Ep_17

Nelsy tengah berada di ruangan Mark hanya berdua dengan Mark.

Ya Nelsy meminta privasi agar dia bebas mencaci bahkan meluapkan kekesalan nya yang belum terealisasi kan.

"Bangun bodoh..mana janji mu yang kata nya akan menikahi ku..mana janji mu yang akan mencintai ku hah..kau lemah bagaimana bisa kau menjaga ku dan sekarang kau mempunyai satu tambahan yang harus kau jaga..bangun dan buktikan semua janji mu sialan" ujar Nelsy mencaci maki Mark meski hati nya sakit.

Nelsy mengambil tangan Mark dan dia bawa pada perut nya..dia ingin di sayang-sayang oleh ayah dari bayi nya tapi apalah daya semua sudah terlambat.

"Kau bisa merasakan bukan kehadiran nya di sini..bukan kah ini yang kau mau,aku mengandung anak mu dan kau memiliki ku seutuh nya..buka mata mu brengsek dan aku janji akan menikah dengan mu..aku janji akan melakukan apapun yang kau inginkan" janji nekat masih bergetar menangis pilu menumpahkan isi hati nya.

Nelsy terus menangis hingga dia lelah dan memilih untuk menuju sofa dengan menyeret kursi roda nya sendiri.

Dia tak mau menajdi lemah karena anak nya masih membutuhkan diri nya agar bisa bertahan dari kondisi nya.

Nelsy mulai perlahan mengangkat tubuh nya dan perlahan dia mendudukkan dirinya di atas sofa, berhasil..dia lega setidak nya dia bisa sedikit mandiri.

"Kita berjuang sama-sama ya nak..bantu Daddy mu agar cepat membuka mata nya" ujar Nelsy bergumam mengusap perut nya.

.

.

Malam pun tiba..Nelsy tak beranjak dari ruangan Mark..dia ingin bersama Mark melewati masa kritis nya..dia hanya bisa berdoa semoga Mark bisa melalui nya setidak nya demi anak yang tengah dia kandung.

Situasi awal nya biasa saja masih normal dan tak ada yang perlu di khawatir kan tapi selang 10 menit kemudian tampak tubuh Mark kejang-kejang entah ada apa dengan Mark hanya dia yang tau.

Sementara itu di alam bawah sadar nya kini Mark tengah berada di suatu tempat yang semua nya serba putih..ada seberkas cahaya yang begitu terang di depan nya.

Mark hendak menuju cahaya itu namun tangan nya di cekal oleh sosok tangan mungil yang menahan nya agar tidak memasuki cahaya terang itu.

Mark menatap ke bawah dimana sesosok tubuh mungil tengah menatap nya dengan mata polos nya..tangan nya menggenggam balik tangan mungil itu dengan hangat.

Mark perlahan menunduk dan berjongkok..dia mensejajarkan tubuh nya dengan sosok mungil itu..dia elus pipi dan kepala nya dengan penuh kelembutan.

"Kenapa nak?" tanya Mark lembut sambil masih mengelus rambut sosok mungil itu.

"Daddy" panggil soalnya mungil itu dengan mata menatap dalam wajah Mark yang membuat Mark langsung merengkuh nya.

"Apa kau anak ku?" tanya Mark bergetar menahan suara tangis nya.

"Daddy jangan pergi..kau belum melihatku dan kau juga belum memenuhi janjimu pada mommy..jika kau pergi maka mommy dan aku akan sedih" ujar sosok mungil yang memanggil Mark dengan sebutan Daddy.

"Tidak nak..Daddy lelah..maafkan Daddy nak..Daddy titip mommy ya..kau jaga dia untukku" ujar Mark tersenyum manis mengusap wajah yang dia yakini adalah anak nya.

"Kalau Daddy pergi maka aku juga akan pergi biarkan mommy sendirian bagaimana?" ujar si mungil seolah berkompromi.

"Tidak sayang..jangan begitu kasihan mommy" ujar Mark tidak membenarkan ucapan sosok yang dia kira anak nya.

"Lalu Daddy mau lepas tanggung jawab begitu saja..mana janji mu Daddy..aku ingin tumbuh dengan kalian jika salah satu dari kalian tiada maka lebih baik aku juga tiada karena aku bertahan hanya untuk kalian agar bisa bersatu kembali..jika kau memang tidak menyayangi kami maka silahkan Daddy pergi dan aku akan ikut setelah Daddy pergi..asal Daddy tau aku bangga menjadi anak mu dan mommy..I love you Daddy" ujar si mungil kemudian perlahan tubuh mungil itu lenyap bersamaan dengan angin yang berhembus.

Mark masih terpaku mendengar ucapan anak nya..lalu dia merasa seakan ada suara yang memanggil-manggil nama nya untuk kembali..Mark berdiri dan mengedarkan pandangan nya ke seluruh penjuru tempat itu namun tak ada sesiapapun,yang ada hanya semua yang dia lihat berwarna putih.

Mark berlari mencari-cari sumber suara itu,dia bagai di dalam labirin..dia sakit mendengar suara yang tengah memanggil nama nya yang terdengar begitu pilu dan menyayat hati nya.

*Mark kembali

Kembalilah

Jangan tinggalkan aku

Mark.. Mark

Markkkk*.

Panggilan terakhir itu membuat nya seakan terseret ke sebuah arus dan terombang-ambing entah kemana..setelah terombang-ambing sebentar kemudian semua nya mulai gelap dan ketika dia membuka mata nya tampak sorot lampu di mana dia terbaring.

"Hiks...hiks..bangun huhuhuhu" tangis seseorang yang terdengar di telinga nya.

Mark telah membuka mata nya..dia melihat sekeliling nya tampak seperti rumah sakit..suara tangis seorang wanita membuat nya mengalihkan perhatian nya pada sumber suara itu.

Wanita..ya seorang wanita yang tengah menangisi nya..dia tak tau kenapa wanita itu menangisi nya..siapa wanita itu apa dia mengenal nya..atau dia melupakan sesuatu.

"Kau siapa?" tanya Mark membuat Nelsy sadar dari tangis nya.

Nelsy menoleh pada Mark dan benar saja dia melihat Mark membuka mata nya..ya tuhan dia bahagia sekali akhirnya bisa melihat mari kembali membuka mata nya.

"M.. Mark..ka..kau.. kembali..hiks.. terimakasih hiks..hiks" ujar Nelsy memeluk Mark erat dan menangis.

Awal nya Mark risih dengan wanita yang kini tengah memeluk nya namun jauh di dalam hati nya dia seakan merasakan kehangatan dari pelukan Nelsy.

"Kau siapa?" tanya Mark dingin.

Nelsy melepas pelukan nya..dia menatap intens wajah Mark..apa dia bilang..dia tidak mengenali nya.. benarkah.

"M.. Mark..ini..ini aku Nelsy hiks" jawab Nelsy bergetar menahan tangis nya.

"Aku tidak mengenal mu" balas Mark dingin dan datar.

Sakit...ya sangat sakit..setelah menunggu agar Mark membuka mata tapi kenyataan pahit telah menghimpit nya.

Mark tidak mengingat nya.

Mark melupakan nya.

"Ka..kau.. tidak mengenal..ku, Mark?" tanya Nelsy memastikan.

"Apa kita saling mengenal sebelum nya?" balas Mark balik bertanya.

"Hiks..maaf" hanya kata itu yang Nelsy ucapkan sebelum dia pergi dari ruangan Mark.

Setelah kepergian Nelsy Mark seakan merasakan sesak dan sakit di hati nya..entah ada apa dengan nya hingga setelah kepergian wanita itu membuat nya semakin terasa sesak seakan tak tega melihat tangis pilu wanita itu.

"Apa aku menyakiti nya..tapi aku tidak mengenal nya..arkhhhhhhh kepala ku" gumam Mark berusaha mengingat namun kepala nya terasa sakit.

Setelah kepergian Nelsy beberapa petugas medis mendatangi ruangan nya dan kembali memeriksa keadaan Mark untuk memastikan bahwa Mark sudah baik-baik saja.

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!