.. aku.. ada yang ingin kubicarakan denganmu” ucap Lisya dengan sedikit menunduk, ia takut jika Sena tidak ingin lagi berbicara dengannya
“Kalau begitu kau ikut saja kerumahku. Kita bisa berbicara lebih nyaman disana”
“Apa aku tidak menganggu kalian?”
“Tidak apa-apa, benarkan teman-teman?” Sena menanyai ketiga temannya
“Iya Lisya kau ikut saja. lagipula kami hanya ingin kerja kelompok”
“Iya aku juga tidak masalah jika Elisya ikut”
“Aku juga”
Lisya mengangguk mengerti, ia akhirnya ikut Lisya dan ketiga temannya, tetapi ia menaiki mobil pribadinya, karena sopir jemputannya ternyata sudah menunggunya.
Ahirnya mereka tiba dirumah Sena. Lisya mengamati rumah Sena. Ia sebelumnya sangat benci untuk datang kesini terlebih saat mengingat ini rumah Sena, saat itu ia bahkan bersumpah bahwa itu pertama dan terakhir kalinya Lisya akan masuk kerumah ini, ia tak menyangka kejadiannya akan jadi seperti ini, ia harus benar-benar minta maaf kepada Sena juga keluarganya. Saat mereka semua masuk kedalam rumah, mereka disambut oleh Helena, sebelumnya Sena sudah mengabari ibunya bahwa akan ada temannya yang datang berkunjung, tentu Helena sangat senang mendengar putrinya sudah memiliki teman. Karena itu ia berusaha menyiapkan segala hal yang membuat teman-teman Sena senang.
“Selamat siang semuanya, aku ibu Sena terima kasih sudah mau berteman dengan Sena"
“Tidak bibi, kamilah yang berterima kasih karena Sena ingin berteman dengan kami, siapa yang tidak ingin berteman dengan gadis cantik dan pintar seperti Sena"
“Benar sekali bibi, bahkan satu sekolah iri dengan kami karena bisa berteman dengan Sena” Ana dan Lily menjawab apa adanya, mereka benar-benar sering mendapatkan tatapan iri karena berteman dengan Sena. Helena sangat menyukai teman-teman anaknya ini, ia sangat asik bercerita dengan Ana dan Lily dan beberapa kali dengan Keyra, ia tidak menyadari keberadaan Lisya yang terus diam sejak tiba.
“Ya tuhan maafkan aku, bukankah ini Elisya?” ucap Helena terkejut melihat ternyata teman Sena bukan Cuma mereka bertiga
“Iya bibi, maaf menganggu”
“Aku tidak tahu kau bersekolah disekolah Sena, syukurlah kalian berdua bisa menjadi teman” Elisya yang mendengar itu hanya tersenyum, ia tak bisa bilang jika ia bukan bagian dari teman Sena. Helena akhirnya meninggalkan mereka atas permintaan Sena.
“Teman-teman, apakah tidak apa aku meninggalkan kalian dulu. Aku ingin berbicara dengan Lisya dulu”
“Tentu tidak apa-apa Sena, kami juga sudah membagi tugas, kami yang mencari materinya dan kau yang menyusunnya” Sena mengangguk mendengar ucapan Ana, ia akhirnya mengajak Lisya untuk ikut ketaman belakang rumahnya, disini jarang ada orang jadi lebih nyaman untuk berbicara
“Jadi apa yang ingin kau bicarakan? Jika itu terima kasih atas perbuatanku di toilet tadi, itu tidak perlu. Aku hanya tidak suka mendengar mereka mengolok-olok orang lain seperti itu”
“Tidak, bukan itu”
"Lalu?”
“Aku ingin meminta maaf untuk segala hal yang telah kulakukan. Setelah berbicara denganmu kemarin, aku langsung mencari tahu semuanya dan ya kau benar. Aurel tidak sebaik yang kukira. Betul kata kakak aku terlalu mudah dibodohi. Karena itu aku ingin meminta maaf, aku juga akan meminta maaf kepada keluargamu. Kau bisa menyuruhku melakukan apapun sebagai permintaan maafku” Lisya menatap Sena, ia terkejut Karena tidak menemukan reaksi apapun dari Sena, bahkan reaksi terkejut pun tidak seakan Sena sudah menunggu dirinya mengatakan ini
“sungguh kau akan melakukan apapun?”
“IYA”
“Baiklah, kalau begitu ayo kita berteman” ucap Sena sambil mengarahkan tangannya untuk bersalaman dengan Lisya.
“Hahh?!” Lisya terkejut melihat permintaan Sena
“Maksudku aku akan memafkanmu jika kau mau menjadi temanku. Ohya tanganku mulai pegal” mendengar itu Lisya langsung mengambil tangan Sena dan bersalaman
“Iya aku mau. Tapi bukankah itu terlalu mudah untuk memafkanku?”
“Ya bagaimanapun kau adalah adik dari kak Ray, dan juga aku mungkin menjadi istri dari kakakmu jadi kita harus berteman baik, jadi jika kak Ray mengangguku aku akan meminta bantuanmu sebagai adiknya” Lisya yang mendengar itu hanya tertawa, ia bahkan sangat takut dengan kakaknya bagaimana bisa ia membantu Sena, tapi ia yakin bahwa ini hanyalah alasan Sena untuk membuatnya tidak terus merasa bersalah.
Ia tidak tahan menahan air matanya. Sena yang melihat itu hanya tersenyum dan memeluk Lisya sambil berusaha menenangkannya. Setelah Lisya tenang mereka berdua akhirnya kembali untuk menemui ketiga orang yang mereka tinggalkan tadi
“Lisya ada apa denganmu? Apa kau menangis?” Lily yang pertama kali menyadari kedatangan mereka, mendengar perkataan Lily, Ana dan Keyra yang awalnya masih sibuk mencari materi langsung melihat kearah Lisya
“Sena kau apakan Elisya?” kali ini Ana yang bersuara dengan sok tegas
“Aku? Kau serius bertanya padaku?”
“Tentu saja, kau lupa sebelumnya kau membanting preman dan membuatnya menangis dengan mudahnya, bukan hal sulit untukmu membuat menangis Lisya” Lily berbicara sambil menahan tawa, ia yakin Lisya menangis bukan karena diganggu oleh Sena, tetapi ia dan Ana ingin sedikit bermain dengan Sena.
“hahaha kau benar, jika aku mengingat wajah preman itu lagi aku tak bisa menahan tawa ku” Ana tertawa dengan keras diikuti Keyra dan juga Lily.. Mereka bertiga sungguh tak mengira dibalik penampilan lemah lembut Sena ia memiliki keterampilan bela diri seperti itu.
“Sudah-sudah kalian berdua, itu sudah kejadian seminggu yang lalu tapi masih saja menganggu Sena. Lisya ayo duduk disini”
“Hahaha baiklah aku berhenti. Ohya Elisya kau tidak kerja kelompok? Bukannya aku ingin mengusirmu yah. Aku hanya ingin tahu karena tugas ini harus langsung dikumpulkan besok”
“itu.. sebenarnya aku belum memiliki kelompok”
“Ehh? Bukannya kau biasanya berkelompok dengan Aurel?”
“Aku memiliki sedikit masalah dengannya Karena itu mereka tidak mengajakku”
“Wah kalau begitu kamu bergabung saja dengan kelompok kami, kan harusnya ada 2 kelompok yang jumlah anggotanya 5 bukan 4”
“Aku tidak menolak”
“Nah karena Sena juga tidak menolak, kalian berdua bagaimana?”
“Aku sih boleh, lagi pula Elisya pintar, itu bahkan menjadi keuntungan kita jika memiliki Sena dan Lisya di kelompok kita"
“Aku juga setuju”
“Nah kerena semua setuju aku yang akan melaporkan ulang nama kelompok kita ke ibu guru” Lily akhirnya mengambil hp nya dan menghubungi guru mata pelajaran yang bersangkutan
“Itu apa kalian yakin mengajakku?” tanya Lisya. Ia merasa agak tidak enak bergabung dengan tim Sena
“Yakin” mereka menjawab bersamaan. Lisya tersenyum melihat mereka sangat menerimanya.
“Aku sudah melaporkannya kepada guru, Lisya resmi menjadi kelompok kami” mereka semua bertepuk tangan
“Yey akhirnya, aku sebenarnya sangat ingin berteman denganmu lagi, tapi kau tahu kau sering bersama kelompok Aurel, mereka sering melarangku mendekatimu karena mereka bilang keluargaku akan menjadi parasit untuk keluarga Eldrich" mendengar hal ini Lisya sangat terkejut.
Keluarga Lily memang tidak sekaya keluarga Sena dan Lisya tapi ia masih masuk jajaran keluarga kaya. Keluarga Lily bahkan lebih kaya dari keluarga Ana dan Keyra.
“Lily maafkan aku, aku sungguh tak mengira mereka akan mengatakan itu, aku sebelumnya juga ingin berteman lagi denganmu, tapi mereka bilang kau dan Ana serta Keyra sering berbicara buruk tentangku. Aku sungguh minta maaf, harusnya aku tak mendengarkan perkataan mereka” Lisya semakin kesal dengan Aurel dan kelompoknya, ia juga kesal dengan dirinya yang sangat bodoh karena mempercayai mereka.
“Sudahlah, lupakan mereka, ayo kita lanjutkan tugas ini. Elisya kau bisa mengerjakan presentasinya kan?”
“Iya aku bisa. Dan juga kalian berdua bisa memanggilku Lisya seperti Sena dan Lily. Dan maafkan aku karena mengira kalian jahat” Ana dan Keyra mengangguk dan tersenyum. Sena sendiri tersenyum karena Lisya sudah dipihaknya sekarang, apakah rencana menjatuhkan Aurel bisa ia mulai sekarang?
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 56 Episodes
Comments