Nelsy hanya mendengarkan ocehan sang kakak..dia tau dia salah jadi dia diam tak menjawab..jika menjawab sudah pasti sapu akan melayang.
"Maaf ka.. Nelsy salah..Nelsy nggak akan ngulangin lagi" ujar Nelsy meminta maaf dengan wajah terimut nya.
"Ck..baik lah kali ini Kaka maafin tapi no untuk lain kali..kalau kamu masih ke club' lagi tanpa kakak awas kamu bakal kaka aduin ke mommy dan Daddy" ancam Nichole pada Nelsy.
"Iya ka..nggak lagi-lagi" jawab Nelsy patuh.
Selesai dengan sarapan nya kini Nelsy bersiap untuk berangkat kerja..ya Nelsy bekerja untuk sekedar melepas penat dan kebosanan.
Dia bekerja di perusahaan Richard Group yang di pimpin oleh Gian..sedangkan Nichole dia bekerja di Wilson Corps yang di pimpin oleh Gio.
Hanya saja Nichole menggantikan Via yang sudah pensiun karena fokus pada keluarga kecil nya jadi kepemimpinan di cabang Wilson Corps dia yang mengambil alih.
Nelsy telah bersiap dengan penampilan nya yang tak terlalu seksi dia memakai pakaian yang menurut kakaknya layak untuk di pakai.
"Kaka antar" ujar Nichole mengantar sang adik.
"Nelsy bisa sendiri ka..lagian jarak perusahaan kakak sama tempat Nelsy lumayan jauh loh.. udah Nelsy naik mobil aja sendiri tenang Nelsy masih sayang nyawa Nelsy" ujar Nelsy menjelaskan.
"Baiklah tapi awas..tetep hati-hati jangan sampai Kaka menerima laporan kamu kebut-kebutan di jalan" Nichole tetap mengingat kan adik nya yang kadang suka kebut-kebutan di jalan.
"Tenang kakak ku sayang..bye ka" Nelsy pamit dengan mobil yang biasa bukan mobil mahal atau merek terkenal.
Nelsy tidak ingin di anggap mendompleng nama keluarga saja..dia hanya ingin di anggap orang biasa..dia juga tidak suka memamerkan kekayaan keluarga nya.
Lebih baik di anggap miskin tapi mampu,dari pada mampu tapi miskin sopan santun.
Saat di lampu merah tampak telah terjadi kecelakaan..Nelsy dengan sigap menepikan mobil nya ke pinggir jalan..dia masih mempunyai rasa kasihan.
Dia keluar dari mobil dan berniat membantu orang kecelakaan..dia melihat seorang pria yang tak asing..Mark..ya Mark yang mengalami kecelakaan.
"Astaga..tuan ,kau baik-baik saja?" tanya Nelsy khawatir.
#
#
Di rumah sakit Nelsy tengah menunggu Mark yang tengah mendapatkan penanganan..dia tidak sejahat itu untuk meninggalkan Mark yang tempo dulu sudah menyelamatkan nya dari tiga pria mabuk itu.
Nelsy masih setia duduk menunggu sang dokter..tidak apa-apa dia tidak bekerja dia juga sudah ijin pada Gian dan Gian mengijinkan.
Tentu dengan alasan yang logis.
Dokter keluar dari ruangan itu dan Nelsy langsung menghampiri nya.
"Bagaimana dok keadaan nya..apa ada yang serius?" tanya Nelsy pada dokter nya.
"Pasien baik-baik saja nona..hanya kaki nya kemungkinan harus di gips karena sedikit retak namun setelah beberapa Minggu juga sudah kembali normal lagi..hanya saja pasien butuh pendamping untuk sekedar membantu nya..apa anda kekasih nya nona jika iya maka tolong di bantu..kalau begitu saya permisi" ujar si dokter menjelaskan kondisi Mark dan melenggang pergi tanpa mendengarkan pembelaan Nelsy.
Saat ini Nelsy benar-benar ingin menghajar si dokter itu tapi..,ck ya sudah lah biarkan saja itung-itung balas budi.
Nelsy masuk kedalam ruangan dimana Mark di rawat sementara..dia melihat Mark tengah terbaring di ranjang..kasihan juga sih.
"Hay, bagaimana kabarmu?" sapa Nelsy nyengir berbasa-basi.
"Baik" jawab Mark singkat dengan wajah datar.
"Oh begitu..baiklah" balas Nelsy tak kalah datar nya.
Kita satu sama tuan menyebalkan..batin Nelsy menyeringai.
Mark mengerutkan kening nya heran.. maksud nya apa sih 'oh begitu,baiklah' ck ingin sekali dia sentil kening Nelsy tapi sayang dia tidak akan sanggup.
Lama terdiam akhir nya Mark memecah kesunyian di antara mereka,dia biasa nya tahan jika diam-diaman dengan orang lain tapi dengan Nelsy dia menyerah dia tidak sanggup.
Dia kalah..entah kenapa.
"Ekhemm..apa kau bisa membantu ku ke kamar mandi?" tanya Mark datar.
Nelsy menoleh dan mengangguk..dia beranjak dan mendekati Mark..dia mengulurkan tangan nya untuk membantu Mark.
"Setidak nya jawab pertanyaan ku nona" ketus Mark tak mendapat jawaban.
"Baiklah" jawab Nelsy santai dan singkat.
Dalam hati Nelsy tertawa terpingkal mendengar suara ketus Mark..dia berhasil membuat Mark kesal..rasakan maka nya jangan macam-macam dengan Nelsy.
Selesai dengan urusan kamar mandi nya kini Mark kembali ke ranjang dan berbaring setengah duduk.
Beberapa menit berlalu.
"Biar ku antar pulang saja" ujar Nelsy berniat mengantarkan Mark pulang.
"Kau yakin?" tanya Mark menyeringai.
"Hilangkan seringai mu itu tuan menyebalkan atau akan ku tinggal kau sendirian di sini" ujar Nelsy mengancam Mark dan melotot kesal.
Benar saja Mark patuh dan menurut saja..ck dia tidak suka dengan diri nya yang hanya patuh jika dengan Nelsy.
"Baiklah" jawab Mark pasrah.
Nelsy membantu Mark bangun dari ranjang rumah sakit..dia mengambil kursi roda untuk Mark..dia tau kaki Mark belum bisa untuk sekedar melangkah sendiri.
Mark duduk di kursi roda dan Nelsy mendorong nya sampai di parkiran rumah sakit..dia membuka pintu mobil nya dan berusaha memasukkan Mark kedalam mobil nya.
Sementara mobil Mark tengah di bengkel karena rusak parah..entah ada apa dengan Mark sebelum nya hingga dia bisa kecelakaan seperti itu.
Selama dalam perjalanan baik Nelsy maupun Mark mereka sama-sama diam.
"Apa yang membuatmu kecelakaan?" tanya Nelsy penasaran.
"Bukan urusanmu huh" jawab Mark ketus.
Plakkkk....
Sebuah pukulan mendarat di bahu Mark..Nelsy kesal dengan jawaban yang di berikan Mark pada nya..cih andai dia tidak sakit mungkin dia sudah menghajar Mark saat itu juga.
"Ck jawab yang benar kenapa sih" kesal Nelsy mendelik tajam pada Mark.
"Baiklah.. aku di celakai oleh seseorang" jawab Mark santai.
"Di celakai..siapa yang kurang kerjaan mencelakai manusia menyebalkan seperti mu?" ujar Nelsy sedikit mengejek Mark.
"Ck kau ini sudah bertanya giliran di jawab malah mengejek ku..maumu apa hah?" tanya Mark sedikit kesal tapi terhibur.
"Mauku buang wajah datar mu itu dan ganti dengan wajah penuh senyuman agar orang-orang tidak berfikir aneh-aneh tentang mu..kita sudah sampai" ujar Nelsy membuat Mark melongo.
"Gadis kecil menyebalkan..tapi lucu juga" gumam Mark tersenyum kecil menatap Nelsy yang berjalan ke tempat nya.
Mark diam tak bergeming..dia menurut apa yang Nelsy ucapkan..dia suka di perhatikan, suka sekali malah..entah baru Nelsy yang berani memerintah nya juga mengomeli nya bahkan menasehati nya.
Sampailah Mark di kamar nya di bantu Nelsy..Mark berbaring di ranjang nya dan Nelsy mengatur banyak agar posisi Mark nyaman.
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 83 Episodes
Comments