Seketika bulu kuduk pria itu berdiri.. benar-benar dia seperti menghadapi iblis saat ini..dia takut melihat tatapan mata Mark.
"Ma..maafkan aku..aku tidak akan mengganggu nya lagi ampuni aku" ujar pria itu memohon maaf.
"Tidak semudah itu hahaha" ujar Mark kemudian tertawa lagi namun terdengar sangat menyeramkan di telinga pria itu.
Mark mengambil sebuah belati kecil yang selalu dia bawa kemanapun di saku jaket nya..Mark mengeluarkan belati itu dari sarung nya.
Terlihat mengkilap dan tajam pasti nya..Mark berjongkok di depan pria itu dan mengambil tangan kanan pria itu.
"Tangan ini yang kau gunakan untuk menyentuh nya tadi bukan?" tanya Mark menatap tangan pria itu dengan tatapan marah.
"A.. ampun tuan.. ampuni aku..aku tidak akan melakukan nya lagi maafkan aku..ma__arkhhhhhh" belum selesai pria itu berucap Mark sudah memotong jari tangan pria itu hingga putus.
Mark tersenyum dan menciumi bau darah korban nya..dia suka jika darah itu mengenai baju nya..jika darah yang keluar tidak menempel di baju nya maka Mark tidak akan puas.
"Kau sudah menyentuh nya dan aku sangat tidak suka milikku di sentuh orang lain seperti mu" ujar Mark sambil mengiris lagi jari pria itu hingga putus satu persatu.
"Arkhhhhhhh.. sakitttttt"
Teriakan pria itu bagaikan lagu di telinga Mark..dia bersenandung kecil masih dengan memotong tangan itu hingga jari nya tandas tak bersisa.
Mark tersenyum melihat hasil karya nya yang sempurna..apakah dia patut di beri piala Oscar..oh seperti nya itu terlalu kejam Mark..ck.
"Aku sudah puas.. pergilah..jangan muncul di hadapan nya atau hadapan ku lagi atau tidak.. crakkk.. seluruh tulang mu akan aku hancurkan" ujar Mark memberi peringatan.
Pria itupun berdiri dengan memegangi tangan nya yang sudah tidak lagi memiliki jari..semua jari tangan kanan nya sudah hilang..Mark benar-benar sudah jatuh dalam pesona Nelsy hingga tidak membiarkan Nelsy di sentuh oleh pria lain.
#
#
"Apa kau mau bermain lagi?" tanya Grace ketika mereka sudah sampai di parkiran.
"Ck..aku sudah tidak berminat lagi..kita makan saja" ujar Nelsy menggerutu kesal karena hilang sudah mood nya.
"Ok let's go"
Dan mereka berdua pun pergi dari area club itu menuju restoran langganan keluarga Wilson..mereka akan makan di resto itu karena makanan nya terjamin.
Sampailah mereka di restoran..kini kedua gadis itu sudah berganti pakaian dengan pakaian yang lebih baik dari tadi saat ke club itu.
Nelsy
Grace
Kedua gadis itu persis seperti gadis bar-bar yang nakal..lihat saja pakaian yang mereka kenakan..ah sudah lah asalkan mereka nyaman biarkan saja.
"Kau mau makan apa?" tanya Grace pada Nelsy.
"Apa saja yang penting pedas, aku benar-benar ingin menumpahkan emosi ku pada makanan pedas" ujar Nelsy masih kesal.
"Hahaha baiklah baiklah"
Setelah menunggu beberapa saat kemudian makanan telah siap sedia di atas meja..mereka mulai menyantap makanan utama hingga tak tersisa.
Tubuh mereka tak menggemuk atau melar,mereka selalu menjaga nya hingga tak sanggup lagi..astaga apa sih maksud nya.
Abaikan.
Selesai dengan makanan nya..kini kedua gadis itu tengah minum sedikit setelah mendapatkan ijin dari kakak-kakak nya terutama Gio..dia pria paling posesif di keluarga mereka.
"Apa kau puas meluapkan emosi mu pada makanan ini?" tanya Grace
"Hm sedikit lah..setidak nya emosi ku tidak terbuang sia-sia" jawab nya nyeleneh.
"Hahahaha..sudah lah habis ini mau kemana kita?" Grace tertawa karena Nelsy memang seperti itu suka nyeleneh.
"Kemana ya..eh jam berapa sekarang?" Nelsy tampak berfikir dan teringat jam berapa sekarang.
"Jam setengah sembilan..masih ada 1 jam setengah sebelum kita pulang" jawab Grace memberitahu.
"Ck menyebalkan sekali sih si kaku itu..kalau begini aku kan tidak bisa bebas berkeliaran arghhh menyebalkan" Nelsy masih menggerutu kali ini karena Nichole yang membatasi jam malam nya.
*
*
"Dimana ruangan kamera pengawas?" tanya Mark pada sahabat nya Max.
"Mau apa?" Max balik bertanya.
"Ck banyak tanya.. dimana?" Mark berdecak kesal karena di jawabi dengan petanyaan juga.
"Hahaha oke ikut aku"
#
"Oke aku sudah dapat yang ku inginkan" ujar Mark keluar begitu saja dari ruangan kamera pengawas.
"Dasar gila" umpat Max kesal melihat tingkah Mark.
Mark.
Max
Mark keluar dari club itu dengan sudah berganti pakaian lagi dan langsung menuju ke tempat dimana sang Wanita yang sudah membuat nya jatuh dalam pesona nya sampai sedalam ini berada.
"Aku akan menjadikan mu milik ku..hanya aku yang boleh memilikimu" gumam nya sambil melajukan mobil nya menuju sebuah restoran yang di sambangi oleh kedua gadis itu.
Sepanjang perjalanan Mark hanya tersenyum kecil mengingat kembali aksi Nelsy tadi saat di dalam club..dia terpesona dengan aksi dan pesona Nelsy.
Sungguh baru kali ini Mark merasakan sesuatu yang aneh dalam diri nya..selama ini dia banyak bertemu lawan jenis tapi tidak ada yang seperti Nelsy.
Jika yang lain mereka hanya bisa menggoda dengan tubuh nya dan itu lah yang membuat Mark muak akan wanita.
Tapi setelah bertemu Nelsy dia menilai gadis itu lain..entah otak nya sedang geser atau bagaimana tapi itu bagus semoga jiwa psychopath nya segera lenyap.
#
#
"Siapa yang melakukan ini padamu..katakan" ujar seorang pria bertampang garang bertanya pada adik nya yang kondisi nya begitu mengenaskan.
"Aku tidak tau siapa dia arkhhh tapi sshhh dia marah saat aku menyentuh wanita nya..kau cari saja di club xxx aku tidak mengenal nya" ujar pria itu merintih kesakitan saat mendapat penanganan dari dokter keluarga.
"Sialan..kau tenang saja aku akan menyelesaikan nya.. istirahat lah" ujar pria garang itu datar namun terlihat gurat amarah dalam tatapan nya.
"Terimakasih ka" ujar pria itu berterimakasih pada kakak nya.
"Hm"
Pria garang itu pergi ke ruang kerja nya..dia akan melampiaskan kemarahan nya pada benda-benda yang tak bersalah.
Sampai lah dia di ruang kerja nya..pintu sudah terkunci rapat juga tombol kedap suara sudah dia aktifkan hingga tak akan ada yang mendengar teriakan kemarahan nya.
Dia tidak terima adik satu-satunya yang dia miliki tampak mengenaskan kondisi nya..dia akan mencari pelaku nya hingga dapat.
"Arkhhhhhhh..aku akan membunuh nya..aku janji akan aku ku bunuh dia" teriak nya sambil menghempas semua barang-barang di sana.
Dada pria garang itu tampak kembang kempis tanda dia tengah marah besar..dia akan mencari si bajingan itu dan akan membalaskan kesakitan yang adik nya rasakan.
"Berani nya kau membuat adik ku seperti itu maka kau akan merasakan nya juga..lihat saja nanti" ujar nya menyeringai mengatur rencana.
Sementara itu di restoran tampak dua gadis sedang mabuk dengan saling memeluk bahkan mencaci dalam keadaan tak sadar.
Sementara di meja lain tak jauh dari mereka tampak seorang pria tengah mengabadikan momen dua gadis itu dengan ponsel nya lebih tepat nya mengabadikan Nelsy yang sedang bertingkah konyol.
"Lucu sekali dia" gumam nya tersenyum.
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 83 Episodes
Comments
Qaisaa Nazarudin
Max juga lebih Cogan dari Mark..
2024-05-05
1
Qaisaa Nazarudin
Grace lebih cantik dri Nelsy menurut ku...
2024-05-05
1