Ep 6

Mark masih menatap kedua gadis yang terlihat mabuk dan tengah meracau tak jelas itu dengan intens terutama Nelsy.

Dia sesekali terkekeh melihat aksi Nelsy yang tak terduga seperti tiba-tiba menangis dan tiba-tiba marah dan bahkan sampai harus mengumpat seseorang yang tidak dia sukai.

Dia masih mengabadikan momen yang menurut nya menggemaskan dan lucu ini di ponsel nya..dia tidak mengalihkan perhatian nya pada Nelsy.

Tanpa Mark sadari di luar restoran itu tampak segerombolan perampok tengah mengepung tempat itu.. perampok itu melihat hanya ada sekitar 5 pengunjung di tambah para pegawai restoran itu.

Mark baru menyadari ketika pintu restoran itu tertutup dengan keras hingga menimbulkan bunyi dentuman.

Mark hanya menatap datar kedatangan sekitar 10 orang perampok yang mungkin akan melakukan penjarahan di tempat ini.

Salah satu perampok itu melihat Nelsy dan Grace yang tengah menikmati minuman nya..tampak mata para perampok itu lapar ingin memangsa nya.

Mark tentu tidak suka jika ada lelaki yang menatap Nelsy dengan tidak wajar..dia meremukkan gelas yang dia pegang dalam genggaman nya hingga darah langsung keluar dari luka nya.

"Hay cantik..wah seperti nya kalian sedang berpesta ya..bolehkah kami ikut?" ujar salah seroang perampok itu menghampiri meja dimana Grace dan Nelsy tengah duduk dan mencolek dagu Nelsy.

Nelsy tak suka melihat kedatangan mereka dia mengambil botol miras itu dan dia langsung mengarah kan botol itu pada kepala salah satu dari kelima perampok itu.

Lebih tepat nya pada salah seorang yang berani mencolek dagu nya.

Pyaarrr......

Pecah sudah botol kaca itu di kepala sang perampok..yang lain terkejut sementara si korban hanya meringis dan terjatuh di lantai dengan menjerit kesakitan.

Mark melihat aksi Nelsy dengan bangga dia tersenyum smirk melihat keberanian Nelsy dalam menghadapi mereka.

Mark malah santai memperhatikan Nelsy..dia masih duduk di kursi nya sambil melihat seberapa besar kekuatan para bedebah itu.

"Sialan kau" umpat salah satu anggota yang lain nya pada Nelsy karena melihat teman nya terkapar merintih kesakitan.

"Ck diam lah.. mengganggu saja" Nelsy berdecak kesal karena kesenangan nya terganggu.

Kawanan itu hendak menyerang Nelsy namun di luar dugaan ternyata dua gadis itu dengan secepat kilat sadar dari mabuk nya.

Seketika kedua gadis itu langsung sadar seratus persen..mereka menatap kelima perampok itu dengan tatapan mengintimidasi.

Ya mereka memang tidak lah mabuk hanya teler sedikit jika di istirahat kan pasti akan pulih kembali..dan itu benar terjadi pada kedua gadis itu.

Mereka banyak belajar dari Gio sang suhu.

"Kau cari mati rupa nya" ujar satu nya lagi mengeluarkan pisau dan menodongkan nya pada Nelsy.

Nelsy hanya menatap datar pisau di depan nya..dia tidak takut akan pisau itu karena dia sudah berhadapan dengan yang lebih dari pisau itu.

"Cih aku sedang malas meladeni kalian lebih baik pergi sebelum kami membuat kalian berada di kuburan besok pagi" ujar Nelsy menanggapi nya dengan santai terbukti bahwa Nelsy kembali meraih kentang goreng nya dan memakan nya.

Para perampok itu geram dan melayangkan satu sabetan pada Nelsy namun Nelsy berhasil menghindar dengan mudah nya.

"Ck sudah ku bilang kalian bandel sekali sih" ujar Nelsy menggerutu kesal dan..

Bughhhh.....

Bughhhh.....

Bughhhh....

Bughhhh....

"Arkhhhhhhh"

"Arkhhhhhhh"

"Arkhhhhhhh"

"Arkhhhhhhh"

Nelsy dan Grace berhasil menumbangkan 4 orang itu dengan sekali hajar..sisa nya mereka akan urus nanti karena rasa nya anggota yang lain nya sedang menjarah uang di brankas penyimpanan restoran itu.

"Kalian mau kemana?" tanya Mark menghampiri Nelsy dan Grace yang hendak pergi.

"Kau siapa?" tanya Grace menatap curiga pada Mark.

"Loh kau..di sini juga?" tanya Nelsy mengenali wajah Mark.

"Iya..aku sedang ngopi di sini..kalian mau kemana?" jawab Mark santai tersenyum kecil.

"Kami mau mengurus beberapa orang yang sedang mencari masalah di sini" jawab Nelsy jujur.

"Sudah kalian lebih baik pulang saja jam sudah semakin malam tidak baik bagi perempuan seperti kalian berada di luar..biar aku yang mengurus mereka" ujar Mark menyarankan.

"Kau yakin?" tanya Nelsy memastikan.

"Kau meragukan ku?" tanya Mark mendekat kan wajah nya pada Nelsy.

Deg..deg..deg...

Jantung Nelsy berdetak lebih cepat setelah berdekatan dengan Mark hingga sedekat itu..dia tak tau ada apa dengan jantung nya.

"Baiklah kami pulang dulu..kau hati-hati lah" pamit Nelsy menyeret Grace.

Saat Nelsy hendak pergi Mark menahan lengan nya..Nelsy pun berbalik menatap Mark heran.

"Ada apa?" tanya Nelsy heran.

"Tulis nomor ponsel mu di sini" ujar Mark meminta nomor Nelsy.

"Hah..untuk apa?" kaget,Nelsy bertanya untuk apa nomor ponsel milik nya.

"Untuk lotere..ya untuk ku hubungi lah" jawab Mark asal.

"Hahaha baiklah" Nelsy tertawa singkat lalu menuliskan nomor ponsel nya.

Setelah nya Nelsy dan Grace keluar dari restoran itu dengan mendobrak pintu nya..Mark hanya geleng-geleng kepala melihat sikap bar-bar Nelsy.

Dia suka wanita seperti Nelsy.

#

#

"Katakan apa kau menyentuh gadis itu tadi?" tanya Mark memastikan.

"S..siapa..arkhhh siapa yang kau maksud kan?" tanya si peramapok yang berhasil Mark bekukan.

"Dua gadis yang memukul teman mu dengan botol minuman..katakan sejujurnya?" jelas Mark menatap tajam.

"Tidak..aku tidak melakukan apapun pada mereka arkhhhhhhh ampunnnnn"

"Sayang nya aku tak percaya hahahaha" ujar Mark tertawa mengerikan.

Mark mengambil belati kesayangan nya dan mulai menggores setiap kulit wajah maupun kulit tubuh mereka yang masih hidup,karena yang lain sudah tidak bernafas lagi.

Ya Mark sempat menumbangkan setidak nya 3 perampok dan langsung dia habisi tanpa ampun dengan cara dia tusuk kepala nya dan juga tepat di bagian jantung nya.

Mark tak main-main..dia memu tilassi korban nya hingga dia puas..Mark berada di gudang penyimpanan di restoran itu.

Dia butuh tempat untuk menghabisi korban nya..dia tidak membiarkan korban nya bisa bernafas sebentar saja.

Setelah selesai dengan permutilasian nya kini Mark kembali ke rumah nya..seperti biasa pakaian nya selalu berlumuran darah.

Dia akan puas jika korban nya sudah menumpahkan darah nya pada baju Mark atau menyentuh kulit nya.

"Nelsy Wilson..hm seperti nya dia dari keluarga terpandang.. menarik juga" ujar Mark bergumam melihat profil Nelsy di sosmed.

#

#

"Semalam pulang jam berapa?" tanya Nichole memicing menatap tajam Nelsy.

"Jam...nggak tau ka hehe" jawab Nelsy jujur sambil nyengir.

"Ck..kan sudah kaka bilangin jangan kemalaman dasar tengil" ujar Nichole sedikit kesal akan tingkah adik tengil nya itu.

"Ishh kan aku juga nggak sendirian pergi nya ada Grace yang nemenin aku..jangan khawatir aku masih orisinil" ujar Nelsy berusaha mencari alasan.

Pletakkk....

"Arkhh shhhh Kakak ishhhh sakit tau" teriak Nelsy saat Nichole menyentil kening nya juga menjitak kepala nya yang tak bersalah.

"Biar rasa..kamu itu perempuan Nelsy..inget keluarga kita..jangan buat malu nama keluarga,kamu nggak mau kan uncle Rey dan orangtua kita bermasalah?" ujar Nichole berusaha menjelaskan seberapa besar nya pengaruh pergaulan Nelsy pada nama baik keluarga mereka.

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!