Ep_2

Pria itu tampak memandangi si wanita yang masih belum sadarkan diri..sekilas senyum kecil terbit dari wajah datar nya..entah apa yang membuat nya tersenyum kecil seperti itu.

"Jadi kau mengira aku yang melakukan hal aneh pada wanita itu?" tanya Mark menunjuk wanita yang masih tak sadarkan diri di ranjang nya.

"Ya, jika bukan kau lalu siapa lagi sialan.. sekarang mengaku padaku kau apakan dia?" jawab si dokter dengan mata memicing.

"Ck berapa kali aku harus katakan padamu bodoh..aku tidak mengenal nya kebetulan dia berlari ke samping mobilku saat itu..kau tanya saja dia jika dia sudah sadar" ujar Mark menjelaskan secara ringkas.

"Hey sialan aku belum selesai bicara dengan mu..ck manusia satu ini" panggil si dokter mendengus kesal melihat pasien sekaligus sahabat nya berlalu.

Dokter Benny membenarkan selimut yang melilit tubuh wanita itu..setelah nya dia meninggalkan kamar dan menuju ruang tamu untuk menemui si Mark.

Sampai lah dokter Benny di rumah tamu..dia duduk di samping Mark..Mark menawarkan minuman pada nya namun dokter Benny menolak karena dia masih ada operasi setelah ini.

"Aku pulang dulu..keadaan nya sudah baik-baik saja mungkin dini hari dia akan sadar atau bisa jadi besok..ingat Mark jangan macam-macam dengan wanita itu" ujar dokter Benny berpamitan pada Mark.

"Hm" jawab Mark singkat.

Ingin sekali dokter Benny menyuntik mati si Mark itu.. benar-benar tidak ada jawaban lainnya selain ham hem ham hem yang keluar dari mulut nya itu apa.

"Baiklah..aku pergi" pamit dokter Benny melenggang meninggalkan ruang tamu.

Mark tak lagi membalas ucapan dokter Benny..dia hanya fokus meminum minuman nya..setelah setengah jam kepergian dokter Benny kini Mark kembali ke kamar nya untuk melihat kondisi wanita yang dia bawa.

Ceklek....

Pintu di buka dan Mark masuk kedalam..dia melihat wanita itu masih memejamkan mata nya..Mark perlahan berjalan menuju ranjang dan berdiri di samping wanita itu.

Dia tatap wajah wanita itu dengan tatapan tak terbaca..entah apa yang dia pikir kan hanya dia yang tau.

Setelah nya dia pergi ke sofa kamar nya dan berbaring..meski dia seorang psychopath tapi dia tidak sebejat apa yang orang-orang kira.

Dia masih menghargai orang lain yang tak melakukan kesalahan terhadap nya..tapi jangan salah jika orang itu mengusik atau membuat nya tak nyaman maka dia akan bisa membuat orang itu lupa pernah bernafas di dunia.

#

#

Dini hari sekitar pukul 3 pagi wanita itu terbangun..dia mengerjap menyesuaikan diri dengan kondisi sekitar tempat nya berbaring.

Tunggu...kasur,kenapa dia bisa di kasur..seingat nya tadi dia tengah di kejar 3 pria brengsek lalu dia di dorong ke jalanan hingga..ah dasar dia tidak mengingat apapun lagi setelah nya.

"Aku dimana..ssshh kepalaku pusing" ujar wanita itu melihat ruangan dimana dia berada.

Kamar dengan nuansa abu-abu dan terkesan maskulin,wanita itu turun dari ranjang karena dia merasakan sesuatu di area terlarang nya..seperti nya dia kedatangan tamu.

Ck sialan kenapa harus hari ini sih.

Memalukan.

"Sialan aku harus bagaimana ini..di sini tidak ada sesiapa pun" ujar nya sambil menggerutu kesal.

Wanita itu berjalan namun netra nya menangkap sesosok tubuh seseorang di sofa kamar itu.

"Siapa dia..apa itu hantu tapi tidak mungkin kan hantu bisa tidur di sofa empuk itu..ck pikiranmu Nelsy" gumam nya sambil menduga-duga.

Perlahan Nelsy mendekat ke arah sofa dimana sesosok tubuh itu masih terlelap..dia semakin mendekat dan akhirnya dia sampai di samping sosok itu.

Pria...ya seorang pria tengah tidur di sofa yang Nelsy kira adalah kamar pria itu sendiri.

"Tuan..tuan" panggil Nelsy menusuk-nusuk pipi pria itu.

Pria itu membuka mata nya dan melihat seorang wanita yang tengah menusuk-nusuk pipi nya dengan telunjuk kecil nya.

"Ada apa?" tanya Mark datar.

"Maaf..kita kenalan nya nanti saja karena aku membutuhkan bantuan mu sekarang juga..ini gawat" ujar Nelsy dengan raut serius.

Mark merubah raut wajah nya menjadi serius juga karena dia melihat wajah Nelsy yang tampak serius.

"Katakan" ujar Mark.

"Aku.. Aku butuh pembalut" ucap Nelsy serius menatap Mark.

Gubrakkk.....

Setelah di buat serius kini Mark di buat jatuh sejatuh jatuh nya oleh wanita mungil di depan nya ini.

"A..apa.. pembalut?" tanya nya sekali lagi.

"Iya tuan aku membutuhkan barang itu secepat nya.. Aku sudah tidak tahan lagi" ujar Nelsy mengangguk cepat.

"Ck.. Aku pikir kau sedang terancam bahaya atau apa ternyata ck.. mengganggu waktu ku saja kau" ujar Mark merah padam namun masih menahan kekesalan nya.

"Ck marah nya nanti saja sekarang berikan pembalut untuk ku dulu" ujar Nelsy juga kesal karena bisa saja darah haid nya berceceran.

"Aku tidak punya" jawab Mark santai.

"Yaaaakkk..carilah atau minta pada pelayan mu di sini mereka pasti punya..cepat lah bisa-bisa nanti berceceran dimana-mana" ujar Nelsy sedikit ngegas karena pria di depan nya ini menyebalkan.

"Baiklah" akhirnya Mark pasrah dan menghubungi salah satu pelayan untuk membawakan pembalut yang mereka miliki.

Selama menunggu Mark duduk santai dengan mata masih memicing memperhatikan tingkah Nelsy yang bolak balik.

"Bisakah kau duduk saja?" ujar Mark datar.

"Jika aku duduk maka darah nya bisa mengotori sofa mu tuan menyebalkan" ucap Nelsy ketus menjelaskan.

"Terserah kau saja" Mark memilih diam sambil masih memperhatikan Nelsy yang masih bolak balik entah melakukan apa.

Tak berapa lama kemudian pintu di ketuk..Mark membukakan pintu dan melihat seorang pelayan tengah berdiri di depan pintu kamar nya.

"Permisi tuan..saya membawakan pesanan anda" ujar pelayan itu menyerahkan satu bungkus pembalut di kantong plastik hitam.

"Hm" jawab Mark singkat dan menutup pintu nya.

Mark menyerahkan pembalut itu pada Nelsy dan langsung di terima oleh Nelsy dengan cepat lalu masuk kedalam kamar mandi.

Mark menatap datar Nelsy yang meninggalkan nya tanpa berkata apa-apa..cih wanita itu benar-benar mengabaikan nya setelah mendapatkan apa yang di inginkan nya.

Mark kembali ke sofa dan duduk..dia membuka ponsel nya melihat jam di layar ponsel milik nya.

Pukul 4 pagi..ck dasar pengganggu kecil.

Tak berapa lama setelah masuk ke kamar mandi pintu kamar mandi itu terbuka lagi dan tampak kepala menyembul sedikit ke luar.

"Tuan..hehe maaf bisakah aku meminjam em..itu__" belum selesai Nelsy berucap Mark sudah memotong nya.

"Apa?" tanya Mark cepat masih datar.

"Itu tuan..em.. bagaimana ya..bisakah aku meminjam ****** ***** mu karena punya ku sudah kotor terkena darah haid ku" ujar Nelsy tak berani menatap Mark saking malu nya.

Mari sedikit terkejut namun masih dengan ekspresi datar nya.

"Kau yakin?" tanya Mark menyeringai.

"Tuan hilangkan dulu seringai nya sekarang aku butuh itu sesegera mungkin" ujar Nelsy yang tak takut akan seringaian milik Mark.

Terpopuler

Comments

Sulaiman Efendy

Sulaiman Efendy

SI PSIKO KTEMU GADIS BAR2... PSTI SERU. 😂😂😂😂

2024-04-21

0

Alexandra Juliana

Alexandra Juliana

Gadis² klrg Wilson emang bar bar..Nelsy br siuman dan blm kenal sama penolongnya langsung nyuruh ajaaa..dan Mark nurut..Pasti seru jika nanti Mark masuk k klrg Wilson dan bisa menyalurkan jiwa psikopatnya di markas kematian..

2023-01-15

2

sella surya amanda

sella surya amanda

lanjut

2022-09-13

0

lihat semua

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!