Ep_19

Setelah kepergian Nichole Mark mendekati kursi dimana Nelsy duduk..dia amat sangat merindukan sosok Nelsy dan ingin merengkuh nya namun dia tahan.

"Sentuh lah siapa tau dia akan tenang jika merasakan sentuhan mu" ujar Nelsy berkaca-kaca.

"Terimakasih..jangan menangis" ujar Mark berterimakasih dan menghapus lelehan air mata di pipi Nelsy.

"Maaf.. Aku memang jadi lebih cengeng setelah hamil" jawab Nelsy merasa dia sangat lembek.

Mark menyentuh perut Nelsy..dia merasakan sedikit gundukan di perut Nelsy..apa itu anak nya..anak nya sudah besar..ya tuhan dia sangat bahagia.

Tanpa sadar Mark berjongkok meski sedikit kesulitan tapi dia tetap berusaha.

"Cups..Jangan nakal ya nak..kasihan mommy..ini Daddy" ujar Mark lembut tanpa sadar menitihkan air mata.

"Mark are you ok?" tanya Nelsy merasa sesuatu basah di baju pasien nya.

"Hm" jawab Mark berdehem.

Nelsy membiarkan Mark berinteraksi dengan anak nya..dia merasa nyaman ketika tangan Mark menyentuh perut nya meski terhalang kain.

"Aku hanya bisa berharap semoga kau segera mengingat ku" batin Nelsy tak kuasa menahan air mata nya.

Mark selesai dengan menenangkan anak nya..dia kembali ke posisi semula dan menatap Nelsy dengan intens.

"Maaf..bisakah kau menungguku hingga aku mengingat siapa dirimu?" ujar Mark sendu menatap Nelsy.

Nelsy mengangguk..dia akan menunggu meski nanti nya Mark tak akan mengingat nya lagi dia tetap akan menunggu nya.

"Terimakasih..jangan menangis" ujar Mark memeluk Nelsy.

Mark hanya ingin memeluk Nelsy yang terlihat begitu rapuh..sungguh dia tak tega melihat Nelsy seperti ini tapi apalah daya dia harus menjaga Nelsy dan calon anak nya meski dengan cara menipu Nelsy.

"Aku akan menghabisi kalian yang sudah berbuat kejam terhadap kami..lihat saja jangan sebut aku Mark Andrevis Ranvin jika tak bisa menemukan kutu kecil seperti kalian" batin Mark dengan kemarahan mendalam.

Mark mengelus rambut Nelsy yang kini tengah bersandar di dada nya..sejenak dia biarkan Nelsy menikmati waktu bersama diri nya sebelum akhirnya dia melanjutkan misi nya lagi.

Jujur dia juga sangat merindukan Nelsy.

"Terimakasih sudah memeluk ku..maaf aku membuat baju mu basah" ujar Nelsy masih terisak namun sudah melepaskan pelukan nya.

"Tidak apa-apa" jawab Mark datar kembali pada mode awal.

Nelsy..huhhh sudah lah setidak nya dia sudah merasakan pelukan Mark.

Nichole kembali dan mengajak Nelsy untuk masuk kedalam kamar nya lagi..dia tidak mau Nelsy dan calon keponakan nya kenapa-kenapa.

"Terimakasih atas waktu nya" Nelsy berujar sebelum meninggalkan taman.

Mark tidak menjawab namun dia mengangguk sambil berdiri dan melangkah pergi kembali ke ruangan nya.

Tubuh nya sudah lumayan bisa di ajak kompromi..setidak nya demi Nelsy dia bisa menahan sakit nya tulang kaki nya yang semakin berdenyut-denyut ketika di langkahkan.

Sampailah Nelsy di ruangan nya..dia naik lagi ke atas ranjang di bantu Nichole..setelah nya Nichole menyelimuti Nelsy dan menyuruh nya beristirahat.

"Istirahat lah..kakak akan di sini menjagamu" ujar Nichole menyuruh Nelsy beristirahat.

"Hmm" jawab Nelsy berdehem.

Nelsy terlelap..dia jadi mengantuk setidak nya anak nya sudah merasakan belaian tangan sang ayah..itu sudah cukup bagi nya.

Sedangkan Mark..dia langsung di beri penanganan karena sudah nekat keluar dari ruangan nya.. sebenar nya dokter melarang Mark untuk kemana-mana tapi Mark seakan menulikan telinga nya hanya demi Nelsy.

Mark di beri suntikan pereda nyeri pada kaki nya karena kaki Mark masih belum boleh untuk di bawa melangkah tapi demi Nelsy dia rela menahan sakit nya itu.

"Tuan saya mohon sekali ini saja turuti pihak medis jika anda masih ingin bisa berjalan..ini pertama dan terakhir kali nya anda menggunakan kaki anda sampai benar-benar sembuh" ujar dokter yang menangani Mark tegas.

"Hm" jawab Mark berdehem sambil memejamkan mata nya.

Dokter dan pihak medis lain nya hanya bisa menarik nafas nya panjang..sudah biasa mereka mendapat kan jawaban berupa ham hem saja dari pasien satu ini.

"Baiklah kalau begitu kami permisi dulu tuan.. istirahat lah agar anda segera lekas sembuh" pamit si dokter dan rekan nya.

Mark tidak menjawab..dia hanya diam namun mata nya berkedip seakan menjawab ucapan dokter itu.

Dia malas berbicara dengan mereka entah lah dia hanya suka berbicara dengan Nelsy namun sekarang belum bisa karena dia masih dalam misi.

"Bersabar lah baby..sebentar saja..aku akan menjagamu dan melakukan apapun untuk keselamatan mu dan anak kita..I love you baby" batin Mark bertekad untuk segera melakukan sesuatu.

#

#

"Katakan yang sebenar nya apa dia memang hilang ingatan?" ujar seorang pria paruh baya menekan si dokter.

"Benar tuan..apa saya perlu membawa serta bukti untuk anda agar bisa percaya?" jawab si dokter yang sudah di didik Arny.

"Aku tidak percaya dengan ucapan mu..aku akan membawa dokter lain untuk mengecek kebenaran nya..awas jika sampai ternyata kau berbohong lihat saja hukuman mu" ancam Bastian pada dokter yang menangani Mark.

"Silahkan tuan" jawab si dokter tersenyum.

Bastian belum percaya bahwasa nya Mark mengalami amnesia atau hilang ingatan..dia masih tidak percaya dengan semua nya.

Dia akan membawa dokter keluarga untuk memeriksa kondisi Mark yang sebenarnya..dia ingin membuktikan bahwa kecurigaan nya tidak hanya sekedar dugaan semata.

.

.

Satu bulan kemudian.....

"Apa kau sudah siap?" tanya Nichole yang saat ini tengah menemani Nelsy di ruangan nya.

"Sudah ka..ayo" jawab Nelsy.

Nelsy dan Nichole keluar dari ruangan di mana Nelsy di rawat..di depan pintu kamar Nelsy tampak Mark sudah berdiri dengan wajah datar nya.

"Mau apa kau" tanya Nichole sinis seakan bertemu musuh.

"Mengantar nya" jawab Mark singkat menatap Nelsy.

Yang di tatap hanya diam dengan segala kebingungan di otak nya..bukan kah selama lebih dari satu bulan ini Mark selalu tak ingin berdekatan dengan nya..tapi apa ini..apa dia kesurupan.

"Ayo pulang bersama ku" ajak Mark menarik tangan Nelsy dan meninggalkan Nichole dengan sejuta kekesalan nya.

"Eh___" Nelsy terkejut namun tak dapat melanjutkan lagi kata-kata nya.

"Sialan kau Mark..hey" teriak Nichole yang melihat Nelsy dan Mark semakin menjauh.

Sampai lah mereka di parkiran rumah sakit..mobil siapa yang Mark bawa..astaga jangan bilang Mark membegal mobil orang lain.

"Masuk lah.. hati-hati" ujar Mark menyuruh Nelsy masuk kedalam mobil.

"Terimakasih" balas Nelsy tak bisa berkata-kata lagi.

Mark mengusap kepala Nelsy dengan lembut..dia juga mengusap sebentar perut Nelsy yang terlihat sedikit menonjol..ah dia senang sekali.

"Sayang kita pulang ke rumah ya..Daddy menyayangi mu.. cups" ujar Mark membuat Nelsy semakin terpelongo.

...****************...

Nelsy

Mark

Terpopuler

Comments

Rini Mulyani

Rini Mulyani

crazy up

2023-01-01

2

lihat semua

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!