Ep_11

"Selamat tinggal masa lalu" ujar Nelsy saya sudah menaiki pesawat pribadi keluarga Wilson.

Nelsy telah memutuskan untuk meninggalkan negara X dan meninggalkan semua kenangan buruk nya di sana.

Dia hanya ingin menenangkan diri dulu..bukan berniat kabur atau lari dari masalah hanya saja dia belum siap bertemu Mark lagi.

Beberapa jam kemudian Nelsy telah sampai di negara M..Bastian dan Arny menjemput putri nya itu dengan penuh kerinduan..mereka merindukan anak-anak nya.

"Sayang" panggil Arny mendekap Nelsy.

"Mom,dad..Miss you so much" balas Nelsy mengutarakan kerinduan nya.

"Oh my honey..we are miss you too" Bastian memeluk anak nya dan membawa Nelsy beserta Arny istri nya ke mobil.

Nelsy banyak bercerita dengan ibu nya sementara Bastian dia hanya menjadi supir pribadi untuk dua wanita kesayangan nya..hingga akhirnya mereka telah sampai di rumah pribadi Bastian yang Bastian bangun sejak usia Nichole 10 tahun.

Ya mereka memilih untuk membangun rumah impiannya sendiri daripada di apartemen..Bastian ingin keluarga kecil nya bebas leluasa untuk mengeksplor apapun yang mereka mau.

"Ayo girl's kita masuk" ajak Bastian pada dua wanita kesayangan nya.

Mereka masuk kedalam rumah..di negara M hari sudah pagi sekitar pukul 8 pagi.. perbedaan waktu antara negara X dengan negara M hanya 9 jam'an.

Nelsy memilih untuk tidur dulu karena dia masih lelah selama berada di pesawat apalagi di tambah selisih waktu di antara kedua negara itu.

#

#

Negara X......

Pagi ini Mark bersiap untuk ke rumah Nelsy..ya dia sudah bertekad untuk melamar Nelsy hari ini juga..dia hanya tidak mau sampai Nelsy kepincut pria lain.

Mark sudah mempersiapkan diri juga fisik nya jika kakak Nelsy menghajar nya atas pengakuan nya nanti..dia akan menerima nya.

Mark menuju kediaman keluarga Nelsy dengan perasaan tak menentu..bukan takut pada Nichole hanya saja dia takut Nelsy menolak nya.

Sampailah dia di rumah Nelsy..dia keluar dari mobil setelah berhasil mengatur rasa gugup nya jika nanti dia melihat Nelsy.

Mark berjalan dengan penuh percaya diri menuju pintu masuk rumah Nelsy..dia memencet bel rumah Nelsy dan tak berapa lama kemudian seorang pelayan paruh baya keluar menghampiri nya.

"Selamat pagi tuan..anda cari siapa?" sapa pelayan itu sopan.

"Apa tuan Nichole ada?" tanya Mark datar.

"Ada..sebentar biar saya panggilkan.. mari masuk" ajak pelayan itu sopan pada Mark.

Mark duduk di sofa ruang tamu..dia mengedarkan pandangan nya pada foto yang terpajang apik di dinding juga bingkai foto di lemari- lemari khusus untuk memajang foto.

"Cantik sekali wanitaku" uajr Mark tersenyum melihat foto masa kecil Nelsy.

Di saat mari tengah mengagumi foto-foto Nelsy tampak Nichole menuruni anak tangga dan melihat Mark tengah duduk di sofa ruang tamu rumah nya.

"Ada apa kau kemari?" tanya Nichole pada intinya.

"Oh..hay tuan Nichole..apa kabar" balas Mark berbasa-basi.

"Tidak usah berbasa-basi..katakan niatmu" ketus Nichole tak suka berbasa-basi.

"Haha.. baiklah, aku ingin melamar Nelsy untuk menjadi istriku" ujar Mark dengan wajah serius nya.

"Hahahaha...seperti nya kau salah minum obat tuan..pulang lah jangan main-main" ujar Nichole menertawakan Mark.

"Aku serius" jawab Mark serius menatap Nichole.

Nichole menghentikan tawanya dan berbalik menatap serius juga tajam pada Mark..apa maksud pria di depan nya ini..apa dia hanya ingin main-main..jangan mimpi.

"Apa alasan mu ingin melamar Nelsy?" tanya Nichole serius.

"Aku sudah mengambil kesucian nya dan aku akan bertanggung jawab untuk itu" jawab Mark.

Marah..ya tentu saja Nichole marah besar pada Mark..apa dia bilang dia sudah mengambil kesucian adik kesayangannya..bajingan tidak bisa di biarkan.

Tanpa banyak basa-basi Nichole menghampiri Mark yang hanya duduk diam seolah menerima apa yang akan Nichole lakukan terhadap nya.

Nichole murka..dia menghajar Mark membabi buta..dia benar-benar tidak bisa menerima nya.

Bughhhh.....

"Dasar bajingannn"

Bughhhh......

"Brengsekkkkkkk.. arghhhhhh aku akan membunuhmu SIALANNNN"

Nichole benar-benar mengajar Mark namun Mark hanya menerima setiap pukulan yang di layangkan Nichole pada nya..dia tak akan membalas atau mengelak karena dia pantas mendapatkan nya.

"Katakan brengsek..katakan kenapa kau tega melakukan hal sebejat itu pada adik ku hah..katakan sialannnn" tanya Nichole mencengkeram erat kerah baju Mark.

"Uhukkk..uhukkk..a..aku..uhukkk..me..men..c..ccin..ta..I..nnyaa..uhukkk..uhukkk" ujar Mark menjawab pertanyaan Nichole.

"Cih..kau bilang kau mencintai adik ku hah..jika kau mencintai nya maka kau tak akan sebejat itu menodai adik ku bajingannn..kau pantas mati sialan..kau pantas mati arghhhhhh"

Bughhhh...

Bughhhh....

"Uhukkk..d.. di..ma..n..na.. Nel..ss..sy...uhukkk" Mark terbatukan darah karena Nichole benar-benar berniat membunuhnya.

"Nelsy sudah pergi dari negara ini..dia sudah pergi karena mu brengsek" ujar Nichole meninggalkan Mark yang diam terpaku setelah mendengar ucapan Nichole barusan.

Mark tak percaya bahwa Nelsy sudah pergi.. tidak tadi malam dia masih melihat Nelsy setelah dia mengantarkan Nelsy pulang dan memastikan bahwa Nelsy sudah masuk kedalam rumah.

Lalu ini apa..Nelsy nya pergi tidak.. kenapa..kenapa dia pergi meninggalkan nya..kenapa.

#

#

"Cari dimana pun dia berada.. Aku tak mau tau harus ketemu" ujar Mark menyuruh anak buah nya mencari keberadaan Nelsy.

Mark sudah di rumah nya dengan keadaan wajah yang babak belur akibat hantaman kemarahan Nichole.

"Aku akan menemukan mu baby..aku akan menemukan mu sampai ujung dunia sekalipun" ujar Mark bergumam.

Mark membersihkan diri dari darah yang menempel di tubuh nya..cukup menyakitkan namun tak sesakit di tinggal Nelsy..dia sakit karena Nelsy meninggalkan nya sendirian.

*

*

1 bulan kemudian

"Sayang kau tak mau ikut mom dan dad jalan-jalan?" tanya Bastian pada putrinya.

"No mom,dad.. Nelsy sedang tak enak badan..udara nya cukup dingin" tolak Nelsy yang merasa tubuh nya sedikit tidak enak juga udara nya yang dingin.

"Baiklah..kau mau titip apa?" ujar Arny.

"Burrito mom.. kebetulan Nelsy lagi pengin makan itu" Nelsy menyebutkan makanan yang dia inginkan.

"Oke..jangan kemana-mana tanpa pengawasan oke" pesan Bastian pada putrinya.

"Oke mom,dad..bye"

Setelah kepergian Bastian dan Arny kini Nelsy hanya berbaring di sofa depan perapian..dia cukup sensitif terhadap hasil dingin jadi dia hanya akan berada di depan perapian saja.

"Aku merindukan nya tapi jujur aku masih belum sanggup melihat nya..kecewa ku masih ada untuk nya" ujar Nelsy tiba-tiba menangis pilu saat merindukan Mark.

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!