"Vira jika sampai kau berbohong jangan harap aku membebaskan mu untuk kuliah," ujar vino lagi.
astagfirullah kenapa tidak percayaan sekali, batin Vira.
"aku sudah bilang tidak berbohong kenapa belum percaya juga" jawab Vira lalu pergi begitu saja meninggalkan Vino dan Andre.
Vino semakin naik pitam dengan kelakuan Vira yang semakin menjadi jadi.
"vira! berani beraninya kau mengacuhkan aku berhenti vira!" teriak Vino namun Vira tetap mengacuhkan dan masuk kedalam kamar.
Vino akhirnya mengikuti Vira kedalam kamar dan masuk.
"vira!" panggil vino namun belum sempat melihat nya karena masih menutup pintu.
"huaaa kau jahat," ucap Vira merengek seperti anak kecil sambil melempar bantal ke arah vino.
"Vira jangan seperti anak kecil aku hanya memperingati kesalahan mu," ujar vino sambil menangkis bantal
"kau jahat, mulai sekarang vino tidur disofa,"
"Vira aku hanya melakukan untuk kebaikan mu memang apa salahnya" kata Vino mulai lembut.
"kebaikan atau takut aku kabur,"
kenapa malah kebalik harusnya aku yang marah. batin vino.
"baiklah aku minta maaf," ucap vino kali ini dengan nada sangat lembut.
"aku tidak suka dibentak bentak didepan orang karena aku belum terbiasa hidup dengan orang lain selain ayah dan bunda, kau bisa kan bertanya baik baik. kalau ingin marah ya marah saja tapi jangan didepan banyak orang dan jika kau marah aku harus mengandalkan siapa, pelayan? tidak mungkin mereka takut aku dekati gara gara takut dengan mu, lina? lina juga tidak mungkin dengan keadaannya yang seperti itu atau andre ahh dia juga mustahil lalu dengan siapa. Aku hanya sendiri disini Vino tolong mengerti sedikit saja mungkin jika aku sudah lama tinggal disini aku akan terbiasa dengan bentakan mu," tutur Vira kali ini serius dan berkaca kaca
Vino seakan ikut merasakan kesedihan Vira entah kenapa hatinya teriris mendengar ucapannya. baru kali ini vino merasa menjadi seorang pengecut karena tindakannya sendiri.
ditambah Vira masih kecil dan beban yang menimpa nya sangat berat dimulai dari kedua orangtuanya yang lenyap karena ledakan bom.
"Vira maafkan aku," ucap vino sembari meraih lengan Vira dan menggenggam nya.
"aku tidak marah,"
Vira menjawab singkat agar ia bisa menahan air matanya keluar.
"tidak, aku minta maaf telah membuat mu sedih,"
"aku sudah memaafkan mu sebelum aku pulang" ucap Vira
vino tersenyum mendengar perkataan Vira lalu mengecup keningnya dengan lembut namun gadis itu langsung menjauh.
"hey jangan sembarangan!!" ucap Vira ketus.
dia memegang keningnya, Vino selalu berbuat diluar dugaan dan sekarang kembali seperti itu.
"aku suami mu jadi aku berhak atas diri mu," jawab vino dengan tenang.
tapi kau tidak mengerti, batin Vira.
"huuhh baiklah suami aku lelah bertengkar dengan mu aku ingin istirahat,"
"hey aku ada hadiah untuk mu mau lihat?"
mendengar kata hadiah Vira langsung bangun dari tidur nya dan mengangguk antusias.
"tunggu aku disini aku akan mengambilnya,"
setelah mengambil hadiah Vira didalam lemari vino langsung memberikan kotak berwarna hijau muda itu untuk Vira, tak ingin berlama-lama gadis itu langsung membuka kotak tersebut.
"indah sekali," ucap Vira masih menganga dengan pemberian Vino
"kau suka?" tanya vino
Vira mengangguk dan memperlihatkan senyum termanis pada suaminya.
"tentu saja terimakasih banyak,"
Vino menjawab dengan senyuman jika wajah istrinya menggemaskan seperti ini rasanya Vino ingin memberikan hadiah setiap hari.
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 189 Episodes
Comments
。.。:∞♡*♥
🤣😂😂
2022-01-23
0
Eman Sulaeman
hati vino me leleh
2022-01-13
0
Pratiwi Mulyani
Vira karena masih muda jadi ke kanak2 an
2022-01-07
0