Ep 4

Hari ini Nelsy hendak keluar lagi bersama Grace..entah lah dua wanita single itu kemana akan melangkah kan kaki mereka kali ini.

Nichole selalu mengingatkan agar mereka membawa serta pengawal hanya untuk berjaga-jaga saja.. Nichole tidak mau jika adik tengil nya itu seperti sebulan yang lalu.

"Ka aku pergi dulu" pamit Nelsy pada Nichole.

"Ya hati-hati ingat jangan lewat dari jam 10 malam" ujar Nichole mengingatkan.

"Ck..iya ka"

Nelsy menuju pintu dan tampak Grace sudah menunggu nya di depan..dia menyapa Grace kemudian memasuki mobil Grace dan meninggalkan rumah.

"Kita mau kemana?" tanya Grace.

"Entah lah aku hanya ingin keluar saja..bosan sebulan di kurung si kaku terus" Nelsy menggerutu karena terkurung di rumah sebulan lama nya.

"Baiklah..kau mau ke club?" tanya Grace.

"Club..baiklah.. let's go"

Dan kedua gadis tengil itu pun menuju club..biasa nya mereka bersama Genie juga tapi di karenakan Genie sudah menikah jadi tidak akan bisa mereka mengajak nya.

Bisa-bisa mereka yang kena bogem lima jari dari Genie..malam semakin larut..jam sudah menunjukkan pukul 8 malam.

Sampailah kedua gadis itu di club..mereka masuk dengan tampilan yang menggoda pandangan kaum adam.

Nelsy.

Grace.

Nelsy dan Grace tampak cuek tak menghiraukan keberadaan para pria mata jelalatan yang menatap nya dengan tatapan lapar.

"Hay girl's mau berdansa dengan ku?" tanya salah seorang pria pada Nelsy dan Grace.

"No thank's" jawab kedua gadis tengil itu bersamaan.

Mereka berdua menuju lantai dansa..kehadiran dua gadis itu membuat suasana di lantai dansa semakin riuh.

Nelsy dan Grace menari dengan liar..tak perduli banyak mata yang memandang lapar pada kedua nya..tak ada yang bisa menyurutkan niat mereka untuk menggebrak lantai dansa itu.

"Wooooow I love it" teriak Nelsy sambil meliuk-liuk kan tubuh nya.

"Me too" balas Grace berteriak tak kalah keras juga.

Kelakuan mereka berdua menjadi perhatian dari seorang pria tampan bermata tajam yang tengah memandangi kedua gadis itu lebih tepat nya memandangi Nelsy dengan tajam.

"Menarik" ujar pria itu tersenyum smirk menatap Nelsy.

Nelsy dan Grace tak menyadari tatapan mendamba dari tiga pria yang sangat menginginkan mereka..sambil menenggak minuman di tangan nya salah seorang dari ketiga pria itu mulai berjalan menuju kedua gadis itu.

"Kau mau kemana?" tanya salah seorang pria itu.

"Aku akan bersenang-senang dengan salah satu dari mereka bila perlu kedua nya" ujar pria itu melenggang dengan percaya diri.

Di lain sudut tampak pria yang tak suka dengan kehadiran seseorang di antara Nelsy dan Grace lebih tepat nya tak suka Nelsy di ganggu.

Mark..ya pria itu adalah Mark yang kebetulan sedang berada di club itu eits.. bukan untuk celap celup ya gaes karena Mark bukan tipe laki-laki murahan.

Dia hanya minum dan menikmati suasana bahkan tak dia ijinkan seorang wanita mengusik nya atau bahkan mendekati nya.

Mark bukan lah tipe laki-laki yang suka di goda oleh wanita murahan seperti wanita di club itu..cih tidak sudi dia menikmati bekas orang lain.

Dia akan memilih sendiri wanita yang menurut hati nya cocok dan bisa membuat nya merasakan sesuatu yang lain yang bahkan belum pernah dia rasakan.

Dia bukan lah pria kolot yang tak memiliki haserat pada lawan jenis nya hanya saja dia selalu menahan nya dengan cara nya sendiri.

Bagi nya seluruh tubuh nya adalah milik nya dan milik calon pendamping hidup nya kelak.

Tapi semua itu bahkan bisa hilang dalam sekejap saat melihat Nelsy wanita yang dia tolong sebulan lalu tengah di dekati pria lain.

Dia jadi kesal.

Sesuatu dalam diri nya meronta ingin menguliti pria yang berusaha menyentuh Nelsy Meksi hanya ujung rambut nya.

"Sialan..ada apa dengan ku" umpat Mark merasa geram melihat Nelsy terus di goda pria lain.

Mark menenggak minuman nya dan berjalan menuju Nelsy..dia semakin dekat hingga tatapan Mark semakin semakin menajam kala tangan pria brengsek itu menyentuh pinggang Nelsy.

"Sialan lepaskan aku brengsek" teriak Nelsy geram.

"Ayolah sayang kita bersenang-senang" ujar pria itu santai.

Tak tahan lagi Nelsy melayangkan tinju nya pada hidung pria itu dan membuat hidung si pria mengeluarkan darah.

Bughhhh....

"Arkhhh" teriak pria itu merasakan sakit hingga terhuyung ke belakang.

"Rasakan.. Aku kesini untuk membuang stres ku bukan melayani pria seperti mu bastard..Fu*ck you" teriak Nelsy memilih meninggalkan tempat itu dengan Grace di belakang nya.

Mark tampak menarik ujung bibir nya melihat Nelsy yang bar-bar..dia suka gadis seperti Nelsy yang melawan jika di ganggu.

"Garang juga dia" batin Mark mengalihkan tatapan nya pada pria tadi.

Mark berjalan mendekati pria itu dan menyeret nya dengan kasar tanpa perduli tatapan para pengunjung club.

Teman-teman pria itu bahkan tak ada yang berani mendekati nya bahkan sekwdar untuk menyelamatkan nya.

"Kau cukup bernyali bung" ujar Mark masih menyeret rambut pria itu yang sedikit panjang.

"Siapa kau arkhhh lepaskan aku sialannnn..lepaskan aku hey bajingan kau" teriak pria itu mengumpat Mark sambil merasakan sakit di kepala dan hidung nya.

"Diam atau kau akan berakhir di sini" ujar Mark menatap tajam pada pria itu dan membuat pria itu langsung diam.

Mark membawa pria itu ke ruang bawah tanah di club itu..teman Mark kebetulan pemilik club itu dan dia tidak masalah dengan apa yang akan Mark lakukan.

For your information gaes..teman Mark juga seorang psychopath namun level nya masih jauh di bawah Mark.

Brukhhh....

"Arkhhh..sialan kau..apa maumu hah?" teriak pria itu ketika di dorong hingga tersungkur.

"Mauku.. hahahaha mauku adalah menguliti mu hingga polos" ujar Mark tertawa namun tawa nya itu benar-benar mengerikan.

"Aku tidak mengenal mu dan tidak miliki urusan dengan mu jadi untuk apa kau membawa ku ke sini hah" ujar pria itu lagi sambil menormalkan ketakutan nya.

"Kau memang tidak mengenal ku dan begitu pun sebaliknya aku pun tak mengenal mu tapi, kau sudah mengusik wanitaku bahkan tangan kotor mu berani menyentuh tubuh nya itulah urusan yang kita miliki" ujar Mark menjelaskan kepada pria itu.

Pria itu tampak bingung..siapa wanita yang sudah dia usik dia tidak mengerti.

"Jangan bertele-tele katakan siapa wanita itu..aku benar-benar tidak merasa mengusik milik mu" ujar pria itu sambil menahan ketakutan nya.

"Wanita yang tadi kau usik dan kau sentuh pinggang nya sialan" teriak Mark dengan mata memancarkan kemarahan level tinggi.

Seketika bulu kuduk pria itu berdiri.. benar-benar dia seperti menghadapi iblis saat ini..dia takut melihat tatapan mata Mark.

"Ma..maafkan aku..aku tidak akan mengganggu nya lagi ampuni aku" ujar pria itu memohon maaf.

"Tidak semudah itu hahaha"

Terpopuler

Comments

Sulaiman Efendy

Sulaiman Efendy

DAN LEVEL MARK MSH JAUH DI BAWAH REY & ANAK2NYA..

2024-04-21

1

lihat semua

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!