"Ada seseorang yang menginginkan keluargamu hancur."
"Ada seseorang yang tidak ingin kau mengetahuinya, tapi sebenarnya dia adalah musuh besar mu."
Eren menelungkupkan kepalanya di atas meja, otaknya berasa sakit memikirkan siapa yang diam-diam adalah musuh besarnya.
"Minumlah supaya otakmu dingin, saya takut nanti meledak."
Eren tersenyum kecil mendengar penuturan pria yang memberikan jus jeruk di hadapannya.
"Sepertinya tidak hanya meledak, tapi langsung tidak punya kepala." Eren menarik gelas jusnya supaya lebih dekat.
"Punya kepala pusing, tidak punya kepala serem."
Chen terkekeh, ia pikir wanita yang duduk di hadapannya ini cukup menarik untuk diajak bicara.
Eren mengaduk jus jeruk, masih enggan untuk meminumnya.
"Itu kalo cuma diaduk tidak akan terasa manis lho."
"Dan ... Kalo kau terus memandangiku, aku khawatir nanti kamu tertarik." Eren meneguk jus jeruknya langsung habis, kali ini tanpa pipet.
hahahaha.
"Bagaimana kalo tertarik sungguhan?"
Eren menatap Chen tampak senyum tipis dibalik gelas yang masih menempel di bibirnya. "kau akan berhadapan dengan suamiku." Eren meletakkan gelas di atas meja.
hahahaha.
Chen tertawa terbahak-bahak, ternyata wanita yang sedang bersamanya kini sudah menikah. tetapi seketika Chen penasaran, kenapa wanita ini selalu sendiri lalu di mana suaminya. jiwa keponya mulai bereaksi.
"Apakah aku bisa percaya, jari manismu masih kosong." Chen tersenyum penuh arti.
Eren nampak melirik jari manisnya. "dia melingkarkan kalung di leherku, bukan cincin di jari manisku." Bohong Eren, padahal pernikahannya tanpa cincin.
"Siapa nama keluarga suamimu?"
Chen semakin kepo disaat ia menemukan gelagat aneh dari wajah Eren.
"Benz, nama suamiku Ethan Benz, ayah mertuaku Erland Benz, ibu mertuaku Lusi Benz."
Deg.
kali ini gantian Eren yang menemukan gelagat aneh dalam diri Chen. namun tidak menganggap penting hal itu dan ia langsung mencairkan suasana lagi.
"Hari ini aku rasa kau cocok menjadi reporter yang mencari sumber informasi, ternyata jus jeruk mampu menetralisir jiwa mafia dalam dirimu ya, haha."
"Apa kau bilang, coba ulangi." Chen memasang mimik wajah marah.
"tidak ... tidak ada."
Eren menggelengkan kepalanya masih disertai tawanya yang menampakkan gigi gisul, dan hal itu nampak terlihat lebih manis Di mata Chen.
oh mahluk seindah ini sayang bukan milikku, batin Chen.
"Apa rencanamu setelah ini?"
Chen menatap Eren, kali ini pembicaraan mulai serius.
"Aku akan ke rumah sakit menemui Antoni, setelah orang-orang suruhanku memberi kabar bila Antoni sudah baikan ..."
Eren menjeda ucapannya, menarik nafas dalam.
"Ia adalah senjata untuk aku bisa mengetahui musuh ayahku yang sebenarnya."
ya, Antoni setelah mengatakan bahwa diam-diam ada orang terdekat Eren yang menyimpan dendam, setelah itu Antoni pingsan tidak sadarkan diri karena tubuhnya sudah remuk dihajar oleh Chen. sehingga membuat informasi yang didapat oleh Eren itu menggantung.
Chen yang mendengar penjelasan Eren terlihat manggut-manggut.
Ting.
suara pesan masuk di handphone Eren.
Eren memeriksa pesan masuk, dan seketika senyumnya melebar setelah tau siapa yang mengirim pesan.
dan hal itu tentu tidak terlepas dari pengamatan Chen.
semudah itukah membuat wanita bahagia, aku rasa cuma sekedar pesan masuk, ya ya mungkin dunia orang jatuh cinta berbeda tidak seperti duniaku.
"Aku pergi sekarang."
suara lembut milik Eren membuyarkan lamunan Chen seketika.
"Hati-hati."
Eren mengangguk kecil seraya berlalu dari tempat tersebut.
di tempat lain.
perusahaan Benz company.
Ethan mendapat kiriman foto dari seseorang, di foto tersebut Eren sedang bersama pria lain, namun karena fotonya dari arah samping hasil foto keduanya tampak lebih mesra, padahal realitanya tidak.
Ethan tampak membolak-balikkan handphone miliknya seraya berfikir hingga ia menemukan ide untuk membalas Eren.
"Aku bebasin, tapi bukan berarti bebas juga dengan laki-laki lain," gumam Ethan, seraya tersenyum penuh misteri.
saat ini Eren sedang berada di salah satu butik terbaik. karena malam ini ia akan diajak Ethan untuk menghadiri acara pesta milik kolega bisnisnya, sehingga Eren diminta untuk tampil terbaik.
"Whuuhhh nona luar biasa cantik."
puji semua penata rias saat Eren keluar dari ruang ganti. Eren yang tidak pernah berias tentu sekali berias akan sangat memukau cantiknya.
"Apa aku sudah seperti bidadari turun dari kayangan?" Eren meragakkan seperti habis terbang.
sontak saja membuat semua orang tertawa, "Haha, Nona kau bisa saja."
gaun berwarna biru muda sangat tampak elegan dipadu dengan kulit putih bersih milik Eren. ditambah polesan make up tipis-tipis membuatnya tampak anggun dan siapapun yang memandanginya tidak akan bosan.
"Terimakasih atas kerja keras kalian semua, sekarang aku pergi," pamit Eren kepada para pekerja butik.
tiga puluh menit, Eren sudah menunggu Ethan selama tiga puluh menit, dirinya masih menunggu di luar belum masuk ke dalam ballroom hotel eklusif.
Eren memandangi orang-orang silih berganti yang masuk ke pintu ballroom bersama pasangan masing-masing, sementara orang yang Eren tunggu juga belum kelihatan batang hidungnya padahal kakinya sudah pegal untuk berdiri.
beberapa orang menatap aneh kearah Eren, tapi Eren acuh tidak peduli, ia hanya fokus menunggu suaminya.
mobil yang Eren kenali kini sudah tiba, senyum sumringah di bibir Eren ketika melihat sosok yang keluar dari dalam mobil, namun seketika senyum itu sirna saat Eren melihat sosok wanita yang berlari dari mobil di belakang mobil Ethan, tiba-tiba wanita itu merangkul lengan Ethan dengan sangat begitu mesra.
Ethan yang sudah melihat Eren menunggunya , ia membiarkan wanita di sampingnya berbuat semaunya, Ethan hanya ingin melihat reaksi Eren.
namun bukan Eren kalo hanya diam saja saat yang sudah menjadi miliknya diganggu oleh orang lain.
buru-buru Eren melangkah cepat menghampiri dua mahluk yang mampu mengoyak hatinya dan membuat matanya sakit. Eren sudah seperti orang kesetanan bahkan ia langsung melepas high heels.
"Melisa!" teriaknya.
Eren lalu menarik tangan Melisa dan memukul wanita itu dengan high heels berulang kali, Eren tidak peduli berapa pasang mata melihat perbuatannya, di pikirannya ia hanya ingin memberi perhitungan kepada wanita yang selalu menggoda suaminya.
"Ah, Eren berhenti, tubuhku sakit."
rintihan suara Melisa, namun Eren terus memukul tanpa henti bahkan menjambak rambut Melisa tanpa ampun.
Ethan menghela nafas berat melihat tingkah dua wanita yang ada di hadapannya.
Ethan lalu menarik tangan Eren untuk masuk ke ballroom hotel, dan baru beberapa langkah Ethan berhenti teringat Eren tidak memakai high heels.
Ethan mengambil high heels yang berada di tangan Eren, lalu Ethan berjongkok memakaikan high heels di kaki Eren.
beberapa wanita yang melihat perbuatan Ethan, mereka sangat iri dan ingin diperlakukan seromantis itu.
Melisa yang masih mampu melihat hal itu menjadi geram, ia buru-buru ikut masuk ke ballroom hotel untuk membalas perbuatan Eren.
saat Melisa sudah mulai bisa menjangkau sisi lengan kiri Ethan, Eren yang sudah siap siaga dengan kehadiran Melisa, Eren langsung menarik Ethan dan ia berpindah ke sisi kiri, dan ahirnya lengan yang Melisa pegang adalah lengan Eren, dan hal ini Eren manfaatkan untuk mendorong tubuh Melisa hingga Melisa jatuh terjerembab ke lantai.
aaaawwwwww.
pekik melisa, ia benar-benar merasa kesakitan bahkan juga merasa malu karena semua mata menatapnya.
Eren memanfaatkan situasi saat semua mata memandang ke arah Melisa dan juga ke arah dirinya, aren langsung merengkuh tubuh Ethan lalu mencium bibir beraroma mint itu sangat lama.
sontak saja pemandangan ini membuat semua orang riuh tepuk tangan, dan tiba-tiba musik di ruangan tersebut berubah menjadi alunan musik dansa. dan semua orang mengikuti berdansa dengan pasangan masing-masing.
setelah tautan bibir itu lepas, Ethan membisikan sesuatu di telinga Eren.
"Aku akan menghukummu." Dengan suara beratnya.
.
.
.
bantu beri dukungan ya kak.
beri like, komen, vote, hadiah. masukan di karya vavorit kakak.
karya author tidak ada artinya tapan dukungan kakak semua...
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 65 Episodes
Comments
Bundanya Pandu Pharamadina
Melisa si ulat bulu bikin gatel
2023-02-12
0
Ana Ekawati
pengen ih eren bikin ethan jatuh cinta tp gengsi. lg cinta2nya perjanjian berakhir dan eren pergi. sakit pasti sakitlah. masa engga
2022-12-05
2
widya
semangat Eren... bikin si es, jatuh cinta...
🤣🤣🤣🤣
2022-11-04
1